Breaking News
light_mode

Gedung Kesenian Dikeluhkan, Begini Kondisinya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 7 Mar 2018
  • visibility 78

Lingkar Muria, PATI – Keberadaan gedung kesenian Pati yang berada di
komplek Stadion Joyokusumo mendapat sorotan. Anggota komisi D DPRD Kabupaten
Pati, Jamari menyayangkan bangunan yang menelan anggaran sekitar Rp 650 juta
tersebut. Sebab bangunan tersebut tak banyak berguna sebagaimana mestinya.
”Desain bangunannya boleh dibilang
mengecewakan. Itu tak merepresentasikan sebuah gedung kesenian yang berfungsi
sebagai gedung pertunjukan. Melainkan hanya banguna pendapa saja,” sesal
politisi dari PDI Perjuangan ini.
Lebih lanjut, pihaknya
mengungkapkan, bentuk bangunannya memang sangat kurang. Seharusnya tidak hanya
pendapa terbuka seperti itu. ”Kalau untuk pertunjukan apapun akan sulit, dan
tak maksimal. Misal untuk pertunjukan teater akan sulit untuk menata
pencahayaan. Disamping itu juga tidak tersedia tribun untuk penonton,”
imbuhnya.
Hal itu disebutnya sebagai salah
konsep pembangunan sebuah gedung kesenian. Seharusnya dalam desain bangunan itu
para pelaku seni dilibatkan. ”Waktu perencanaan saya heran. Kok begitu
jadinya,” kata Jamari heran.
Lebih lanjut Jamari mengungkapkan,
gedung kesenian seharusnya paling tidak seperti anjungan yang ada di Taman Mini
Indonesia Indah. ”Jadi ada tribun penonton melingkar. Dengan seperti itu, akan
memudahkan untuk pentas apa saja, dan akan berfungsi sangat baik untuk sebuah
pentas. Kedepan coba akan kami komunikasikan dengan pemkab terkait hal itu,”
papar Jamari.
Senada dengan Jamari, salah satu
pegiat kesenian di Kabupaten Pati, Beni Dewa mengungkapkan kekecewaan yang
sama. Menurutnya di Pati belum ada sarana dan prasarana yang mendukung dunia
kesenian di Bumi Mina Tani ini.
”Gedung kesenian di Pati tak ideal.
Kotor tak terawat. Untuk pentas juga tak bisa maksimal sebab tempatnya terbuka
seperti itu,” papar Beni.
Selain itu, di area tersebut
kendaraan banyak yang masuk, sehingga mengganggu kegiatan yang akan digelar di
sana. ”Khusus untuk penyelenggaraan pentas teater juga sulit terutama untuk
setting panggung maupun tata cahaya.
Selain itu pihaknya juga
menyesalkan satu hal. Dimana sektor kesenian sekarang masuk di ranah Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan. Namun saat hendak meminjam aula SKB rasanya seperti
dipersulit.
”Banyak alasan. Seperti ada
kegiatan extra. Padahal, seharusnya kelompok kesenian mestinya didorong serta
dibina. Salah satunya dengan kemudahan-kemudahan seperti kemudahan dalam
peminjaman tempat,” papar pria yang bergiat di Teater Mina Tani ini. (aua) 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Yuk Liburan ke Green Valley Resort Bandungan, Fasilitasnya Lengkap

    Yuk Liburan ke Green Valley Resort Bandungan, Fasilitasnya Lengkap

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Anak-anak bermain di Green Valley Resort Bandungan Salah satu tempat rekomended untuk berlibur adalah di Green Valley Resort Bandungan. Sebab di resort ini tersedia fasilitas yang lengkap dan menyuguhkan pengalaman berlibur yang menyenangkan. Dengan luas 6 hektar, Green Valley Resort Bandungan menawarkan lapangan outbound terluas di Bandungan dengan fasilitas camping area, paintball field, dan kids’ […]

  • DPRD Pati Beri Tiga Masukan Peningkatan SDM

    DPRD Pati Beri Tiga Masukan Peningkatan SDM

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101
    • 0Komentar

    PATI – DPRD Pati memberikan tiga masukan terkait peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Pati. Masukan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Pemerintah Kabupaten Pati, yang membahas tentang pembangunan daerah. Salah satu anggota DPRD Pati, Endah Sri Wahyuningati dari partai Golkar, menekankan pentingnya pengembangan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja. “Pendidikan vokasi […]

  • Aksi Demontrasi Mahasiswa Pati: Rekrutmen Perangkat Desa Diduga Diwarnai Kecurangan

    Aksi Demontrasi Mahasiswa Pati: Rekrutmen Perangkat Desa Diduga Diwarnai Kecurangan

    • calendar_month Jum, 25 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 79
    • 0Komentar

    PATI – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati pada Jumat (25/10/2024), menuntut transparansi dalam proses rekrutmen perangkat desa. Mereka menilai proses seleksi penuh kejanggalan, khususnya terkait perubahan metode tes dan jeda waktu pengumuman hasil yang dinilai rawan kecurangan. Arifin, perwakilan mahasiswa, menyatakan kekecewaan mereka atas […]

  • Pansus Hak Angket Minta Bupati Pati Lebih Bijak dalam Berkomunikasi

    Pansus Hak Angket Minta Bupati Pati Lebih Bijak dalam Berkomunikasi

    • calendar_month Jum, 31 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 419
    • 0Komentar

    PATI – Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Pemakzulan Bupati Pati, Sudewo, menyoroti tantangan Bupati Sudewo kepada masyarakat terkait pajak bumi dan bangunan (PBB) yang berujung pada demonstrasi besar beberapa bulan lalu. Pansus menilai, tindakan tersebut telah mengganggu stabilitas nasional. Hal ini disampaikan dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Pati pada Jumat, 31 Oktober 2025, dengan agenda […]

  • Belum Genap Sebulan, 20 Nyawa Melayang di Jalanan

    Belum Genap Sebulan, 20 Nyawa Melayang di Jalanan

    • calendar_month Sel, 1 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Angka Kecelakaan Turun, Kematian Naik PATI – Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pati terbilang masih cukup tinggi. Bahkan dalam catatan Satlantas Polres Pati, dalam bulan April saja, tercatat sebanyak 20 nyawa melayang di jalan raya. Meskipun angka korban kecelakaan naik, namun angka kejadiannya turun. Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti melalui Kasatlantas AKP Ikrar Potawari […]

  • Kampung Budaya Piji Wetan Kenalkan Ajaran Sunan Muria

    Kampung Budaya Piji Wetan Kenalkan Ajaran Sunan Muria

    • calendar_month Kam, 10 Sep 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Dua ajaran luhur Sunan Muria diangkat sebagai bahan mengikuti lomba cerita budaya desa. Dua ajaran itu adalah Tapa Ngeli dan Pagar Mangkuk. Ajaran yang penuh nilai filosofi. KUDUS – Budaya menjadi pondasi dalam membentuk karakter masyarakat yang penuh dengan kearifan dan terbuka untuk semua kalangan. Mengikuti lomba cerita budaya desaku Kemendikbud RI, warga Piji Wetan […]

expand_less