Breaking News
light_mode

DPRD Pati Apresiasi Tradisi Sedekah Bumi Sebagai Simbol Harmoni Manusia dan Alam

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 17 Mei 2026
  • visibility 99.046

PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Sudi Rustanto, menyampaikan apresiasinya yang tinggi kepada seluruh elemen masyarakat yang senantiasa menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur melalui tradisi Sedekah Bumi.

Menurut pandangannya, kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan menjadi simbol nyata adanya keharmonisan antara manusia dengan Sang Pencipta serta hubungan yang selaras dengan alam semesta.

“Di tengah gempuran modernitas, desa-desa di Pati membuktikan bahwa identitas budaya lokal tetap hidup dan menjadi pemersatu warga,” ungkap dia, Minggu (17/5/2026).

Politisi yang juga menjadi anggota Komisi B DPRD Pati ini juga menekankan nilai penting dari semangat gotong royong yang tercermin dalam setiap rangkaian acara. Ia menilai antusiasme dan partisipasi warga desa yang menyatu dalam kegiatan ini sangat luar biasa dan patut diacungi jempol.

“Inilah esensi sebenarnya dari sedekah bumi, yaitu mempererat tali silaturahmi dan memupuk rasa syukur atas limpahan berkah serta keselamatan yang diberikan Tuhan kepada seluruh warga desa,” ungkap dia.

Salah satu desa yang baru saja melaksanakan tradisi penuh makna ini adalah Desa Tlogomojo, Kecamatan Batangan. Rangkaian ritual adat yang sarat dengan rasa syukur tersebut digelar dan dipusatkan di sejumlah punden desa setempat pada Rabu (13/5/2026) lalu.

Suasana tampak khidmat namun tetap meriah saat warga berbondong-bondong berjalan membawa berkat atau nasi tumpeng menuju lokasi punden. Kemeriahan semakin lengkap tak hanya dengan prosesi doa bersama atau bancaan, tetapi juga dihadirkan kesenian tradisional Tayub yang menghibur sekaligus melestarikan seni daerah.

Kepala Desa Tlogomojo, Khoirul Anwar, menjelaskan bahwa di wilayahnya terdapat empat lokasi punden yang menjadi pusat penghormatan sekaligus tempat ziarah mengenang jasa para leluhur atau dhanyang desa.

“Alhamdulillah, kami melaksanakan acara manganan, bancaan sedekah bumi. Di Desa Tlogomojo ini ada empat punden, yaitu Mbah Tunggul Royo, Mbah Singo Barong, Mbah Sumarni, dan Mbah Ki Gede Gomojo yang berada di wilayah Pekuwon,” terang dia.

Rangkaian prosesi bancaan dimulai dari Punden Mbah Tunggul Royo. Setelah seluruh rangkaian ibadah dan doa selesai digelar di lokasi pertama, rombongan warga kemudian bergerak bersama melanjutkan ritual serupa ke Punden Mbah Sumarni.

Khoirul menambahkan, semangat warga dalam mengikuti kegiatan ini sangatlah besar. Meski kegiatan berpusat di titik-titik lokasi tertentu, kehadiran warga mencakup seluruh elemen masyarakat yang berasal dari berbagai dukuh yang ada di wilayah desa tersebut.

“Yang ikut di sini satu desa, semuanya kompak menyatu dalam doa syukur,” imbuh dia.

Menutup rangkaian perayaan, Desa Tlogomojo juga menggelar karnaval budaya yang berlangsung pada Minggu (17/5/2026) siang, menambah semarak perayaan Sedekah Bumi tahun ini.

(adv)

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Pati Usulkan Pengelolaan Alun-Alun Juwana Secara Berkelanjutan

    Anggota DPRD Pati Usulkan Pengelolaan Alun-Alun Juwana Secara Berkelanjutan

    • calendar_month Sel, 30 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.512
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Mukit, menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan setiap ruang publik yang ada di daerah ini. Menurutnya, penataan Alun-Alun Juwana yang dilakukan dengan baik akan memberikan manfaat ganda: meningkatkan kenyamanan bagi warga sekaligus memperkuat citra kawasan tersebut sebagai pusat perikanan dan perdagangan yang strategis di Kabupaten Pati. “Kami harap ada […]

  • Jalan Rusak Parah Ancam Pariwisata Pati, DPRD Turun Tangan

    Jalan Rusak Parah Ancam Pariwisata Pati, DPRD Turun Tangan

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 247
    • 0Komentar

    PATI – Kondisi jalan Pati-Tlogowungu yang menjadi akses utama menuju sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Pati, seperti Wisata Jollong, Gunung Rowo, Air Terjun Tretes, dan Hutan Pinus Pangonan, memprihatinkan. Kerusakan parah berupa lubang-lubang besar di sepanjang jalan tersebut mengancam keselamatan pengguna jalan dan telah menyebabkan sejumlah kecelakaan. Dampaknya pun terasa pada sektor pariwisata dengan menurunnya […]

  • Hari Jadi ke 269 Blora, Inilah Daftar Kemeriahannya

    Hari Jadi ke 269 Blora, Inilah Daftar Kemeriahannya

    • calendar_month Sel, 4 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 245
    • 0Komentar

    BLORA – Kabupaten Blora memasuki usianya ke 269 pada tahun 2018 ini. Untuk menyambut peringatan hari jadi tersebut, Pemkab Blora menyiapkan beragam suguhan hiburan kepada warganya. Kemeriahan pesta hari jadi ini berlangsung sejak 4 Desember hingga 23 Desember mendatang. Kemeriahan hari jadi dimulai dengan kegiatan olahraga. Seperti kejuaraan bola voly Bupati Cup yang digelar di […]

  • Mengenal Astro, Anjing Pengaman Huru-hara Milik Polres Pati

    Mengenal Astro, Anjing Pengaman Huru-hara Milik Polres Pati

    • calendar_month Sel, 9 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Marah Jika Ada yang Teriak-teriak dan Jingkrak-jingkrak Add caption Unit Satwa Polres Pati memiliki empat ekor anjing. Dua ekor anjing pengaman huru-hara, dua ekor anjing deteksi. Nah kali ini tim redaksi Lingkar Muria mengajak pembaca kenal lebih dekat dengan seekor anjing pengaman huru-hara. Namanya Astro. Warnanya dominan hitam legam, namun ada sedikit warna coklat tua. […]

  • Dugaan Penyelewengan Tanah Bengkok di Kalirejo, Desa Merugi Ratusan Juta Rupiah

    Dugaan Penyelewengan Tanah Bengkok di Kalirejo, Desa Merugi Ratusan Juta Rupiah

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 275
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Polemik pengelolaan tanah bengkok di Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, mencuat ke permukaan. Diduga, hasil lelang tanah bengkok selama 16 tahun tidak pernah dilaporkan sebagai Pendapatan Asli Desa (PAD), menyebabkan kerugian desa diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Yatno, seorang petani penggarap lahan bengkok selama 10 tahun, mengungkapkan bahwa ia dan beberapa warga […]

  • Menyorot Kondisi Ekologi Muria

    Menyorot Kondisi Ekologi Muria

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Temuan Bangkai Macan Tutul “Alarm” Hutan Muria Bermasalah Ngobrol tentang Muria dan konservasinya Kursi-kursi di Kafe Wis Go Ngopi, mulai penuh. Beberapa anak muda asyik ngobrol di satu sudut terpisah. Obrolan-obrolan kecil membuat hangat malam yang sedang dingin itu (23/2/2020). Mereka para pegiat lingkungan, pecinta alam, tukang mendaki gunung. Obrolan tentang kondisi ekologi Pegunungan Muria […]

expand_less