Breaking News
light_mode

Makin Tertarik Pelajari Akupuntur

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 28 Nov 2017
  • visibility 237



Silvi Marlena


Teknik pengobatan akupuntur
dikenal tak memiliki efek samping apapun. Teknik pengobatan asal negeri
Tiongkok ini pun dipercaya mampu mengatasi berbagai jenis penyakit. Dari situ
Silvi Marlina tertarik lebih dalam mempelajari pengobatan teknik ini.
”Sekarang negara-negara maju
mulai melirik keampuhan teknik pengobatan ini. mereka juga sedang gencar
mendalami teknik pengobatan ini. Sebab terbukti tak ada efek sampingnya, untuk
itu saya jadi tertarik masuk Jurusan Akupuntur,” ujar mahasiswi Poltekes
Kemenkes Surakarta ini.
Silvi, sapaan akrabnya
menuturkan, makin tertarik usai mendengar cerita pengalaman dosennya beberapa
waktu yang lalu, soal teknik pengobatan yang memanfaatkan media jarum ini.
”Jadi waktu itu ada pasangan suami istri yang lama belum memiliki momongan,
lalu kemudian ia mencoba alternatif pengobatan akupuntur. Lalu lantaran media
pengobatan itu ia bisa hamil. Sekarang sudah memiliki dua momongan,” tutur
perempuan yang juga aktif di sanggar teater kampusnya ini.
Perempuan kelahiran Pati, 19 April
1998 ini menuturkan, ia ingin sekali menjadi akupunturis (Sebutan ahli
akupuntur, Red), ia sudah bosan dengan pengobatan menggunakan pil. Dimana
pengobatan dengan pil biasanya memiliki efek samping dikemudian hari yang cukup
berat.
”Saya ingin pengobatan yang
benar-benar mengobati. Tidak pengobatan yang di belakang nanti memiliki damnpak
yang tidak enak,” imbuh perempuan yang hobi berwisata alam ini.
Silvi berharap pengobatan ini
makin digemari masyarakat sebagai alternatif pengobatan yang aman. Sebab masyarakat
di Indonesia masih awam dengan pengobatan seperti ini. ”Mereka lebih akrab
dengan pengobatan dari klinik maupun rumah sakit saja,” pungkas mahasiswi
semester satu ini. (has)
  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usia 68 Tahun, Wis Wayahe Persipa Jaya

    Usia 68 Tahun, Wis Wayahe Persipa Jaya

    • calendar_month Ming, 21 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 734
    • 0Komentar

    Persipa bukan kesebelasan kemarin sore. Usianya sudah 68 tahun. Persipa terbentuk 19 April 1951 silam. Namun di usianya yang sudah dewasa nan matang tersebut, Persipa belum berprestasi apa-apa. Ketua Umum Persipa, Saiful Arifin mengungkapkan hal tersebut di momen syukuran ulang tahun yang digelar di lantai 11 The Safin Hotel Jumat (19/4/2019) malam. ”Persipa sudah dewas […]

  • Kebakaran Melanda Gedung SDN 03 Kutoharjo, Tak Ada Korban Jiwa

    Kebakaran Melanda Gedung SDN 03 Kutoharjo, Tak Ada Korban Jiwa

    • calendar_month Ming, 1 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.743
    • 0Komentar

    PATI – Sebuah kebakaran menghantam gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Kutoharjo, yang terletak di Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, pada hari Sabtu (28/2/2026) sekitar jam 18.40 WIB. Saat insiden terjadi, lingkungan sekolah cukup sepi mengingat kegiatan belajar mengajar sudah berakhir. Api yang muncul dari salah satu segmen bangunan segera menyebar dan menimbulkan kekhawatiran […]

  • Tekan Penularan, Komisi D DPRD Pati Siapkan Raperda Tentang TBC-HIV

    Tekan Penularan, Komisi D DPRD Pati Siapkan Raperda Tentang TBC-HIV

    • calendar_month Jum, 14 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 353
    • 0Komentar

    PATI – Rancangan peraturan daerah (raperda) mengenai advokasi kebijakan TBC-HIV, disiapkan Komisi D DPRD Kabupaten Pati. Dalam hal ini, Komisi D bersama Aisyiyah melakukan kajian dan advokasi kebijakan masalah tersebut. Menurutnya, hal ini medesak dilakukan karena permasalahan pencegahan penyakit yang harus dilaksanakan secara maksimal di Pati selain HIV/AIDS adalah Tubercolosis (TBC). “Pemerintah saat ini tengah mempersiapkan […]

  • Plt Bupati Pati: Pasok Makan Bergizi Gratis Wajib Utamakan UMKM Lokal, Bukan Perusahaan Besar

    Plt Bupati Pati: Pasok Makan Bergizi Gratis Wajib Utamakan UMKM Lokal, Bukan Perusahaan Besar

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.098
    • 0Komentar

    PATI — Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya harus mengutamakan produk serta pemasok dari kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat, alih-alih melibatkan perusahaan besar. Pernyataan ini disampaikannya saat membuka kegiatan Peningkatan Pemahaman dan Pengetahuan Perkoperasian serta Kapasitas dan Kompetensi SDM Koperasi melalui Pendidikan dan […]

  • Pemanfaatan Sumur Pantek, Petakan Potensi Kekeringan

    Pemanfaatan Sumur Pantek, Petakan Potensi Kekeringan

    • calendar_month Rab, 23 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 265
    • 0Komentar

    PATI – BPBD Kabupaten Pati melaksanakan kegiatan pemantauan pemanfaatan sumur pantek di Desa Pasuruhan Kecamatan Kayen. Hal itu dilakukann untuk memetakan potensi kekeringan di sebuah wilayah. Kepala BPBD Kabupaten Pati Sanusi bersama dengan staf bidang rehabilitasi dan rekonstruksi BPBD Pati juga melaksanakan pembuatan tandon air bersih di desa tersebut. “Bantuan sumur pantek di Desa Pasuruhan […]

  • Unik Warung Spesial Kepala Manyung Seperti Kafe

    Unik Warung Spesial Kepala Manyung Seperti Kafe

    • calendar_month Sen, 3 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Tampak depan rumah makan cabang Thower Desa Raci Kecamatan Batangan Cobalah sekali-kali melahap masakan kepala Manyung dengan suasana berbeda. Misalnya suasana ala kafe yang santai. Pengalaman makan seperti ini bisa anda dapatkan di cabang Rumah Makan Thower Desa Raci Kecamatan Batangan Pati. PATI – Bagi pecinta kuliner kepala Manyung tentu tidak asing dengan rumah makan […]

expand_less