Breaking News
light_mode

Lima Alasan Kota Pati Sulit Dilupakan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 9 Sep 2018
  • visibility 234

Kota
Pati terletak di Jawa Tengah. Salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki
wilayah paling luas. Pati memiliki pantai, hingga dataran tinggi pegunungan. Kotanya
tak terlalu ramai. Hingga mendapat julukan kota pensiunan.
Namun,
kota ini punya daya tarik sendiri yang membuat siapapun betah berlama-lama
tinggal di kota yang terdiri dari 21 kecamatan, 401 desa, dan 3 kelurahan ini.
Apa saja alasannya? Redaksi merangkumnya menjadi lima alasan Kota Pati sulit
dilupakan. Alasan nomor lima bikin kamu tak mau pulang dari Pati.

1. Makanannya
Enak-enak
Mau wisata kuliner yang bisa bikin lidah kamu
bergoyang riang ? Cukup ke Pati saja. Ya karena di daerah yang kini dipimpin Bupati
Haryanto ini beragam sajian kuliner khas tersedia, dan juga sangat mudah
dijumpai di tiap sudut kota. Yang paling terkenal adalah Nasi Gandul, Soto
Kemiri, Petis Runting.
 Siapapun pasti akan ketagihan dengan sajian kuliner tersebut.
2. Hiburannya Banyak
Kamu tak akan stres hidup di Pati. Kenapa tidak ? Sebab ada banyak hiburan di sini. Sudah kadung melekat, Pati menjadi salah satu daerah dengan tempat hiburan malam yang cukup melimpah. Dari yang berharga murah hingga kelas mewah. Ya betul karaoke. Pati boleh di bilang sebagai kota karaoke. 
Bahkan pernah terjadi aksi unjuk rasa oleh para pemandu karaoke di Pati. Jumlahnya ratusan, sebab ada perda yang ditengarai bakal mengancam ladang uang mereka.
Di Sepanjang Jalan Pantura Kecamatan Margorejo, kamu akan mendapati kerlap-kerlip lampu warna-warni. Di situlah gemerlap malam Kota Pati berada. Selain itu di beberapa hotel juga menyediakan fasilitas karaoke.
3. Tempat Wisata Melimpah
Selain wisata kuliner, Pati juga dikenal memiliki banyak obyek wisata andalan. Seperti Gua Pancur, Wisata Alam Jolong, hingga wisata toleransi di Jrahi, Gunungwungkul. Penasaran ? datang saja. 
4. Mau Apa Saja Ada 
Di Pati kamu bisa hidup tanpa bergantung dari kota lain. Makan nasi, di sini penghasil beras. Bahkan menjadi lumbung pangan di Jawa Tengah. Mau pakai sepatu, di sini juga ada sentra pengrajin sepatu di Desa Suwaduk Kecamatan Wedarijaksa. Mau pakai batik ? tinggal pilih. Ada batik Bakaran, batik Pesantenan, hingga batik Langse. Motifnya beragam. Mau pasang hiasan di rumah? di sini ada pengrajin kuningan yang legendaris. Tempatnya di daerah Juwana. 
Mau makan ikan segar ? Juwana punya segala jenis ikan di lautan Indonesia. Mau makan buah ? di sini ada sentra budidaya Jeruk Pamelo Madu yang rasanya segar dan manis, ada kelapa kopyor. Hidup di Pati tercukupi. Tinggal seberapa tebal dompetmu saja. hehe.
5. Ada Banyak Pesantren
Puluhan pesantren berdiri di Desa Kajen Kecamatan Margoyoso. Di sini banyak tinggal santri dan santriwati. Para santri sudah dikenal memiliki karakter dan akhlak yang baik, kehidupan pesantren menempa para santri baik secara agama, maupun cara hidup bermasyarakat, melalui pergaulan sesama teman di bilik pesantren. 
Untuk kamu yang jomblo, ada calon istri/suami yang tersedia di sini. Terutama calon istri. Bahkan sudah lumrah di kalangan pesantren. Bagi laki-laki yang sudah mantap untuk berumah tangga tapi belum punya calon, datang saja ke kiai. Minta saran, atau amalan. Syukur minta pilihan jodoh dari santriwatinya. Suatu hari seorang teman yang baru saya kenal pernah menyarankan saya begitu. “Kalau kamu masih jomblo, datang saja ke pak yai ini. Saya juga dapat istri setelah sowan ke pak yai, dan dipilihkan salah satu santriwatinya. Alhamdulillah sakinah, mawadah. Sekarang saya hidup bahagia bersama istri saya,” katanya. (yan)


  

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keberadaan Prawoto, Dikaji dari Serat Centini

    Keberadaan Prawoto, Dikaji dari Serat Centini

    • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 171
    • 0Komentar

    KAJI SEJARAH : Sejumlah warga Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo dan sekitarnya saat mengikuti tadarus Serat Centhini Sabtu (31/8/2019) malam lalu. PATI, SUKOLILO – Malam suro (31/8/2019) malam lalu digunakan warga Desa Prawoto dan sekitarnya untuk berdiskusi. Mereka membedah Serat Centhini yang di dalamnya memuat informasi tentang Prawoto. Lantunan kidung mengalun dari beberapa orang tua yang […]

  • HMI Cabang Persiapan Pati Desak DPR dan KPU Segera Tindak Lanjuti Putusan MK, Gelar Konsolidasi Akbar!

    HMI Cabang Persiapan Pati Desak DPR dan KPU Segera Tindak Lanjuti Putusan MK, Gelar Konsolidasi Akbar!

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 184
    • 0Komentar

    PATI – Ketua HMI Cabang Persiapan Pati, M Arif Hidayatullah, menegaskan bahwa batalnya putusan Mahkamah Agung (MA) dan berlakunya kembali putusan Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan hasil perjuangan seluruh masyarakat dan mahasiswa Indonesia. “Kemerdekaan dari neo-otoritarianisme belum sepenuhnya tercapai,” tegas Arif. “Tugas kita bersama adalah mengawal proses hingga terbitnya Peraturan KPU yang sesuai dengan putusan MK. […]

  • Kampung Budaya Piji Wetan Gelar Kirab Budaya Pager Mangkok untuk Lestarikan Ajaran Sunan Muria

    Kampung Budaya Piji Wetan Gelar Kirab Budaya Pager Mangkok untuk Lestarikan Ajaran Sunan Muria

    • calendar_month Jum, 6 Des 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 207
    • 0Komentar

    KUDUS – Warga Dukuh Piji Wetan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, melaksanakan Kirab Budaya Pager Mangkok untuk memperkenalkan kembali ajaran bersedekah dari Sunan Muria. Kegiatan ini sekaligus menjadi pembuka Festival Pager Mangkok #4 yang digagas oleh Komunitas Kampung Budaya Piji Wetan pada Jumat (6/12/2024). Ritual dimulai dengan arak-arakan gunungan hasil bumi dari Panggung Ngepringan menuju Punden […]

  • Nindy Korban Mutilasi dan Pembakaran Adalah Sosok Mandiri

    Nindy Korban Mutilasi dan Pembakaran Adalah Sosok Mandiri

    • calendar_month Sab, 16 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Nindy Juga Pekerja Keras Status Facebooknya yang menunjukkan Nindy memang pekerja keras Lingkar Muria, PATI – Korban mutilasi dan pembakaran oleh suami sendiri, Siti Saidah, 21, alias Sinok alias Nindy, di mata keluarga merupakan perempuan yang mandiri. Selain mandiri, Nindy juga terkenal pekerja keras. Saryadi, ayah Nindy menuturkan, putri bungsunya itu memang mandiri dan juga […]

  • Prestasi Membanggakan! Siswa MTs Salafiyah Kajen Raih Tiket Grand Final MYRES 2024 di Ternate

    Prestasi Membanggakan! Siswa MTs Salafiyah Kajen Raih Tiket Grand Final MYRES 2024 di Ternate

    • calendar_month Sab, 31 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 200
    • 0Komentar

    PATI – Berdasarkan data dari evaluasi presentasi laporan hasil penelitian di acara Madrasah Young Researchers Supercamp (MYRES) tahun 2024 yang berlangsung pada tanggal 27 hingga 28 Agustus baru-baru ini, ada kabar baik dari perwakilan Madrasah Tsanawiyah Salafiyah Kajen, Pati, yang berhasil meraih prestasi positif. Penelitian dalam bidang Matematika, Sains, dan Teknologi (MST) yang dipresentasikan telah […]

  • Diklat SDM KDMP Digelar, Bupati Pati Harapkan Dampak Nyata Bagi Ekonomi Desa

    Diklat SDM KDMP Digelar, Bupati Pati Harapkan Dampak Nyata Bagi Ekonomi Desa

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 754
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, menghadiri pengarahan Diklat Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang digelar di Muria Ballroom, Hotel Safin, Senin (17/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai desa dan merupakan bagian dari rangkaian pelatihan resmi yang disiapkan pemerintah. Sudewo menyampaikan bahwa pelatihan peningkatan SDM KDMP dilaksanakan dalam […]

expand_less