Breaking News
light_mode

Pemkab Pati Canangkan Kedai Kopi Tiap Kecamatan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 15 Apr 2019
  • visibility 178


PATI
– Trend dunia perkopian Indonesia mulai membaik sejak beberapa tahun terakhir.
Banyak pihak, termasuk pemerintah mulai memberikan perhatian serius terhadap
pengelolaan kopi mulai dari hulu hingga hilir. Trend positif tersebut bisa
dilihat dari budaya “ngopi” yang kian digemari masyarakat dari
berbagai kalangan. Implikasi paling nyata dari hal itu adalah perputaran roda
perekonomian para petani maupun penjual kopi.
Trend
itulah yang ditangkap oleh Pemerintah Kabupaten Pati. Melalui Dinas Pertanian,
masyarakat (petani kopi: red) dibimbing secara intensif sebagai upaya
mengedukasi petani di Kecamatan Gunungwungkal, (11/4/2019) kemarin. 
Bimtek
tersebut merupakan follow up dari penanganan kopi yang telah berhasil dipanen
dalam kurun waktu semusim terakhir.


Latihan meracik kopi
“Hari ini (kemarin, Red) kita fokus pada pengelolaan cafe, coffee shop dengan
minimalis yang bisa di kerjakan oleh teman-teman kelompok tani, ” jelas
Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Pertanian
Kabupaten Pati, Gunawan.
Gunawan
mencanangkan program pendirian kedai atau caffe di 21 kecamatan. Rencananya,
pihaknya akan bekerja sama dengan organisasi setempat seperti karang taruna
untuk membranding kopi pada tiap-tiap kecamatannya. Hal itu bertujuan untuk
mendongkrak pasar kopi Pati.
“Khusus kita orientasi kegiatan, yaitu bagaimana membuka peluang pasar dan
pekerjaan khususnya di sektor komoditas kopi. Jadi nanti di dua puluh satu
kecamatan harapan saya paling tidak punya dua kedai di setiap kecamatan. Dengan
demikian bisa membuka peluang pekerjaan untuk empat orang disetiap kedai,
” harapnya.

Pameran produk kopi
Untuk
sementara, lanjut Gunawan, dinas pertanian hanya memfokuskan kepada kelompok
tani. “Untuk tahun depan kita upayakan pada karang taruna yang tidak
mempunyai komuditas kopi, untuk membuka kedai sehingga dapat ikut memasarkan
produk kopi Pati, ” Tandasnya.
Sementara
itu Ketua Klaster Kopi Pati, Muttaqin mengatakan bahwa ia siap membantu
pelatihan barista, sehingga di Kabupaten Pati mempunyai puluhan bahkan ratusan
Barista yang handal.
“Kita
Bisa latihan bersama terkait barista kopi. Bagai mana cara membuat kopi
vietnam, American coffee dan sebagainya. Sehingga kita punya puluhan barista
yang handal, ” pungkasnya. (fmh)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Geram Pembuang Sampah Sembarangan, Bupati Pati Intruksikan Tim Pengintai

    Geram Pembuang Sampah Sembarangan, Bupati Pati Intruksikan Tim Pengintai

    • calendar_month Rab, 19 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 192
    • 0Komentar

    PATI – Masih ditemukannya perilaku buang sampah sembarangan, terutama di jalanan, membuat geram banyak pihak. Termasuk Bupati Haryanto, rencananya akan ada pengintaian di tempat-tempat yang dijadikan sasaran buang sampah sembarangan. ”Perda kita sudah ada yang jelas mengatur tentang sampah. Namun masih saja ada yang buang sampah sembarangan. Padahal sudah dipasang papan peringatan tetap saja tak […]

  • DPUTR Pati Siapkan Anggaran Rp1,25 Miliar, Jalan Rusak Kayen Akan Dibeton

    DPUTR Pati Siapkan Anggaran Rp1,25 Miliar, Jalan Rusak Kayen Akan Dibeton

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.093
    • 0Komentar

    PATI – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati segera merealisasikan perbaikan permanen di ruas Jalan Kayen menuju RSUD. Menanggapi kondisi jalan yang memprihatinkan, pihaknya memastikan proyek strategis ini telah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 dengan nilai Rp1,25 miliar. Kepala Bidang Bina Marga DPUTR Pati, Hasto Utomo, menyampaikan […]

  • Jalan Pulau Seprapat Ambles, Anggota DPRD Pati Mukit Minta Perbaikan Cepat

    Jalan Pulau Seprapat Ambles, Anggota DPRD Pati Mukit Minta Perbaikan Cepat

    • calendar_month Sel, 10 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 192
    • 0Komentar

    PATI – Jalan menuju Pulau Seprapat atau kolam tambat Juwana, Kabupaten Pati, mengalami ambles. Kondisi jalan yang miring ke arah Sungai Juwana ini membuat akses menuju pulau tersebut terputus. Kerusakan jalan mencapai puluhan meter dan membuat jalan dermaga ditutup sementara untuk menghindari kecelakaan. Mukit, anggota DPRD Pati dari Fraksi Demokrat yang berasal dari Juwana, mendesak […]

  • Calon Pengantin Gratis Pakai Mobil Dinas Ketua DPRD Jepara

    Calon Pengantin Gratis Pakai Mobil Dinas Ketua DPRD Jepara

    • calendar_month Rab, 4 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 199
    • 0Komentar

      Ketua DPRD Jepara Haizul Maarif berpose di depan mobil dinasnya. Rakyat Jepara kini bisa menikmati fasilitas “berkelas” para wakilnya di Tamansari (sebutan untuk DPRD), seperti mobil Toyata Camry milik Ketua DPRD. Kebijakan itu berlaku bagi para calon pengantin yang akan menuju akad nikah. JEPARA – Ada kabar gembira bagi calon pengantin di Jepara. Mobil […]

  • PWI dan IJTI Dukung Polisi Tuntaskan Kasus Pemerasan di SPBU Tlogowungu Pati

    PWI dan IJTI Dukung Polisi Tuntaskan Kasus Pemerasan di SPBU Tlogowungu Pati

    • calendar_month Ming, 11 Des 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 171
    • 0Komentar

    SPBU di Desa Tlogorejo – Tlogowungu, Pati Dua orang di Kabupaten Pati mengaku wartawan diduga melakukan pemerasan terhadap pengurus SPBU di Tlogowungu. PWI dan IJTI meminta kepolisian untuk tidak ragu mengusut tuntas kasus tersebut.   PATI – Sebelumnya ramai diberitakan berbagai media massa lokal dan nasional di Kota Pati, pengurus stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) […]

  • Usaha Angkringan Bikin Makin Pengalaman

    Usaha Angkringan Bikin Makin Pengalaman

    • calendar_month Sen, 27 Nov 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 190
    • 0Komentar

    Sri Wahyuni Sudah dua tahunan ini, Sri Wahyuni bergelut dengan usaha jualan nasi kucing di angkringan miliknya sendiri. Tentu selain nasi kucing, juga banyak aneka makanan lain layaknya angkringan pada umumnya. Dari situ, ia sedikit-sedikit dapat membantu biaya kuliah, jajan, hingga membeli kosmetik sendiri. Perempuan kelahiran Pati 13 September 1994 ini menuturkan, tak canggung dengan […]

expand_less