Breaking News
light_mode

Membaca Secara Lengkap Artsotika Muria

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 2 Jun 2021
  • visibility 494

 

Instagram senisamar

Menyebut Muria, tidak bisa
sertamerta, sebuah wilayah secara geografis. Juga administratif. Muria, adalah
Alam dan Manusia. Yang didalamnya terdapat aneka ragam peradaban. Namun jika
merujuk pada Geografi dan Administrasi, Muria berada di tengah Segitiga Hijau,
yaitu Kota Pati, Jepara dan Kudus. Ketiga kota tersebut dalam wilayah Jawa
Tengah – Indonesia.

Artsotika Muria, Adalah menyamakan
rasa (EQ) dan pemikiran (IQ), bergotongroyong di seputar Gunung Muria, dalam
bentuk apapun, yang bertujuan menjaga, merawat, mengembalikan, dan
menumbuhkembangkan potensi Muria. Dalam hal Sumber Alam maupun Masyarakatnya.
Potensi Muria yang Eksotis dikemas dalam bentuk Art.

Instagram artsotikamuria


1.a. Menjaga dan Merawat Hayati.
Keindahan alam Muria, bisa terbilang mepesona. Tanah subur ditumbuhi aneka
hayati. Pohon Parijatha, Aren, Bendho, Dadap, Eukaliptus, Gintung, Ingas, Jati,
Anggrek, kopi, durian, rambutan, kapuk randu, dan lainnya. Binatang liar
melengkapi dan menambah suasana mepesona. Monyet ekor panjang, Macan tutul,
Elang jawa, Babi hutan, Kidang, Bebek rawa, dan lainnya. Artsotika Muria,
sebagai Ruang Bergotongroyong di seputar Muria, dirasa perlu untuk mendata
ulang, jenis aneka Hayati yang masih ada. Kemudian menjaga dan merawat dengan
langkah tertentu (ayo dirembug), agar jangan sampai rusak bahkan punah.
Sekiranya perlu, lewat jalur hukum (perlindungan hayati Muria).

1.b. Menjaga dan Merawat Tanah, Air
dan Batu. “..orang bilang, tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu
menjadi tanaman,” sepenggal lirik lagu dari Group Band Legendaris,
KOESPLUS dengan judul KOLAM SUSU. Gambaran itu ada di Muria. Tanah kita memang
tanah SURGA. Tinggal bagaimana menjaganya. Beberapa wilayah di seputar Gunung
Muria, kemiringan tanahnya retan akan longsor. Beberapa batu digali
(ditambang). Beberapa desa seputar Muria, kekurangan air. BENARKAH? Artsotika
Muria, Ruang untuk nyengkuyung menjaga dan merawatnya. Mengedukasi warga
setempat, betapa pentingnya mejaga lingkungan, untuk anak cucu. Tangan jahil
dari luar, perlu kiranya ada ikatan Hukum.

1.c. Menjaga dan Merawat Budaya.
Yang meliputi tradisi, seni, Adat-istiadat, Sejarah, Folklor, Artefak, Situs.
Dari sekian Budaya yang ada di seputar Muria, belum terdata secara maksimal.
Sementara ini data, masih banyak dalam bentuk lisan. Jika data tersebut
tertulis dalam bentuk Dokumen (buku), atau yang lainnya, tentu lebih menarik.
Bentuk Menjaga, dalam hal Doukumen. Festival Patiayam, adalah salah satu bentuk
Menjaga dan Merawat Situs Patiayam, agar situs tersebut tidak keluar dari
Habitatnya.

2.a. Mengembalikan Hayati. Beberapa
tumbuhan yang punah, dikembalikan dengan cara reboisasi. Memang tidak semudah
membalikan telapak tangan, jika dilakukan hanya segelentir kelompok peduli
lingkungan. Gotongroyong, akan terasa ringan. Lain halnya perlakuan terhadap
binatang liar. Sebut saja Monyet Ekor Panjang. Bagi masyarakat, pada masa
tertentu, monyet menjadi hama. Hingga banyak yang memburu dan membunuhnya. Saat
ini mulai punah. Untuk mengembalikan kemudian menjaga dan merawatnya, perlu
keterlibatan warga setempat, secara ketat.

2.b. MengembalikanTanah, Air dan
Batu. Untuk Tanah yang terlanjur rusak/longsor memang susah untuk dikembalikan.
Kemampuan kita hanya merawatnya, dengan langkah penanaman secara besar-besaran.
(jika ada yang punya ide, soal pengelolaan atau pengolahan tanah, kita
sengkuyung bareng). Air? Setelah melakukan diskusi di 3 Kota (di Omah Pencu
desa Panjang, kecamata BAE – Kudus, Pendapa Padepokan di desa Pohgading,
kecamatan Gembong Pati, dan di Rumah Belajar Ilalang desa Kecapi kecamatan
Taunan-Jepara), krisis air melanda warga Muria. Mari kita bergotongroyong
mencari penyebab dan solusinya. Air milik masyarakat, bukan milik Perorangan
atau Perusahaan. Persoalan Batu seperti Tanah! Yang masih bisa dilakukan, salah
satunya adalah: menghentikan PENAMBANGAN Batu secara besar-besaran.

2.c. Mengembalikan Budaya. Dari
hasil diskusi 3 kota, ada beberapa hal yang hilang. Peninggalan sejarah, 
tradisi, kesenian, folklor, dan lainnya. Data memang belum lengkap sepenuhnya.
Dari hasil duskusi, masyarakat yang peduli mulai bergerak. Jika tidak terlacak,
Revitalisasi atau sejenisnya, sekiranya perlu dilakukan. Seperti halnya yang
dilakukan Rumah Kartini Jepara, membuat Gong Senin. Seniman Pati dalam rintisan
merevitalisasi Wayang Sonean, yang nyaris punah.

3.a. Menumbuhkembangkan Hayati.
Budidaya dan pengembangbiakan secara berkelanjutan. Hal ini perlu adanya
pemantik atau motivasi sebagai pendukung. Misalnya tanaman Kopi. Munculnya
produksi Kopi Muria dengan berbagai merek dan Cafe atau Warung Kopi, membuat
Kopi Muria terangkat. Kopi Nangka yang semula terabaikan, warga kini mulai
bergairah menumbuhkembangkan. Tumbuhan Nilam sebagai bahan Parfum, mulai
dikembangkan. Binatang liar yang sudah langka, DILARANG diburu. Biarkan
berkembang biak secara alami. Atau dibantu pengembangbiakannya.

3.b. Menumbuhkembangkan Tanah, Air
dan Batu. Selain longsor, mungkin beberapa tanah garapan mulai rusak. Salah
satu faktor penyebab, pupuk anorganik. Kita kembali pada hal yang Organik atau
alami. Cara tradisional untuk pengolahan tanah, kiranya perlu dikembangkan
dengan pola kekinian. Soal Air. Perlu peningkatan perawatan. Jauhkan dari pencemaran.
Pengelolaan Air secara mandiri.

3.c. Menumbhkembangkan Budaya.
Nguri-nguri budaya, memang penting. Lebih penting lagi, ngurip-uripi. Seni
Ketoprak Pati bertahan hidup, karena diuripi/dihidupi masyarakat. Menggali
potensi lokal, menjawab tantangan global. Pasca era Melinia, kembali pada
tradisi. Penggalian budaya pada akar, seperti haalnya yang dilakukan Rumah
Karitini jepara pada Gong Senin, dan Seniman Pati pada wayang Sonean, tidak
berhenti pengembalian. Langkah dan upaya lain, perlu ditumbuhkan. Komunitas
Kopi Muria, membuat kegiatan Tradisi Wiwit. Ini salah satu contoh nyata, untuk
menumbuhkembangkan budaya. 

Instagram sulistiyoraden14

Di tahun 2019, kita coba tawarkan dan mengawali, menata Muria. Peran
masyarakat/warga setempat, sangat penting. Tanpa keterlibatannya dalam hal
Menjaga, Merawat, Mengembalikan dan Menumbuhkembangkan, tinggal menungu waktu.
Muria semakin HANCUR! Dan alam yang akan Menjawabnya. #artsotikamuria

TBRS-Semarang, 31 Desember 2018, tulisan ini
sebelumnya sudah dimuat di blog pribadi Widyo Babahe Leksono

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Safin FC Bersiap Jamu PSIR Rembang Minggu Ini

    Safin FC Bersiap Jamu PSIR Rembang Minggu Ini

    • calendar_month Rab, 5 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 312
    • 0Komentar

      Pertemuan panpel saat penundaan laga antara Safin FC melawan PSIR Rembang minggu kemarin. Liga 3 Jateng 2022 akan dilanjutkan kembali, setelah dihentikan sementara untuk menghormati tragedi memilukan di Stadion Kanjuruhan Malang, (1/10/2022). Safin Pati FC akan bertanding menghadapi PSIR Rembang Minggu ini, (9/10) di Gelora Soekarno Mojoagung Trangkil Pati.  PATI – Persiapan yang dilakukan […]

  • Profil Tim Liga 3 Safin Pati FC Dihuni Para Pemain Masa Depan

    Profil Tim Liga 3 Safin Pati FC Dihuni Para Pemain Masa Depan

    • calendar_month Rab, 21 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 305
    • 0Komentar

      Para pemain Safin Pati FC berlatih di lapangan Gelora Soekarno Mojoagung Pati Dihuni pemain-pemain muda dari akademi, tim Safin Pati FC siap bertarung di Liga 3 Jawa Tengah. Tidak mengejar target juara atau promosi, tim ini mengejar jam terbang untuk para pemain mudanya agar semakin terasah dan dapat menjadi pemain hebat di masa mendatang. […]

  • Pemain Persijap Jepara Indra Arya berduel dengan pemain Persekat Tegal.

    Kemenangan Perdana Energi Baru untuk Persijap

    • calendar_month Sen, 9 Okt 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Kemenangan perdana diraih tim Persijap Jepara di lIga 2 tahun 2023/2024. Kemenangan ini menjadi energi baru.

  • Dua Remaja dari Tambakromo Diduga Gangster, Diamankan di Balai Desa Karaban

    Dua Remaja dari Tambakromo Diduga Gangster, Diamankan di Balai Desa Karaban

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.203
    • 0Komentar

    PATI – Dua remaja diduga terlibat aksi gangster di Balai Desa Karaban, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Minggu (7/12/2025) pukul 23.30 WIB, berhasil diamankan Polresta Pati dengan gerakan cepat. Sebelum diserahkan ke polisi, keduanya sudah berada dalam pengawasan warga setempat. Laporan tentang dugaan aksi gangster pertama kali beredar melalui media sosial dari warga. Menanggapi informasi itu, […]

  • Kesepakatan Batal, Penjualan Saham PSIS Semarang Gagal Terealisasi

    Kesepakatan Batal, Penjualan Saham PSIS Semarang Gagal Terealisasi

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 780
    • 0Komentar

    SEMARANG – Rencana penjualan saham PT Mahesa Jenar Semarang (PT MJS), perusahaan yang menaungi klub sepak bola PSIS Semarang, kepada investor potensial resmi dibatalkan. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Joni Kurnianto, Juru Bicara dari Pemegang Saham Pengendali PT MJS, pada hari Sabtu (15/11/2025). Menurut Joni, keputusan ini diambil setelah melalui serangkaian diskusi intensif yang sayangnya […]

  • Momentum Hardiknas, DPRD Pati Tekankan Pentingnya Akses Pendidikan Berkualitas

    Momentum Hardiknas, DPRD Pati Tekankan Pentingnya Akses Pendidikan Berkualitas

    • calendar_month Sab, 2 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.334
    • 0Komentar

    PATI – Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas. Bidang pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam pembangunan dan kehidupan bernegara, sehingga keberlangsungan serta kualitasnya wajib mendapatkan perhatian dan dukungan secara berkelanjutan. Peringatan ini ditetapkan bertepatan dengan tanggal lahir Ki Hadjar Dewantara, yakni 2 Mei 1889. Tokoh yang dikenal sebagai […]

expand_less