Breaking News
light_mode

Ki Samin Surosentiko Diusulkan jadi Pahlawan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 20 Agu 2022
  • visibility 209
Peringatan kemerdekaan Republik Indonesia di bukit Ngalang Alangan Pegunungan Kendeng, Desa Kedumulyo, Sukolilo.

PATI – Dalam momen peringatan kemerdekaan ke-77 tahun 2022
ini banyak usulan agar Ki Samin Surosentiko diberi gelar pejuang. Hal itu
diungkapkan oleh tokoh Samin di kawasan Pegunungan Kendeng, Gunretno

Hanya saja, sebagai penerus perjuangan Mbah Samin dia
menyebut jika cukup disebut pejuang. “Terlepas penamaan pahlawan tentu monggo
saja,”terangnya dalam momen upacara HUT ke-77 Republik Indonesia yang digelar
di Ngalang Alangan di Pegunungan Kendeng di Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo,
Pati, Jawa Tengah pada 17 Agustus 2022.

Dia mengatakan Mbah Samin memang memiliki bentuk perjuangan
yang begitu panjang. Terutama berjuang tanpa kekerasan. Meskipun pada akhirnya
Mbah Samin berakhir ditangkap juga.

“Meski Mbah Samin tidak dicatat, namun perlu diakui, hingga
saat ini ada penerusnya untuk terus berjuang,”terangnya.

Dalam momen peringatan kemerdekaan itu tampak ratusan warga
berdatangan ke bukit Ngalang Alangan di Pegunungan Kendeng di Desa Kedumulyo,
Kecamatan Sukolilo. Anak-anak, ibu-ibu maupun bapak-bapak semuanya tampak
bersuka cita.

Mereka mengenakan kebaya dan jarik yang biasa dikenakan.
Meski jalannya cukup menanjak dan curam mereka tak tampak mengeluh. Meski ada
yang terlihat beristirahat baru kemudian melanjutkan perjalannya kembali.

Sesampainya diatas, anak muda tampak membentangkan bendera
merah putih yang begitu panjang. Diperkirakan panjangnya lebih dari 20 meter
dan tinggi sekitar tiga meter. Bendera itu berada tepat diantara dua bukit yang
ada di belakangnya.

Antusias

Sementara di bagian lahan yang cukup lapang, ratusan warga
yang berdatangan itu kemudian membentuk barisan berputar. Rupanya tak hanya
warga Kendeng dan dari Sedulur Sikep ada pula yang berasal dari akademi, dan
advokasi. Adapula yang datang dari Blora, dan Kudus.

Di sisi barat tampak ada yang berpakaian ala punokawan dan
mimbar sederhana serta lesung yang dimainkan oleh ibu-ibu. Ilustrasi musik
lesung bersama tembang macapat itu juga yang mengiringi jalannya upacara yang
dilanjutkan dengan brokohan atau doa dan makan bersama diatas gunung tersebut.

Gunretno, pemimpin upacara mengatakan kegiatan itu merupakan
upacara rakyat. Meski dilakukan secara sederhana termasuk kemampuan baris
berbarisnya, namun upacara tersebut tak sekadar seremonial saja.

“Yang disampaikan ini akan menjadi proses demi proses agar
bisa menjadi laku keseharian. Bagaimanapun kemerdekaan harus terus dijaga.
Sedulur Kendeng benar-benar meneruskan perjuangan para pahlawan yang membela
bangsanya,” pungkasnya. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Ketua DPRD Pati Tekankan Pentingnya Penguatan Pengawasan Internal di Lingkungan Ponpes

    Wakil Ketua DPRD Pati Tekankan Pentingnya Penguatan Pengawasan Internal di Lingkungan Ponpes

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.128
    • 0Komentar

    PATI – Meningkatnya kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pondok pesantren kini menjadi fokus utama perhatian para anggota dewan di Kabupaten Pati. Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Pati yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PKB Pati, Bambang Susilo, menegaskan perlunya pengawasan yang lebih ketat serta jaminan perlindungan bagi seluruh santri yang menempuh pendidikan […]

  • DPRD Pati Nilai Hari Santri Jadi Momentum Cinta Tanah Air

    DPRD Pati Nilai Hari Santri Jadi Momentum Cinta Tanah Air

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 543
    • 0Komentar

    PATI – Peringatan Hari Santri Nasional diharapkan dapat menjadi momentum bagi pemuda, khususnya para santri, untuk semakin mencintai tanah air. Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD Pati, Muntamah, dalam sebuah pernyataan. “Hari Santri adalah momentum kita bersama untuk mencintai bangsa ini. Semangat NKRI, Pancasila, dan keberagaman ini adalah satu, dan santri harus berperan dalam hal […]

  • DPRD Pati Ingatkan Reboisasi di Pegunungan Kendeng

    DPRD Pati Ingatkan Reboisasi di Pegunungan Kendeng

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 312
    • 0Komentar

    PATI – Banjir yang kerap melanda wilayah selatan Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menjadi keprihatinan bagi masyarakat yang terdampak. Banjir dengan kedalaman yang bervariasi terjadi secara berkala, menimbulkan kerugian dan ketidaknyamanan. Masyarakat mendesak para pemangku kebijakan untuk mengambil langkah antisipasi yang efektif agar musibah banjir dapat diatasi. Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Pati telah menyuarakan keprihatinan mereka […]

  • Dua alumni Omah Dongeng Marwah meraih juara monoIog tingkat nasionaI.

    Alumni Omah Dongeng Marwah Juara 2 Monolog Festival Kesenian Indonesia

    • calendar_month Sab, 28 Okt 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Dua alumni Omah Dongeng Marwah meraih juara monoIog tingkat nasionaI.

  • Totalitas Binda Jateng Jemput Target Vaksinasi ke Sawah

    Totalitas Binda Jateng Jemput Target Vaksinasi ke Sawah

    • calendar_month Jum, 18 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Penjemputan target vaksinasi hingga ke sawah dilakukan oleh Binda Jateng GROBOGAN – Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jateng terus menggencarkan vaksinasi massal kepada masyarakat. Sistemnya tidak hanya digelar di satu titik, namun juga menyambangi sasaran vaksinasi secara door to door. Bahkan ke persawahan masyarakat. Lokasi persawahan dalam vaksinasi Rabu (16/3/2022) ini yakni di Desa Bandungharjo […]

  • Selalu Rindu pada Rejenu

    Selalu Rindu pada Rejenu

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Air lima rasa  Saya selalu rindu dengan Rejenu. Burung-burung yang berkicau. Pepohanan hijau. Dan hawa sejuknya di pagi hari. Tempat yang tepat untuk menyepi. Dari riuh rutinitas dunia modern kini. Kira-kira begitu. Malam Jumat lalu (24/10), saya bersama beberapa teman, menembus gelap jalanan Desa Japan Kecamatan Dawe, Kudus. Jalanan menanjak. Tikungan dan turunan kami lalui. […]

expand_less