Breaking News
light_mode

Kelakuan Kita Bisa Kerdilkan Kebesaran Islam

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 31 Jan 2018
  • visibility 296


Lingkar Muria, PATI – Fenomena pengkafiran
terhadap sesama muslim, belakangan memang merebak. Hal ini berbeda jauh dengan
cara dakwah para pendahulu.
Orang dahulu sangat terbuka dan
toleran. Dilihat dari jumlahnya, Islam sangat besar, akan tetapi dengan cara
dikafir-kafirkan, justru akan mengurangi. Hal itu diungkapkan KH. Abdul Ghofur
Maimoen dalam acara Ngaji Budaya Suluk Maleman, Sabtu (20/1) malam lalu.

”Indonesia
bisa menjadi negara mayoritas ya karena suka
memasukkan, bukan malah
mengeluarkan,” terang putra KH
Maimoen Zubair ini.

Lebih lanjut, menurutnya, ilmu fiqih seharusnya tentang bagaimana mencari solusi yang mudah tanpa
keluar dari syariat. Dirinya juga mengingatkan bahwa nabi sendiri membenci orang yang mengikuti
sesuatu secara buta.

Masih menurut KH. Abdul Ghofur Maimoen, ada yang patut dipelajari dari orang terdahulu, dikatakannya, seperti tentang sikap terbukanya. Bahkan di era
kekalifahan terdahulu, banyak
sumber-sumber ilmu baru dari luar, kemudian
diterjemahkan ke bahasa Arab. Bahkan lantaran banyaknya buku terjemahan itu
sampai bisa dibuat jembatan, dan juga membuat keilmuan Islam bisa besar. Namun orang
sekarang justru terkesan takut jika ada sesuatu yang baru.

“Padahal orang yang
tidak punya ingatan tentang masa lalu, akan mudah dipengaruhi. Karena tentu orang tersebut tidak punya jati
diri,”ujarnya.

Sementara itu Anis Sholeh Baasyin, penggagas Suluk Maleman menyoroti persoalan-persoalan yang
sedang menyeruak di sosial kebangsaan. Sekarang ini sejumlah
tokoh nampak seolah-olah terlihat saling bertentangan. Padahal ada garis merah
yang sebenarnya memiliki tujuan yang sama.

“Sebenarnya kuncinya satu, silaturahim. Itu yang tidak dijalankan. Padahal
pertemuan itu dibutuhkan untuk menyatukan perbedaan agar ada kesesuaian dan
keselarasan,” ujarnya.

Bahkan di era wali jaman dulu, juga
seringkali terjadi perbedaan pendapat dan pandangan. Hanya, hal tersebut selalu
bisa terselesaikan dengan solusi terbaik karena selalu bermusyawarah. “Tapi sekarang ini yang terlihat justru soal menang dan kalah,”tambahnya.

Anis juga menambahkan, jika sekarang ini banyak orang yang tidak bisa menangkap nilai-nilai
beragama. “Sebenarnya masih tidak
apa-apa jika baru bisa menangkap kulitnya, tapi jangan sampai memaksakan ke orang lain,” tegasnya. (lil)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua DPRD Pati Kecam Perbuatan Tercela Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo, Minta Perlindungan Maksimal bagi Korban

    Ketua DPRD Pati Kecam Perbuatan Tercela Pengasuh Ponpes Ndolo Kusumo, Minta Perlindungan Maksimal bagi Korban

    • calendar_month Kam, 7 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.771
    • 0Komentar

    PATI – Menyikapi dugaan perbuatan asusila yang dilakukan oknum pengasuh Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Tlogowungu, Ketua DPRD Pati Ali Badrudin menyampaikan kecaman yang sangat tegas. Ia menuntut agar kasus ini diselesaikan secara menyeluruh tanpa ada pengurangan atau kompromi. “Saya mengecam dan mengutuk keras atas tindakan asusila oknum kiai tersebut,” tegas Ali. Ali menilai, penanganan kasus […]

  • Peringati Hari Bhayangkara, Ketua DPRD Pati Sampaikan Rasa Terima Kasih kepada Jajaran Polri

    Peringati Hari Bhayangkara, Ketua DPRD Pati Sampaikan Rasa Terima Kasih kepada Jajaran Polri

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.620
    • 0Komentar

    PATI – Menyambut peringatan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026, Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar Polri senantiasa menjadi institusi yang profesional, humanis, dan semakin dipercaya masyarakat dalam menjalankan tugasnya. Mewakili pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin mengucapkan selamat kepada segenap jajaran kepolisian yang telah […]

  • DPRD Pati Mukit Dukung Pengembangan Potensi Desa Wisata

    DPRD Pati Mukit Dukung Pengembangan Potensi Desa Wisata

    • calendar_month Ming, 27 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 374
    • 0Komentar

    PATI – Mukit, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan potensi Desa Wisata di wilayah tersebut. Ia menekankan pentingnya pengembangan dan peningkatan potensi Desa Wisata sebagai penggerak perekonomian desa. “Pengembangan desa wisata merupakan salah satu pengembangan destinasi wisata berbasis lokal (desa) yang memanfaatkan keunikan masing-masing desa,” ujarnya. “Pengembangan ini […]

  • Potensi Kopi Pati Mampu Tembus Pasar Ekspor

    Potensi Kopi Pati Mampu Tembus Pasar Ekspor

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.088
    • 0Komentar

    Bupati memakai caping kopi PATI – Kopi Pati disebut layak untuk masuk pasar ekspor. Potensi kopi di Bumi Mina Tani dianggap sudah memungkinkan untuk hal tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Darningsih, dari Pasar Kopi Jawa Barat, seorang pengusaha yang mengeluarkan terobosan QR Code untuk produk petani kopi. ”Potensinya ada, tinggal bagaimana langkah komitmen para petani […]

  • Kejahatan Jalanan di Pati: Pelaku Pembacokan Ternyata Masih di Bawah Umur

    Kejahatan Jalanan di Pati: Pelaku Pembacokan Ternyata Masih di Bawah Umur

    • calendar_month Kam, 29 Feb 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 424
    • 0Komentar

    PATI – Polisi berhasil mengungkap kasus pembacokan yang terjadi di jalanan Pati yang cukup menyita perhatian. Pasalnya pelaku ternyata seorang remaja berusia 17 tahun yang bekerja sebagai pedagang sate dan masih di bawah umur. Kompol M. Alfan Armin M, Kasat Reskrim, merinci bahwa insiden ini berlangsung pada Rabu (28/02) dini hari. Ari Ardiyanto, 25, bersama […]

  • Menjadi Guru Idola

    Menjadi Guru Idola

    • calendar_month Ming, 10 Nov 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 448
    • 0Komentar

    Ilustrasi ayobandung.com Guru idola? Guru yang diidolakan siswa tidak harus guru yang cantik, atau ganteng. Bukan guru yang paling kaya atau paling pintar. Banyak kriteria untuk menjadi seorang guru idola. Jika kedatangan sang guru sangat dinantikan oleh siswa, ini merupakan langkah awal untuk menjadi guru idola.  Di era sekarang, banyak hal yang diinginkan oleh pelajar […]

expand_less