Breaking News
light_mode

Sedekah Bumi dan Tradisi Menghormati Air Sendang Pengilon Dukuh Ngrangit Patiayam

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 28 Jul 2019
  • visibility 251

Guyub rukun sedekah bumi di Sendang Pengilon , Dukuh Ngragit, Terban, Kudus
Foto-foto Imam Khanafi 

Siang yang terik, Mbah Paijan khusyuk
merapal doa-doa di Sendang Pengilon (27/7/2019). Orang-orang di Dukuh Ngrangit, Terban di kawasan Perbukitan Patiayam Kudus itu sedang punya
gawe. Sedekah bumi. Yang dipusatkan di sendang yang menjadi sumber
air bagi 200 kepala keluarga di dukuh tersebut selama bertahun-tahun.

Warga berkerumun di sekitar sendang
tersebut. Mereka membawa jubungan (wadah dari bambu yang dirangkai mirip keranjang, Red) dengan isi nasi lengkap dengan lauk pauknya. Menempuh
jarak sejauh lima kilometer tak jadi masalah. Orang-orang lantas duduk rapi,
sambil menunggu komando makan bersama dimulai. Tentu setelah Mbah Paijan,
sesepuh dukuh tersebut selesai merapal doa.

”Ini ritual kami setahun sekali. Dari
Sendang Pengilon inilah warga Dukuh Ngrangit yang berjumlah sekitar 200 kepala
keluarga mengantungkan air dari sumber alam ini,” kata Mustaqim, salah satu
warga Dukuh Ngrangit yang mengikuti ritual tersebut.

Sedekah bumi di Dukuh Ngrangit
bermakna tidak hanya sebagai wujud syukur atas keselamatan sekaligus kelimpahan
rezeki dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Secara khusus, ritual ini menjadi wujud penghormatan
atas air yang berlimpah di tengah musim kemarau yang ganas.

Antusias warga mengikuti sedekah bumi

Warga Dukuh Ngrangit, kata
Mustaqim, awalnya tinggal di sekitar sendang. ”Dulu hidupnya di sekitar sendang
ini, tapi sejak longsor 2001 dan 2004 warga akhirnya mendapat ganti rugi dan
permintaan untuk pindah disetujui pemerintah. Akhirnya sekarang berada di Dukuh
Ngrangit Baru, yang jaraknya kurang lebih lima kilometer dari Dukuh Ngrangit
lama. Meski begitu, air masih deras mengalir hingga ke pemukiman warga di
tempat baru,” terang Mustaqim.

Ritual sedekah bumi di dukuh ini
tealah berlangsung lama. Tak ada catatan tertulis sejak kapan dimulainya. Dari cerita
Mbah Paijan, dia sudah mengikuti ritual itu sejak kecil tiap bula Apit dalam
kalender Jawa.

Eko Nurul Huda, salah satu panitia
sedekah bumi Dukuh Ngrangit menjelaskan, bagi masyarakat Ngrangit acara ini
sangat penting. Karena sumber mata air dari Sendang Pengilon sampai sekarang
menghidupi warga Ngrangit. “Ini sebagai ungkapan syukur kami sebagai warga, karena
air masih mengalir di hari-hari dengan cuaca yang panas ini,” katanya.

Menurut Eko, sedakah bumi di
Sendang Pengilon mempunyai makna yang lebih dari itu, upacara tradisional
sedekah bumi itu sudah menjadi salah satu akar budaya masyarakat yang tidak
akan mampu untuk dipisahkan dari alam dan leluhurnya.

“Buktinya masyarakat bergotong-royong
bersih sendang. Sehari sebelum acara di mulai dan iuran agar terlaksana acara
ini,” tambahnya.

Tayub melengkapi tradisi sedekah bumi di Sendang Pengilon

Acara khas dari sedekah bumi
Sendang Pengilon ini adalah Tayub. Tayub yang ada di sedekah bumi Sendang
Pengilon berbeda dengan lainnya.  Alat
yang dibawa sangat sederhana, yang penting menghasilkan gending yang bisa buat ngibing atau joget tayub yang khas.
“Selain itu, tayub cuma sebentar. Hanya lima tembang saja yang dimainkan. Yang
berjoget juga hanya beberapa warga,” tambahnya.

Tayub digelar setelah warga
bersama-sama menyantap makanan dalam jubungan yang dibawa dari rumah masing-masing.
Setalah makan, baru acaranya senang-senang atau tayub, dan setelah itu warga
bersama-sama kembali ke Dukuh Ngrangit Baru. Melanjutkan pesta sedekah bumi
yang masih terus berlanjut.

“Kalau dulu, sebelum 2004, sebelum
pindah, acara di sendang dilanjutkan tayub sampai semalam suntuk di rumah bayan
atau kepala dusun setempat,” jelasnya.

Berbeda dengan dulu, kini warga mengganti
dengan acara pentas ketoprak di Dukuh Ngrangit Baru, dan semua warga malamnya
akan nonton ketoprak. “Selain hormat air yang berlimpah dari Sendang Pengilon,
acara demi acara juga ungkapan syukur kami atas semua nikmat rezeki,” jelas Eko.
(Imam Khanafi/alb)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Igor Costa (kiri) merayakan gol yang mengantarkan kemenangan Persiku Kudus atas Kendal Tornado.

    Kalahkan Kendal Tornado, Persiku Kudus Semakin Menjauh dari Zona Degradasi

    • calendar_month Ming, 5 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 4.183
    • 0Komentar

      KUDUS – Persiku Kudus berhasil meraih kemenangan penting saat menjamu Kendal Tornado pada Sabtu (4/4/2026) di Stadion Wergu Wetan. Igo Costa mengantarkan kemenangan Persiku melalui gol semata wayangnya pada menit ke – 52. Gol tersebut sekaligus menegaskan posisi Igor Costa sebagai mesin gol Macan Muria paling produktif di Championship musim ini. Kemenangan ini juga […]

  • PPKM Darurat Diberlakukan, Perbatasan Jateng Dikunci

    PPKM Darurat Diberlakukan, Perbatasan Jateng Dikunci

    • calendar_month Sab, 3 Jul 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Rudy Syarifuddin Perbatasan Jawa Tengah dengan provinsi tetangga dikunci Ditlantas Polda Jawa Tengah. Hal ini merupakan kebijakan dalam masa PPKM Darurat Jawa – Bali. SEMARANG – Ditlantas Polda Jateng melaksanakan kegiatan PPKM Darurat di wilayah hukum Polda Jawa Tengah, Sabtu (3/7/21), dengan melakukan penguncian di beberapa titik perbatasan di Jawa […]

  • Polresta Pati Tingkatkan Keamanan Jelang Unjuk Rasa dengan Edukasi Masyarakat

    Polresta Pati Tingkatkan Keamanan Jelang Unjuk Rasa dengan Edukasi Masyarakat

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 206
    • 0Komentar

    PATI – Menyikapi rencana aksi unjuk rasa yang akan berlangsung di Kabupaten Pati pada Jumat, 19 September 2025, jajaran Satbinmas Polresta Pati mengambil inisiatif strategis. Sehari sebelumnya, pada Kamis (18/9/2025), mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB, petugas secara aktif menyambangi dan memberikan edukasi Kamtibmas kepada masyarakat serta pelaku usaha di berbagai titik keramaian sekitar Alun-Alun […]

  • Laskar Saridin Digembleng Pressing

    Laskar Saridin Digembleng Pressing

    • calendar_month Rab, 11 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 255
    • 0Komentar

    PATI – Mengakhiri putaran pertama Liga 3 Zona Jawa Tengah, Persipa finish dengan hasil yang terbilang tak memuaskan. Kesebelasan berjuluk Laskar Saridin tersebut menjadi lumbung gol di Grup A, serta berada di urutan paling buncit kedua satu tingkat lebih baik dari PSIK Klaten yang belum sekalipun mengemas poin. Dwi Cahyono cs tercatat kemasukan 13 gol […]

  • Komisi B DPRD Pati: Teknologi Penggilingan Padi di Pati Masih Tertinggal

    Komisi B DPRD Pati: Teknologi Penggilingan Padi di Pati Masih Tertinggal

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 265
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Komisi B, Sudi Rustanto, menyoroti keterbelakangan teknologi penggilingan padi di daerahnya. Dalam sebuah forum diskusi pertanian, ia mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi ini. “Dan yang lebih penting lagi adalah penggilingan padinya di Pati, ini potensi dengan hasil pertaniannya yang luar biasa akan tetapi penggilingan padi kita ini masih tradisional […]

  • Nyadong Syafaat Bagi Negeri

    Nyadong Syafaat Bagi Negeri

    • calendar_month Ming, 21 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 258
    • 0Komentar

    Bertepatan dengan malam nisfu sya’ban (20/4) kemarin, ngaji ngAllah Suluk Maleman mengangkat tema menarik: Nyadong Syafa’at Kanjeng Nabi. Ini adalah edisi pengajian tersebut yang ke 88. Menurut Anis Sholeh Ba’asyin, tema ini diangkat karena setidaknya ada sebagian masyarakat, atau bahkan sebagian besar masyarakat, yang kuatir dan takut bila eskalasi politik yang memanas pasca pilpres berkembang […]

expand_less