Breaking News
light_mode

Perlu Diketahui, Nginap di Masjid Wajib Lapor

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 7 Jun 2018
  • visibility 265

PATI – Upaya pencegahan menjadi agenda penting dalam hal penanganan terorisme. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pati. Aksi terorisme yang belakangan ramai, menjadikan
kewaspadaan di Bumi Mina Tani
Hingga akhirnya Bupati Haryanto
pun mengeluarkan surat edaran jika ada orang dari luar daerah yang menginap di
suatu tempat harus lapor. Termasuk saat menginap di masjid.
Surat edaran tersebut kaitannya
dengan keamanan dan ketentraman masyarakat dari pengaruh paham radikalisme dan
intoleransi. Hal itu dilakukan untuk kewaspadaan dan antisipasi terhadap
hal-hal yang tidak diinginkan.
Seperti diketahui, belakangan masjid kerap menjadi sasaran penyemaian bibit-bibit ajaran radikal dan intoleran. Hal tersebut harus menjadi kewaspadaan.
”Bagi orang yang menginap di masjid
lebih dari semalam, diwajibkan untuk laporan kepada pihak yang berwenang di
tempat tersebut. Harus digalakkan yang punya wewenang dan bertanggung jawab di
lingkungan masing-masing juga harus pro aktif,” ungkap Bupati Haryanto.
Lanjut bupati, sekarang ini kondisinya
berbeda. Niat bagus pakaian bagus, namun punya tujuan lain, siapa tahu. ”Oleh
karena itu kami menghimbau camat dan juga kepal desa melalui surat edaran
tersebut bisa mendata jika ada orang-orang yang menginap di masjid setempat,”
imbuhnya.
”Jadi misalnya ada musafir yang menginap di masjid lebih
dari semalam, mereka harus melapor dan didata RT maupun RW setempat. Tujuannya
tidak lain dan tidak bukan hanya untuk mengantisipasi kejadian – kejadian yang
tidak diinginkan,” tambahnya.
Menurut bupati, para pelaku tindak
kriminal saat ini sudah susah untuk dibedakan. Pasalnya yang pakaiannya bagus
bisa jadi mempunyai niat dan tujuan yang buruk, begitupun yang pakaiannya biasa
saja, bisa jadi niat dan tujuannya baik.
“Saat ini ada surat edaran yang
mana bagi orang luar yang mau menginap, 1×24 harus lapor kepada RT, RW, tokoh
masyarakat maupun kades setempat. Kalau terjadi sesuatu agar bisa cepat segera
diatasi,” imbuh bupati. Walaupun di Pati tidak terindikasi bibit-bibit
radikalisme, dan masuk kategori tentram dan aman, kewaspadaan juga perlu
ditingkatkan. (lil)
  

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tafsir Progresif Kiai Said Aqil, Empat Metode Dakwah Nabi Untuk Kejayaan NU

    Tafsir Progresif Kiai Said Aqil, Empat Metode Dakwah Nabi Untuk Kejayaan NU

    • calendar_month Ming, 7 Jul 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Kiai Said Aqil Siradj Nabi Muhammad diturunkan di masyarakat buta huruf (ummi) secara keilmuan dan sesat yang nyata secara peradaban. Namun Nabi mampu membangun umat yang wasatha (Red,moderat-toleran) sehingga mampu menjadi saksi dalam segala bidang. Baik agama, sosial, ekonomi, peradaban, dan politik. Masyarakat wasatha inilah yang mampu berperan membangkitkan kemajuan dan meraih cita-cita di berbagai […]

  • Joni Kurnianto: Peran PKL Sebagai Penopang Ekonomi Harus Diakui dengan Regulasi

    Joni Kurnianto: Peran PKL Sebagai Penopang Ekonomi Harus Diakui dengan Regulasi

    • calendar_month Sab, 7 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.920
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Joni Kurnianto, menekankan bahwa Pedagang Kaki Lima (PKL) memerlukan penguatan regulasi yang substansial, mengingat mereka berperan sebagai pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Pemikiran ini dijabarkan secara komprehensif dalam disertasi doktoralnya yang berjudul “Penguatan Regulasi Pedagang Kaki Lima dalam Meningkatkan Ekonomi Daerah”, yang disusun pada Program […]

  • DPRD Pati Pantau SPMB SD-SMP 2026: Belum Terima Aduan, Sekolah Diminta Tetap Transparan

    DPRD Pati Pantau SPMB SD-SMP 2026: Belum Terima Aduan, Sekolah Diminta Tetap Transparan

    • calendar_month Kam, 11 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.960
    • 0Komentar

    PATI – Penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Pati berjalan dengan aman dan terkendali. Hingga tahap berlangsungnya proses ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mencatat belum ada laporan maupun pengaduan yang disampaikan masyarakat terkait pelaksanaannya. Ketua Komisi D […]

  • DPRD Pati Desak Penanganan Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan di Pesantren Ndholo Kusumo

    DPRD Pati Desak Penanganan Tuntas Kasus Dugaan Pelecehan di Pesantren Ndholo Kusumo

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.612
    • 0Komentar

    PATI – Kasus pelecehan seksual yang dialami oleh puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, menjadi sorotan serius dari kalangan legislatif. Perkara yang melibatkan oknum pengasuh ini dinilai krusial karena sebagian besar korban masih berusia anak-anak, sehingga proses hukum harus berjalan cepat, terbuka dan tuntas. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, menegaskan bahwa […]

  • Gedung Kesenian Dikeluhkan, Begini Kondisinya

    Gedung Kesenian Dikeluhkan, Begini Kondisinya

    • calendar_month Rab, 7 Mar 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Keberadaan gedung kesenian Pati yang berada di komplek Stadion Joyokusumo mendapat sorotan. Anggota komisi D DPRD Kabupaten Pati, Jamari menyayangkan bangunan yang menelan anggaran sekitar Rp 650 juta tersebut. Sebab bangunan tersebut tak banyak berguna sebagaimana mestinya. ”Desain bangunannya boleh dibilang mengecewakan. Itu tak merepresentasikan sebuah gedung kesenian yang berfungsi sebagai […]

  • Padat Agenda, Begini Siasat Ketua PC IPNU Jepara

    Padat Agenda, Begini Siasat Ketua PC IPNU Jepara

    • calendar_month Jum, 29 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Zaenal Muttaqin/DOKUMEN PRIBADI Lingkar Muria, JEPARA – Akhir tahun 2017 ini menjadi saat paling sibuk bagi PC IPNU dan IPPNU Jepara, sebab dalam kurun waktu 15 hari, ada 17 agenda yang mesti dijalani. Tentu proses komunikasi dan kordinasi dalam struktural kepengurusan mesti dikelola dengan cermat dan baik. Demikian dikatakan Ketua PC IPNU Kabupaten Jepara Zainal […]

expand_less