Breaking News
light_mode

Jadi Pembaca yang Bertanggung Jawab, dengan Menulis Resensi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 5 Feb 2018
  • visibility 217


Al Mahfud, Peresensi
buku

DOKUMEN PRIBADI

Keseharian
Al Mahfud banyak dihabiskan dengan membaca buku. Tak sekdar membaca sambil
lalu, dia membaca dengan serius. Kemudian menuangkan bacaan itu menjadi resensi,
dan dia kirimkan ke media penyedia rubrik resensi di penjuru negeri.  
Beragam judul buku
menumpuk di sebuah meja kayu. Mulai buku fiksi hingga non fiksi. Di rumahnya
itu Al Mahfud mengisi kesehariannya dengan menulis dan membaca buku. Ada
mungkin ratusan buku dengan ketebalan bervariasi.
Tapi dari ratusan buku
yang menumpuk itu, Al Mahfud tak banyak merogoh koceknya. Buku-buku itu dikirim
dari penerbit yang merasakan servis pria lajang kelahiran Pati, 9 Maret 1992
ini.
”Ya kebanyakan, bahkan
mayoritas koleksi saya hasil kiriman dari penerbit yang sebelumnya buku dari
penerbit itu saya resensi dan tayang di media,” kata Al Mahfud.
Itu menjadi salah satu
enaknya menjadi peresensi buku. Bisa dapat kiriman buku dari penerbit, juga
kadang, dan lebih sering dapat honor dari media. Aktivitas ini sudah lama dia
tekuni. Kurang lebih sekitar 2014, saat mas akhir kuliah.
”Awalnya coba-coba
kirim, lalu banyak kemuat di beberapa media. Baik lokal di Jawa Tengah hingga
media nasional dan juga lokal di luar Jawa,” kata alumni S1 Tarbiyah/PAI STAIN
Kudus ini.
 Bagi Al Mahfud, selain mendapat sejumlah
reward itu, ada yang masih penting untuk dirinya. Dimana menulis resensi buku
menjadikan dirinya sebagai pembaca yang bertanggung jawab.
”Memang sangat berbeda
jika hanya membaca seperti biasa. Kalau kita membaca dengan anagan-angan akan
menuangkan hasil bacaan itu menjadi resensi, kita pasti akan serius membaca.
Memahami kalimat demi kalimat yang disajikan. Dan tentu pemahaman kita akan
lebih terstruktur kalau dituangkan lewat tulisan resensi,” jelas pria yang
aktif di kajian diskusi Paradigma Institute (Parist) Kudus ini.
Soal menulis resensi,
bagi pria yang juga menggemari dunia sastra ini, tidak ada kata gampang dan
tidak gampang. Baginya menulis resensi itu soal gairah. Sreg atau kurang sreg
dengan judul buku yang ada.
”Untuk itu harus ada
kegairahan dalam menuliskan resensi. Makanya, tiap resensi saya tayang di
media, saya pesan buku-buku yang sesuai selera,” kata pria yang juga pernah
menyabet Juara Cerpen Nasional yang diadakan Forum Pemuda Bangun Negeri pada
2014 lalu dengan cerpennya yang berjudul Puteri Bunga.
Al mahfud selalu
memilih buku-buku tentang sosial. Seperti bbuku-buku biografi. Dia juga
menggemari fiksi, dan juga buku-buku soal sejarah. Baiknya, para penerbit yang
menjadi langganan Al Mahfud selalu mengabulkan itu.
Buku-buku yang sesuai
seleranya itu makin hari, memang makin menjejali rumahnya yang berada di pedesaan
Kota Nasi Gandul. Sebab produktivitas kepenulisannya memang patut diacungi
jempol.
Dia sering memanfaatkan
waktu pagi menjadi saat yang tepat untuk menulis. Pagi setelah subuh bagi Al
Mahfud menjadi momentum tepat untuk mempertanggungjawabkan hasil bacaannya itu.
”Kalau masih pagi, otak
masih segar. Enak buat nulis. Dan kebanyakan saya menulis ya memang di waktu
pagi seperti ini,” papar penggila talkshow Mata Najwa sejak di stasiun tv lama
hingga berpindah ke stasiun tv baru ini. (Nur Khasan)
   
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Perempuan Asal Tanjungsekar Pucakwangi Lolos dari Percobaan Perampokan

    Cerita Perempuan Asal Tanjungsekar Pucakwangi Lolos dari Percobaan Perampokan

    • calendar_month Sab, 2 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 237
    • 0Komentar

      Ilustrasi freepik.com SPW seorang perempuan berusia 19 tahun beruntung berhasil lolos dari percobaan perampokan dan perkosaan yang dialaminya di Jalan Sokopuluhan – Winong pada Jumat (1/7/2022) petang. PATI – Lokasi kejadian berada di Jalan Sokopuluhan-Winong, sebelah barat makam Dukuh Dayu, Desa Tanjungsekar, Kecamatan Pucakwangi. Dari kronologi kejadian, perbuatan pelaku yang belum diketahui identitasnya ini […]

  • Kecelakaan Maut di Pati: Bus Tabrak Pick Up, Satu Orang Tewas

    Kecelakaan Maut di Pati: Bus Tabrak Pick Up, Satu Orang Tewas

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 189
    • 0Komentar

    PATI – Sebuah kecelakaan maut terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Pati, tepatnya di perempatan Lampu Lalu-Lintas Tanjang, Desa Tanjang, Kecamatan Gabus, pada Selasa pagi (20/8/2024) sekitar pukul 09.30 WIB. Peristiwa nahas ini melibatkan sebuah bus Jaya Utama Indo trayek Surabaya-Semarang dengan nomor polisi L 7004 UD dan sebuah mobil Pick Up Carry berpelat nomor […]

  • Cerita Dibalik Logo Hari Santri 2021 Kementerian Agama Republik Indonesia

    Cerita Dibalik Logo Hari Santri 2021 Kementerian Agama Republik Indonesia

    • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 210
    • 0Komentar

    Logo Hari Santri 2021 dari Kementerian Agama terlihat simpel. Namun filosinya cukup dalam. Kreatornya adalah seorang santri tulen asal Desa Cebolek, Kecamatan Margoyoso. Semalaman dia menggarap proyek dadakan itu. PATI – Kementerian Agama resmi meluncurkan logo peringatan Hari Santri tahun 2021. Adalah M. Shofa Ulul Azmi, pria kelahiran Pati, 27 Juni 1992 ini yang menciptakan […]

  • DPRD Pati Catat Poin Penting dalam Pembahasan RPJMD 2025-2029

    DPRD Pati Catat Poin Penting dalam Pembahasan RPJMD 2025-2029

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 204
    • 0Komentar

    PATI – Fraksi Gerindra DPRD Pati menyampaikan sejumlah catatan penting terkait Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pati Tahun 2025-2029. Hal ini disampaikan setelah mendengarkan penjelasan Bupati Pati terkait Raperda tersebut. Menurut Yeti Kristianti, anggota DPRD Pati Fraksi Partai Gerindra, RPJMD harus menjadi instrumen teknis yang efektif mewujudkan kesejahteraan […]

  • Warga Ucapkan Terima Kasih, DPRD Pati Minta Semua Ijazah di SMPN 1 Tayu Diserahkan ke Pemiliknya

    Warga Ucapkan Terima Kasih, DPRD Pati Minta Semua Ijazah di SMPN 1 Tayu Diserahkan ke Pemiliknya

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.941
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Teguh Bandang Waluyo mengungkapkan bahwa beberapa warga, termasuk mantan wali murid SMPN 1 Tayu, datang ke kantor untuk menyampaikan ucapan terima kasih atas kinerja DPRD dalam melakukan kegiatan sidak terkait permasalahan ijazah di sekolah. Kegiatan sidak tersebut telah memberikan hasil nyata, di mana para siswa atau mantan […]

  • Tahun Ketiga Bupati Marzuqi Fokus Bangun SDM Jepara

    Tahun Ketiga Bupati Marzuqi Fokus Bangun SDM Jepara

    • calendar_month Sel, 16 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Di tahun ketiga pemerintahannya bersama Wakil Bupati Dian Kristiandi, Bupati Ahmad Marzuqi ingin memfokuskan pembangunan di bidang sumber daya manusia (SDM). Bupati ingin SDM Jepara berdaya saing tinggi. Pembangunan SDM tersebut sekaligus sebagai optimalisasi pembangunan infrastruktur pariwisata yang telah digalakkan sebelumnya. ”Terkait pembangunan di Jepara, bidang infrastruktur dan pariwisata menjadi program prioritas di tahun kedua […]

expand_less