Breaking News
light_mode

Lima Alasan Kota Pati Sulit Dilupakan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 9 Sep 2018
  • visibility 184

Kota
Pati terletak di Jawa Tengah. Salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki
wilayah paling luas. Pati memiliki pantai, hingga dataran tinggi pegunungan. Kotanya
tak terlalu ramai. Hingga mendapat julukan kota pensiunan.
Namun,
kota ini punya daya tarik sendiri yang membuat siapapun betah berlama-lama
tinggal di kota yang terdiri dari 21 kecamatan, 401 desa, dan 3 kelurahan ini.
Apa saja alasannya? Redaksi merangkumnya menjadi lima alasan Kota Pati sulit
dilupakan. Alasan nomor lima bikin kamu tak mau pulang dari Pati.

1. Makanannya
Enak-enak
Mau wisata kuliner yang bisa bikin lidah kamu
bergoyang riang ? Cukup ke Pati saja. Ya karena di daerah yang kini dipimpin Bupati
Haryanto ini beragam sajian kuliner khas tersedia, dan juga sangat mudah
dijumpai di tiap sudut kota. Yang paling terkenal adalah Nasi Gandul, Soto
Kemiri, Petis Runting.
 Siapapun pasti akan ketagihan dengan sajian kuliner tersebut.
2. Hiburannya Banyak
Kamu tak akan stres hidup di Pati. Kenapa tidak ? Sebab ada banyak hiburan di sini. Sudah kadung melekat, Pati menjadi salah satu daerah dengan tempat hiburan malam yang cukup melimpah. Dari yang berharga murah hingga kelas mewah. Ya betul karaoke. Pati boleh di bilang sebagai kota karaoke. 
Bahkan pernah terjadi aksi unjuk rasa oleh para pemandu karaoke di Pati. Jumlahnya ratusan, sebab ada perda yang ditengarai bakal mengancam ladang uang mereka.
Di Sepanjang Jalan Pantura Kecamatan Margorejo, kamu akan mendapati kerlap-kerlip lampu warna-warni. Di situlah gemerlap malam Kota Pati berada. Selain itu di beberapa hotel juga menyediakan fasilitas karaoke.
3. Tempat Wisata Melimpah
Selain wisata kuliner, Pati juga dikenal memiliki banyak obyek wisata andalan. Seperti Gua Pancur, Wisata Alam Jolong, hingga wisata toleransi di Jrahi, Gunungwungkul. Penasaran ? datang saja. 
4. Mau Apa Saja Ada 
Di Pati kamu bisa hidup tanpa bergantung dari kota lain. Makan nasi, di sini penghasil beras. Bahkan menjadi lumbung pangan di Jawa Tengah. Mau pakai sepatu, di sini juga ada sentra pengrajin sepatu di Desa Suwaduk Kecamatan Wedarijaksa. Mau pakai batik ? tinggal pilih. Ada batik Bakaran, batik Pesantenan, hingga batik Langse. Motifnya beragam. Mau pasang hiasan di rumah? di sini ada pengrajin kuningan yang legendaris. Tempatnya di daerah Juwana. 
Mau makan ikan segar ? Juwana punya segala jenis ikan di lautan Indonesia. Mau makan buah ? di sini ada sentra budidaya Jeruk Pamelo Madu yang rasanya segar dan manis, ada kelapa kopyor. Hidup di Pati tercukupi. Tinggal seberapa tebal dompetmu saja. hehe.
5. Ada Banyak Pesantren
Puluhan pesantren berdiri di Desa Kajen Kecamatan Margoyoso. Di sini banyak tinggal santri dan santriwati. Para santri sudah dikenal memiliki karakter dan akhlak yang baik, kehidupan pesantren menempa para santri baik secara agama, maupun cara hidup bermasyarakat, melalui pergaulan sesama teman di bilik pesantren. 
Untuk kamu yang jomblo, ada calon istri/suami yang tersedia di sini. Terutama calon istri. Bahkan sudah lumrah di kalangan pesantren. Bagi laki-laki yang sudah mantap untuk berumah tangga tapi belum punya calon, datang saja ke kiai. Minta saran, atau amalan. Syukur minta pilihan jodoh dari santriwatinya. Suatu hari seorang teman yang baru saya kenal pernah menyarankan saya begitu. “Kalau kamu masih jomblo, datang saja ke pak yai ini. Saya juga dapat istri setelah sowan ke pak yai, dan dipilihkan salah satu santriwatinya. Alhamdulillah sakinah, mawadah. Sekarang saya hidup bahagia bersama istri saya,” katanya. (yan)


  

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polresta Pati Berhasil Ungkap Ratusan Kasus Premanisme dan Penyakit Masyarakat Selama Ramadan

    Polresta Pati Berhasil Ungkap Ratusan Kasus Premanisme dan Penyakit Masyarakat Selama Ramadan

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 150
    • 0Komentar

    PATI – Polresta Pati menunjukkan keseriusannya dalam memberantas premanisme dan penyakit masyarakat (pekat) di wilayah hukumnya. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya konferensi pers pada Senin (17/3/2025) pukul 10.00 WIB di Aula Sarja Arya Racana (SAR) Mapolresta Pati. Wakapolresta Pati, AKBP Dandy Ario Yustiawan, didampingi para pejabat teras Polresta Pati, menyampaikan hasil operasi kepolisian yang digelar […]

  • Sarana Belajar Membatik Profesional (2)

    Sarana Belajar Membatik Profesional (2)

    • calendar_month Sab, 23 Nov 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Belajar dari proses awal hingga akhir  Tidak hanya kepentingan wisata. Tamzis juga menyiapkan tempatnya sebagai sekolah membatik bagi siapa saja. Di Wisata Batik Pati, tidak saja menjadi tempat liburan. Pengunjung bahkan bisa belajar lebih serius. Terutama bagi pengunjung yang ingin belajar membatik secara lebih serius untuk kepentingan professional-bisnis, dirinya juga bisa memfasilitasi. Untuk diketahui, pada […]

  • Hari Kartini 2020 : Pameran Benda Bersejarah Pahlawan Emansipasi

    Hari Kartini 2020 : Pameran Benda Bersejarah Pahlawan Emansipasi

    • calendar_month Ming, 5 Jan 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Foto RA Kartini dan sekolah yang didirikannya JEPARA – Bulan April nanti, komunitas Rumah Kartini menggelar pameran bertajuk “Kartini di Mata Jepara”. Semua barang-barang bersejarah yang terkait dengan sang pahlawan emansipasi itu akan dipajang di Pendapa Kartini pada 23-24 April. Ada 300-an data yang telah terkumpul. Salah satu pendiri Rumah Kartini, Apeep Qimo mengungkapkan, Jepara […]

  • Ketika DPRD Pati Kecolongan Ada Lahan Produktif jadi Kawasan Industri

    Ketika DPRD Pati Kecolongan Ada Lahan Produktif jadi Kawasan Industri

    • calendar_month Rab, 23 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 175
    • 0Komentar

      Anggota DPRD Pati Teguh Bandang Waluyo Lahan produktif seluas 1.036 hektare di Kecamatan Trangkil yang diperuntukkan sebagai kawasan peruntukan industri (KPI) mengagetkan anggota DPRD Pati. Hal ini mencuat di tengah wacana pembangunan pabrik besar di Kecamatan Trangkil itu. PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati merasa kecolongan, sebab adanya kawasan peruntukan industri (KPI) seluas seribu […]

  • Wakil Ketua II DPRD Pati Dukung Program Pemerintah Pusat, Minta Koperasi Desa Dikelola Profesional

    Wakil Ketua II DPRD Pati Dukung Program Pemerintah Pusat, Minta Koperasi Desa Dikelola Profesional

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 148
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyatakan dukungannya terhadap program-program pemerintah pusat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, salahsatunya yaitu Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Dukungan ini disampaikan oleh Wakil Ketua II DPRD Pati, Bambang Susilo, dalam sebuah pernyataan resmi. “DPRD mendukung program pemerintah pusat, jadi dilaksanakan sesuai dengan mekanisme dan […]

  • Meriahnya Anniversary IKMP Kudus Ke-6, Songsong Masa Depan Organisasi yang Cerah

    Meriahnya Anniversary IKMP Kudus Ke-6, Songsong Masa Depan Organisasi yang Cerah

    • calendar_month Sab, 11 Mei 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 178
    • 0Komentar

    KUDUS – Ikatan Mahasiswa Pati (IKMP) Kudus menggelar pesta Anniversary Ke-6 dengan tema Generasi Biru (Cerdas-Profesional-Kreatif) yang ini diselenggarakan di Next Yete Resto, Desa Pedawang Bae, Kudus, pada Jumat (10/05/2024). Ketua umum IKMP Kudus, Teguh Rahayu, mengatakan, tema generasi biru ini memiliki arti bagi generasi muda untuk menjadi cerdas, profesional, dan kreatif dalam menghadapi tantangan […]

expand_less