Breaking News
light_mode

Gedung Kesenian Dikeluhkan, Begini Kondisinya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 7 Mar 2018
  • visibility 225

Lingkar Muria, PATI – Keberadaan gedung kesenian Pati yang berada di
komplek Stadion Joyokusumo mendapat sorotan. Anggota komisi D DPRD Kabupaten
Pati, Jamari menyayangkan bangunan yang menelan anggaran sekitar Rp 650 juta
tersebut. Sebab bangunan tersebut tak banyak berguna sebagaimana mestinya.
”Desain bangunannya boleh dibilang
mengecewakan. Itu tak merepresentasikan sebuah gedung kesenian yang berfungsi
sebagai gedung pertunjukan. Melainkan hanya banguna pendapa saja,” sesal
politisi dari PDI Perjuangan ini.
Lebih lanjut, pihaknya
mengungkapkan, bentuk bangunannya memang sangat kurang. Seharusnya tidak hanya
pendapa terbuka seperti itu. ”Kalau untuk pertunjukan apapun akan sulit, dan
tak maksimal. Misal untuk pertunjukan teater akan sulit untuk menata
pencahayaan. Disamping itu juga tidak tersedia tribun untuk penonton,”
imbuhnya.
Hal itu disebutnya sebagai salah
konsep pembangunan sebuah gedung kesenian. Seharusnya dalam desain bangunan itu
para pelaku seni dilibatkan. ”Waktu perencanaan saya heran. Kok begitu
jadinya,” kata Jamari heran.
Lebih lanjut Jamari mengungkapkan,
gedung kesenian seharusnya paling tidak seperti anjungan yang ada di Taman Mini
Indonesia Indah. ”Jadi ada tribun penonton melingkar. Dengan seperti itu, akan
memudahkan untuk pentas apa saja, dan akan berfungsi sangat baik untuk sebuah
pentas. Kedepan coba akan kami komunikasikan dengan pemkab terkait hal itu,”
papar Jamari.
Senada dengan Jamari, salah satu
pegiat kesenian di Kabupaten Pati, Beni Dewa mengungkapkan kekecewaan yang
sama. Menurutnya di Pati belum ada sarana dan prasarana yang mendukung dunia
kesenian di Bumi Mina Tani ini.
”Gedung kesenian di Pati tak ideal.
Kotor tak terawat. Untuk pentas juga tak bisa maksimal sebab tempatnya terbuka
seperti itu,” papar Beni.
Selain itu, di area tersebut
kendaraan banyak yang masuk, sehingga mengganggu kegiatan yang akan digelar di
sana. ”Khusus untuk penyelenggaraan pentas teater juga sulit terutama untuk
setting panggung maupun tata cahaya.
Selain itu pihaknya juga
menyesalkan satu hal. Dimana sektor kesenian sekarang masuk di ranah Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan. Namun saat hendak meminjam aula SKB rasanya seperti
dipersulit.
”Banyak alasan. Seperti ada
kegiatan extra. Padahal, seharusnya kelompok kesenian mestinya didorong serta
dibina. Salah satunya dengan kemudahan-kemudahan seperti kemudahan dalam
peminjaman tempat,” papar pria yang bergiat di Teater Mina Tani ini. (aua) 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mari Memeluk Masyarakat Petani

    Mari Memeluk Masyarakat Petani

    • calendar_month Jum, 27 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 202
    • 0Komentar

      Petani sedang memane padi Oleh : Miftahul Munir* Seorang bapak mengeluh karena hasil jerih payahnya di sawah tidak kunjung menggembirakan. Biaya produksinya mahal, sedangkan harga jual hasil panen jatuh. Bapak itu mengadu, kisah pilu semacam itu tidak sekali-duakali terjadi. Tidak hanya padi. Hasil pertanian lain seperti kacang tanah, jagung, hingga ketela juga sering jatuh […]

  • Targetkan 78 Persen Kemenangan Jokowi-Amin di Pati

    Targetkan 78 Persen Kemenangan Jokowi-Amin di Pati

    • calendar_month Kam, 4 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Imam Suroso saat berorasi PATI – Kemenangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dipatok 78 persen di Bumi Mina Tani. Target itu lebih tinggi dari kemenangan Jokowi di pilpres 2014 silam yang mencapai 73 persen. Hal itu diungkapkan Ketua DPC PDI Perjuangan Ali Badrudin disela-sela kampanye terbuka pemenangan calon presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf […]

  • Perisai Demokrasi Bangsa Hadir untuk Pantau Pemilu 2024

    Perisai Demokrasi Bangsa Hadir untuk Pantau Pemilu 2024

    • calendar_month Ming, 30 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Launching lembaga pemantau pemilu 2024 Para kader muda bangsa membentuk Perisai Demokrasi Bangsa. Ini adalah lembaga pemantau pemilu, yang siap menjaga demokrasi sekaligus memastikan Pemilu 2024 berlangsung jujur dan adil. SEMARANG – Perisai Demokrasi Bangsa didirkan para kader muda jebolan Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) dan Pendidikan Pemantau Partisipatif  (P2P) Bawaslu Jawa Tengah dengan peserta […]

  • Persipa Pati Siap Bangkit dari Kekalahan, Optimis Hadapi Batavia FC

    Persipa Pati Siap Bangkit dari Kekalahan, Optimis Hadapi Batavia FC

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.035
    • 0Komentar

    MAGELANG – Persipa Pati telah melakukan persiapan matang untuk menghadapi Batavia FC dalam matchweek kedua Liga Nusantara musim 2025-2026. Pertandingan ini akan digelar pada Rabu, 3 Desember 2025, pukul 15.00 WIB di Stadion Moch. Soebroto, Magelang. Dalam konferensi pers pra-pertandingan, Coach Persipa Pati, Rudi Widodo, menyatakan kesiapan timnya. “Dari kami, tim Persipa Pati siap. Pertandingan […]

  • Desa Margomulyo dan Kedungsari Terdampak Puting Beliung, Ratusan Rumah Rusak

    Desa Margomulyo dan Kedungsari Terdampak Puting Beliung, Ratusan Rumah Rusak

    • calendar_month Rab, 12 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 220
    • 0Komentar

    PATI – Bencana angin puting beliung melanda dua desa di wilayah Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Rabu (12/3/2025) siang. Puluhan bangunan rumah mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap. Dalam video yang beredar secara berantai di WhatsApp, tampak perabotan dan atap rumah porak poranda usai terjadinya angin puting beliung. Sejumlah kabel listrik pun tampak menjuntai ke jalan. […]

  • Jalan Rusak Parah Ancam Pariwisata Pati, DPRD Turun Tangan

    Jalan Rusak Parah Ancam Pariwisata Pati, DPRD Turun Tangan

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 230
    • 0Komentar

    PATI – Kondisi jalan Pati-Tlogowungu yang menjadi akses utama menuju sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Pati, seperti Wisata Jollong, Gunung Rowo, Air Terjun Tretes, dan Hutan Pinus Pangonan, memprihatinkan. Kerusakan parah berupa lubang-lubang besar di sepanjang jalan tersebut mengancam keselamatan pengguna jalan dan telah menyebabkan sejumlah kecelakaan. Dampaknya pun terasa pada sektor pariwisata dengan menurunnya […]

expand_less