Breaking News
light_mode

Membaca Secara Lengkap Artsotika Muria

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 2 Jun 2021
  • visibility 440

 

Instagram senisamar

Menyebut Muria, tidak bisa
sertamerta, sebuah wilayah secara geografis. Juga administratif. Muria, adalah
Alam dan Manusia. Yang didalamnya terdapat aneka ragam peradaban. Namun jika
merujuk pada Geografi dan Administrasi, Muria berada di tengah Segitiga Hijau,
yaitu Kota Pati, Jepara dan Kudus. Ketiga kota tersebut dalam wilayah Jawa
Tengah – Indonesia.

Artsotika Muria, Adalah menyamakan
rasa (EQ) dan pemikiran (IQ), bergotongroyong di seputar Gunung Muria, dalam
bentuk apapun, yang bertujuan menjaga, merawat, mengembalikan, dan
menumbuhkembangkan potensi Muria. Dalam hal Sumber Alam maupun Masyarakatnya.
Potensi Muria yang Eksotis dikemas dalam bentuk Art.

Instagram artsotikamuria


1.a. Menjaga dan Merawat Hayati.
Keindahan alam Muria, bisa terbilang mepesona. Tanah subur ditumbuhi aneka
hayati. Pohon Parijatha, Aren, Bendho, Dadap, Eukaliptus, Gintung, Ingas, Jati,
Anggrek, kopi, durian, rambutan, kapuk randu, dan lainnya. Binatang liar
melengkapi dan menambah suasana mepesona. Monyet ekor panjang, Macan tutul,
Elang jawa, Babi hutan, Kidang, Bebek rawa, dan lainnya. Artsotika Muria,
sebagai Ruang Bergotongroyong di seputar Muria, dirasa perlu untuk mendata
ulang, jenis aneka Hayati yang masih ada. Kemudian menjaga dan merawat dengan
langkah tertentu (ayo dirembug), agar jangan sampai rusak bahkan punah.
Sekiranya perlu, lewat jalur hukum (perlindungan hayati Muria).

1.b. Menjaga dan Merawat Tanah, Air
dan Batu. “..orang bilang, tanah kita tanah surga. Tongkat kayu dan batu
menjadi tanaman,” sepenggal lirik lagu dari Group Band Legendaris,
KOESPLUS dengan judul KOLAM SUSU. Gambaran itu ada di Muria. Tanah kita memang
tanah SURGA. Tinggal bagaimana menjaganya. Beberapa wilayah di seputar Gunung
Muria, kemiringan tanahnya retan akan longsor. Beberapa batu digali
(ditambang). Beberapa desa seputar Muria, kekurangan air. BENARKAH? Artsotika
Muria, Ruang untuk nyengkuyung menjaga dan merawatnya. Mengedukasi warga
setempat, betapa pentingnya mejaga lingkungan, untuk anak cucu. Tangan jahil
dari luar, perlu kiranya ada ikatan Hukum.

1.c. Menjaga dan Merawat Budaya.
Yang meliputi tradisi, seni, Adat-istiadat, Sejarah, Folklor, Artefak, Situs.
Dari sekian Budaya yang ada di seputar Muria, belum terdata secara maksimal.
Sementara ini data, masih banyak dalam bentuk lisan. Jika data tersebut
tertulis dalam bentuk Dokumen (buku), atau yang lainnya, tentu lebih menarik.
Bentuk Menjaga, dalam hal Doukumen. Festival Patiayam, adalah salah satu bentuk
Menjaga dan Merawat Situs Patiayam, agar situs tersebut tidak keluar dari
Habitatnya.

2.a. Mengembalikan Hayati. Beberapa
tumbuhan yang punah, dikembalikan dengan cara reboisasi. Memang tidak semudah
membalikan telapak tangan, jika dilakukan hanya segelentir kelompok peduli
lingkungan. Gotongroyong, akan terasa ringan. Lain halnya perlakuan terhadap
binatang liar. Sebut saja Monyet Ekor Panjang. Bagi masyarakat, pada masa
tertentu, monyet menjadi hama. Hingga banyak yang memburu dan membunuhnya. Saat
ini mulai punah. Untuk mengembalikan kemudian menjaga dan merawatnya, perlu
keterlibatan warga setempat, secara ketat.

2.b. MengembalikanTanah, Air dan
Batu. Untuk Tanah yang terlanjur rusak/longsor memang susah untuk dikembalikan.
Kemampuan kita hanya merawatnya, dengan langkah penanaman secara besar-besaran.
(jika ada yang punya ide, soal pengelolaan atau pengolahan tanah, kita
sengkuyung bareng). Air? Setelah melakukan diskusi di 3 Kota (di Omah Pencu
desa Panjang, kecamata BAE – Kudus, Pendapa Padepokan di desa Pohgading,
kecamatan Gembong Pati, dan di Rumah Belajar Ilalang desa Kecapi kecamatan
Taunan-Jepara), krisis air melanda warga Muria. Mari kita bergotongroyong
mencari penyebab dan solusinya. Air milik masyarakat, bukan milik Perorangan
atau Perusahaan. Persoalan Batu seperti Tanah! Yang masih bisa dilakukan, salah
satunya adalah: menghentikan PENAMBANGAN Batu secara besar-besaran.

2.c. Mengembalikan Budaya. Dari
hasil diskusi 3 kota, ada beberapa hal yang hilang. Peninggalan sejarah, 
tradisi, kesenian, folklor, dan lainnya. Data memang belum lengkap sepenuhnya.
Dari hasil duskusi, masyarakat yang peduli mulai bergerak. Jika tidak terlacak,
Revitalisasi atau sejenisnya, sekiranya perlu dilakukan. Seperti halnya yang
dilakukan Rumah Kartini Jepara, membuat Gong Senin. Seniman Pati dalam rintisan
merevitalisasi Wayang Sonean, yang nyaris punah.

3.a. Menumbuhkembangkan Hayati.
Budidaya dan pengembangbiakan secara berkelanjutan. Hal ini perlu adanya
pemantik atau motivasi sebagai pendukung. Misalnya tanaman Kopi. Munculnya
produksi Kopi Muria dengan berbagai merek dan Cafe atau Warung Kopi, membuat
Kopi Muria terangkat. Kopi Nangka yang semula terabaikan, warga kini mulai
bergairah menumbuhkembangkan. Tumbuhan Nilam sebagai bahan Parfum, mulai
dikembangkan. Binatang liar yang sudah langka, DILARANG diburu. Biarkan
berkembang biak secara alami. Atau dibantu pengembangbiakannya.

3.b. Menumbuhkembangkan Tanah, Air
dan Batu. Selain longsor, mungkin beberapa tanah garapan mulai rusak. Salah
satu faktor penyebab, pupuk anorganik. Kita kembali pada hal yang Organik atau
alami. Cara tradisional untuk pengolahan tanah, kiranya perlu dikembangkan
dengan pola kekinian. Soal Air. Perlu peningkatan perawatan. Jauhkan dari pencemaran.
Pengelolaan Air secara mandiri.

3.c. Menumbhkembangkan Budaya.
Nguri-nguri budaya, memang penting. Lebih penting lagi, ngurip-uripi. Seni
Ketoprak Pati bertahan hidup, karena diuripi/dihidupi masyarakat. Menggali
potensi lokal, menjawab tantangan global. Pasca era Melinia, kembali pada
tradisi. Penggalian budaya pada akar, seperti haalnya yang dilakukan Rumah
Karitini jepara pada Gong Senin, dan Seniman Pati pada wayang Sonean, tidak
berhenti pengembalian. Langkah dan upaya lain, perlu ditumbuhkan. Komunitas
Kopi Muria, membuat kegiatan Tradisi Wiwit. Ini salah satu contoh nyata, untuk
menumbuhkembangkan budaya. 

Instagram sulistiyoraden14

Di tahun 2019, kita coba tawarkan dan mengawali, menata Muria. Peran
masyarakat/warga setempat, sangat penting. Tanpa keterlibatannya dalam hal
Menjaga, Merawat, Mengembalikan dan Menumbuhkembangkan, tinggal menungu waktu.
Muria semakin HANCUR! Dan alam yang akan Menjawabnya. #artsotikamuria

TBRS-Semarang, 31 Desember 2018, tulisan ini
sebelumnya sudah dimuat di blog pribadi Widyo Babahe Leksono

 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan Orang Dapatkan Pembinaan Tentang HIV/Aids

    Puluhan Orang Dapatkan Pembinaan Tentang HIV/Aids

    • calendar_month Jum, 9 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    Temuan Pengidap Baru Meningkat Tiap Tahun Salah satu pengurus Kelompok Dukungan Sebaya bagi orang dengan HIV/AIDS (ODHA) berdialog dengan peserta sosialisasi. Lingkar Muria, JEPARA –  Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Plus Jepara menggelar sosialisasi pembinaan Orang Dengan HIV Aids (ODHA) di Aula RSUD RA Kartini Jepara belum lama ini. Acara tersebut diikuti sekitar 50 orang. Pengurus KDS Plus […]

  • Guru BK Dituntut Paham Tangani Pelajar Pecandu Narkoba

    Guru BK Dituntut Paham Tangani Pelajar Pecandu Narkoba

    • calendar_month Rab, 27 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Para guru sedang mengikuti sosialisasi teknis konseling pecandu narkoba PATI – Badan Narkotika Kabupaten (BNP) Pati mengundang puluhan guru Bimbingan Konseling (BK) SMP di Ruang Joyokusumo, Komplek Setda Pati Rabu (27/2/2019) kemarin. Selain guru BK, beberapa perwakilan siswa juga diundang dalam rangka sosialisasi teknis konseling pecandu narkoba. Masalah penyalahgunaan narkoba, diklaim sebagai ancaman global yang mengkhawatirkan […]

  • Warga Ucapkan Terima Kasih, DPRD Pati Minta Semua Ijazah di SMPN 1 Tayu Diserahkan ke Pemiliknya

    Warga Ucapkan Terima Kasih, DPRD Pati Minta Semua Ijazah di SMPN 1 Tayu Diserahkan ke Pemiliknya

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.069
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pati Teguh Bandang Waluyo mengungkapkan bahwa beberapa warga, termasuk mantan wali murid SMPN 1 Tayu, datang ke kantor untuk menyampaikan ucapan terima kasih atas kinerja DPRD dalam melakukan kegiatan sidak terkait permasalahan ijazah di sekolah. Kegiatan sidak tersebut telah memberikan hasil nyata, di mana para siswa atau mantan […]

  • Islamic Center Kajen, Menjaga Kearifan Luhur Desa Santri

    Islamic Center Kajen, Menjaga Kearifan Luhur Desa Santri

    • calendar_month Jum, 28 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 485
    • 0Komentar

      Masjid Jami Kajen merupakan peninggalan dari Mbah Murtamakkin. Saat ini bangunan masjid telah mengalami pemugaran  PATI – Akhir pekan lalu, Sabtu (22/12/2018), anak-anak muda dikukuhkan dalam sebuah wadah bernama Islamic Center Kajen (ICK), pengukuhan dilakukan di gedung ICK komplek Masjid Jami Kajen. Ada 12 anak muda yang dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Ketua […]

  • Ada Jambanisasi, Warga Tak BABS Lagi

    Ada Jambanisasi, Warga Tak BABS Lagi

    • calendar_month Rab, 11 Apr 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 260
    • 0Komentar

    CEK LOKASI : Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Darmawan saat melihat pengerjaan jamban di salah satu warga penerima bantuan Lingkar Muria, PATI – Warga kurang mampu di Desa Godo Kecamatan Winong nampaknya sumringah dengan kegiatan fisik yang dilakukan Satgas TMMD Reguler ke 101. Sebab mereka yang selama puluhan tahun Buang Air Besar Sembarangan (BABS), dalam […]

  • Bupati Kudus Hartopo memberikan motivasi kepada pelajar Kudus yang akan menjadi pertugas Paskibraka tingkat provinsi dan nasional

    Pelajar Kudus Lolos Paskibraka Nasional, Bupati Hartopo ; Jangan Minder

    • calendar_month Sel, 7 Jun 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Bupati Kudus Hartopo memberikan motivasi kepada pelajar Kudus yang akan menjadi pertugas Paskibraka tingkat provinsi dan nasional KUDUS – Dua pelajar asal Kudus berhasil lolos menjadi Paskibraka tingkat provinsi dan nasional tahun 2022. Kedua pelajar itu adalah Muhammad Franchy Luthfan Rahmadina siswa SMA 1 Kudus dan I Dewa Ayu Firsty Meita Dewanggi siswa SMA 2 Kudus. […]

expand_less