Breaking News
light_mode

Korban Banjir di Pati Bikin Wisata Perahu Susur Bencana

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 3 Jan 2023
  • visibility 236

 

Wisata dadakan susur daerah banjir dengan naik perahu

Masa sulit selalu menghadirkan ide kreatif. Warga Desa Kasiyan, Sukolilo, Pati yang tak bisa bekerja karena terdampak banjir kini membuka wisata dadakan di lokasi bencana. Mereka menawarkan sensasi naik perahu di tengah-tengah banjir. 

PATI – Banjir yang terjadi sejak beberapa hari kemarin membuat aktivitas warga lumpuh. Mereka tidak bisa bekerja seperti hari-hari biasanya. Namun lantaran warga tak dapat bekerja, mereka pun membuka wisata bencana. Perahu yang mereka gunakan untuk mobilitas sehari-hari mereka manfaatkan untuk mengangkut warga dan wisatawan yang ingin melihat kondisi banjir.

“Banyak yang datang untuk melihat –lihat banjir. Jadi itu yang kami manfaatkan. Apalagi banyak warga yang menganggur jadi kami inisiatif membuat wisata dadakan untuk pemasukan harian,” terang Sarwan, Warga Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, Pati. 

Tarif naik perahu itu cukup murah. Hanya Rp 5 ribu untuk sekali naik. Itupun bagi anak-anak seringkali digratiskan. Dengan tarif tersebut warga sudah bisa merasakan naik perahu di lokasi banjir sepanjang dua kilometer.

“Total ada 14 perahu yang disiapkan untuk wisata banjir ini. Kami bagi berurutan. Sudah empat hari terakhir ini kami melakukannya,” lanjutnya.

Untuk diketahui cuaca ekstrem di penghujung tahun 2022 membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Pati terendam banjir. Banjir tergolong besar. Jumlah pengungsi akibat banjir yang menerjang sejumlah daerah di Pati terus bertambah. Sejumlah titik pengungsian pun telah dibuka. Kini warga berharap adanya bantuan logistik dan kesehatan.

Pengungsi

Dari informasi yang dihimpun dari tim relawan, setidaknya ada tiga titik tempat pengungsian yang telah didirikan dan ditempati. Seperti di Desa Doropayung, Kecamatan Juwana yang ditempatkan di aula balai desa. Di tempat itu ditempati 33 pengungsi.

Kemudian pengungsian juga dibuka di Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus. Total ada 17 jiwa dari enam kepala keluarga yang mengungsi. Ada juga yang mengungsi di rumah saudaranya.

Sedangkan satu tempat pengungsian lainnya yakni di Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo. Balai Pengungsian yang berada di sebelah masjid Al Faruq di Dukuh Penggingwarno telah dijadikan pengungsian sejak tiga hari terakhir ini.

“Mulai mengungsi sejak Sabtu (31/12/2022) lalu. Karena air cukup dalam. Di bagian Selatan air bahkan mencapai 1 hingga 1,5 meter di dalam rumah. Akhirnya ada yang mengungsi di balai pengungsian juga ada yang ditempat saudaranya,” terang Muflikah, salah seorang warga setempat.

Total ada sedikitnya 15 orang dari enam KK yang mengungsi di tempat tersebut. Ada balita serta lansia yang ikut mengungsi. Masjid yang ada di sebelah tempat pengungsian itu juga sudah kebanjiran. Alhasil mereka telah menyekat balai pengungsian itu untuk beribadah. 

Namun dari pengamatan di lapangan, ada bagian atap yang telah rusak. Kondisi itu mendesak diperbaiki agar tidak bocor serta angin malam yang masuk.

“Kalau kebutuhan warga sepertinya sembako agar bisa dimasak karena warga sudah tidak bisa bekerja. Selain itu pengecekan kesehatan juga penting,” terangnya.

Dikatakannya di Dukuh Penggingwarno, Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo itu ada 96 kepala keluarga yang kesemuanya terdampak banjir. Di bagian dalam, banjir bahkan telah terjadi dua minggu terakhir ini. Meskipun sebagian memilih mengungsi ke rumah saudaranya.

“Kalau melihat kondisinya sepertinya banjir ini lama karena ini baru awal Januari dan curah hujan masih tinggi. Dulu bahkan pernah sampai 40 hari. Semoga saja cepat surut,”terangnya.

Banjir di lokasi itu juga memutus akses jalan penghubung Kayen – Kudus sejak Sabtu (31/12/2022). Baik kendaraan roda dua dan roda empat tak ada yang berani melintas di jalur tersebut. Apalagi ketinggian air lebih dari satu meter. (arf)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Teater Satoesh UIN Sunan Kudus Pentaskan “Mega-Mega”, Angkat Suara Kehidupan Kaum Terpinggirkan

    Teater Satoesh UIN Sunan Kudus Pentaskan “Mega-Mega”, Angkat Suara Kehidupan Kaum Terpinggirkan

    • calendar_month Kam, 27 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.896
    • 0Komentar

    KUDUS – Teater Satoesh Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus menggelar Pentas Produksi tahun 2026 dengan menyuguhkan lakon berjudul Mega-Mega, karya legendaris Arifin C. Noer. Pementasan berlangsung di Gedung Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) pada Minggu (23/8/2026). Berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam, pertunjukan ini melibatkan kolaborasi anggota Teater Satoesh dari angkatan 2024 dan […]

  • Kenaikan PBB-P2 di Pati Jadi Sorotan, Pansus Hak Angket DPRD: Kades Tak Dilibatkan

    Kenaikan PBB-P2 di Pati Jadi Sorotan, Pansus Hak Angket DPRD: Kades Tak Dilibatkan

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 311
    • 0Komentar

    PATI – Sekretaris Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, menyatakan bahwa kepala desa tidak mengusulkan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebesar 250 persen. Pernyataan ini disampaikan setelah rapat Pansus yang digelar di DPRD Kabupaten Pati. Muntamah menegaskan bahwa temuan ini didasarkan pada hasil investigasi dan […]

  • Soal Ketertiban, Ternyata Masyarakat Masih Belum Sadar

    Soal Ketertiban, Ternyata Masyarakat Masih Belum Sadar

    • calendar_month Sab, 10 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Seorang warga membongkar sendiri lapaknya yang akan ditertibkan Satpol PP pagi kemarin di sekitar Terminal Kembangjoyo. Lingkar Muria, PATI – Meski sudah sering dilakukan penertiban, namun masyarakat masih belum sadar betul akan keindahan, dan ketertiban kota. Hal ini terlihat dari kegiatan penertiban yang dilakukan Satpol PP pagi kemarin di jalanan protokol Kabupaten Pati. Dari kegiatan […]

  • Bus pemain Persijap Jepara di tengah lautan suporter.

    Suporter Rayakan Persijap Jepara Stay di Super League, Bupati Harap Musim Depan 5 Besar

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 268
    • 0Komentar

      JEPARA – Ribuan suporter Persijap Jepara merayakan keberhasilan bertahan di kompetisi Super League musim depan. Perayaan meriah ini tidak berlebihan sebagai ekspresi bersyukur, sebab sempat mengalami masa – masa sulit khususnya di putaran pertama. Dimana Persijap mengalami kekalahan beruntun sejak pekan ke-6 hingga akhir putaran pertama. Kondisi ini membuat Persijap menghuni zona degradasi. “Bersyukur […]

  • Bupati Haryanto Minta Camat Sisir Warga Miskin

    Bupati Haryanto Minta Camat Sisir Warga Miskin

    • calendar_month Rab, 13 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Bupati Haryanto saat memberikan sambutan di acara forum perangkat daerah PATI – Bupati Haryanto meminta para camat untuk memetakan secara tepat penduduk miskin di wilayahnya masing-masing. Hal itu dilakukan setelah mencermati angka kemiskinan Kabupaten Pati yang turun sampai 9,90 persen. Bupati menginginkan bisa cepat melakukan pengentasan kemiskinan secara tepat. ”Saya ingin kecamatan-kecamatan melakukan pendataan dan pemetaan, […]

  • Persipa Pati Menang Tipis Atas Persiba Balikpapan, Pastikan Bertahan di Liga 2 Musim Depan

    Persipa Pati Menang Tipis Atas Persiba Balikpapan, Pastikan Bertahan di Liga 2 Musim Depan

    • calendar_month Sab, 3 Feb 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 277
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Pertandingan Liga 2 antara Persipa Pati dan Persiba Balikpapan berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk tuan rumah di Stadion Joyokusumo, Sabtu (03/02/2024). Kemenangan ini memastikan Persipa Pati akan tetap berkompetisi di Liga 2 musim depan. Persipa Pati telah mengalami perjalanan yang berat di Liga 2 musim 2023/2024, berjuang keras sejak babak penyisihan grup […]

expand_less