Pertahunan Besar Persiku Kudus Menatap Musim Baru Liga 2 2026/2027
- account_circle Redaksi
- calendar_month 19 menit yang lalu
- visibility 99.470

Direktur PT RESMI Persiku Kudus Abdul Fuad.
KUDUS – Persiku Kudus tampaknya tidak ingin mengulangi pola persiapan yang serba mepet menjelang kompetisi. Di tengah ketatnya persaingan Liga 2, manajemen Macan Muria memilih mengamankan satu aspek yang kerap menjadi sumber persoalan banyak klub: pendanaan.
Langkah itu terlihat dari upaya PT Relasi Sport Muria Indonesia (Resmi) yang tengah menegosiasikan kerja sama dengan calon sponsor tunggal untuk musim depan. Menariknya, target penandatanganan kontrak dipatok sekitar dua bulan sebelum kompetisi bergulir.
Sekilas, ini tampak sebagai agenda bisnis biasa. Namun jika dicermati lebih jauh, keputusan tersebut memiliki implikasi strategis terhadap masa depan Persiku.
Fondasi Sebelum Membangun Tim
Dalam sepak bola modern, kekuatan sebuah klub tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain atau pelatih. Faktor finansial menjadi fondasi utama yang menentukan arah pembangunan tim.
Banyak klub Liga 2 memulai persiapan dengan kondisi anggaran yang belum jelas. Akibatnya proses perekrutan pemain berjalan lambat, negosiasi berlarut-larut, bahkan tidak jarang target pemain direbut klub lain yang lebih siap secara finansial.
Persiku tampaknya ingin menghindari situasi tersebut.
Dengan kepastian sponsor sejak awal, manajemen memiliki ruang yang lebih luas untuk bergerak di bursa transfer. Mereka dapat menentukan target pemain, menyusun skema kontrak, hingga memilih pelatih tanpa harus dibayangi ketidakpastian anggaran.
Pernyataan Direktur Utama PT Resmi Abdul Fuad Amirul Adha bahwa persiapan klub sudah mencapai sekitar 80 persen menunjukkan bahwa fokus utama saat ini bukan lagi pada perencanaan teknis, melainkan penyelesaian aspek pendanaan.
- Penulis: Redaksi
- Editor: Arif

