Breaking News
light_mode

Kolak Sajian Berbuka yang Lengkap dan Islami

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kam, 15 Apr 2021
  • visibility 282

 

selerarasa.com

Siapa tidak tahu kolak. Kuliner khas Ramadan ini begitu melekat bagi
kaum muslim di Indonesia. Menu kolak bahkan menjadi sajian wajib saat berbuka
puasa. Rasanya yang manis dan segar membuat tenggorokan dan perut seperti
dimanjakan dalam satu sendok kolak.

Kolak yang paling populer adalah kolak pisang. Namun seiring waktu kolak
berkembang lebih beragam. Ada kolak ubi, kolak singkong, hingga kolak kolang
kaling. Satu mangkuk kolak yang nikmat cukup sederhana pembuatannya. Bahannya terdiri
dari santan, gula merah atau gula aren, garam, dan bahan utama, misalnya pisang
atau ubi.

Dari bahan-bahan itu, kolak boleh disebut menjadi sajian berbuka yang
lengkap. Manis dari gula dan isian pisang atau ubi akan menghadirkan sensasi
yang segar dan mengenyangkan perut.

Karena identik dengan Ramadan, ada yang berpandangan sajian kolak ini
punya arti lebih dari sekadar menu berbuka. Sebagaimana kuliner yang
berkenaan dengan ritual Islam, seperti apem dan kupat, website sejarah
Historia menyebut, penamaan kolak juga dikaitkan dengan bahasa Arab.

Dwi Cahyono, arkeolog dan dosen sejarah Universitas Negeri Malang,
mengutip pendapat Kyai Hasbullah dari Pondok Pinang, Kebayoran Lama,
Jakarta Selatan, bahwa kata kolak berasal dari bahasa Arab, yaitu kul laka artinya makanlah,
untukmu. Pendapat lain dari kata khala atau kholaqo. Kata ini
bisa diturunkan menjadi kholiq atau khaliq yang berarti
pencipta, pencipta alam semesta yang menunjuk kepada Allah Swt.

 “Selain berarti pencipta, dapat
pula berarti: Tuhan yang disembah, Pengatur dan Pemelihara, Pemberi bentuk, dan
Tuhan Yang Maha Perkasa. Sebutan ini dijadikan media untuk mendekatkan diri
kepada Allah,” ujar Dwi.

Unsur-unsur kolak pun dikaitkan dengan ajaran Islam. Pisang kepok yang
paling umum digunakan merujuk pada kapok, dalam bahasa
Jawa berarti jera. Penganan ini mengingatkan agar manusia jera berbuat
dosa dan segera bertobat kepada Allah Swt. 

Isian lainnya, ubi, dalam bahasa Jawa disebut telo pendem.
Filosofinya manusia harus mengubur kesalahannya dalam-dalam. Ada juga yang
menghubungkan dengan kematian. Kolak adalah media pengingat, suatu saat manusia
pasti mati dan kemudian dikubur (dipendem).

Unsur lain dalam kolak adalah santan. Dalam bahasa Jawa disebut santen,
kependekan dari pangapunten. Orang Jawa menggunakan kata ini sebagai
permohonan maaf. Kolak pun menjadi media pengingat agar manusia seantiasa
meminta maaf atas kesalahannya. (yan)

 

 

 

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kala Wartawan Mengenakan Mahkota Profesi

    Kala Wartawan Mengenakan Mahkota Profesi

    • calendar_month Jum, 12 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 301
    • 0Komentar

      Uji Kompetensi Wartawan teramat penting. Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud menyebutnya sebagai pengenaan mahkota profesi” bagi awak media. Di Rembang pada Kamis (11/11/2021) Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jateng Amir Machmud NS mengakui jika kegiatan UKW ini seperti program sunyi, hanya dirasakan kepentingannya oleh anggota-anggota sendiri. Mungkin banyak yang tanya, mengapa PWI tidak […]

  • DPRD Pati Bantah Isu Pergantian Ketua Pansus Hak Angket

    DPRD Pati Bantah Isu Pergantian Ketua Pansus Hak Angket

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 309
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati membantah isu pergantian Ketua Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket yang tengah mengusut dugaan pelanggaran oleh Bupati Pati, Sudewo. Bantahan ini sekaligus menepis anggapan bahwa pansus mengalami perpecahan internal. Ketua Pansus DPRD Pati, Bandang Teguh Waluyo, menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar. “Tidak ada, tidak ada. Saya […]

  • Heboh! Pasangan Kumpul Kebo di Rumah Kos Winong Pati Digrebek Warga, Hasilnya Ada Anak di Bawah Umur

    Heboh! Pasangan Kumpul Kebo di Rumah Kos Winong Pati Digrebek Warga, Hasilnya Ada Anak di Bawah Umur

    • calendar_month Jum, 9 Feb 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 291
    • 0Komentar

    PATI – Sebuah rumah kos di Desa Winong Kecamatan Pati Kota digrebek oleh warga setempat. Hasilnya didapatkan 3 pasangan kumpul kebo yang kedapatan sedang ngamar, Kamis (8/2). Mereka kemudian diamankan oleh tim Satpol PP Pati. Kasi Penindakan Satpol PP Pati, Suyut, mengatakan bahwa warga Desa Winong RT 2 RW 7 melakukan penggerebekan pada sore hari. […]

  • Mahasiswa PGMI IAIN Kudus Kenalkan Cerita Kayu Naga Muria

    Mahasiswa PGMI IAIN Kudus Kenalkan Cerita Kayu Naga Muria

    • calendar_month Ming, 24 Jul 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Pentas Kayu Naga Muria yang akan dilakukan mahasiswa PGMI IAIN Kudus. Mahasiswa PGMI IAIN Kudus mengajak masyarakat mengenal folkor di Kudus. Salah satu yang dikenalkan adalah cerita tentang Kayu Naga Muria. Yang dipercaya mampu mengusir tikus yang meresahkan petani. KUDUS – Mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) A angkatan 19 IAIN Kudus  menampilkan pentas pertunjukan […]

  • IKA-PMII Pati Deklarasikan Dukungan untuk Muh Zen sebagai Calon Bupati Pati 2024

    IKA-PMII Pati Deklarasikan Dukungan untuk Muh Zen sebagai Calon Bupati Pati 2024

    • calendar_month Sen, 22 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 288
    • 0Komentar

    PATI – Muh Zen, seorang politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, didukung untuk maju sebagai calon Bupati Pati dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Dukungan ini dinyatakan oleh Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Pati. Pernyataan dukungan tersebut dilakukan dalam acara Halalbihalal IKA […]

  • Penyair Top Yudhistira Massardi Gelorakan Gairah Sastra di Kampus STAI Syekh Jangkung Pati

    Penyair Top Yudhistira Massardi Gelorakan Gairah Sastra di Kampus STAI Syekh Jangkung Pati

    • calendar_month Ming, 19 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Kegiatan Senandung Cinta 7 Kampus Pantura di STAI Syekh Jangkung Pati  Dunia sastra di Kabupaten Pati mendapat sentuhan dari para penyair kenamaan tanah air. Adalah Yudhistira Massardi dan Renny Djajoesman dengan agenda tur “Senandung Cinta 7 Kampus Pantura” yang turut mampir ke Kampus STAI Syekh Jangkung Pati. PATI – Dua penyair kenamaan Yudhistira Massardi dan […]

expand_less