Breaking News
light_mode

Kelakuan Kita Bisa Kerdilkan Kebesaran Islam

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 31 Jan 2018
  • visibility 252


Lingkar Muria, PATI Fenomena pengkafiran
terhadap sesama muslim, belakangan memang merebak. Hal ini berbeda jauh dengan
cara dakwah para pendahulu.
Orang dahulu sangat terbuka dan
toleran. Dilihat dari jumlahnya, Islam sangat besar, akan tetapi dengan cara
dikafir-kafirkan, justru akan mengurangi. Hal itu diungkapkan KH. Abdul Ghofur
Maimoen dalam acara Ngaji Budaya Suluk Maleman, Sabtu (20/1) malam lalu.

”Indonesia
bisa menjadi negara mayoritas ya karena suka
memasukkan, bukan malah
mengeluarkan,” terang putra KH
Maimoen Zubair ini.

Lebih lanjut, menurutnya, ilmu fiqih seharusnya tentang bagaimana mencari solusi yang mudah tanpa
keluar dari syariat. Dirinya juga mengingatkan bahwa nabi sendiri membenci orang yang mengikuti
sesuatu secara buta.

Masih menurut KH. Abdul Ghofur Maimoen, ada yang patut dipelajari dari orang terdahulu, dikatakannya, seperti tentang sikap terbukanya. Bahkan di era
kekalifahan terdahulu, banyak
sumber-sumber ilmu baru dari luar, kemudian
diterjemahkan ke bahasa Arab. Bahkan lantaran banyaknya buku terjemahan itu
sampai bisa dibuat jembatan, dan juga membuat keilmuan Islam bisa besar. Namun orang
sekarang justru terkesan takut jika ada sesuatu yang baru.

“Padahal orang yang
tidak punya ingatan tentang masa lalu, akan mudah dipengaruhi. Karena tentu orang tersebut tidak punya jati
diri,”ujarnya.

Sementara itu Anis Sholeh Baasyin, penggagas Suluk Maleman menyoroti persoalan-persoalan yang
sedang menyeruak di sosial kebangsaan. Sekarang ini sejumlah
tokoh nampak seolah-olah terlihat saling bertentangan. Padahal ada garis merah
yang sebenarnya memiliki tujuan yang sama.

“Sebenarnya kuncinya satu, silaturahim. Itu yang tidak dijalankan. Padahal
pertemuan itu dibutuhkan untuk menyatukan perbedaan agar ada kesesuaian dan
keselarasan,” ujarnya.

Bahkan di era wali jaman dulu, juga
seringkali terjadi perbedaan pendapat dan pandangan. Hanya, hal tersebut selalu
bisa terselesaikan dengan solusi terbaik karena selalu bermusyawarah. “Tapi sekarang ini yang terlihat justru soal menang dan kalah,”tambahnya.

Anis juga menambahkan, jika sekarang ini banyak orang yang tidak bisa menangkap nilai-nilai
beragama. “Sebenarnya masih tidak
apa-apa jika baru bisa menangkap kulitnya, tapi jangan sampai memaksakan ke orang lain,” tegasnya. (lil)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi freepik 

    Cinta Tanah Air: Semangat Cinta dan Pengabdian pada Tanah Tempat Kita Berpijak

    • calendar_month Sab, 29 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Ilustrasi freepik Pengertian cinta tanah air telah menjadi bagian integral dari identitas dan kesatuan sebuah bangsa. Cinta tanah air adalah semangat cinta dan pengabdian yang tulus terhadap negeri tempat kita dilahirkan dan dibesarkan. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang arti sebenarnya dari cinta tanah air dan mengapa semangat ini begitu penting bagi […]

  • Komisi D DPRD Pati : Pemerintah Harus Fokus Penguatan Pembinaan Atlet

    Komisi D DPRD Pati : Pemerintah Harus Fokus Penguatan Pembinaan Atlet

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.606
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyatakan keyakinannya bahwa kontingen daerah ini mampu menembus peringkat tiga besar dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah yang akan datang. Harapan ini didasarkan pada capaian sebelumnya, di mana Pati berhasil menempati posisi keempat pada penyelenggaraan Porprov periode lalu. Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, […]

  • SMKN 2 Pati Menyelenggarakan Asesmen Bakat Minat untuk Siswa Kelas 12

    SMKN 2 Pati Menyelenggarakan Asesmen Bakat Minat untuk Siswa Kelas 12

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 231
    • 0Komentar

    EDUKASI – SMK Negeri 2 Pati telah dipercayakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menyelenggarakan Program Asesmen Bakat Minat (ABM) tahun ini. Program ini khusus diadakan untuk peserta didik kelas 12. Wakil Kepala Kurikulum SMK Negeri 2 Pati, Drs Iskhak Munthoha MSi, menjelaskan bahwa ABM bersifat opsional dan ditujukan hanya bagi siswa yang berminat. […]

  • Kritik Tuding Menuding Sesat Beragama Kita

    Kritik Tuding Menuding Sesat Beragama Kita

    • calendar_month Sel, 21 Mei 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Lampu temaram menyinari Gedung FKIP Universitas Muria Kudus, Sabtu (18/5/2019) malam. Hari itu sedang berlangsung pementasan teater oleh kelompok Tetater Gerak 11. Lakon yang dibawakan adalah Masjid Tanpa Sujud, karya Habib Anis Sholeh Ba’asyin. Budayawan dari Bumi Mina Tani. Masjid Tanpa Sujud merupakan refleksi diri, melihat kekacauan antar kelompok. Dimana masing-masing kelompok menganggap dirinya paling […]

  • DPRD Pati Minta Sekolah Hentikan Praktik Penjualan LKS yang Bebani Orang Tua

    DPRD Pati Minta Sekolah Hentikan Praktik Penjualan LKS yang Bebani Orang Tua

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.004
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati Yoga Dermawan mengajak seluruh sekolah negeri untuk tidak menjual buku Lembaran Kerja Siswa (LKS) kepada peserta didik. Ia telah mengajukan permintaan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pati agar memberikan klarifikasi resmi terkait larangan praktik ini di setiap satuan pendidikan. Yoga menyampaikan bahwa pihaknya secara berkala menerima laporan serta […]

  • Forda Pati Gelar Aksi Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama di Bulan Ramadhan

    Forda Pati Gelar Aksi Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Jum, 28 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 277
    • 0Komentar

    PATI – Forum Daerah (Forda) Pati Jawa Tengah-DIY sukses menggelar kegiatan sosial bertajuk “Lentera Ramadhan: Membina Iman, Semai Kebersamaan, dan Berbagi Keberkahan” pada bulan suci Ramadhan, Kamis (27/3/2025). Kegiatan yang diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Mahasiswa Pati (IKMP) Salatiga ini melibatkan berbagai organisasi mahasiswa daerah (Ormada) di bawah naungan Forda Pati Jateng-DIY. Afriza M. bertindak sebagai […]

expand_less