Breaking News
light_mode

Keberadaan Prawoto, Dikaji dari Serat Centini

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 2 Sep 2019
  • visibility 248
KAJI SEJARAH : Sejumlah warga Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo dan sekitarnya saat mengikuti tadarus Serat Centhini Sabtu (31/8/2019) malam lalu.


PATI, SUKOLILO – Malam suro (31/8/2019) malam
lalu digunakan warga Desa Prawoto dan sekitarnya untuk berdiskusi. Mereka
membedah Serat Centhini yang di dalamnya memuat informasi tentang Prawoto.

Lantunan kidung mengalun dari
beberapa orang tua yang melingkar di Balai Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo
pada malam 1 Suro atau yang jatuh pada Sabtu (31/8/2019) malam lalu. Tembang yang
dilantunkan itu dari Serat Centini. Mereka tengah melagukan bagian dari serat
yang menjadi salah satu rujukan penelitian sejarah tersebut.

Dalam bait yang ditembangkan itu
rupanya sangat familiar dengan desa tersebut. Seperti menyebutkan sendang
Gerudha atau yang dikenal Godo, sendang Beji dan sendang Jibing. Kesemua
sendang itu memang ada di Desa yang ada di bagian paling selatan sebelah barat
kabupaten Pati tersebut.

Warga dan para sesepuh desa itu
memang tengah mengkaji keterkaitan antara Prawoto yang disebutkan di Serat
Centhini. Keberadaan Prawoto baik sebagai wilayah maupun tokohnya yakni Sunan
atau Sultan Prawoto sendiri diakui memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah
Kerajaan Demak Bintoro.

Ali Romdhoni, salah seorang peneliti
dari desa setempat memang meyakini jika istana Keraton Prawoto pernah menjadi
pusat pemerintahan Kasultanan Demak. Mereka juga yakin jika hal tersebut juga
dijelaskan dalam serat centini yang mereka kaji.

“Seperti dikisahkan jika Raden
Jayengresmi cucu buyut dari Sunan giri pernah melakukan napak tilas yang pada
kemudian hari sampai di bekas istana Prawoto. Disana beliau bertemu dengan Kyai
Darmajati yang saat itu menjadi lurah,”terangnya.

Mereka bertemu di Sendang Beji untuk
kemudian diajak mampir ke rumah Lurah Kyai Damarjati. Setelah itu Raden
Jayengresmi ditunjukkan bekas istana para Sultan Demak termasuk digunakan untuk
Sultan atau Sunan Prawoto.

“Raden Jayengresmi juga ditunjukkan
Sendang Grudo yang merupakan tempat favorit pemandian raja-raja Demak dan
sendang Jibing yang menjadi tempat pemandian putri dan kerabat
keraton,”terangnya.

Informasi itu dinilai begitu penting
untuk kemudian digali secara menyeluruh. Oleh karena itulah mereka sengaja memilih
mengisi malam satu suro dengan tadarus serat Centhini. Yakni bertemakan “Istana
Prawoto dalam Pemberitaan Serat Centhini”.

“Kami sangat berharap nantinya
dengan memahami bahwa Prawoto memiliki nilai sejarah yang kuat bisa memotivasi
anak-anak muda sebagai generasi penerus agar dapat ikut melakukan
penelusuran,”terangnya.(has)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Alhamdulillah Begal Sadis di Pati Berhasil Diringkus

    Alhamdulillah Begal Sadis di Pati Berhasil Diringkus

    • calendar_month Rab, 16 Nov 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Tiga pelaku begal diamankan personel Sat Reskrim Polresta Pati Aksi sigap aparat kepolisian untuk meringkus begal patut diacungi jempol. Dengan dilakukannya proses penegakan hukum ini diharapkan bisa meningkatkan terciptanya situasi kamtibmas yang lebih aman, kondusif dan nyaman. Sehingga mampu mencegah timbulnya korban lebih banyak lagi. PATI – Kawanan begal yang akhir-akhir ini meresahkan warga Pati […]

  • Sutiyono, Kades Sirahan-Pati Peduli Terhadap Pendidikan

    Sutiyono, Kades Sirahan-Pati Peduli Terhadap Pendidikan

    • calendar_month Sab, 23 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Nama lengkapnya M. Sutiyono, panggilan sehari-harinya Sutiyono. Ia sudah menjadi kepala desa sejak tahun 2014. Tahun itu Sutiyono baru sebagai pelaksana jabatan (PJ). Ia menjadi PJ selama setahun penuh. Lalu kemudian di tahun 2015, ia berhasil menjadi kepala desa secara definitif. Sutiyono menyadari betul keadaan desanya, sebab ia memang putra asli daerah. Bahkan katanya, nenek […]

  • Ketua DPRD Pati Minta Pengelolaan Dana Desa Transparan untuk Kemajuan Desa

    Ketua DPRD Pati Minta Pengelolaan Dana Desa Transparan untuk Kemajuan Desa

    • calendar_month Rab, 26 Jun 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 233
    • 0Komentar

    PATI – Penggunaan dana desa menjadi perhatian tersendiri dari kalangan DPRD Kabupaten Pati. Ini seperti diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin. Dirinya meminta penggunaan dana desa dapat transparan. Bantuan dana desa yang disalurkan untuk 401 desa di Bumi Mina Tani ini diharapkan menjadi kunci keberhasilan kemajuan desa. “Pengelolaan dana desa itu harus sesuai dengan […]

  • Ijazah ‘Ammah Supaya Mudah Menghafal dari Abah Nafi’ Kajen Pati

    Ijazah ‘Ammah Supaya Mudah Menghafal dari Abah Nafi’ Kajen Pati

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2024
    • account_circle Arif Mohamad
    • visibility 292
    • 0Komentar

      EDUKASI – Dalam salah satu edisi pengaosan Ahad-an Kitab al-Mizan al-Kubra karya Syekh Abdul Wahhab Sya’rani, Abah KH Ahmad Nafi’ Abdillah Salam menceritakan tentang kuatnya hafalan salah seorang Imam Madzhab Fiqih, yaitu Imam Abu Hanifah. Beliau kemudian mengisahkan, bahwa Imam Hanafi itu, ketika melihat teks sekali saja, bisa langsung hafal. Salah satu sebabnya, antara […]

  • Gurih dan Bikin Nagih Lontong Tahu Telur Gimbal khas Kudus

    Gurih dan Bikin Nagih Lontong Tahu Telur Gimbal khas Kudus

    • calendar_month Sel, 13 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 385
    • 0Komentar

      Lontong tahu telur khas Kudus yang gurih/ @kuduskulineran Ada banyak pilihan kulineran di Kudus. Salah satunya menikmati kelezatan Lontong tahu telur dengan potongan gimbal udang yang gurih dan kriuk-kriuk. KUDUS – Mampir ke Kota Kudus jangan lupa kulineran. Ada beragam sajian kuliner khas Kota Kretek yang memiliki rasa unik yang pastinya ngangeni. Salah satu […]

  • Wadah Rock Pati (Waropa), Komunitas Rock yang Lahir Dibidani Anggota TNI

    Wadah Rock Pati (Waropa), Komunitas Rock yang Lahir Dibidani Anggota TNI

    • calendar_month Ming, 22 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 255
    • 0Komentar

    Kafe Perko di Jalan Pemuda Desa Kalidoro, Malam Minggu lalu (23/6), mendadak bergetar heboh. Dentuman drum dan alunan melodi dari gitar listrik sedikit memekakkan telinga, namun cukup nikmat untuk bisa menganggukkan kepala. Seorang pria bertubuh tegap bernyanyi penuh semangat. Dia menyanyikan sebuah lagu kawakan. Bis Kota, besutan Ahmad Albar dari grup musik legendaris. God Bless. […]

expand_less