Breaking News
light_mode

Tetap Rendah Hati Persipa Pati Target Kita Naik Kasta

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 9 Nov 2021
  • visibility 237

“Kita sama-sama melihat apresiasi
penampilan Persipa Pati bak pesta juara. Konvoi, bernyanyi, meluapkan energi
kegembiraan yang luar biasa. Tidak heran karena hampir dua tahun suporter tak
bisa mendampingi tim secara langsung” 

PATI – Persipa Pati
memang tampil gemilang sejauh ini. Di babak grup Liga 3 Jawa Tengah, Laskar
Saridin tampil tanpa ternoda. Mengemas 10 poin hasil tiga kali kemenangan dan
sekali imbang. Menorehkan 8 gol dengan hanya kemasukan satu gol. Tim kebanggaan
warga Kota Pati itu pun lolos ke babak 10 besar dengan status juara grup.

Suatu pencapaian yang
brilian. Mengingat dalam dua musim terakhir keikutsertaan Persipa di kompetisi
Liga 3, tim ini selalu mentok di babak grup.

Tidak heran setelah
kemenangan melawan PSD Demak, Senin (8/11/2021) kemarin lini masa penuh dengan
kata-kata sukacita. Tidak sedikit yang menyebut para pemain kebanggaan mereka
sebagai pahlawan. Tapi tunggu dulu…

Mengapresiasi tidak ada
salahnya. Asal jangan overproud. Membanggakan secara berlebihan itu tak baik.
Apa saja yang berlebihan selalu tidak baik. Agama juga mengajarkan demikian.

Apalagi (mengingat)
kompetisi ini masih pagi sekali. Masih ada hamparan jalan terjal di depan
sebelum sampai garis yang didambakan, yaitu promosi ke Liga 2.

Masih ada babak 10 besar di
zona provinsi. Lalu ada babak nasional yang berisi 64 tim terbaik dari Liga 3
di provinsi-provinsi lainnya. Dari 64 tim itu hanya 8 tim terbaik yang berhak
menggenggam tiket promosi ke Liga 2.

Sikap Persipa fans
khususnya, maupun warga Pati pada umumnya yang terlalu berlebih-lebihan bukan
tidak mungkin memengaruhi mental bermain Tri Handoko dkk. Jangan sampai
apresiasi berlebihan ini membuat pemain besar kepala duluan sebelum target
tercapai. Jika terpeleset tentu akan bahaya. Bisa menimbulkan luka menyakitkan
yang sangat sulit terobati.

Psikis pemain harus tetap
terjaga. Apresiasi kerja keras para pemain secukupnya. Cukup penuhi kebutuhan
dan hak-hak mereka selayaknya. Itu adalah apresiasi terbaik. Para pemain harus
fokus menjalani pertandingan demi pertandingan bagaikan partai final.

Sekali lagi babak grup ini
memang fantastis bagi Persipa Pati. Namun perlu dicatat. Seperti kata asisten
pelatih Mukhlis usai laga melawan PSD Demak. Meskipun menang masih banyak
evaluasi yang harus dilakukan. Dalam hal taktikal menyerang, bertahan dan
transisi menyerang.

Boleh berpesta tapi tunggu
dulu sampai target itu tercapai. Target Liga 2. (Redaksi)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persijap Jepara Sedang Pincang, Butuh Kedisiplinan Tinggi Mengalahkan Persik Kediri

    Persijap Jepara Sedang Pincang, Butuh Kedisiplinan Tinggi Mengalahkan Persik Kediri

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 281
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara bakal menjamu Persik Kediri di stadion gelora bumi kartini, Sabtu (28/9). Pertandingan yang tidak akan mudah bagi Persijap Jepara untuk meraih poin penuh. Skuad Laskar Kalinyamat terbilang sedang pincang. Persijap masih belum bisa diperkuat oleh Alexis Gomez di posisi gelandang serang akibat sanksi larangan bermain usai diganjar kartu merah. Selain itu […]

  • Perburuan Pemain ke Maluku Utara Ala PSG Pati dan SPFA

    Perburuan Pemain ke Maluku Utara Ala PSG Pati dan SPFA

    • calendar_month Sab, 27 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    TERNATE – Kontestan Liga 2, PSG (Putra Safin Group) Pati dan Safin Pati Football Academy (SPFA) tengah menjalankan progam Goes to Maluku Utara. Program blusukan ini diikuti oleh CEO SPFA, Rudy Eka Priyambada dan head coach PSG Pati, Ibnu Grahan serta Direktur Teknik, Yayat Hidayat. Rencananya, program blusukan ke Maluku Utara ini berlangsung mulai Rabu […]

  • Situs Patiayam Bukti Kuat Masa Pra Sejarah di Kudus

    Situs Patiayam Bukti Kuat Masa Pra Sejarah di Kudus

    • calendar_month Kam, 4 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Patung gajah purba di depan museum purbakala Patiayam/ @ericandoko Bupati Kudus Hartopo menilai penting membuat roadmap yang jelas, langkah-langkah yang diambil dalam menyikapi situs patiayam. Hal ini mengingat temuan berbagai fosil yang sangat banyak. KUDUS – Museum Purbakala Patiayam memiliki situs purba yang terletak di Pegunungan Patiayam, Dukuh Kancilan, Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kudus. Secara […]

  • Orientasi Kenal Medan Bekali Banser Tanggap Bencana di Pati

    Orientasi Kenal Medan Bekali Banser Tanggap Bencana di Pati

    • calendar_month Sel, 11 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 234
    • 0Komentar

      Anggota Banser Pati mendapatkan pembekalan materi dalam kegiatan orientasi kenal medan di Desa Medani Cluwak Pati PATI –  Kepala Satkorcab Banser Pati Ashadi Tamyiz, menegaskan, untuk meningkatkan kemampuan fisik dan teknis anggotanya dalam bertugas, pihaknya sengaja memilih medan bera dalam kegiatan Orientasi Kenal Medan (OKM) Banser Kabupaten Pati. Hal tersebut juga berkaitan dengan persiapan […]

  • Komisi C DPRD Pati Tekankan Pentingnya Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

    Komisi C DPRD Pati Tekankan Pentingnya Pengelolaan Sampah Rumah Tangga

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.872
    • 0Komentar

    PATI – Masalah persampahan masih menjadi isu krusial yang terus mendapatkan perhatian serius, termasuk dari kalangan legislatif daerah. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Suyono. Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, salah satu aspek yang masih perlu perbaikan signifikan adalah sistem pengelolaan sampah yang bersumber dari rumah tangga. Menurutnya, penanganan […]

  • NU

    NU

    • calendar_month Sel, 2 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Dokumen facebook Meski tak punya kartu anggota Nadlatul Ulama (NU), tapi tak apa pula aku mengaku warga NU. Anggaplah NU kultural, bukan sebagai struktural. Meski pernah menerima sebuah SK Pembekuan dalam kepengurusan NU, sebutlah pemecatan, tapi tak apa pula aku tetap mengaku warga NU. NU bukan hanya yang tercatat resmi, yang tak tercatat resmi jauh […]

expand_less