Breaking News
light_mode

Tampil di Kandang, Persipa Disikat Persikat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 8 Apr 2018
  • visibility 273







PATI – Persipa harus mengakui keunggulan
lawannya. Meski bermain di depan ribuan pendukungnya, Persipa disikat Persikat
1-4 di Stadion Joyokusumo Minggu (8/4/2018) kemarin. Dengan begitu, Laskar Saridin tak mampu menambah perolehan poinnya di
klasemen sementara Liga 3 Jawa Tengah Grup A.
Tim tamu yang datang dengan kepercayaan diri tinggi,
usai menahan imbang Persiku di kandangnya, langsung tampil trengginas. Hasilnya
pertandingan baru berjalan lima menit, gawang Persipa harus kebobolan melalui
aksi brilian penyerang Persikat Muhamad Faris, yang bermula dari kesalahan di
lini belakang Persipa.
Laskar Saridin yang tampil dengan skuad
terbaiknya, tak kelihatan tajinya di pertandingan kali ini. Anak asuh Slamet Riyadi
terlihat sering salah passing dan juga sering dengan mudah kehilangan
bola ketika mendekati area pertahanan 
laskar Ki Gede Sebayu julukan Persekat.
Berbanding terbalik, tim tamu bermain sangat
apik. Umpan-umpannya dari sisi sayap sangat akurat, dengan permainan tersebut
tim tamu kembali mearih keunggulan. Di menit 14 Muhamad Faris kembali menggedor
gawang Dimas Fani.
Berusaha memperkecil skor, Dwi Cahyono dkk
malah kebobolan lagi. Di menit 26 dengan pemain yang sama, dengan begitu
Muhamad Faris mencetak hattrick pertamanya. Meski begitu, Persipa
sesekali mampu mengancam gawang Persikat yang dikawal Mochamad Listianto
Ceputra. Peluang itu didapat Joko Purwanto, setelah meliak-liuk di area
pertahanan lawan pemain bernomor punggung 24 tersebut melepaskan tembakannya.
Sayang bola masih membentur mistar gawang.
Gol tuan rumah baru tercipta 10 menit sebelum
turun minum. Pemain yang baru diturunkan di menit 18, Bima Saktiyoso berhasil
memperkecil ketertinggalan Persipa. Memanfaatkan sepakan bebas, bola melayang
tepat di kepalanya dan sundulan Bima meluncur deras ke gawang Persikat. Skor 3-
1 untuk keunggulan Persikat pun bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, asa untuk bangkit didapat
tim Persipa, hal itu menyusul keputusan wasit memberi tendangan penalti untuk
tuan rumah, setelah sepakan bebas Reza Irfana mengenai lengan pagar betis.
Namun sayang ekseskusi gelandang lincah Persipa tersebut melenceng ke sisi
kanan gawang Persikat. Peluang memperkecil ketertinggalan pun hilang.
Di babak kedua, tim tamu tampil makin percaya
diri. Sementara tim tuan rumah terlihat loyo. Usai kesempatan tendangan pinalti
di awal laga kedua yang gagal itu, nyaris Persipa tanpa peluang yang mengancam
gawang Persikat. Serangan lebih banyak mengarah ke gawang Dimas Fani.
Buah dari serangan yang bertubi-tubi tersebut,
Persikat mampu menambah golnya. Di menit ke 58, memanfaatkan salah kordinasi di
lini belakang, Septian Satria berhasil lolos dari kawalan pemain belakang
Persipa. Dia juga berhasil mengecoh kiper Dimas Fani, gol bagi sang tamu
kembali bertambah 4 -1, Persipa makin jauh tertinggal. Makin di atas angin,
Persikat tak mengendurkan serangan. Berulang kali para pemainnya berhasil
menembus jantung pertahanan Persipa.
Pertandingan sore itu berlangsung cukup ketat.
Kedua tim ngotot untuk memenangkan pertandingan, tak jarang sesekali permainan
keras terjadi. Bahkan di menit 21, pelatih Persekat Nazal Musthofa harus diusir
wasit Hadi Suroso asal Kabupaten Semarang. Lantaran sang pelatih dinilai
terlalu keras memrotes keputusan wasit yang tidak menghentinkan pertandingan
ketika salah satu pemainnya terkapar di lapangan.
Pelatih Persipa Slamet Riyadi mengungkapkan permintaan maafnya kepada semua pendukung
Persipa. ”Saya mohon maaf karena tak mampu memenuhi ekpektasi untuk memetik
poin penuh di kandang sendiri,” terang Slamet Riyadi.
Salamet pun mengaku, timnya memang kalah kelas
dibanding Persikat. ”Mereka tim yang dipersiapkan sejak lama. Hal itu terlihat
dari performa apiknya yang belum pernah sekalipun menderita kekalahan.
Targetnya pun mereka naik kasta,” kata Salamet.
Sementara itu Pelatih kepala Persikat Nazal
Mustofa melalui asisten pelatih Lukman Afif, menuturkan timnya bermain sangat
baik sore kemarin. Semua pemain bermain sesuai dengan intruksi pelatih. ”90
menit mereka bermain baik. Dan ini tentu hasil baik untuk merangsek menjadi
juara grup, di penyisihan ini juara grup memang target kami,” papar Lukman.
(has)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kampanye #BungkusWae, Coffe Shop di Pati Beri Diskon 10 Persen

    Kampanye #BungkusWae, Coffe Shop di Pati Beri Diskon 10 Persen

    • calendar_month Sel, 29 Jun 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 346
    • 0Komentar

      Salah seorang pelanggan menerima bungkusan pesanannya di Selasar Coffe and Gelato, Pati. Berangkat dari situasi sulit di tengah pandemi (pembatasan aktivitas masyarakat) berbagai coffee shop di Pati lantas berkolaborasi untuk menginisiasi sebuah gerakan bertajuk #BungkusWae sebagai solusi bertahan di tengah pandemi. PATI – Kasus COVID-19 yang semakin meningkat di Kabupaten Pati membuat pemerintah semakin […]

  • 200 Pemuda Grobogan Ikuti Seleksi Magang Jepang, Program SMART IKAPEKSI Resmi Dibuka

    200 Pemuda Grobogan Ikuti Seleksi Magang Jepang, Program SMART IKAPEKSI Resmi Dibuka

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 343
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Sebanyak 200 anak muda dari berbagai daerah di sekitar Grobogan antusias mengikuti seleksi program magang ke Jepang dalam kegiatan bertajuk SMART IKAPEKSI. Program yang resmi dimulai Senin (28/7/2025) ini menandai tonggak sejarah bagi Kabupaten Grobogan sebagai daerah pertama di Jawa Tengah yang menyelenggarakan Seleksi Magang Jepang Rekrutmen Terpadu bersama IKAPEKSI Indonesia (Ikatan Pengusaha […]

  • Melimpah Stok, Harga Garam Anjlok

    Melimpah Stok, Harga Garam Anjlok

    • calendar_month Kam, 6 Sep 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Seorang petani garam sedang mengumpulkan hasil produksinya di tambak garam di daerah Juwana baru-baru ini. PATI – Beberapa pekan terakhir, harga garam mengalami kemerosotan. Hal itu dipicu stok panen garam petani yang melimpah. Akibatknya kini petani banyak yang menimbun garamnya dan menunggu harga lebih stabil. Hal itu diakui salah satu petani garam di Desa Genengmulyo […]

  • Jadwal Padat Sering Mandi di SPBU

    Jadwal Padat Sering Mandi di SPBU

    • calendar_month Sen, 3 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Andra Kharisma Andra Kharisma siap-siap menyongsong tur lebaran yang bakal lebih padat dari tahun lalu. Sebelumnya, Andra yang ikut orkes dari Jawa Timur harus berkeliling di 20 tempat usai lebaran. Tahun ini setidaknya dia bakal manggung di 60 titik di Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan. ”Tahun ini lebih banyak. Ya tentunya persiapan matang dilakukan. Selain […]

  • Expo Perguruan Tinggi di Pati Diserbu Ribuan Pelajar SMA

    Expo Perguruan Tinggi di Pati Diserbu Ribuan Pelajar SMA

    • calendar_month Rab, 11 Jan 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 315
    • 0Komentar

      Penjabat (Pj) Bupati Henggar Budi Anggoro membuka kegiatan Expo Perguruan Tinggi di Gedung Korpri Selasa (10/11/2022) Antusias pelajar SMA di Pati cukup tinggi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tiggi. Hal itu terlihat dari ramainya expo perguruan tinggi yang digelar Musyawarah Guru BK, selama dua hari 10-11 Januari 2022 di Gedung Korpri Pati.  […]

  • Menggali Kembali Kebesaran Dr Tjipto Mangoenkoesoemo, Putera Asli Jepara

    Menggali Kembali Kebesaran Dr Tjipto Mangoenkoesoemo, Putera Asli Jepara

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 264
    • 0Komentar

      Dialog budaya ngobrolin dr Tjipto  Jepara tidak hanya RA Kartini dan Sosrokartono. Ada nama besar Dr Tjipto. Putra kelahiran Pecangaan Kulon. Tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia ini terkenal sebagai tiga serangkai. Bersama Ki Hajar Dewantara dan Douwes Dekker. Kiprahnya pada masa pergerakan dulu patut diteladani generasi masa kini.   Di balaidesa Pecangaan Kulon, Kabupaten Jepara, […]

expand_less