Breaking News
light_mode

Pemkab Pati Canangkan Kedai Kopi Tiap Kecamatan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 15 Apr 2019
  • visibility 181


PATI
– Trend dunia perkopian Indonesia mulai membaik sejak beberapa tahun terakhir.
Banyak pihak, termasuk pemerintah mulai memberikan perhatian serius terhadap
pengelolaan kopi mulai dari hulu hingga hilir. Trend positif tersebut bisa
dilihat dari budaya “ngopi” yang kian digemari masyarakat dari
berbagai kalangan. Implikasi paling nyata dari hal itu adalah perputaran roda
perekonomian para petani maupun penjual kopi.
Trend
itulah yang ditangkap oleh Pemerintah Kabupaten Pati. Melalui Dinas Pertanian,
masyarakat (petani kopi: red) dibimbing secara intensif sebagai upaya
mengedukasi petani di Kecamatan Gunungwungkal, (11/4/2019) kemarin. 
Bimtek
tersebut merupakan follow up dari penanganan kopi yang telah berhasil dipanen
dalam kurun waktu semusim terakhir.


Latihan meracik kopi
“Hari ini (kemarin, Red) kita fokus pada pengelolaan cafe, coffee shop dengan
minimalis yang bisa di kerjakan oleh teman-teman kelompok tani, ” jelas
Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Pertanian
Kabupaten Pati, Gunawan.
Gunawan
mencanangkan program pendirian kedai atau caffe di 21 kecamatan. Rencananya,
pihaknya akan bekerja sama dengan organisasi setempat seperti karang taruna
untuk membranding kopi pada tiap-tiap kecamatannya. Hal itu bertujuan untuk
mendongkrak pasar kopi Pati.
“Khusus kita orientasi kegiatan, yaitu bagaimana membuka peluang pasar dan
pekerjaan khususnya di sektor komoditas kopi. Jadi nanti di dua puluh satu
kecamatan harapan saya paling tidak punya dua kedai di setiap kecamatan. Dengan
demikian bisa membuka peluang pekerjaan untuk empat orang disetiap kedai,
” harapnya.

Pameran produk kopi
Untuk
sementara, lanjut Gunawan, dinas pertanian hanya memfokuskan kepada kelompok
tani. “Untuk tahun depan kita upayakan pada karang taruna yang tidak
mempunyai komuditas kopi, untuk membuka kedai sehingga dapat ikut memasarkan
produk kopi Pati, ” Tandasnya.
Sementara
itu Ketua Klaster Kopi Pati, Muttaqin mengatakan bahwa ia siap membantu
pelatihan barista, sehingga di Kabupaten Pati mempunyai puluhan bahkan ratusan
Barista yang handal.
“Kita
Bisa latihan bersama terkait barista kopi. Bagai mana cara membuat kopi
vietnam, American coffee dan sebagainya. Sehingga kita punya puluhan barista
yang handal, ” pungkasnya. (fmh)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Dorong Pengawasan Maksimal untuk Bansos dan Program Kemiskinan

    DPRD Pati Dorong Pengawasan Maksimal untuk Bansos dan Program Kemiskinan

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.804
    • 0Komentar

    PATI – Danu Ikhsan HC, anggota DPRD Kabupaten Pati dari Komisi A yang berasal dari Fraksi PDI Perjuangan, menegaskan bahwa penyaluran bantuan sosial (bansos) dan program pengentasan kemiskinan memerlukan pengawasan yang lebih ketat. Ia menyatakan bahwa hal ini sangat penting agar setiap bantuan dan program benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak menerimanya. Menurut Danu, […]

  • DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Cagar Budaya sebagai Wisata Alternatif Sejarah

    DPRD Pati Dorong Pemanfaatan Cagar Budaya sebagai Wisata Alternatif Sejarah

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 238
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati berharap agar cagar budaya, khususnya Pintu Gerbang Majapahit di Desa Muktiharjo (Rendole), Kecamatan Margorejo, dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata alternatif yang berbasis sejarah. Harapan ini muncul setelah Pintu Gerbang Majapahit ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X sejak tahun 1998. Wakil Ketua […]

  • PSG Pati eSport Bidik Tiga Besar IFeL Liga 2

    PSG Pati eSport Bidik Tiga Besar IFeL Liga 2

    • calendar_month Sen, 19 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Konferensi pers keikutsertaan PSG Pati eSport di ajang IFeL 2021 Posisi tiga besar menjadi target player PSG Pati eSport, dalam ajang Indonesian Football E-League (IFeL) 2021. Sebelumnya player professional tim PSG Pati eSport telah berulang kali menjadi juara di turnamen open di beberapa kota. PATI – PSG Pati siap bertarung di ajang Indonesia Football e-League […]

  • Tampil di Peparprov Kontingen Pati Bidik Tiga Medali

    Tampil di Peparprov Kontingen Pati Bidik Tiga Medali

    • calendar_month Sel, 13 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    PATI– Kontingen Kabupaten Pati yang bakal berlaga di Pekan Olahraga Paralympic Provinsi (Peparprov) Jawa Tengah di Surakarta, dilepas oleh Wakil Bupati Saiful Arifin di Ruang Joyokusumo. Total ada 22 peserta yang terdiri dari 9 atlet, 4 official, 4 pelatih, dan 4 pengurus kontingen yang berangkat menuju Surakarta untuk mengikuti kejuaraan olahraga bagi para penyandang disabilitas […]

  • Warga Ucapkan Terima Kasih, DPRD Pati Minta Semua Ijazah di SMPN 1 Tayu Diserahkan ke Pemiliknya

    Warga Ucapkan Terima Kasih, DPRD Pati Minta Semua Ijazah di SMPN 1 Tayu Diserahkan ke Pemiliknya

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.943
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Teguh Bandang Waluyo mengungkapkan bahwa beberapa warga, termasuk mantan wali murid SMPN 1 Tayu, datang ke kantor untuk menyampaikan ucapan terima kasih atas kinerja DPRD dalam melakukan kegiatan sidak terkait permasalahan ijazah di sekolah. Kegiatan sidak tersebut telah memberikan hasil nyata, di mana para siswa atau mantan […]

  • Edy Wuryanto Soroti Ketimpangan Upah Minimum dengan KHL yang Melebar

    Edy Wuryanto Soroti Ketimpangan Upah Minimum dengan KHL yang Melebar

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.687
    • 0Komentar

    JAKARTA – Ketimpangan yang semakin lebar antara upah minimum dan kebutuhan hidup layak (KHL) menjadi perhatian serius Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto. Hal tersebut dikemukakannya dalam rapat kerja bersama Menteri Ketenagakerjaan, di mana ia menyoroti urgensi penanganan masalah ini. Menurut Edy, negara memiliki kewajiban berdasarkan konstitusi untuk menjamin kesejahteraan pekerja seluruh Indonesia. Ia […]

expand_less