Breaking News
light_mode

Peka Muria Rayakan HUT ke-2, Sorot Keselamatan dan Konservasi Gunung Muria

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
  • visibility 239

KUDUS – Komunitas Penggiat Konservasi Muria (Peka Muria) memperingati hari jadinya yang kedua dengan menggelar sarasehan bertema “Sinergi Pendaki dan Konservasi Pegunungan Muria” di Joglo Migunani, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Sabtu (12/7/2025).

Acara ini menjadi ajang refleksi pasca-insiden tragis jatuhnya pendaki di Pegunungan Muria, sekaligus penegasan komitmen Peka Muria dalam pelestarian lingkungan.

Ketua Peka Muria, Teguh Budi Wiyono, menyatakan sarasehan ini sebagai konsolidasi untuk menentukan arah gerakan konservasi setahun ke depan.

Salah satu prioritasnya adalah pendidikan lingkungan melalui program sekolah alam yang akan menyasar sekolah-sekolah di sekitar kawasan hutan, dari SD hingga SMA.

“Kami akan menanamkan nilai pentingnya menjaga alam sejak dini. Program ini mulai dijalankan tahun ini,” ungkap dia.

Sejak berdiri pada 12 Juli 2023, Peka Muria aktif memantau dan melestarikan satwa langka seperti macan Muria dan elang Jawa. Mereka mencatat keberadaan 14 ekor macan Muria dewasa, sementara pemetaan habitat elang Jawa masih berlanjut.

“Tahun lalu kami menemukan delapan titik habitat elang Jawa. Kini kami sedang fokus memetakan wilayah jelajahnya,” tambahnya.

Selain pelestarian satwa, penanaman pohon rutin dua hingga empat kali setahun juga dilakukan di lahan kritis.

Namun, meningkatnya aktivitas pendakian menimbulkan tantangan, terutama kerusakan lingkungan dan sampah.

“Banyak pendaki hanya ingin berfoto lalu meninggalkan sampah. Pendakian saat ini belum terkontrol. Kami berharap ada komunitas khusus yang bisa memberikan edukasi bagi pendaki,” tegasnya.

Anggota DPRD Jawa Tengah, Arif Wahyudi, menekankan pentingnya SOP tegas untuk mengatur aktivitas pendakian demi keselamatan dan kelestarian.

“Kami sudah berdiskusi dengan Disporapar Jateng bahkan sebelum insiden pendaki meninggal. Ke depan, semua pendaki harus mengikuti SOP ketat. Ada pelanggaran, termasuk soal sampah, perlu sanksi tegas,” ujarnya.

Ia juga mendorong pelatihan pemandu gunung untuk pendakian yang lebih aman dan terarah, menyoroti minimnya kesadaran sebagian pendaki yang merusak lingkungan.

Ketua Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Muria Raya, Budi Kusriyanto, menilai insiden pendaki meninggal sebagai tamparan bagi pemandu dan pengelola jalur pendakian.

“Sudah waktunya evaluasi menyeluruh, dari segi regulasi, SOP, hingga kejelasan otoritas pengelolaan setiap jalur. Saat ini, belum ada kepastian siapa yang punya wewenang penuh,” jelasnya.

Budi menyayangkan pengabaian peran pemandu oleh sebagian pendaki dan berharap tragedi ini meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran pemandu gunung.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Pati Danu Ikhsan Ajak Masyarakat Uri-Uri Seni Budaya Wayang Kulit

    Anggota DPRD Pati Danu Ikhsan Ajak Masyarakat Uri-Uri Seni Budaya Wayang Kulit

    • calendar_month Kam, 31 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 261
    • 0Komentar

    PATI – Danu Ikhsan, anggota DPRD Kabupaten Pati, mengajak masyarakat untuk lebih mencintai seni budaya daerah, khususnya wayang kulit. Ia berharap masyarakat dengan sadar mau melestarikan seni budaya wayang kulit. Ajakan ini disampaikan Danu saat menggelar pentas wayang kulit pada 19 Oktober di depan Balaidesa Panjunan Kecamatan Pati. Pentas wayang kulit ini merupakan acara syukurannya […]

  • Bupati Pati Tegaskan Komitmen Serius Turunkan Angka Stunting Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

    Bupati Pati Tegaskan Komitmen Serius Turunkan Angka Stunting Lewat Kolaborasi Lintas Sektor

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 224
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menunjukkan komitmen serius dalam upaya penurunan angka stunting melalui langkah-langkah konkret yang melibatkan kolaborasi lintas sektor. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Pati, Sudewo, dalam sambutannya pada acara Evaluasi Kinerja dan Sosialisasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting di Pendopo Kabupaten Pati, Selasa (7/10). Sudewo mengungkapkan bahwa Pemkab Pati sebelumnya […]

  • Rumah Murah Harga Khusus Warga Jepara Berpenghasilan Rendah

    Rumah Murah Harga Khusus Warga Jepara Berpenghasilan Rendah

    • calendar_month Rab, 4 Des 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Tandatangan kerjasama  Pemkab Jepara dan BTN bekerjasama. Sebanyak 190 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) disapkan. Rumah bertipe 36 ini bakal dibanderol harga khusus. Rp 84 juta. JEPARA – Lahan seluas dua hektare tengah disiapkan. Lahan yang berada di Desa Kuwasen, Kecamatan Jepara ini akan menjadi tempat dibangunnya 190 unit rumah. Rumah-rumah itu diperuntukkan […]

  • Tahun Ajaran 2025/2026, Pemkab Pati Rencanakan Penggabungan SD

    Tahun Ajaran 2025/2026, Pemkab Pati Rencanakan Penggabungan SD

    • calendar_month Sel, 18 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 215
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati berencana melakukan regrouping atau penggabungan sekolah dasar (SD) pada tahun ajaran 2025/2026. Kebijakan ini menyasar SD yang jumlah siswanya kurang dari 120 siswa. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Andrik Sulaksono. Andrik menjelaskan bahwa rencana ini masih dalam tahap awal. “Saat […]

  • Gerakan Hijau, Duet TNI dan Masyarakat Tanam 1000 Pohon Matoa

    Gerakan Hijau, Duet TNI dan Masyarakat Tanam 1000 Pohon Matoa

    • calendar_month Sen, 26 Feb 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Ratusan anggota TNI, masyarakat peduli lingkungan, dan siswa menanam 1000 bibit pohon matoa di bukit pandang, Desa Durensawit, Kayen, Sabtu (24/2/18). Lingkar Muria, PATI – Ratusan anggota Koramil 04/Kayen bersama dengan siswi se Kecamatan Kayen dan komunitas pecinta alam Kayen dan Juwana peduli lingkungan. Mereka melaksanakan go green dengan penanaman 1000 pohon matoa di wisata […]

  • Daftar Potensi Kerugian Indonesia jika Batal Gelar Piala Dunia U-20

    Daftar Potensi Kerugian Indonesia jika Batal Gelar Piala Dunia U-20

    • calendar_month Sen, 27 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Stadion Manahan Solo akan menjadi venue Piala Dunia U-20 2023 JAKARTA – Bola panas menggelinding. Indonesia terancam gagal menggelar Piala Dunia U-20 2023. Sejumlah pihak terang-terangan menolak kedatangan timnas Israel yang berhak berlaga dalam piala dunia usia muda tersebut. Bahkan sejumlah tokoh sudah terang-terangan menolak, seperti Gubernur Bali I wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah […]

expand_less