Breaking News
light_mode

Edy Wuryanto Minta Kepesertaan BPJS Kesehatan Harus Segera Diperbaiki

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
  • visibility 255
Edy Wuryanto, Anggota Komisi IX DPR RI 

Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat
Republik Indonesia (DPR RI) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan
Direksi dan Badan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS
Kesehatan), kemarin Selasa (04/03/2023).

JAKARTA – Dalam rapat tersebut,
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti melaporkan per 31 Desember
2022, cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai 248,77 juta orang
atau 90,34% dari seluruh penduduk Indonesia. Perincian peserta adalah sebagai
berikut: PPU-S 17 persen, BP N&S 2 persen, PBI JK 39 persen, PBPU 18
persen, PD Pemda 16 persen, dan PPU-N 8 persen.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy
Wuryanto mendesak BPJS Kesehatan untuk memberikan data riil jumlah peserta
aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia mengatakan penting untuk menentukan
berapa banyak orang yang tidak lagi berpartisipasi dalam JKN untuk memahami
berapa banyak orang yang mendapat manfaat dari JKN.

Menurut data Dewan Jaminan Sosial
Nasional (DJSN) pada bulan Agustus 2022, sebanyak 16.375.266 peserta tidak
aktif di segmen PBPU atau pekerja informal, diikuti 17.268.846 peserta tidak
aktif di segmen PBI dan 8.362.471 di Badan Usaha PPU.

“Jumlah ini cukup besar dan
harus diketahui perkembangannya setidaknya sampai Maret,’ tegasnya.

Legislator dari Fraksi PDIP ini
meminta untuk meningkatkan komunikasi dan menginformasikan kepada masyarakat
yang tidak terdaftar dalam JKN, terutama mereka yang termasuk dalam program
Penerima Bukan Gaji yang iurannya ditanggung oleh pemerintah.

“Jangan sampai ketika sudah
tidak menjadi peserta PBI tidak tahu. Lalu ketika membutuhkan untuk berobat
ternyata KIS-nya tidak laku,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia meminta agar
pemberitahuan fisik atau surel dikirim ke peserta JKN yang berisiko
dinonaktifkan untuk memastikan mereka tidak ketinggalan layanan kesehatan.
Terutama yang berada di segmen PBI, yang dibayarkan oleh pemerintah. Pada
segmen ini, iuran peserta ditanggung oleh pemerintah.

 “Ini adalah masalah komunikasi. Peserta
JKN ini berhak tahu kondisi kepesertaannya,” katanya.

Prihatin

Edy mengaku prihatin atas kondisi
masyarakat miskin yang menjadi peserta segmen PBI APBN atau APBD. Tidak adanya
informasi membuat peserta tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan. Bisa jadi
saat menjadi peserta, masyarakat miskin tersebut belum menggunakan JKN. Namun
setelah sakit, dia berharap akan mendapatkan layanan kesehatan karena sudah
dibiayai pemerintah.

“Banyak dari mereka tahu
kalau tidak jadi peserta justru ketika sudah sakit,” terangnya.

Ia 
juga menyebut bahwa capaian jumlah peserta segmen PBI JK terhadap target
tidak sesuai. Untuk PBI JK targetnya 
96,8 juta jiwa dengan total penerimaan iuran Rp 48,78 triliun. Namun
pada paparan Dirut BPJS Kesehatan hanya Rp 43,64 triliun. Maka dengan data
tersebut  hanya 86,6 juta orang yang
menjadi peserta sekmen PBI JK.

“Ada 10 juta orang miskin
yang belum didaftarkan sebagai peserta JKN,” ungkapnya.

Salah satu alasan pemerintah
menonaktifkan peserta PBI adalah karena ketidaksesuaian NIK. Dijelaskan, ada
267.308 orang atau hanya 0,11 persen yang tidak sesuai NIK. Dari angka
tersebut, 203.713 orang telah dinonaktifkan.

Menurut Edy, bukan salah
masyarakat miskin yang bermasalah dengan NIK. Mungkin ada masalah sistematis
yang menyebabkan mereka tidak memiliki NIK.

Selain itu, perlu dicatat bahwa
peserta mandiri atau PBPU memiliki jumlah iuran yang paling sedikit, hanya Rp
12,31 triliun atau 91,61 persen dari target pendapatan.

Edy menduga banyak peserta yang
tidak mampu membayar iurannya. Oleh karena itu, perlu kebijakan yang mendukung
kemampuan masyarakat untuk membayar harus diberlakukan.

“Kita harus membuka peluang
agar masyarakat yang terjamin JKN ini makin luas,” pungkasnya. (ftw)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fraksi PPP Pati Tekankan Pentingnya Pengembangan SDM Holistik Berbasis Nilai Lokal

    Fraksi PPP Pati Tekankan Pentingnya Pengembangan SDM Holistik Berbasis Nilai Lokal

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 259
    • 0Komentar

    PATI – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Pati menekankan pentingnya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, adaptif, dan merata. Ketua Fraksi PPP, M. Dyan Aulia Burhanuddin, menjelaskan bahwa pendekatan holistik yang mengintegrasikan pendidikan, pelatihan, pengembangan karakter, dan pemberdayaan masyarakat sangat diperlukan. Menurut ia, sektor pendidikan harus relevan dengan kebutuhan zaman dan nilai-nilai […]

  • Kabar Gembira! Stadion Wergu Wetan Kudus Akan Direnovasi dengan Dana 60 Miliar dari Pemerintah Pusat

    Kabar Gembira! Stadion Wergu Wetan Kudus Akan Direnovasi dengan Dana 60 Miliar dari Pemerintah Pusat

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 318
    • 0Komentar

    KUDUS – Kabar baik datang bagi pecinta sepak bola di Kudus! Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, baru-baru ini mengumumkan bahwa Stadion Wergu Wetan akan segera direnovasi dengan kucuran dana sebesar 60 miliar rupiah dari Pemerintah Pusat. Dana ini akan digunakan untuk memperbaiki stadion yang menjadi markas kebanggaan tim Persiku Kudus. Plt Kepala Dinas PUPR […]

  • Wabup Risma Ardhi Chandra Pimpin Apel Siaga Bencana: Tingkatkan Koordinasi Lintas Sektor

    Wabup Risma Ardhi Chandra Pimpin Apel Siaga Bencana: Tingkatkan Koordinasi Lintas Sektor

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 715
    • 0Komentar

    PATI – Wakil Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, memimpin apel siaga bencana di Halaman Terminal Kayen pada Jumat (13/11/2025), sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Kabupaten Pati. Apel ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, relawan kemanusiaan, TNI/Polri, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat koordinasi lintas sektor […]

  • DPRD Pati Dukung Program Dokter Spesialis Keliling: Layanan Kesehatan Dekat Warga Desa

    DPRD Pati Dukung Program Dokter Spesialis Keliling: Layanan Kesehatan Dekat Warga Desa

    • calendar_month Sel, 23 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 253
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Dra. Hj. Suhartini, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Spesialis Keliling (Speling) yang diadakan di Desa Pohgading, Kecamatan Gembong. Kegiatan yang berlangsung di balai desa tersebut berhasil menarik perhatian ratusan warga yang antusias mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Balai desa yang disulap menjadi fasilitas layanan kesehatan lengkap ini […]

  • Senjata Makan Tuan, Jebakan Listrik Tikus di Margorejo Pati Dipreteli

    Senjata Makan Tuan, Jebakan Listrik Tikus di Margorejo Pati Dipreteli

    • calendar_month Sab, 19 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Kabel listrik yang digunakan untuk membuat setrum jebakan tikus diputus PATI – Jebakan tikus dengan aliran listrik yang terpasang di sawah, kerap memakan korban. Atas dasar itulah jebakan listrik yang ada di Desa Jambean Kidul Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati dipreteli, Jumat (18/1/2019). Kapolsek Margorejo AKP Endah Setianingsih menyebut, dalam waktu satu bulan dia mencatat sudah […]

  • DPRD Pati Desak Pembentukan Tim Gabungan Tangani Tambang Ilegal

    DPRD Pati Desak Pembentukan Tim Gabungan Tangani Tambang Ilegal

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 316
    • 0Komentar

    PATI  – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendesak Pemerintah Kabupaten Pati segera membentuk tim gabungan untuk mengatasi maraknya aktivitas tambang ilegal. Desakan ini disampaikan Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, usai inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi tambang di Kecamatan Sukolilo, Rabu (30/4). “Pembentukan tim gabungan harus segera direalisasikan agar penanganan tambang […]

expand_less