Breaking News
light_mode

Senangi Dulu Gurunya, Baru Pelajaraanya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 4 Feb 2018
  • visibility 225


DOKUMEN PRIBADI

Dari generasi ke
generasi, Matematika dipahami sebagai mata pelajaran (mapel) yang amat sulit.
Tak jarang, banyak siswa yang membenci pelajaran tentang angka-angka ini. Untuk
itulah Budi Ambarwati, guru Matematika kelas IX SMPN 5 Pati ini mencari jurus
jitu.
Ambar, sapaan akrabnya
memahami, pelajaran yang diampunya memang sulit. Dia harus benar-benar telaten
untuk menjadikan anak didiknya bisa. ”Dari situ saya terpikir, ada sebuah
rantai yang tak boleh putus. Untuk bisa, anak mesti senang dengan mata
pelajarannya, untuk senang dengan mapel itu, dia terlebih dulu mesti menyenangi
gurunya,” kata perempuan yang juga menjadi wakil kepala sekolah ini.
Maka dari situ Ambar
mulai menerapkan cara bagaimana dia disukai anak didiknya, supaya nanti anak
didik menjadi suka dengan pelajarannya, dan pada akhirnya anak bisa paham dengan
pelajaran yang disampaikan.
Dalam pembelajaran di
kelas, Ambar tidak menenkankan sejauh mana materi sudah terlampaui. ”Kadang
saya memang tertinggal. Karena saya memang menekankan supaya anak memang
benar-benar bisa. Jadi saya ajari pelan-pelan, saya telateni,” imbuh ibu dua
anak ini.
Selain itu, Ambar punya
cara unik dalam mengajar anak didiknya. Ambar menugasi anak didiknya untuk
meresume semua rumus-rumus yang dipelajari sejak kelas VII hingga kelas VIII.
”Saya wajibkan itu,
supaya mereka ingat kembali, dan mengingat dengan cara menulis rumus-rumus itu
saya kira cukup efektif,” imbuh Ambar.
Hal itu dilakukan untuk
menyongsong saat ujian kelak. Soal ujian terdiri dari kelas VII, VIII, dan juga
IX. ”Maka itu menjadi cara agar anak nanti dapat mengerjakan dengan baik setiap
soal yang disajikan,” papar perempuan yang juga aktif di PKK RT 6 RW 4 Desa
Winong Kecamatan Kota ini. (lil) 
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sampah plastik menumpuk di pinggir jalan 

    Potensi Kerusakan Lingkungan di Masa Depan Akibat Sampah Plastik

    • calendar_month Kam, 27 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 268
    • 0Komentar

    Sampah plastik menumpuk di pinggir jalan      Sampah plastik telah menjadi salah satu masalah lingkungan terbesar di dunia saat ini. Setiap tahun, jutaan ton sampah plastik dibuang ke lingkungan, termasuk lautan dan sungai, yang menyebabkan dampak negatif yang luas terhadap ekosistem alami dan kesehatan manusia. Jika tidak ditangani dengan serius, ada potensi kerusakan lingkungan […]

  • Kolak Sajian Berbuka yang Lengkap dan Islami

    Kolak Sajian Berbuka yang Lengkap dan Islami

    • calendar_month Kam, 15 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 257
    • 0Komentar

      selerarasa.com Siapa tidak tahu kolak. Kuliner khas Ramadan ini begitu melekat bagi kaum muslim di Indonesia. Menu kolak bahkan menjadi sajian wajib saat berbuka puasa. Rasanya yang manis dan segar membuat tenggorokan dan perut seperti dimanjakan dalam satu sendok kolak. Kolak yang paling populer adalah kolak pisang. Namun seiring waktu kolak berkembang lebih beragam. […]

  • Baliho Prabowo Subianto petugas rakyat bertebaran di wilayah Pantura Pati 

    Di Kandang Banteng Loyalis Prabowo Pati Targetkan Raup Suara 55 Persen

    • calendar_month Sel, 13 Jun 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 268
    • 0Komentar

      Baliho Prabowo Subianto petugas rakyat bertebaran di wilayah Pantura Pati Pada Pilpres 2024 nanti, kelompok relawan Loyalis Prabowo Pati (LPP) menargetkan Prabowo Subianto bisa meraup suara lebih dari 55 persen di Kabupaten Pati. Padahal Pati adalah kandang banteng alias PDI Perjuangan. Optimisme itu karena LPP didukung sejumlah kalangan termasuk “jebolan” PDI Perjuangan. PATI – […]

  • Kirab Bwee Gee Kudus: Harmoni Budaya Tionghoa yang Menyatukan Masyarakat Lintas Etnis

    Kirab Bwee Gee Kudus: Harmoni Budaya Tionghoa yang Menyatukan Masyarakat Lintas Etnis

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.892
    • 0Komentar

    KUDUS – Di Kudus, komunitas Tionghoa telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial-budaya daerah. Sebagai ungkapan rasa syukur kepada dewa bumi menjelang Imlek, mereka menyelenggarakan tradisi kirab Bwee Gee yang penuh makna. Rangkaian acara dimulai pada Sabtu, 31 Januari 2026, dengan ritual mandi minyak obat dan ibadah di Tempat Ibadah Tri Dharma Hok […]

  • DPRD Pati Dorong Sinergi Petani dan Industri Makanan Ringan

    DPRD Pati Dorong Sinergi Petani dan Industri Makanan Ringan

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 305
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mendorong kerja sama yang erat antara petani lokal dan industri makanan ringan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan perekonomian daerah. Ketua Komisi B DPRD Pati, Muslihan, mengungkapkan pentingnya sinergi ini, khususnya dalam menyerap hasil panen petani. “Kami berharap petani dan pelaku industri bisa bekerja sama,” ujarnya. “Petani […]

  • Simbolik Sujud : Membentuk Pribadi Rendah Hati

    Simbolik Sujud : Membentuk Pribadi Rendah Hati

    • calendar_month Sel, 16 Jul 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

    Suluk Maleman Juli 2019 Habib Anis Sholeh Baasyin mengajak jamaah Suluk Maleman mendalami peristiwa sujud dalam ibadah salat. Pemaknaan sujud, tidak hanya terbatas pada gerakan simbolik. Akan tetapi sebuah upaya membentuk pribadi yang rendah hati. Sujud, kata Habib Anis, justru membawa pesan yang dalam. Pesan itu adalah sebuah ungkapan menyerahkan total kepada Allah. ”Gerakan sujud […]

expand_less