Breaking News
light_mode

Panen Raya, Harga Jatuh Petani Bawang Merah Mengeluh

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 6 Agu 2018
  • visibility 331

PATI – Bukannya kegirangan yang dialami petani bawang merah, musim panen
raya mereka malah mengeluh. Hal itu lantaran harga bawang merah yang jatuh.
Saat panen begini harga jual dari petani justru mengalami penurunan jauh.
Seperti yang dialami petani bawang merah di Desa Sidoarjo Kecamatan
Wedarijaksa. Informasi yang dihimpun, saat ini harga jual bawang merah dari
petani hanya dihargai sebesar Rp 7 ribu perkilogramnya.
Ketua Asosiasi Bawang Merah Pati Suparlan mengatakan, saat ini harga bawang
merah menurun derastis.  Bahkan, untuk menutup ongkos produksi saja
dirinya mengaku tidak cukup.
“Musim panen tahun ini, kami justru merugi. Harganya sangat jauh dari
perkiraan. Padahal, untuk ongkos produksi, kami harus mengeluarkan uang hingga
puluhan juta rupiah,” ungkapnya, Senin (6/8/2018).
Lebih lanjut, untuk stabilitas harga bawang merah, seharusnya saat ini pada
posisi Rp 15 ribu perkilogramnya. Selain sudah bisa menutup obgkos produksi,
tepai juga untung meskipun hanya sedikit. Akan tetapi, apabila harganya dibawah
Rp 10 ribu, justru kerugiannya akan lebih banyak.
“Untuk satu hektar lahan, kami harus mengeluarkan biaya produksi sebanyak
Rp 70 juta. Pada saat panen pertama, kami hanya mendapatkan uang Rp 30 juta.
Kemudian pada masa tanam kedua, kami justru mengeluarkan biaya produksi lebih
banyak. Tapi pada musim panen hanya mendapatkan uang Rp 50 juta. Ini kan tidak
bisa menutup ongkos produksi,” imbuhnya.
Perhatian Pemerintah
Dia berharap, pemerintah memperhatikan komoditas bawang merah tersebut.
Memang, lanjut Suparlan, pemerintah telah memberikan bantuan bibit murah kepada
para petani. Tetapi pada saat panen, harga bawang justru anjlok.
“Kami minta, pemerintah selain menetapkan harga eceran tertinggi (HET),
juga bisa menentukan harga eceran terendah. Itu dalamrangka untuk menyelamatkan
para petani, apabila harga bawang sangat rendah,” tegasnya.
Dia juga mengatakan, saat ini banyak petani bawang yang mulai menganggur
dan tidak lagi menanam bawang. Mereka masih menunggu hingga tahun 2019
mendatang. Apabila harga bawang belum juga stabil, tidak menutup kemungkinan
para petani bawang akan beralih ke tanaman yang lain. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Setelah Imbang di Kandang, Persijap Bertekad Raih Poin Penuh saat Lawan PSIM Yogyakarta

    Setelah Imbang di Kandang, Persijap Bertekad Raih Poin Penuh saat Lawan PSIM Yogyakarta

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.953
    • 0Komentar

    JEPARA – Laga pekan ke-24 BRI Super League 2025/26 antara Persijap Jepara dan Persis Solo berakhir dengan skor imbang 0-0 di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, pada malam Kamis (5/3). Upaya Laskar Kalinyamat untuk meraih kemenangan penuh ternyata tidak tercapai. Meskipun hasilnya belum sesuai harapan, pelatih Persijap Jepara Mario Lemos memberikan apresiasi pada performa timnya. […]

  • Inilah Bidang Tugas dan Wewenang Anggota DPRD Kabupaten

    Inilah Bidang Tugas dan Wewenang Anggota DPRD Kabupaten

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Tahukah kamu, wakil rakyat yang tiap lima tahun sekali kamu coblos memiliki tugas dan fungsi pengawasan di semua lini kehidupan. Mulai dari pertanian, pendidikan, hukum, hingga pemberdayaan perempuan. Nah berikut tugas dan fungsi dari anggota DPRD di tingkat kabupaten.  Komisi A : Perencanaan Pembangunan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Bidang Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Perangkat Daerah, […]

  • Komisi D Nilai Potensi Wisata Besar, tapi Kontribusi PAD Belum Maksimal

    Komisi D Nilai Potensi Wisata Besar, tapi Kontribusi PAD Belum Maksimal

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.618
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Adhi Pamungkas, menyoroti masih rendahnya kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, potensi wisata di daerah ini sebenarnya sangat besar, namun belum mampu digarap secara maksimal hingga menghasilkan pendapatan yang optimal. Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, salah satu kendala utama dalam pengembangan pariwisata […]

  • Penyandang Disabilitas Jepara Difasilitasi Pembuatan SIM D

    Penyandang Disabilitas Jepara Difasilitasi Pembuatan SIM D

    • calendar_month Sen, 6 Des 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 304
    • 0Komentar

      Penyandang disabilitas di Jepara saat membuat SIM D di Mapolres Jepara JEPARA – Sebanyak 6 orang anggota Komunitas Motor Difabel Jepara  (KMDJ) dan 6 orang pendamping dari keluarga penyandang difabel difasilitasi untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) D khusus difabel dan SIM C untuk mobilitas dan aksebilitas. “Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Disabilitas […]

  • Indonesia Krisis Kontrol Kebijakan Pemerintah

    Indonesia Krisis Kontrol Kebijakan Pemerintah

    • calendar_month Jum, 12 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 285
    • 0Komentar

    PATI – Tokoh politik nasional yang juga mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah tak bisa menyembunyikan kegeramanya terhadap kondisi pemerintahan Indonesia saat ini. Menurutnya Indonesia saat ini sedang krisis oposisi sebagai kontrol kebijakan pemerintah. Kelompok oposisi sebagai representasi rakyat, dinilai tidak lagi subtantif dan bahkan cenderung mati. Dalam sistem presidensial, lanjut Fahri Hamzah, rakyat […]

  • Nasib Persipa Pati di ujung tanduk.

    Pasca Kalah dari Gresik United di Kandang, Begini Nasib Persipa Pati Selanjutnya

    • calendar_month Ming, 3 Des 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 280
    • 0Komentar

    Nasib Persipa Pati di ujung tanduk.

expand_less