Breaking News
light_mode

Segera Daftarkan Kebudayaan Muria jadi Warisan Nasional

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 5 Nov 2020
  • visibility 213

 

 

Kegiatan monitoring dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Kampung Budaya Piji Wetan

KUDUS – Kepala Bidang Kebudayaan
Disbudpar Kabupaten Kudus Roro Lilik Ngesti W, mengaku simpatik dengan apa yang
sudah dilakukan oleh masyarakat Kampung Budaya Piji Wetan Desa Lau. Rencananya
ia akan mengajukan legalitas kebudayaan masyarakat Muria ini sebagai warisan
nasional.

“Termasuk kebutuhan administratif
lainnya juga segera kami upayakan agar kebudayaan masyarakat Muria, khususnya
Piji Wetan Desa Lau ini bisa diakui secara nasional,” jelasnya saat mengikuti kunjungan
tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke Kampung Budaya Piji Wetan Desa Lau,
pada Rabu (04/11/20).

Inisiator Kampung Budaya Piji Wetan
Desa Lau Muchammad Zaini menjelaskan agenda terdekat yang sedang disiapkan oleh
warga yakni peresmian. Bersamaan dengan itu, tim kreatif juga tengah menyiapkan
dokumen pemajuan kemajuan desa (DPKD) untuk bisa digunakan sebagai landasan
dalam mengurus dokumen administratif lainnya.

“Dengan DPKD itu juga nantinya kita
bisa memetakan secara lebih komprehensif potensi apa saja yang bisa kami angkat
dan bangun,” papar Wakil Ketua Lesbumi Kabupaten Kudus ini.

Untuk diketahui, upaya pemajuan
kebudayaan desa terus digenjot oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia (Kemdikbud RI). Salah satu langkah konkritnya yaitu dengan
mengadakan monitoring dan evaluasi (Monev) di Kampung Budaya Piji Wetan.

Hadir dalam acara ini Tim Monev
Ditjen Kebudayaan Eko Sukarno, Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Kudus Roro
Lilik Ngesti W, Kasi Sejarah Permuseuman dan Kepurbakalaan Mitta Hermawati,
Anggota Badan Permusyawaratan Desa Lau Wagiman Sutrisno, serta tokoh masyarakat
Piji Wetan Desa Lau.

Ketua Tim sekaligus Kasubpokja
Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Cagar Budaya Kemdikbud RI, Eko Sukarno,
mengatakan monitoring ini adalah tindak lanjut dari kegiatan Lomba Cerita Budaya
Desaku yang digelar pada Agustus-September 2020, kemarin
 

“Lomba itu dan monev hari ini
termasuk bagian dari pemberdayaan masyarakat yang bertujuan untuk memberi
rangsangan kepada masyarakat untuk tetap berkarya di masa pandemi,” ujar Eko.

Sesuai dengan tagline yang diusung,
tujuan utamanya tentu supaya generasi muda bisa mengetahui budaya desanya.
Generasi muda diharapkan juga mengerti makna serta filosofinya dan mau
melestarikan budaya tersebut secara berkesinambungan dengan generasi
sebelumnya.

“Bila sudah begitu, ini diharapkan
bisa berkelanjutan menjadi aktivitas dan kegiatan yang produktif dan
memakmurkan masyarakat berbasis budaya,” imbuh Eko. (hus)

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Pati Siapkan Layanan Posko Mudik 24 Jam di Juwana

    GP Ansor Pati Siapkan Layanan Posko Mudik 24 Jam di Juwana

    • calendar_month Sen, 8 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 211
    • 0Komentar

    PATI – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pati memberikan berbagai fasilitas dan layanan untuk pemudik dan pengguna jalan umum menjelang Lebaran. Posko Mudik Banser, yang berlokasi di sebelah Masjid Besar Al Mukarromah Juwana, menawarkan berbagai layanan mulai dari tempat istirahat, minuman, pijat, hingga obat-obatan. “Posko Ansor-Banser ini rutin kami buka menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hanya, […]

  • Belajar Asam Garam Kehidupan dan Cinta

    Belajar Asam Garam Kehidupan dan Cinta

    • calendar_month Jum, 8 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 211
    • 0Komentar

    Membaca novel adik sastrawan kondang Pramoedya Ananto Toer ini kita tak hanya mendapat cerita-cerita belaka. Novel berlabel 18+ ini menyuguhkan realita hidup yang tak selalu mulus. Hidup penuh dengan dinamika yang harus dan mau tidak mau dilakoni manusia. Soes, panggilan akrab penulis novel ini bercerita tentang Thomas. Pemuda yang sedang mereguk ilmu ekonomi politik di […]

  • Bagikan Sembako, Sat Sabhara Jalin Kedekatan dengan Masyarakat

    Bagikan Sembako, Sat Sabhara Jalin Kedekatan dengan Masyarakat

    • calendar_month Sab, 9 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti membagikan sembako kepada warga kurang mampu PATI – Aparat kepolisian terus berupaya menjalin kedekatannya dengan masyarakat sekitar. Salah satunya dilakukan dengan kegiatan pembagian sembako kepada masyarakat kurang mampu. Seperti yang dilakukannya siang kemarin, Sabtu (9/6/2018) di Mako Satuan Sabhara Polres Pati. Sejumlah 100 paket sembako dibagikan kepada warga kurang mampu […]

  • DPRD Pati Ingatkan Perempuan Perlu Tingkatkan Kapasitas Diri

    DPRD Pati Ingatkan Perempuan Perlu Tingkatkan Kapasitas Diri

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 242
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi D DPRD Pati, Hj. Muntamah, mengingatkan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai proses yang memungkinkan mereka untuk berpartisipasi penuh dalam semua aspek kehidupan. Hal ini mencakup akses terhadap pendidikan, kesempatan politik, kesetaraan ekonomi, dan peran aktif dalam mendukung program pembangunan di berbagai sektor. Hj. Muntamah menekankan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya penting untuk […]

  • Pansus Hak Angket Minta Bupati Pati Lebih Bijak dalam Berkomunikasi

    Pansus Hak Angket Minta Bupati Pati Lebih Bijak dalam Berkomunikasi

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 578
    • 0Komentar

    PATI – Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati, Sudewo, menyoroti tantangan Bupati Sudewo kepada masyarakat terkait pajak bumi dan bangunan (PBB) yang berujung pada demonstrasi besar beberapa bulan lalu. Pansus menilai, tindakan tersebut telah mengganggu stabilitas nasional. Hal ini disampaikan dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Pati pada Jumat, 31 Oktober 2025, dengan agenda […]

  • Pemuda di Pati Dianiaya Brutal, Dua Jari Putus

    Pemuda di Pati Dianiaya Brutal, Dua Jari Putus

    • calendar_month Sen, 24 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 258
    • 0Komentar

    PATI – Aksi kekerasan kembali terjadi di Kabupaten Pati. Seorang pemuda, C (30), warga Desa Geritan, Kecamatan Pati, menjadi korban penganiayaan brutal oleh orang tak dikenal (OTK) pada Minggu malam (23/2/2025) sekitar pukul 21.30 WIB di wilayah Kecamatan Jakenan. Korban mengalami luka serius berupa bacokan di punggung, kaki, dan lengan kiri, serta kehilangan dua jari […]

expand_less