Breaking News
light_mode

Nyamuk Merebak di Desa Dadirejo, Warga Sindir Desanya sebagai Wisata Nyamuk

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 28 Jul 2018
  • visibility 158

 Spanduk bertuliskan wisata sejuta nyamuk terpasang di Desa Dadirejo Kecamatan Margorejo kemarin.
PATI – Warga Desa Dadirejo Kecamatan Margorejo geram. Hal itu lantaran
desanya yang diserbu nyamuk akibat limbah di sungai yang menumpuk. Wargapun
menyindir dengan memasang spanduk bertuliskan “Desa Wisata Sejuta Nyamuk”.
Ada beberapa sudut yang dipasang
spanduk desa wisata nyamuk. Seperti di gapura gang. Bahkan ada juga spanduk
bertuliskan jualan bibit nyamuk.
Heri, salah satu warga Desa
Dadirejo mengungkapkan, kurang lebih sudah sepekan nyamuk mewabah di desanya.
Namun, menurutnya penanganan terhadap nyamuk dinilai masih kurang.
”Foging sudah dilakukan. Namun
masih kurang. Hanya selokan-selokan dan depan rumah-rumah warga yang disemprot,
dan penyemprotan di sungai yang menjadi sumber jentik-jentik nyamuk kurang
mendapat perhatian,” paparnya.
Lanjutnya, pihaknya ingin supaya
pemerintah desa agar tanggap, dan jangan menyepelekan. Sebelum jatuhnya korban
akibat gigitan nyamuk. Menurutnya, wabah nyamuk ini cukup mengganggu,
gigitannya terasa gatal. Nyamuknya pun besar-besar dan hitam.
Limbah perusahaan jadi kambing hitam
Pj Kepala Desa Dadirejo, Sularso
mengungkapkan, wilayah yang dipimpinnya memang sedang terkena wabah serbuan
nyamuk. Hal itu diakuinya terjadi lantaran adanya beberapa tempat usaha seperti
usaha pembuatan tahu, dan rumah jagal yang membuang limbahnya ke sungai.
Sialnya, sungai saat musim kemarau airnya
surut. Hal itu menimbulkan genangan-genangan yang akibatnya menjadi tempat
bertelurnya nyamuk, yang pada akhirnya menyebar menyerang warga. Ada tiga dukuh
yang sangat terdampak serbuan nyamuk tersebut. Dukuh Prakitan, menjadi salah
satu yang paling terdampak.
”Memang berbagai upaya telah kami
lakukan. Seperti foging, dan juga ada upaya pengurukan di sungai. Namun belum
begitu membantu dan menangani masalah ini,” ungkapnya.
Sementara itu, terkait limbah yang
ditimbulkan perusahaan tersebut, Sularso mengaku sudah ada niat baik dari
mereka. ”Mereka ada paguyubannya. Mereka telah melakukan penyemprotan, namun
belum juga terlihat hasilnya. Harus dilakukan intens,” imbuhnya. Sampai saat
ini memang nyamuk-nyamuk ini sangat mengganggu aktivitas warga, mesikupun belum
menimbulkan korban.
”Kalau menjelang maghrib dan pagi
hari, nyamuk sangat banyak. Saat berada di luar pasti langsung dikerubungi,”
pungkas pria yang juga menjadi sekretaris desa ini. (mil)   

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Temuan Uang Kuno di Desa Kaligarang Jepara

    Temuan Uang Kuno di Desa Kaligarang Jepara

    • calendar_month Ming, 28 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Diskominfo Jepara  JEPARA – Ratusan keping uang kuno bertuliskan huruf Tiongkok ditemukan di wilayah Jepara utara belum lama ini.  Adalah Muhammad Asri, seorang pekerja perkebunan warga RT 16 RW 5 Desa Kaligarang, Kecamatan Keling yang menemukan uang-uang itu di lokasi perkebunan milik perhutani. Dilansir dari situs milik pemkab jepara.go.id, saat ini benda tersebut telah diserahkan […]

  • DPRD Pati Ungkap Pentingnya Media Sosial dan Media Massa Dalam Promosi Produk Budaya

    DPRD Pati Ungkap Pentingnya Media Sosial dan Media Massa Dalam Promosi Produk Budaya

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 193
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Maulana Adika Prastya, mendorong pemanfaatan media sosial dan media massa sebagai upaya promosi produk-produk hasil budaya. Hal ini disampaikannya terkait dengan batik tulis Soneyan, yang merupakan warisan budaya Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, yang berakar dari tradisi dan budaya wayang topeng. “Di era digital ini, peran media sosial dan media massa […]

  • BRI Kanca Pati Kerja Sama dengan Yayasan Nabila Asih Bantu Masyarakat Desa Sirahan

    BRI Kanca Pati Kerja Sama dengan Yayasan Nabila Asih Bantu Masyarakat Desa Sirahan

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.287
    • 0Komentar

    PATI – Melalui Kanca (Kantor Cabang) Pati, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menegaskan komitmen mendukung kesejahteraan masyarakat melalui penyaluran Program BRI Peduli (Corporate Social Responsibility/CSR). Pada kesempatan ini, BRI bekerja sama dengan Yayasan Nabila Asih untuk menyalurkan 500 paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di Desa Sirahan, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Digelar pada […]

  • DPRD Pati Gelar Rapat Paripurna RPJMD: Prioritaskan Kesejahteraan Masyarakat

    DPRD Pati Gelar Rapat Paripurna RPJMD: Prioritaskan Kesejahteraan Masyarakat

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 185
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menggelar Rapat Paripurna dengan agenda utama penyampaian penyempurnaan dan penyesuaian hasil evaluasi Gubernur Jawa Tengah terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pati tahun 2025-2029. Rapat penting ini dilaksanakan di ruang paripurna DPRD Pati, dihadiri oleh jajaran pimpinan DPRD serta […]

  • Sosok Ratu Kalinyamat dalam Film “Sang Ratu”

    Sosok Ratu Kalinyamat dalam Film “Sang Ratu”

    • calendar_month Kam, 8 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 226
    • 0Komentar

      Pemeran Sang Ratu  Ratu Kalinyamat adalah sosok pemberani. Sejarah mencatat keberaniannya dalam berupaya mengusir orang-orang Portugis dari bumi nusantara.  Bahkan Portugis mencatatnya sebagai rainha de Japara, senhora poderosa e rica, de kranige Dame, yang berarti “Ratu Jepara seorang wanita yang kaya dan berkuasa, seorang perempuan pemberani”. JEPARA – Film sejarah digarap para seniman Dewan Kesenian […]

  • Penyemprotan Disinfektan Tidak Efektif

    Penyemprotan Disinfektan Tidak Efektif

    • calendar_month Ming, 5 Apr 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Penyemprotan disinfektan yang dilakukan Polres Pati belum lama ini  Penyemprotan disinfektan tidak lagi disarankan. Karena dinilai tidak efektif dan malah membahayakan. Apalagi yang disemprot-semprotkan ke tubuh manusia. Bukan hanya virusnya saja yang mati. Bisa-bisa orangnya mati karena penyemprotan itu. Ketua Satgas Penanggulangan Penyebaran COVID-19 Kabupaten Jepara, Edy Sujatmiko tidak merekomendasikan penggunaan cairan disinfektan. Di samping […]

expand_less