Breaking News
light_mode

Persipa Pati Terancam jadi Tim Musafir

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
  • visibility 231
Tim verifikator PSSI ditemani oleh Ketum Persipa Pati Joni Kurnianto

Pemerintah sempat mengklaim lapangan Stadion Joyokusumo sudah berstandar FIFA. Namun nyatanya stadion ini terancam tidak memenuhi syarat untuk menggelar pertandingan Liga 2 sesuai regulasi yang dikeluarkan PSSI.

PATI – Apa yang dikhawatirkan oleh para suporter Persipa Pati agaknya bakal menjadi kenyataan. Verifikator stadion dari PSSI memberikan banyak catatan untuk perbaikan infrastruktur Stadion Joyokusumo untuk bisa menggelar pertandingan Liga 2. Sertifikat FIFA soal rumput sintetis yang digunakan juga dipertanyakan.

Dalam video yang dirilis di fanspage facebook Persipa Pati pada Sabtu, (23/4/2022), Tim verifikator PSSI yang dipimpin oleh Head of Infrastructure, Safety and Security PSSI Adi Nugroho membeberkan banyak hal tentang kekurangan yang harus diperbaiki.

Penyenggaraan Liga 2 itu dari aspek infrastruktur utamanya adalah stadion harus memenuhi kreteria sesuai dengan regulasi stadion PSSI. 

“Kriteri-kriteria itu harus terpenuhi mulai dari lapangannya, dimensinya cukup atau tidak. Rumpunya boleh itu natural ataupun rumput sintetis. Nah untuk rumput sintetis juga harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh FIFA. Dan jenisnya pun juga harus yang terakreditasi dari pabrik yang ditunjuk,” ungkapnya.

Intinya, lanjutnya pihaknya masih menunggu sertifikat yang dikeluarkan oleh kontraktor rumput karena jenis rumput itu katanya standar FIFA. Jadi tentu ada asal usulnya dari mana dan pengetesannya dari mana. 

“Kami menunggu sertifikat itu seperti juga yang dikeluarkan oleh stadion-stadion sintetis ataupun lapangan sintetis yang ada di Indonesia dan diseluruh dunia. Karena itu ada semua dan terdaftar,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Persipa Pati Joni Kurnianto menambahkan. Dirinya sangat berterimakasih karena tim dari PSSI sudah datang ke Pati untuk langsung memverifikasi stadion Joyokusumo Pati. 

“Dan memang kenyataanya seperti itu, kami tadi juga ketemu dari Disporapar dan DPUPR yang mana disampaikan langsung oleh Pak Adi dari PSSI bahwa pihaknya butuh sertifikat FIFA yang asli. Agar bisa dicek itu memang betul-betul sesuai,” imbuhnya.

Karena tadi saat dilakukan pengetesan dengan bola, pantulannya itu tingginya lebih dari 60-80cm. Jadi tingkat pantulannya terlalu tinggi dan dilihat rumputnya juga tidak terlalu berdiri dan itu ada standar tertentu yang dipunyai oleh tim verifikator dari PSSI. 

“Jadi nanti kita beri masukan ke DPUPR dan DISPORA Kabupaten Pati supaya meminta kontraktor untuk segera memenuhi standart dari sertifikat itu,” pungkasnya

Kerugian besar

Jika sampai tidak bisa bertanding di Stadion Joyokusumo tentu hal ini menjadi kerugian besar bagi Persipa Pati. Sebab tidak bisa tampil di kandang sendiri. Musim 2022-2023 mendatang diperkirakan kompetisi akan berjalan normal dengan sistem kompetisi penuh home-away. 

Selain itu masyarakat Pati yang sangat merindukan mendukung langsung di stadion harus kecewa. Tidak bisa bermain di kandang sendiri juga merupakan sebuah kerugian dalam hal finansial karena ongkos yang dikeluarkan akan lebih besar ketika bermain di luar kota Pati.

Selain itu yang sangat disayangkan adalah anggaran yang sia-sia, sebab Stadion Joyokusumo dalam dua tahunan ini terus ditata. Bermiliar-miliar uang APBD menguap karena renovasi dilakukan tidak tepat manfaat. Sayang sekali. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senjata Makan Tuan, Jebakan Listrik Tikus di Margorejo Pati Dipreteli

    Senjata Makan Tuan, Jebakan Listrik Tikus di Margorejo Pati Dipreteli

    • calendar_month Sab, 19 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Kabel listrik yang digunakan untuk membuat setrum jebakan tikus diputus PATI – Jebakan tikus dengan aliran listrik yang terpasang di sawah, kerap memakan korban. Atas dasar itulah jebakan listrik yang ada di Desa Jambean Kidul Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati dipreteli, Jumat (18/1/2019). Kapolsek Margorejo AKP Endah Setianingsih menyebut, dalam waktu satu bulan dia mencatat sudah […]

  • Betah Mondok karena Berfaedah

    Betah Mondok karena Berfaedah

    • calendar_month Sab, 10 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Siti Nilna Munaliza tak seperti kebanyakan anak muda zaman now yang gemar kebebasan dunia luar. Gadis kelahiran Pati, 7 Desember 1999 ini malah suka sekali dengan dunia pondok pesantren. Bahkan kehidupannya banyak dihabiskan untuk ngaji di pondok pesantren. Padahal, Nilna sempat berhenti tak nyantri di pondok pesantren saat mulai kuliah di IAIN Kudus. Namun saat memutuskan […]

  • Respons Arahan Presiden Prabowo, Edy Wuryanto Soroti Pentingnya Kualitas Pendidikan Kedokteran

    Respons Arahan Presiden Prabowo, Edy Wuryanto Soroti Pentingnya Kualitas Pendidikan Kedokteran

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.570
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengimbau pemerintah untuk bersikap cermat dalam menetapkan kebijakan penambahan fakultas kedokteran (FK) baru sebagai upaya mengatasi kekurangan dokter di negeri ini. Menurutnya, upaya untuk mencapai target kuantitas tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan aspek kualitas pendidikan dokter, kebutuhan akan tenaga spesialis, serta akses masyarakat terhadap pendidikan kedokteran. […]

  • DPRD Pati Desak Penanganan Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan di Pesantren Ndholo Kusumo

    DPRD Pati Desak Penanganan Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan di Pesantren Ndholo Kusumo

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.506
    • 0Komentar

    PATI – Dugaan kasus pelecehan seksual yang menimpa puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, menjadi perhatian serius dari anggota legislatif. Perkara yang melibatkan oknum pengasuh ini dinilai krusial karena sebagian besar korban masih berusia anak-anak, sehingga proses hukum harus berjalan cepat, terbuka dan tuntas. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, menegaskan […]

  • DPRD Pati Usulkan Penambahan Kendaraan Pemadam Kebakaran di Setiap Dapil

    DPRD Pati Usulkan Penambahan Kendaraan Pemadam Kebakaran di Setiap Dapil

    • calendar_month Jum, 18 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 262
    • 0Komentar

    PATI – H. Suwito, Wakil Ketua 3 DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PPP, mengusulkan penambahan kendaraan pemadam kebakaran di setiap daerah pemilihan (dapil) di Kabupaten Pati. Usulan ini muncul mengingat tingginya angka kebakaran, terutama di musim kemarau. “Mudah-mudahan ke depannya setiap dapil harusnya memang ada minimal satu kendaraan pemadam. Entah itu nanti kayak dapil Tayu […]

  • Belasan Ekor Macan Tutul Tertangkap Kamera di Hutan Muria

    Belasan Ekor Macan Tutul Tertangkap Kamera di Hutan Muria

    • calendar_month Rab, 6 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.491
    • 0Komentar

    Ilustrasi Macan Tutul KUDUS – Secara umum kondisi hutan Muria masih bagus. Bahkan dalam sebuah pantauan, ada 13 ekor macan tutul dalam radius 55 kilometer yang berhasil diabadikan gambarnya. Hal itu disampaikan Ketua Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Ratih Loekito dalam pertemuan di Command Center Selasa (5/3/2019). Pertemuan itu membahas soal pelestarian hutan Muria. ”Kami […]

expand_less