Breaking News
light_mode

Membaca Mushaf Nusantara, Jejak, Ragam, dan Para Penjaganya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 7 Jul 2021
  • visibility 227

 

Buku Mushaf Nusantara

Sebuah buku tentang mushaf Alquran diterbitkan oleh santri
asal Desa Lahar Kecamatan Tlogowungu, Pati. Buku bagus ini memuat jejak, ragam,
dan para penjaganya di Nusantara.

BUKU Mushaf Nusantara ini
merupakan buku  yang pertama kali
diterbitkan Zainal Abidin Sueb. Zainal terinspirasi menulis dari sosok Zainul
Milal Bizawie, penulis yang kenal produktif menelurkan buku tentang isu-isu
Islam Nusantara yang berasal dari Kajen, Pati.

Zainal mulai menulis buku ini
sejak habis lebaran tahun 2020 lalu. Saat itu, ia tergabung sebagai penulis
kontributor di tafsiralquran.id, salah satu website keislaman yang fokus
menggali khazanah tafsir dan Al-Qur’an dengan spirit keindonesiaan.

Zainal bersyukur karena
dibebaskan oleh Pemimpin Redaksinya untuk menulis apapun yang berkaitan dengan
Mushaf Al-Qur’an di Nusantara. Atas kesempatan itulah, akhirnya ia mulai
menyusun dan merangkai berbagai tulisan yang sudah terbit baik di
tafsiralquran.id, jurnal, hingga ringkasan dari penelitian strata satunya di
UIN Syarif Hidayatullah, menjadi satu buku dengan tebal xviii+254 halaman.

Zainal menekankan, meski terdapat
istilah ilmiah yang bersinggungan dengan ulumul Qur’an dan ilmu pernaskahan
kuno (filologi), namun bukunya ditulis dengan bahasa yang ringan dan sederhana.

“Buku ini saya ibaratkan
sebagai pengantar untuk memasuki rimbunnya khazanah Mushaf Nusantara,”
kata dia.

Buku ini mencakup tiga bagian,
pertama dinamai dengan Ragam Bacaan dan Penulisan. Bagian kedua membahas Jejak
dan Khazanah Mushaf di Nusantara. Kemudian bagian ketiga tentang Para Penjaga
Mushaf Nusantara.

Bagian pertama, Zainal ingin
memperkenalkan istilah-istilah dalam ulumul Qur’an yang berkaitan dengan bacaan
dan penulisan Al-Qur’an. Ia pun menyoroti beberapa istilah yang ada di
masyarakat, namun berpotensi disalahpahami dalam mushaf Al-Qur’an.

“Misalnya tentang hizb.
Masyarakat muslim pada umumnya tahu bahwa hizb ini wirid. Namun istilah ini
dalam Mushaf Al-Qur’an dimaknai sebagai pembagian. Jadi, istilah hizb dalam
mushaf ini merupakan bagian dari ijtihad ulama untuk memudahkan para pembaca
dan penghafal Al-Qur’an agar bisa mengkhatamkan dalam waktu 60 hari atau 2
bulan,” terang dia.

Bagian kedua, Zainal ingin
menampilkan berbagai mushaf-mushaf yang beragam bentuknya sejak dahulu kala.

“Di sini saya tampilkan
banyak mushaf ya, ada mushaf dengan keterangan pegon Jawa dan kini ada di
Rotterdam Belanda, ada juga mushaf yang dianggap garapan Pangeran Diponegoro,
hingga Mushaf Pusaka yang diinisiasi Soekarno,” jelas dia.

Sementara bagian ketiga berisi
para penjaga mushaf Nusantara. Ia menyebutkan beberapa instansi dan perorangan
yang berperan penting atas kelestarian Mushaf Nusantara, seperti Lajnah
Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, peneliti Ali Akbar, hingga para penulis
Mushaf  Menara Kudus Jawa Tengah.

Atas lahirnya buku ini, Zainal
ingin menyampaikan bahwa Mushaf Al-Qur’an di dunia ini memiliki keunikan
tersendiri, termasuk di Nusantara. Tentu sisi keunikan ini pada tataran
ijtihadiyah para ulama, seperti penggunaan kaligrafi hingga hiasannya.

Ia juga berupaya untuk
mengenalkan tradisi intelektual dari perspektif milenial. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dana Desa di Pati Tahun 2025: Rp 380 Miliar untuk 401 Desa

    Dana Desa di Pati Tahun 2025: Rp 380 Miliar untuk 401 Desa

    • calendar_month Rab, 8 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 287
    • 0Komentar

    PATI – Kabupaten Pati akan menerima alokasi Dana Desa (DD) sebesar Rp 380 miliar pada tahun 2025 dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun, distribusi dana tersebut menunjukkan disparitas yang signifikan antara desa-desa penerima. Desa Pasucen di Kecamatan Trangkil menjadi penerima DD tertinggi dengan anggaran mencapai Rp 1.870.060.000, terdiri dari alokasi dasar Rp 741.136.000, alokasi formula Rp […]

  • Seniman Teater Pati Angkat Cerita Roro Mendut ke Film

    Seniman Teater Pati Angkat Cerita Roro Mendut ke Film

    • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 293
    • 0Komentar

      Proses pengambilan adegan untuk film Roro Mendut yang dilakukan oleh seniman teater di hutan jati Regaloh. Film “Bara” digarap dengan apik oleh sekelompok seniman teater di Kota Pati. Film ini diangkat dari cerita rakyat. Yaitu kisah Roro Mendut. Seorang perempuan jelita yang tidak mau tunduk terhadap Tumenggung Wiraguna untuk dinikahi. PATI – Sosok perempuan […]

  • Kaos Bertuliskan Dialek Khas Pati Menjadi Favorit Pemudik Sebagai Oleh-oleh

    Kaos Bertuliskan Dialek Khas Pati Menjadi Favorit Pemudik Sebagai Oleh-oleh

    • calendar_month Sel, 16 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 214
    • 0Komentar

    PATI – Kaos dengan tulisan dialek khas Pati menjadi favorit para pengunjung yang datang ke Kota Mina Tani. Terutama saat musim mudik, kaos ini menjadi pilihan utama para pemudik untuk dijadikan oleh-oleh saat kembali ke tempat asal mereka. Fatmi Nurjanah, pemilik Pati Oblong, sebuah toko kaos di Pati, mengatakan, saat musim Lebaran banyak pemudik yang […]

  • Waspada Cuaca Ekstrem, Anggota DPRD Pati Imbau Nelayan Tak Paksa Diri Melaut

    Waspada Cuaca Ekstrem, Anggota DPRD Pati Imbau Nelayan Tak Paksa Diri Melaut

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 188
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Mukit, mengimbau nelayan setempat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melaut. Perubahan cuaca yang tiba-tiba dan ekstrem saat ini dinilai membahayakan keselamatan para nelayan. “Saat ini cuaca sedang ada perubahan secara tiba-tiba, tentu ini perubahan cuaca yang membahayakan bagi para nelayan saat melaut,” ujar politisi Partai Demokrat […]

  • DPRD Pati Dorong Kemudahan Akses Pupuk Subsidi bagi Petani

    DPRD Pati Dorong Kemudahan Akses Pupuk Subsidi bagi Petani

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 275
    • 0Komentar

    PATI  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati tengah melakukan pendataan alokasi pupuk subsidi untuk tahun 2026, yang dimulai sejak 22 September 2025 hingga 25 Oktober 2025. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Pati, Hardi, menekankan pentingnya ketersediaan pupuk bagi petani. “Ketersediaan pupuk sangat penting bagi pertumbuhan tanaman itu sendiri, yang berkaitan langsung dengan potensi panen para […]

  • Jadi Perhatian Karang Taruna Lahar, Inilah Bahaya Penyakit TBC

    Jadi Perhatian Karang Taruna Lahar, Inilah Bahaya Penyakit TBC

    • calendar_month Rab, 30 Mar 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Kegiatan sarasehan tentang penyakit TBC di Desa Lahar Kecamatan Tlogowungu Pati Program Indonesia Bebas TBC 2050 mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Hal ini seperti yang ditunjukkan oleh Karang Taruna Desa Lahar Kecamatan Tlogowungu, Pati. Mereka antusias mengikuti sarasehan pencegahan dan penanganan penyakit menular tersebut. PATI – Karang Taruna Mandala Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, Pati, menggelar […]

expand_less