Breaking News
light_mode

Kidungan Teks Pakem Kajen, Meriahkan Haul Mbah Mutamakkin

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 9 Sep 2021
  • visibility 335

 

Festival Kajen, menembangkan Tesk Pakem Kajen

PATI – Manuskrip yang ditulis pada tahun 1891 ini terakhir ditembangkan
pada tahun 1950-an di Pasareyan Mbah Mutamakkin alias Kiai Cabolek alias
Pangeran Hadikusuma, cucu Raja Pajang, Joko Tingkir alias Mas Karebet alias
Sultan Hadiwijaya. Penulis manuskrip adalah Kiai Abdul Karim dari Margotuhu
Ngerojo.

Terakhir, sebab panambangnya setelah itu meninggal dunia. Kaneman Kajen
mencoba merevitalisasinya kembali: menembangkan satu-satunya manuskrip yang
menyimpan ajaran Dewa Ruci versi Mbah Mutamakkin. Satu-satunya. Sebab dalam
manuskrip-manuskrip yang lain, misalnya Serat Cabolek (yang ada belasan versi
itu), Ketib Anom lah yang membabar Dewa Ruci.

Kisah lain, Mbah Mutamakkin adalah guru spiritual Pukubuwana II. Ada
pertemuan empat mata antara Mbah Mutamakkin dan Pakubuwa II.  Ada ‘bisikan rahasia’ Mbah Mutamakkin yang
disampaikan. Bisikan itu agaknya memengaruhi langkah politik-kebangsaan
Pakubuwana II kala itu di Jawa, yang sedang gonjang-ganjing.

Kemudian, manuskrip ini juga menceritakan pengalaman seorang santri
yang ngaji kepada Mbah Mutamakkin. Namanya Ki Kedung Gede. Awalnya ia hendak
melabrak Mbah Mutamakkin karena dianggap sesat. Namun ketika berjumpa, dan
mengetahui kapasitas keilmuan Mbah Mutamakkin, Ki Kedung Gede justru malah
ingin berguru. Ki Kedung Gede pun mengakui bahwa Mbah Mutamakkin tidak hanya
mengajarkan agama Islam, tapi juga ilmu-ilmu kuno
 

Lantas, mengapa ditembangkan?

Mbah Yai Ruba’i, generasi kelima yang menyimpan manuskrip tersebut
merindukan suasana masa kecilnya. Kira-kira 70-an tahun yang lalu. Kala itu,
Mbah Yai Ruba’i bersama ayahandanya, Kiai Syamsuri, setiap tahun mengikuti
acara rutin Syuronan di Pasareyan Mbah Mutamakkin.
 

Salah satunya tetembangan Teks Pakem Kajen alias Suluk Alif. Warga
setempat menyebutnya sebagai ‘kidungan’. Namun kidungan itu hanya berlangsung
beberapa tahun. Sebab panambangnya sudah sepuh dan setelah itu meninggal dunia.

Kami sebagai generasi yang berbakti, lantas mencoba mengidungkannya
kembali secara bersama-sama. Salah satunya untuk menebus kerinduan Mbah Yai
Ruba’i. Meskipun dengan segala keterbatasan. Sesederhana itu alasannya.

“Menurut kami, ada pertimbangan-pertimbangan yang tidak bisa
menggantikan lelaku tradisi yang kadung dianggap kuno. Padahal, tradisi yang
bersangkutan dulunya adalah laku hidup sehari-hari. Di masa kini, terutama ada
pertimbangan-pertimbangan kultural dan spiritual, yang menurut kami keduanya
tidak bisa diwakili oleh teknologi digital dalam melakukan sebuah tradisi,”
ujar Taufiq Hakim yang mengidungkan Teks Pakem Kajen. Saat kidungan berlangsung
pada 28 Agustus lalu, spontan ada warga Kajen yang ikut mengidungkan. Ia adalah
Mbah Yasir. Menurut pengakuannya, Mbah Yasir juga merindukan suasana seperti
itu.

Di sisi lain, kata Taufiq, menulis jurnal, buku, esai, adalah penting
sebagai eksistensi tradisi di ranah studi dan kontestasi pengembangan studi.
Kami juga melakukannya.

“Tetapi, merevitalisasi tradisi yang telah lama hilang juga tak kalah
penting: ‘mengembalikan tradisi’ kepada ahli warisnya. Kedua lelaku tersebut
musti berjalan beriringan,” ujar mahasiswa Magister Sastra UGM ini. (nir)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Propam Polres Jepara Cek Sikap Tampang dan Administrasi Personel

    Propam Polres Jepara Cek Sikap Tampang dan Administrasi Personel

    • calendar_month Sen, 7 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Propam Polres Jepara melakukan operasi penegakan ketertiban dan kedisiplinan/ POLRES JEPARA Untuk menuju Polri yang Presisi dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, personel Polri harus siap diri dan tertib, sebelum melakukan tugasnya sebagai pelindung pengayom dan pelayan bagi masyarakat.  JEPARA – Setelah selesai melaksanakan Apel pagi, Kasi Propam Ipda Heru Setyawan melaksanakan tugas rutinnya […]

  • Ditumbangkan PSIS, Persijap Jepara Gugur di Piala Indonesia 2018

    Ditumbangkan PSIS, Persijap Jepara Gugur di Piala Indonesia 2018

    • calendar_month Sab, 24 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 294
    • 0Komentar

    Persijap Jepara tumbang saat berhadapan dengan PSIS Semarang di babak 64 besar Piala Indonesia 2018SUMBER : Persijap Jepara JEPARA – Langkah Persijap Jepara harus terhenti di babak 64 besar Piala Indonesia 2018. Meski bermain di hadapan ribuan pendukungnya, Laskar Kalinyamat tak mampu menghadapi PSIS Semarang yang menurunkan mayoritas pemain lapisnya di pertandingan bertajuk El Clasico […]

  • Polisi Ungkap Pabrik Mie Basah Berbahaya dengan Bahan Formalin di Boyolali

    Polisi Ungkap Pabrik Mie Basah Berbahaya dengan Bahan Formalin di Boyolali

    • calendar_month Rab, 11 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.102
    • 0Komentar

    SEMARANG – Satgas Pangan yang berada di bawah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah telah berhasil mengungkap kasus produksi mie basah yang menggunakan formalin (formaldehida) sebagai bahan tambahan di Kabupaten Boyolali. Kasus ini mulai terungkap setelah pihak kepolisian menerima informasi dari masyarakat pada tanggal 4 Maret 2026, yang menyatakan adanya dugaan peredaran mie […]

  • Nahkoda NU Kudus Masa Khidmat 2019-2024 Siap Realisasikan Rumah Sakit hingga Universitas NU

    Nahkoda NU Kudus Masa Khidmat 2019-2024 Siap Realisasikan Rumah Sakit hingga Universitas NU

    • calendar_month Sen, 4 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Asyrofi Masyitho sebagai Ketua Tanfidziyah, dan KH. Muhamad Ulil Albab Arwani sebagai Rais Syuriah Masa Khidmat 2019-2024 (SN) KUDUS – Gelaran Konferensi Cabang (Konfercab) NU Kudus telah berakhir pada Minggu (3/3/2019) di SMK NU Ma’arif Kudus. Terpilihnya Asyrofi Masyitho sebagai Ketua Tanfidziyah, dan KH. Muhamad Ulil Albab Arwani sebagai Rais Syuriah menjadi penutup agenda reorganisasi […]

  • DPRD Pati Dukung Expo Mina Santosa Sejahtera yang Dorong Pertumbuhan UMKM

    DPRD Pati Dukung Expo Mina Santosa Sejahtera yang Dorong Pertumbuhan UMKM

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.916
    • 0Komentar

    PATI – Masyarakat nelayan dan warga pesisir di Kecamatan Juwana menggelar tradisi tahunan sedekah laut pada hari Minggu (29/3/2026). Di Desa Bendar Juwana, acara yang juga berlangsung di Desa Bajomulyo tersebut dihiasi dengan pameran kelautan pertama kalinya, yang diselenggarakan oleh kelompok nelayan Mina Santosa Sejahtera selama dua hari bertempat di Dermaga Desa Bendar. Expo yang […]

  • Anggota DPRD Pati Dorong Jiwa Sportif Tinggi pada Atlet

    Anggota DPRD Pati Dorong Jiwa Sportif Tinggi pada Atlet

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 321
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati, Endah Sri Wahyuningati, menekankan pentingnya jiwa sportifitas tinggi bagi para atlet. Ia mengingatkan bahwa hasil dalam kompetisi memang penting, namun proses dan perjuangan untuk meraihnya lebih utama. “Esensi sebuah kegiatan festival atau istilahnya kegiatan perlombaan pasti ada yang menang dan yang kalah,” ujar wakil rakyat yang […]

expand_less