Breaking News
light_mode

Persipa Pati Terancam jadi Tim Musafir

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
  • visibility 257
Tim verifikator PSSI ditemani oleh Ketum Persipa Pati Joni Kurnianto

Pemerintah sempat mengklaim lapangan Stadion Joyokusumo sudah berstandar FIFA. Namun nyatanya stadion ini terancam tidak memenuhi syarat untuk menggelar pertandingan Liga 2 sesuai regulasi yang dikeluarkan PSSI.

PATI – Apa yang dikhawatirkan oleh para suporter Persipa Pati agaknya bakal menjadi kenyataan. Verifikator stadion dari PSSI memberikan banyak catatan untuk perbaikan infrastruktur Stadion Joyokusumo untuk bisa menggelar pertandingan Liga 2. Sertifikat FIFA soal rumput sintetis yang digunakan juga dipertanyakan.

Dalam video yang dirilis di fanspage facebook Persipa Pati pada Sabtu, (23/4/2022), Tim verifikator PSSI yang dipimpin oleh Head of Infrastructure, Safety and Security PSSI Adi Nugroho membeberkan banyak hal tentang kekurangan yang harus diperbaiki.

Penyenggaraan Liga 2 itu dari aspek infrastruktur utamanya adalah stadion harus memenuhi kreteria sesuai dengan regulasi stadion PSSI. 

“Kriteri-kriteria itu harus terpenuhi mulai dari lapangannya, dimensinya cukup atau tidak. Rumpunya boleh itu natural ataupun rumput sintetis. Nah untuk rumput sintetis juga harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh FIFA. Dan jenisnya pun juga harus yang terakreditasi dari pabrik yang ditunjuk,” ungkapnya.

Intinya, lanjutnya pihaknya masih menunggu sertifikat yang dikeluarkan oleh kontraktor rumput karena jenis rumput itu katanya standar FIFA. Jadi tentu ada asal usulnya dari mana dan pengetesannya dari mana. 

“Kami menunggu sertifikat itu seperti juga yang dikeluarkan oleh stadion-stadion sintetis ataupun lapangan sintetis yang ada di Indonesia dan diseluruh dunia. Karena itu ada semua dan terdaftar,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persipa Pati Joni Kurnianto menambahkan. Dirinya sangat berterimakasih karena tim dari PSSI sudah datang ke Pati untuk langsung memverifikasi stadion Joyokusumo Pati. 

“Dan memang kenyataanya seperti itu, kami tadi juga ketemu dari Disporapar dan DPUPR yang mana disampaikan langsung oleh Pak Adi dari PSSI bahwa pihaknya butuh sertifikat FIFA yang asli. Agar bisa dicek itu memang betul-betul sesuai,” imbuhnya.

Karena tadi saat dilakukan pengetesan dengan bola, pantulannya itu tingginya lebih dari 60-80cm. Jadi tingkat pantulannya terlalu tinggi dan dilihat rumputnya juga tidak terlalu berdiri dan itu ada standar tertentu yang dipunyai oleh tim verifikator dari PSSI. 

“Jadi nanti kita beri masukan ke DPUPR dan DISPORA Kabupaten Pati supaya meminta kontraktor untuk segera memenuhi standart dari sertifikat itu,” pungkasnya

Kerugian besar

Jika sampai tidak bisa bertanding di Stadion Joyokusumo tentu hal ini menjadi kerugian besar bagi Persipa Pati. Sebab tidak bisa tampil di kandang sendiri. Musim 2022-2023 mendatang diperkirakan kompetisi akan berjalan normal dengan sistem kompetisi penuh home-away. 

Selain itu masyarakat Pati yang sangat merindukan mendukung langsung di stadion harus kecewa. Tidak bisa bermain di kandang sendiri juga merupakan sebuah kerugian dalam hal finansial karena ongkos yang dikeluarkan akan lebih besar ketika bermain di luar kota Pati.

Selain itu yang sangat disayangkan adalah anggaran yang sia-sia, sebab Stadion Joyokusumo dalam dua tahunan ini terus ditata. Bermiliar-miliar uang APBD menguap karena renovasi dilakukan tidak tepat manfaat. Sayang sekali. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Simbolik Sujud : Membentuk Pribadi Rendah Hati

    Simbolik Sujud : Membentuk Pribadi Rendah Hati

    • calendar_month Sel, 16 Jul 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Suluk Maleman Juli 2019 Habib Anis Sholeh Baasyin mengajak jamaah Suluk Maleman mendalami peristiwa sujud dalam ibadah salat. Pemaknaan sujud, tidak hanya terbatas pada gerakan simbolik. Akan tetapi sebuah upaya membentuk pribadi yang rendah hati. Sujud, kata Habib Anis, justru membawa pesan yang dalam. Pesan itu adalah sebuah ungkapan menyerahkan total kepada Allah. ”Gerakan sujud […]

  • Anak-anak sedang berlatih di Super Soccer Arena Kudus/INSTAGRAM SSB DJARUM 

    Djarum Foundation dan Masa Depan Gemilang Sepak Bola Putri Indonesia

    • calendar_month Kam, 20 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Anak-anak sedang berlatih di Super Soccer Arena Kudus/INSTAGRAM SSB DJARUM KUDUS – Djarum akhirnya turun tangan membantu kemajuan sepak bola tanah air. Perusahaan rokok kenamaan di Indonesia ini memilih membantu mengelola sepak bola putri. Komitmen memajukan sepak bola putri dimulai dengan pembangunan sebuah stadion megah di kawasan Desa Rendeng Kudus, berjarak 15 menit berkendara sepeda […]

  • Takbiran Unik di Ketitangwetan, Replika Hewan dan Tokoh Wayang Semarakkan Malam Idul Fitri

    Takbiran Unik di Ketitangwetan, Replika Hewan dan Tokoh Wayang Semarakkan Malam Idul Fitri

    • calendar_month Ming, 22 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.572
    • 0Komentar

    PATI – Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, warga Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar tradisi takbiran keliling dengan nuansa berbeda. Tak sekadar pawai obor atau kendaraan hias, puluhan replika hewan serta tokoh pewayangan turut diarak mengelilingi desa. Iring-iringan tersebut diiringi lantunan takbir yang menggema sepanjang perjalanan, menciptakan suasana […]

  • Lesbumi PCNU Pati dan Jemaah Langgar Mbah Wiro Padi Kolaborasi Sukses Gelar Ngaji Budaya

    Lesbumi PCNU Pati dan Jemaah Langgar Mbah Wiro Padi Kolaborasi Sukses Gelar Ngaji Budaya

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 292
    • 0Komentar

    PATI – Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Pati bekerja sama dengan Jemaah Langgar Makam Mbah Wiro Padi Pasucen sukses menggelar acara Ngaji Budaya bertajuk “Jawa Njawani, Lesbumi Ngrukti”. Acara ini diadakan di halaman Langgar Makam Mbah Wiro Padi, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, pada hari Minggu (21/9/2025) malam, dalam rangka memperingati Maulid […]

  • Laga Perdana yang Sulit Bagi Persijap Jepara

    Laga Perdana yang Sulit Bagi Persijap Jepara

    • calendar_month Sel, 28 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Persijap Jepara meraih hasil seri saat menghadapi HWFC di Stadion Manahan Solo Persijap Jepara gagal memang melawan Hizbul Wathan FC. Peluang tiga poin gagal diambil dari tim “biasa-biasa” saja ini. Harusnya laga perdana ini mendapat hasil positif. Sebagai bekal optimism Persijap berhadapan dengan tim-tim bertabur bintang seperti Persis Solo dan PSG Pati. SOLO – Persijap […]

  • Museum Kretek dan Patiayam Rekomendasi Wisata Edukasi di Kudus

    Museum Kretek dan Patiayam Rekomendasi Wisata Edukasi di Kudus

    • calendar_month Kam, 20 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 221
    • 0Komentar

      Bangunan museum kretek tampak dari depan KUDUS – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus merilis dua tempat wisata edukasi rekomended. Dua tempat wisata itu adalah museum yang saat ini dikelola oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus, yaitu Museum Kretek dan Museum Situs Purbakala Patiayam.   1. Museum Kretek Secara Administratif Museum Kretek terletak di […]

expand_less