Breaking News
light_mode

Anti Rayap Ramah Lingkungan dari SMPN 3 Pati dapat Juara Internasional

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
  • visibility 259

 

Anggota tim sains project mendapat penghargaan dari Kepala SMPN 3 Pati Rukayah

PATI – Tim sains
project SMP Negeri 3 Pati berhasil menorehkan prestasi membanggakan, dengan
meraih juara di ajang bergengsi World Invention Creativity Olympic (WICO).
Inovasi anti rayap dari  limbah kulit
randu dan tembakau mengantarkan mereka menjadi yang terbaik.

Tim dari SMP N 3 Pati itu
terdiri dari Fernandito Akbar K, Fatih Adianta Hutomo, Meitri Ayuisyari, Fiqy
Trisa Insani, dan Brenda Dwi Artika.

Dalam ajang tersebut,
projek sains yang mereka tunjukkan berjudul “The Utilization of Tobacco Leaves and
Kapok Shell Ash For Producing anti Termite Biopesticide as the Friendly
Environmental Wood Protector” atau biopestisida anti rayap tanah dari filtrat
tembakau dan ekstrak limbah kulit randu untuk melindungi kayu pada bangunan
dari serangan rayap tanah.

Ketua projek sains
Fernandito Akbar mengatakan, karya itu berhasil usai melakukan eksperimen
selama tujuh bulan terakhir ini. Meskipun dalam proses penelitian terdapat
kendala pada alat yang memang masih minim.

“Kami terinspirasi melihat
banyaknya limbah kulit randu yang tak terpakai di Desa Karaban, Kecamatan
Gabus. Bila biasanya kulit randu hanya dibuang begitu saja, ternyata ini bisa
menjadi bernilai ekonomi yang baik jika diolah menjadi anti rayap. Kandungan
alkaloid sangat baik untuk melindungi kayu,” jelasnya kepada Lingkar Muria.

Sementara, Kepala SMP N 3
Pati Rukayah mengaku bangga atas keberhasilan para peserta didik dan guru
pembimbingnya. Meski baru pertama kali tampil, langsung berhasil meraih juara
setelah menyisihkan ratusan peserta dari 24 negara. Negara peserta antara lain
dari Amerika, Jepang dan Singapore.

“Kami menjadi satu-satunya
tingkat SMP yang ikut sementara rivalnya banyak juga dari tingkat SMA dan
perguruan tinggi,” imbuhnya.

Koordinator guru pembimbing
Mohamad Rauf menambahkan, temuan biopestisida anti rayap itu dikatakannya ramah
lingkungan, lantaran dibuat tanpa bahan kimia apapun.

“Semua bahannya dari
tumbuh-tumbuhan jadinya tidak membahayakan bagi kesehatan,” pungkasnya. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMPN 1 Tayu Setuju Batalkan Wisata Bali, Komisi D Akan Sosialisasi Langsung ke Seluruh Wali Murid

    SMPN 1 Tayu Setuju Batalkan Wisata Bali, Komisi D Akan Sosialisasi Langsung ke Seluruh Wali Murid

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.441
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, mengagendakan pertemuan khusus dengan seluruh wali murid SMP Negeri 1 Tayu pada pekan depan. Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari hasil audiensi terkait polemik rencana kegiatan wisata ke Bali yang sempat memicu keberatan. Dalam rapat yang digelar sebelumnya, pihak sekolah telah menyatakan kesediaannya […]

  • Perisai Demokrasi Bangsa: ASN Harus Bebas dari Pengaruh Politik di Pilkada 2024

    Perisai Demokrasi Bangsa: ASN Harus Bebas dari Pengaruh Politik di Pilkada 2024

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 252
    • 0Komentar

    PATI – Polemik terkait netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pilkada 2024 kembali mencuat di Kabupaten Pati. Ketiga ASN yang diketahui berfoto dengan salah satu pasangan calon bupati-wakil bupati Pati tengah menjadi sorotan publik dan menuai kecaman dari berbagai pihak. M. Rikza Hasballa, Ketua Pemantau Pemilihan Perisai Demokrasi Bangsa (PDB), menyatakan keprihatinannya atas dugaan pelanggaran […]

  • Aparat Mengintimidasi, Darurat Keadilan untuk Warga Wadas

    Aparat Mengintimidasi, Darurat Keadilan untuk Warga Wadas

    • calendar_month Rab, 9 Feb 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 266
    • 0Komentar

      Sejumlah aktivis melakukan solidaritas untuk warga Wadas Purworejo yang mengalami ketidakadilan Apa yang dialami warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo memantik emosi publik. Kesadaran akan keadilan bagi rakyat di negaranya sendiri. PURWOREJO – LBH Ansor siap mengawal warga Desa Wadas. Hal ini menyikapi sweeping, penangkapan, dan penahanan warga oleh aparat penegak hukum, LBH […]

  • Pemuda Pancasila Blora Tolak Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Netizen Geram

    Pemuda Pancasila Blora Tolak Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Netizen Geram

    • calendar_month Rab, 5 Feb 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 294
    • 0Komentar

    BLORA – Rencana pemberian nama jalan untuk memperingati seabad Pramoedya Ananta Toer (6-8 Februari 2025) di Blora mendapat penolakan keras dari Pemuda Pancasila (PP) Blora. Alasan penolakan tersebut karena Pram, sapaan akrab Pramoedya, dianggap sebagai tokoh radikal kiri. Surat edaran penolakan tersebut beredar di grup WhatsApp warga Blora pada Selasa (4/2/2025) dan langsung memicu reaksi […]

  • ‎71 Tahun Persijap Jepara, Waktunya Naik Kelas

    ‎71 Tahun Persijap Jepara, Waktunya Naik Kelas

    • calendar_month Sab, 12 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 276
    • 0Komentar

    ‎OLAHRAGA -‎ ‎Persijap Jepara menapak usia ke-71 tahun pada Jumat 11 April 2025. Persijap berdiri pada tahun 1954. ‎Persijap Jepara memang bukan tim besar di sepak bola Indonesia. Belum bisa bersanding dengan tim-tim seperti Persija Jakarta, Persebaya, PSIS Semarang, Persis Solo atau Persib Bandung. ‎Laskar Kalinyamat belum pernah meraih juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia. […]

  • Tanggul Jebol, Dua Desa di Batangan Pati Terendam Banjir: 700 Rumah Warga Terdampak

    Tanggul Jebol, Dua Desa di Batangan Pati Terendam Banjir: 700 Rumah Warga Terdampak

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 400
    • 0Komentar

    PATI – Hujan deras yang mengguyur selama tiga hari berturut-turut mengakibatkan banjir di dua desa di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Akibatnya, sekitar 700 rumah warga di Desa Ketitangwetan dan Desa Raci terendam air setelah dua titik tanggul Sungai Widodaren jebol karena tak mampu menampung debit air yang tinggi. Banjir melanda Desa Ketitangwetan pada […]

expand_less