Breaking News
light_mode

Kidungan Teks Pakem Kajen, Meriahkan Haul Mbah Mutamakkin

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 9 Sep 2021
  • visibility 289

 

Festival Kajen, menembangkan Tesk Pakem Kajen

PATI – Manuskrip yang ditulis pada tahun 1891 ini terakhir ditembangkan
pada tahun 1950-an di Pasareyan Mbah Mutamakkin alias Kiai Cabolek alias
Pangeran Hadikusuma, cucu Raja Pajang, Joko Tingkir alias Mas Karebet alias
Sultan Hadiwijaya. Penulis manuskrip adalah Kiai Abdul Karim dari Margotuhu
Ngerojo.

Terakhir, sebab panambangnya setelah itu meninggal dunia. Kaneman Kajen
mencoba merevitalisasinya kembali: menembangkan satu-satunya manuskrip yang
menyimpan ajaran Dewa Ruci versi Mbah Mutamakkin. Satu-satunya. Sebab dalam
manuskrip-manuskrip yang lain, misalnya Serat Cabolek (yang ada belasan versi
itu), Ketib Anom lah yang membabar Dewa Ruci.

Kisah lain, Mbah Mutamakkin adalah guru spiritual Pukubuwana II. Ada
pertemuan empat mata antara Mbah Mutamakkin dan Pakubuwa II.  Ada ‘bisikan rahasia’ Mbah Mutamakkin yang
disampaikan. Bisikan itu agaknya memengaruhi langkah politik-kebangsaan
Pakubuwana II kala itu di Jawa, yang sedang gonjang-ganjing.

Kemudian, manuskrip ini juga menceritakan pengalaman seorang santri
yang ngaji kepada Mbah Mutamakkin. Namanya Ki Kedung Gede. Awalnya ia hendak
melabrak Mbah Mutamakkin karena dianggap sesat. Namun ketika berjumpa, dan
mengetahui kapasitas keilmuan Mbah Mutamakkin, Ki Kedung Gede justru malah
ingin berguru. Ki Kedung Gede pun mengakui bahwa Mbah Mutamakkin tidak hanya
mengajarkan agama Islam, tapi juga ilmu-ilmu kuno
 

Lantas, mengapa ditembangkan?

Mbah Yai Ruba’i, generasi kelima yang menyimpan manuskrip tersebut
merindukan suasana masa kecilnya. Kira-kira 70-an tahun yang lalu. Kala itu,
Mbah Yai Ruba’i bersama ayahandanya, Kiai Syamsuri, setiap tahun mengikuti
acara rutin Syuronan di Pasareyan Mbah Mutamakkin.
 

Salah satunya tetembangan Teks Pakem Kajen alias Suluk Alif. Warga
setempat menyebutnya sebagai ‘kidungan’. Namun kidungan itu hanya berlangsung
beberapa tahun. Sebab panambangnya sudah sepuh dan setelah itu meninggal dunia.

Kami sebagai generasi yang berbakti, lantas mencoba mengidungkannya
kembali secara bersama-sama. Salah satunya untuk menebus kerinduan Mbah Yai
Ruba’i. Meskipun dengan segala keterbatasan. Sesederhana itu alasannya.

“Menurut kami, ada pertimbangan-pertimbangan yang tidak bisa
menggantikan lelaku tradisi yang kadung dianggap kuno. Padahal, tradisi yang
bersangkutan dulunya adalah laku hidup sehari-hari. Di masa kini, terutama ada
pertimbangan-pertimbangan kultural dan spiritual, yang menurut kami keduanya
tidak bisa diwakili oleh teknologi digital dalam melakukan sebuah tradisi,”
ujar Taufiq Hakim yang mengidungkan Teks Pakem Kajen. Saat kidungan berlangsung
pada 28 Agustus lalu, spontan ada warga Kajen yang ikut mengidungkan. Ia adalah
Mbah Yasir. Menurut pengakuannya, Mbah Yasir juga merindukan suasana seperti
itu.

Di sisi lain, kata Taufiq, menulis jurnal, buku, esai, adalah penting
sebagai eksistensi tradisi di ranah studi dan kontestasi pengembangan studi.
Kami juga melakukannya.

“Tetapi, merevitalisasi tradisi yang telah lama hilang juga tak kalah
penting: ‘mengembalikan tradisi’ kepada ahli warisnya. Kedua lelaku tersebut
musti berjalan beriringan,” ujar mahasiswa Magister Sastra UGM ini. (nir)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPC Gerindra Kudus Matangkan Strategi Lima Tahun Ke Depan, Fokus Regenerasi dan Program Prabowo

    DPC Gerindra Kudus Matangkan Strategi Lima Tahun Ke Depan, Fokus Regenerasi dan Program Prabowo

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 282
    • 0Komentar

    KUDUS – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Kudus menggelar rapat kerja (raker) pada Minggu (13/7/2025). Raker yang dihadiri Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah dan jajarannya ini bertujuan merumuskan langkah strategis lima tahun ke depan, sekaligus mengevaluasi dan menyegarkan struktur partai di tingkat ranting, PAC, dan DPC. Ketua DPC Gerindra Kudus, Sulistyo Utomo, […]

  • Aksi Damai di Sukolilo: Warga Serukan Dukungan untuk Bupati Sudewo

    Aksi Damai di Sukolilo: Warga Serukan Dukungan untuk Bupati Sudewo

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 280
    • 0Komentar

    PATI – Ratusan warga dari 16 desa di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, menggelar aksi “Pati Cinta Damai” pada Minggu (24/8/2025) di Lapangan Desa Gadudero. Aksi ini merupakan bentuk dukungan terhadap Bupati Sudewo yang tengah gencar melakukan pembangunan di wilayah tersebut. Masyarakat Sukolilo membawa spanduk-spanduk berisi dukungan untuk Sudewo, yang sebelumnya sempat menghadapi aksi demonstrasi yang […]

  • Ketua Komisi C DPRD Pati Hadiri Sosialisasi Bankeu Sarpras Desa: Pembangunan Jalan Wajib Gunakan Hotmix atau Beton

    Ketua Komisi C DPRD Pati Hadiri Sosialisasi Bankeu Sarpras Desa: Pembangunan Jalan Wajib Gunakan Hotmix atau Beton

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.174
    • 0Komentar

    PATI – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati mengadakan sosialisasi terkait penyaluran Bantuan Keuangan (Bankeu) guna pembangunan sarana dan prasarana di wilayah pedesaan untuk tahun anggaran 2026. Acara tersebut berlangsung di ruang aula kantor DPUTR Kabupaten Pati. Turut hadir dalam kegiatan ini Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, Ketua Komisi C […]

  • Anggota DPRD Pati Muntamah : Orang Tua Berperan Penting Tanamkan Ajaran Agama Sejak Dini

    Anggota DPRD Pati Muntamah : Orang Tua Berperan Penting Tanamkan Ajaran Agama Sejak Dini

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 280
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Muntamah, menekankan pentingnya pendidikan agama dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, pendidikan agama tidak hanya terbatas pada pelajaran agama di sekolah, tetapi juga harus ditanamkan oleh orang tua sejak dini. “Selain sekolah, orang tua memiliki peran penting dalam menanamkan ajaran agama sejak dini. Sehingga anak memiliki akhlak yang baik untuk menunjang […]

  • Demokrat Pati Dapat Semangat Dari Ajang Rapimnas

    Demokrat Pati Dapat Semangat Dari Ajang Rapimnas

    • calendar_month Sab, 10 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Para pengurus Partai Demokrat Pati sebelum mengikuti Rapimnas di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor kemarin Lingkar Muria, BOGOR – DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati turut mengikuti kegiatan Rapimnas Partai Demokrat di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat kemarin. Selain ketua dan sekretaris, maupun fraksi, ada beberapa calon legislatif (caleg) baru yang juga […]

  • DPRD Pati Gelar Sidang Paripurna, Bahas Penyesuaian Perda Pajak dan Retribusi Daerah Mengikuti Aturan Pemerintah Pusat

    DPRD Pati Gelar Sidang Paripurna, Bahas Penyesuaian Perda Pajak dan Retribusi Daerah Mengikuti Aturan Pemerintah Pusat

    • calendar_month Sab, 9 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.777
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pati mengadakan sidang paripurna dengan pokok bahasan penyampaian tanggapan dari jajaran kepala daerah terkait rencana perubahan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2024 yang mengatur mengenai pajak dan retribusi daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang sidang utama lantai dua gedung DPRD Kabupaten Pati, pada Jumat (8/5/2026). Dari total 50 […]

expand_less