Breaking News
light_mode

Pelatih dan Striker Baru, Menanti Ledakan PSG Pati

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 17 Okt 2021
  • visibility 218

 

Osas Saha setelah resmi dikontrak PSG Pati belum lama ini.

Jangan buru-buru nyinyirin PSG Pati. Tim
ini bisa saja meledak dan bablas menjadi juara Liga 2, setelah perombakan di
jajaran pelatih dan penambahan pemain di berbagai lini.

SOLO – Jangan anggap
remeh tim Kasih Keras ini. Meskipun di awal babak belur, PSG Pati terus
menunjukkan tren positif di setiap laga yang dijalaninya di grup C Liga 2.
Paling tidak sampai match ketiga melawan Persijap Jepara kemarin, tim ini patut
diwaspadai kebangkitannya.

Bukan tidak mungkin di laga
keempat dan seterusnya performa tim ini bakal meledak menghajar lawan-lawannya
dan bablas promosi ke Liga 1 seperti target bos mereka Atta Halilintar dan
Putra Siregar.

PSG Pati ibarat sebuah
mesin disel yang akan terus memanas dan semakin kuat sampai di laga puncak.
Apalagi saat ini  tim sedang dalam
perombakan besar. Jajaran pelatih diganti semua. Ibnu Grahan yang dianggap
gagal diganti Joko Susilo yang baru saja didepak oleh Persik Kediri di Liga 1
(tentu karena hasil buruk).

Untuk diketahui di match
pertama PSG Pati dihajar Persis Solo 2-0 tanpa balas. Di match kedua dihajar
PSCS Cilacap 2-1. Dan di match ketiga berhasil mencuri poin pertama setelah
menahan imbang Persijap Jepara dengan sangat dramatis dan hanya melakukan
perlawanan dengan sembilan pemain saja. 
Tentu ini sebuah tren yang baik. PSG Pati menunjukkan peningkatan
permainan di setiap laga.

Saat ini menyongsong match
keempat menghadapi PSIM Yogyakarta, tim mendapat tambahan amunisi dua pemain di
lini pertahanan dan lini serang. Mereka adalah Junda Irawan, Mardiono, juga striker
naturalisasi Osas Saha.

Ditambah juru taktik
pengalaman Joko Susilo, tentu kekuatan klub yang telah diubah menjadi AHHA PS
Pati ini patut diwaspadai.

Juga siap menjawab cemoohan
dari netizen yang mendoakan tim ini bakal degradasi ke Liga 3. Mengingat sampai
saat ini PSG Pati masih di posisi buncit. Apalagi di laga melawan Persijap
Jepara kemarin aksi tidak terpuji kembali diperlihatkan dua pemain PSG Pati
hingga berbuah kartu merah. Bisa jadi cemoohan demi cemoohan bakal menjadi
cambuk para pemain untuk bangkit dan menyapu habis sisa 7 pertandingan untuk
membungkam mulut netizen yang nyinyir. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Arti Kridaning Panembah Gebyaring Bumi Bagi Kabupaten Pati

    Arti Kridaning Panembah Gebyaring Bumi Bagi Kabupaten Pati

    • calendar_month Sab, 7 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Suryasengkala Kridaning Panembah Gebyaring Bumi yang ada di Alun-Alun Simpang Lima Pati @patiem_     PATI – Hari jadi Kabupaten Pati ditandai dengan suryasengkala Kridaning Panembah Gembyaring Bumi. Suryasengkala ini diabadikan dalam sebuah monumen di Alun-alun Simpang Lima Pati di sisi selatan. Kridaning Panembah Gebyaring mempunyai arti yang sangat bermakna bagi masyarakat kabupaten berjuluk Bumi Mina […]

  • Daftar Potensi Kerugian Indonesia jika Batal Gelar Piala Dunia U-20

    Daftar Potensi Kerugian Indonesia jika Batal Gelar Piala Dunia U-20

    • calendar_month Sen, 27 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Stadion Manahan Solo akan menjadi venue Piala Dunia U-20 2023 JAKARTA – Bola panas menggelinding. Indonesia terancam gagal menggelar Piala Dunia U-20 2023. Sejumlah pihak terang-terangan menolak kedatangan timnas Israel yang berhak berlaga dalam piala dunia usia muda tersebut. Bahkan sejumlah tokoh sudah terang-terangan menolak, seperti Gubernur Bali I wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah […]

  • DPRD Pati Dorong Pengisian Kekosongan Perangkat Desa untuk Tingkatkan Pelayanan 

    DPRD Pati Dorong Pengisian Kekosongan Perangkat Desa untuk Tingkatkan Pelayanan 

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 209
    • 0Komentar

    PATI – Kekosongan ratusan formasi perangkat desa (perades) di Kabupaten Pati menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Pasalnya, kondisi ini dinilai dapat mengganggu efektivitas pelayanan kepada masyarakat. Menurut data yang ada, saat ini terdapat 601 formasi perades yang kosong di Kabupaten Pati. Rinciannya, 86 formasi sekretaris desa dan 515 formasi perangkat desa […]

  • Komisi B DPRD Pati Usulkan Anggaran Khusus Dukung Petani Milenial

    Komisi B DPRD Pati Usulkan Anggaran Khusus Dukung Petani Milenial

    • calendar_month Ming, 19 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.564
    • 0Komentar

    PATI – Upaya untuk memberdayakan generasi muda di sektor pertanian terus didorong. Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati kini mengajukan usulan anggaran kegiatan kepada Dinas Pertanian setempat, khususnya untuk program pelatihan dan pendampingan petani milenial. Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menegaskan komitmen pihaknya untuk memperkuat peran petani milenial. Menurutnya, regenerasi […]

  • Penurunan Kemiskinan di Jawa Tengah: BPS Catat 29.65 Ribu Jiwa Lepas dari Kemiskinan

    Penurunan Kemiskinan di Jawa Tengah: BPS Catat 29.65 Ribu Jiwa Lepas dari Kemiskinan

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 169
    • 0Komentar

    SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat penurunan jumlah penduduk miskin pada Maret 2025. Angka kemiskinan turun menjadi 9,48 persen (3,367 juta jiwa), berkurang 0,10 persen poin dibandingkan September 2024 (9,58 persen atau 3,40 juta jiwa). Penurunan ini setara dengan 29.65 ribu orang. Kepala BPS Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, menjelaskan beberapa faktor […]

  • Produksi Ikan Tangkap Pati Meningkat, DPRD Dorong Kerjasama dengan Sukoharjo

    Produksi Ikan Tangkap Pati Meningkat, DPRD Dorong Kerjasama dengan Sukoharjo

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 159
    • 0Komentar

    PATI – Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kembali membuktikan diri sebagai salah satu daerah penghasil ikan tangkap terbesar di Indonesia. Data tahun 2024 menunjukkan produksi ikan tangkap di Kabupaten Pati mencapai angka fantastis: 88.512.826 kilogram. Angka ini menunjukkan peningkatan produksi dari tahun-tahun sebelumnya. Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Kalau […]

expand_less