Breaking News
light_mode

SPPG Gembong 1 Disuspend, BGN Tegaskan Semua Biaya Pengobatan Korban Keracunan MBG Ditanggung

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Kam, 10 Sep 2026
  • visibility 102.155

PATI — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Trenggono bersama Pemerintah Kabupaten Pati memastikan seluruh biaya penanganan medis korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati akan ditanggung bersama.

Hal ini disampaikan pada Kamis (10/9/2026), saat Trenggono didampingi Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra meninjau langsung para korban yang menjalani perawatan di Keluarga Sehat Hospital (KSH) Pati serta sejumlah fasilitas kesehatan lainnya.

“Yang jelas semua akan ditangani, baik dari BGN maupun dari Pemkab. Jadi tidak ada masalah untuk biayanya, akan ditanggung semua oleh BGN maupun Pemkab,” kata Trenggono saat ditemui di KSH Pati.

Berdasarkan pencatatan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati hingga pukul 13.00 WIB, tercatat 269 orang mengalami gejala setelah mengonsumsi menu MBG yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gembong 1. Dari jumlah tersebut, 59 korban masih menjalani rawat inap di empat rumah sakit, sementara 154 korban lainnya menjalani rawat jalan.

“Dengan adanya kejadian fatal keracunan makanan ini, saya bersama dengan Plt Bupati langsung menjenguk dan melihat dari dekat. Sampai sore hari ini masih ada pasien yang dirawat dan semuanya sudah dalam kondisi segera pulih, tidak ada yang mengkhawatirkan,” ujar dia.

Lebih lanjut, BGN telah menjatuhkan sanksi pembekuan operasional atau suspend terhadap SPPG Gembong 1. Langkah ini diambil bersamaan dengan evaluasi dugaan ketidaksesuaian proses penyediaan makanan dengan standar operasional prosedur (SOP).

“Kalau suspend bagi yang korbannya di atas 100 itu masuk kategori yang sudah berat, itu pasti. Apalagi nanti kalau dapurnya juga jelek, kami suspend permanen. Suspend ringan 10 hari, suspend sedang 20 hari, dan suspend berat 30 hari,” tegasnya.

Ke depannya, BGN akan memperketat pengawasan terhadap tata kelola seluruh dapur SPPG di berbagai daerah melalui pemantauan virtual maupun kunjungan langsung, guna memastikan seluruh tahapan penyiapan makanan berjalan sesuai ketentuan.

“Kami terus akan mengecek secara detail ke dapur-dapur. Kami akan melakukan pengecekan secara virtual maupun kunjungan ke dapur-dapur supaya betul-betul makanan bisa disiapkan dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menjelaskan penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) dilakukan untuk mempercepat penanganan kesehatan para korban sekaligus memberikan kepastian bagi keluarga agar tidak ragu mencari pertolongan medis.

“Kami mengutamakan masalah pelayanan kesehatan dan keselamatan nyawa anak-anak didik kita. Makanya sejak awal kami sampaikan seperti itu, agar bisa kami tangani secara langsung dan cepat,” kata dia.

Ia menambahkan bahwa mekanisme pembiayaan penanganan korban telah dikoordinasikan bersama BGN. Pemkab Pati memastikan pelayanan medis berjalan tanpa hambatan, sedangkan pembiayaan selanjutnya ditanggung bersama oleh BGN dan pemerintah daerah.

“Sebagaimana tadi disampaikan oleh BGN, terkait biaya pengobatan nanti ditanggung BGN bersama Pemkab,” jelasnya.

Pemkab Pati juga akan melaksanakan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dapur SPPG yang beroperasi di Kabupaten Pati mulai pekan depan. Pemeriksaan ini melibatkan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, Kodim, Polresta, serta seluruh unsur Forkopimda.

“Kabupaten Pati ini ada sekitar 172 dapur dan kami pastikan minggu depan kami akan datang langsung ke semua SPPG untuk mengecek fasilitas dan kemampuan dapur itu melayani penerima manfaat,” tegasnya.

Pemeriksaan akan mencakup kelayakan fasilitas serta kesesuaian kapasitas dapur dengan jumlah penerima manfaat yang dilayani. Hasil evaluasi akan disusun menjadi rekomendasi dan disampaikan kepada BGN sebagai bahan pengambilan keputusan.

“Jangan sampai dapur kecil dipaksakan mengelola 2.500 sampai 3.000 porsi. Kami akan evaluasi dan merekomendasikan hasilnya kepada BGN. Keputusan akhirnya tetap berada di BGN,” tuturnya.

Kunjungan kerja tersebut turut diikuti jajaran Pemkab Pati, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, serta unsur Forkopimda. Selain meninjau korban yang dirawat di sejumlah fasilitas kesehatan, Trenggono beserta rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi langsung lokasi SPPG Gembong 1.

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabar gembira ! Liburan ke Karimunjawa Naik Pesawat Ini

    Kabar gembira ! Liburan ke Karimunjawa Naik Pesawat Ini

    • calendar_month Jum, 1 Jun 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 274
    • 0Komentar

    ISTIMEWA JEPARA – Mulai Jumat (8/6/2018) mendatang, maskapai Nam Air bakal melayani penerbangan ke Karimunjawa, Jepara. Rutenya dari bandara Ahmad Yani di Semarang. Pesawat dengan kode ATR 72 ini melayani penerbangan pada hari Rabu, Jumat, dan Minggu. Dilansir dari laman twitter @jeparakabgoid, jadwal penerbangan pada pukul 06.00 dari bandara Ahmad Yani Semarang, sedangkan pukul 7.15 […]

  • Gelandang Muda Asal Pati Trial di PSIS Semarang

    Gelandang Muda Asal Pati Trial di PSIS Semarang

    • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    SEMARANG – Sebuah terobosan dilakukan PSIS Semarang, dengan membuka kesempatan bagi tiga pemain muda untuk dapat trial di ajang Piala Menpora 2021. Sebuah turnamen pemanasan jelang bergulirnya Liga 1 setelah vakum selama satu tahun ini. Ketiga pemain itu sudah mulai berlatih dengan skuat PSIS di bawah asuhan asisten pelatih Imran Nahumarury pada Rabu (10/3/2021) di […]

  • Sambut Tahun Baru 2023 Rental Mobil CV Putra Jaya Tingkatkan Pelayanan

    Sambut Tahun Baru 2023 Rental Mobil CV Putra Jaya Tingkatkan Pelayanan

    • calendar_month Jum, 30 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Crew CV Putra Jaya Menyambut tahun baru 2023 CV Putra Jaya perusahaan penyedia jasa transportasi kenamaan di Kota Pati bersiap dengan gebrakan-gebrakannya. Mulai dari penempatan kantor baru hingga penambahan armada baru Premio yang digadang – gadang pertama di Bumi Mina Tani. PATI – Rental mobil CV Putra Jaya semakin berkembang setelah berhasil melewati masa sulit […]

  • Tanam Jagung Secara Serentak, Polresta Pati Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

    Tanam Jagung Secara Serentak, Polresta Pati Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 295
    • 0Komentar

    PATI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati bersama Forkopimda dan masyarakat menggelar penanaman jagung serentak di Desa Regaloh, Kecamatan Tlogowungu, Rabu (9/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung program ketahanan dan swasembada pangan nasional tahun 2025. Penanaman jagung yang dilakukan secara serentak se-Indonesia ini terhubung melalui Zoom Meeting dengan kegiatan serupa di […]

  • Alhamdulillah Motor Dinas Kades di Pati Dianggarkan 32 Juta, Bisa Beli Nmax atau KLX

    Alhamdulillah Motor Dinas Kades di Pati Dianggarkan 32 Juta, Bisa Beli Nmax atau KLX

    • calendar_month Sel, 28 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Ilustrasi Dari situs oto.com harga Yamaha Nmax tahun 2023 sebesar Rp 31,62 juta. Sedangkan harga Kawasaki KLX 150 standart sebesar Rp 32 juta. Pemerintah Kabupaten Pati menganggarkan pengadaan motor dinas bagi para kepala desa. Anggarannya sebesar Rp 32 juta untuk setiap motor dinas. Penganggaran ini karena melihat kondisi sepeda motor dinas kepala desa yang sudah […]

  • Perkuat Ketahanan Pangan dan GEMARIKAN, Tim PKM UNNES Beri Pelatihan Diversifikasi Ikan Bandeng di Desa Bumiharjo

    Perkuat Ketahanan Pangan dan GEMARIKAN, Tim PKM UNNES Beri Pelatihan Diversifikasi Ikan Bandeng di Desa Bumiharjo

    • calendar_month Jum, 14 Agu 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.609
    • 0Komentar

    PATI – Ketahanan pangan menjadi fondasi utama pembangunan masyarakat, yang tidak hanya menyangkut ketersediaan pangan, tetapi juga kemampuan masyarakat untuk memperoleh dan mengonsumsinya dengan layak. Ketahanan ini akan semakin kokoh jika tidak bergantung pada satu jenis komoditas saja, melainkan dibangun melalui diversifikasi pangan dan optimalisasi potensi sumber daya lokal. Bagi wilayah yang memiliki potensi perikanan […]

expand_less