Breaking News
light_mode

Peka Muria Rayakan HUT ke-2, Sorot Keselamatan dan Konservasi Gunung Muria

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
  • visibility 248

KUDUS – Komunitas Penggiat Konservasi Muria (Peka Muria) memperingati hari jadinya yang kedua dengan menggelar sarasehan bertema “Sinergi Pendaki dan Konservasi Pegunungan Muria” di Joglo Migunani, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Sabtu (12/7/2025).

Acara ini menjadi ajang refleksi pasca-insiden tragis jatuhnya pendaki di Pegunungan Muria, sekaligus penegasan komitmen Peka Muria dalam pelestarian lingkungan.

Ketua Peka Muria, Teguh Budi Wiyono, menyatakan sarasehan ini sebagai konsolidasi untuk menentukan arah gerakan konservasi setahun ke depan.

Salah satu prioritasnya adalah pendidikan lingkungan melalui program sekolah alam yang akan menyasar sekolah-sekolah di sekitar kawasan hutan, dari SD hingga SMA.

“Kami akan menanamkan nilai pentingnya menjaga alam sejak dini. Program ini mulai dijalankan tahun ini,” ungkap dia.

Sejak berdiri pada 12 Juli 2023, Peka Muria aktif memantau dan melestarikan satwa langka seperti macan Muria dan elang Jawa. Mereka mencatat keberadaan 14 ekor macan Muria dewasa, sementara pemetaan habitat elang Jawa masih berlanjut.

“Tahun lalu kami menemukan delapan titik habitat elang Jawa. Kini kami sedang fokus memetakan wilayah jelajahnya,” tambahnya.

Selain pelestarian satwa, penanaman pohon rutin dua hingga empat kali setahun juga dilakukan di lahan kritis.

Namun, meningkatnya aktivitas pendakian menimbulkan tantangan, terutama kerusakan lingkungan dan sampah.

“Banyak pendaki hanya ingin berfoto lalu meninggalkan sampah. Pendakian saat ini belum terkontrol. Kami berharap ada komunitas khusus yang bisa memberikan edukasi bagi pendaki,” tegasnya.

Anggota DPRD Jawa Tengah, Arif Wahyudi, menekankan pentingnya SOP tegas untuk mengatur aktivitas pendakian demi keselamatan dan kelestarian.

“Kami sudah berdiskusi dengan Disporapar Jateng bahkan sebelum insiden pendaki meninggal. Ke depan, semua pendaki harus mengikuti SOP ketat. Ada pelanggaran, termasuk soal sampah, perlu sanksi tegas,” ujarnya.

Ia juga mendorong pelatihan pemandu gunung untuk pendakian yang lebih aman dan terarah, menyoroti minimnya kesadaran sebagian pendaki yang merusak lingkungan.

Ketua Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Muria Raya, Budi Kusriyanto, menilai insiden pendaki meninggal sebagai tamparan bagi pemandu dan pengelola jalur pendakian.

“Sudah waktunya evaluasi menyeluruh, dari segi regulasi, SOP, hingga kejelasan otoritas pengelolaan setiap jalur. Saat ini, belum ada kepastian siapa yang punya wewenang penuh,” jelasnya.

Budi menyayangkan pengabaian peran pemandu oleh sebagian pendaki dan berharap tragedi ini meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran pemandu gunung.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim Persijap Jepara.

    Peluang Persijap Jepara Bertahan di Liga 2 Hanya 50 Persen

    • calendar_month Kam, 4 Jan 2024
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 216
    • 0Komentar

    Peluang Persijap Jepara untuk bertahan di Liga 2 hanya 50 persen saja, butuh semangat dan kerja keras untuk menang.

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Ungkap “Drama” Perpindahan Guru Bahasa Inggris

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Ungkap “Drama” Perpindahan Guru Bahasa Inggris

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 230
    • 0Komentar

    PATI – Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati menyoroti permasalahan kekurangan guru Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Tayu. Kondisi ini terungkap dalam rapat yang dihadiri oleh Kepala SMPN 1 Tayu, Sri Wahyuni. Sri Wahyuni menjelaskan bahwa dari total 41 guru di SMPN 1 Tayu, hanya empat yang merupakan guru […]

  • Pengerjaan Jalan TMMD Karangsari Capai  65 Persen

    Pengerjaan Jalan TMMD Karangsari Capai 65 Persen

    • calendar_month Ming, 22 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Warga membantu TNI mengerjakan jalan dengan makadam di Desa Karangsari Kecamatan Cluwak Kabupaten Pati yang merupakan salah satu lokasi TMMD Sengkuyung Tahap II. PATI – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II, sudah menunjukkan progresnya. Bahkan di Desa Karangsari yang menjadi salah satu lokasi TMMD, dalam kegiatan pembangunan jalan sudah mencapai 65 persen. […]

  • Festival Kopi Pati 2019 Digelar Penuh Dua Hari

    Festival Kopi Pati 2019 Digelar Penuh Dua Hari

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 199
    • 0Komentar

    Pati Meneguhkan Diri Menjadi Kota Kopi   Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati menggelar Festival Kopi Pati 2019 di Plaza Pragolo, 28-29 September. Melalui festival tersebut, Pemkab Pati ingin mengangkat kopi Pati lebih tinggi lagi. Sebagai salah satu komoditas perkebunan unggulan. Festival di hari pertama, bakal diawali dengan kegiatan uji cita rasa atau cupping. Ada […]

  • PAC Pagar Nusa Margoyoso Mempererat Tali Silaturahmi dengan Acara Halalbihalal

    PAC Pagar Nusa Margoyoso Mempererat Tali Silaturahmi dengan Acara Halalbihalal

    • calendar_month Sel, 16 Apr 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 213
    • 0Komentar

    PATI – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa (PN) Margoyoso menggelar acara Halalbihalal pada Senin (15/04/2024). Acara ini diadakan di Sekretariat PAC PN Margoyoso, dengan tujuan utama mempererat hubungan sosial dan menjaga keharmonisan di antara anggota dan warga. Azis, Ketua PAC PN Margoyoso, mengemukakan pentingnya acara Halalbihalal ini adalah untuk menciptakan suasana kebersamaan dan kedamaian. […]

  • DPRD Pati Desak Pemkab Sosialisasikan Kelebihan Pupuk Kompos dan Standarisasi Produksi  

    DPRD Pati Desak Pemkab Sosialisasikan Kelebihan Pupuk Kompos dan Standarisasi Produksi  

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 203
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Narso, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melalui Dinas Pertanian (Dispertan) untuk melakukan sosialisasi dan edukasi terkait dengan kelemahan penggunaan pupuk kimia dan kelebihan penggunaan pupuk kompos. “Sehingga, bisa ketahuan unsur hara apa yang terkandung di dalamnya. Karena memang minat petani memproduksi kompos sendiri kan tidak terstandarisasi,” tuturnya. Narso menilai, sosialisasi […]

expand_less