Breaking News
light_mode

Gus Yusuf Chudlori ; Cinta dan Keteladanan Adalah Kunci Pendidikan Pesantren

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 7 Agu 2018
  • visibility 312

SUMBER : NU ONLINE




KH Yusuf Chudlori punya konsep dalam pendidikan di pesantren. Menurutnya ada ciri khas pendidikan di pesantren. Yaitu mengedepankan cinta kasih
dan suri tauladan yang baik.  
Gus Yusuf sapaan akrabnya, menuontohkan jika ada seorang pendidik merasa jengkel kepada peserta didik atau
santrinya maka langkah yang terbaik adalah dengan mendoakan dan mengirimkan
fatihah kepadanya. Langkah seperti inilah yang akan memunculkan ikatan batin
dan rasa cinta kasih kepada mereka.
“Itulah
ciri khas pendidikan pesantren. Ciri khas pendidikan pesantren itu didasari
dengan cinta kasih,” tegasnya dikutip NU Online dari video
di Gus Yusuf Channel, Rabu (18/7).
Ia
pun mengisahkan sebuah contoh bagaimana seorang kiai memberikan peringatan
kepada peserta didiknya untuk tidak melakukan pelanggaran agar mampu menjadi
pribadi yang lebih baik. Ia merujuk kepada kisah yang terdapat pada buku yang
berjudul “Petuah Bijak dan Kisah Inspiratif Ulama Salaf Nusantara”.
Kisah
itu terjadi di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, saat ada salah
seorang santri yang suka keluar malam. Ia selalu lolos dari pengawasan pengurus
pondok. Anehnya, justru KH Abdul Karim mengetahuinya.
“Lantas
beliau menulis pada secarik kertas dengan tangannya sendiri, Kula mboten
remen santri ingkang remen miyos (Saya tidak suka santri yang suka
keluar). Tulisan tersebut kemudian beliau tempelkan di bawah bedug,”
lanjutnya.
Secara
kebetulan, santri yang biasa keluar pondok tanpa izin itu ternyata pada malam
harinya memilih tidur di bawah bedug. Betapa kagetnya santri itu, ketika
membaca sebuah tulisan persis di depan matanya. Dia sangat mengenali tulisan
itu, yang menulisnya adalah Mbah Kiai Abdul Karim. Yang selama ini dianggapnya
tidak mengetahui kelakuannya selama ini.
Insaf
“Setelah
peristiwa menakjubkan pada malam itu, santri itu insaf. Dia tidak lagi keluar
pondok pada malam hari. Kita mungkin tidak sanggup meniru persis cara Mbah
Abdul Karim. Tetapi kita bisa meneladani kebijaksanaan dan kearifan beliau.
Murid atau anak yang nakal, mendidiknya tidak dilakukan dengan kekerasan dan
pemaksaan. Melainkan dengan kasih sayang dan do’a,” ungkapnya.
Dari
kisah ini Gus Yusuf mengingatkan bahwa pemaksaan dalam kadar tertentu memang
akan menghasilkan tindakan seperti yang diinginkan si pemaksa. Tetapi pada saat
yang bersamaan ia memantik bara api yang akan menjadi sumber bencana di waktu
yang akan datang.
“Orang-orang
yang terpaksa mengikuti dan melayani paksaan akan kehilangan rasa hormat kepada
pemaksa. Seorang guru akan kehilangan kehormatan dari muridnya. Seorang bapak akan
kehilangan bakti anaknya. Seorang suami akan kehilangan cinta istrinya,”
pungkasnya. (Muhammad Faizin/hus)

Tulisan ini diambil sepenuhnya dari
www.nu.or.id http://www.nu.or.id/post/read/93105/gus-yusuf-cinta-kasih-adalah-ciri-khas-pendidikan-pesantren

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Bupati Pati, Haryanto, Bakar Semangat Menangkan Wahyu-Suharyono

    Mantan Bupati Pati, Haryanto, Bakar Semangat Menangkan Wahyu-Suharyono

    • calendar_month Jum, 22 Nov 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 267
    • 0Komentar

    PATI – Ribuan warga Pati memadati halaman parkir Stadion Joyokusumo pada Kamis (21/11/2024) dalam acara “Hajatan Rakyat Menjemput Kemenangan,” yang dimeriahkan oleh orkes dangdut New Pallapa. Kemacetan bahkan terjadi di sekitar stadion akibat membludaknya massa yang datang dari berbagai penjuru Kabupaten Pati. Acara tersebut turut dihadiri dan diramaikan oleh mantan Bupati Pati, Haryanto, yang kini […]

  • Pj Bupati Jepara Apresiasi BUMDes Tegal Makmur Tegalsambi

    Pj Bupati Jepara Apresiasi BUMDes Tegal Makmur Tegalsambi

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 870
    • 0Komentar

    DESA – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tegal Makmur di area Taman Wisata Tegalsambi, Kecamatan Tahunan mendapat apresiasi langsung dari Penjabat (Pj) Bupati Jepara H. Edy Supriyanta. Hal ini itu diungkapkan Edy Supriyanta saat meresmikan Kantor BUMDes Tegal Makmur di area Taman Wisata Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Minggu, (4/2/2024). Pj Bupati menyebut Desa Tegalsambi merupakan desa […]

  • Pengisian Perangkat Desa, Kecamatan Mejobo Sepakat Pakai Tes CAT

    Pengisian Perangkat Desa, Kecamatan Mejobo Sepakat Pakai Tes CAT

    • calendar_month Jum, 30 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Bintek bagi panitia pengisian perangkat desa se Kec. Mejobo Kudus KUDUS – Bimbingan teknis bagi panitia pengisian perangkat desa se kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus tahun 2022 digelar Kamis (29/9/2022) di aula balaidesa Kesambi.  Dalam kegiatan itu turut hadir sebagai pemateri adalah Dinas PMD Kabupaten Kudus yang diwakili oleh Kabid Pemberdayaan Desa, Dian Noor Tamzis Hanafi. […]

  • DPRD Pati Minta Masyarakat Tingkatkan Kreativitas di Era Digital

    DPRD Pati Minta Masyarakat Tingkatkan Kreativitas di Era Digital

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 317
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, mendorong masyarakat Kabupaten Pati untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi di era digital. Menurut Bandang, kreativitas dan inovasi merupakan kunci untuk memajukan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita perlu menggali potensi yang ada di masyarakat, baik itu di bidang seni, budaya, maupun ekonomi,” ujarnya. “Dengan memiliki jiwa kreatif, […]

  • Anggota DPRD Pati Muntamah Ungkap Keunggulan Pendidikan Pesantren

    Anggota DPRD Pati Muntamah Ungkap Keunggulan Pendidikan Pesantren

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 341
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, menekankan pentingnya peran pondok pesantren dalam mencetak generasi muda berakhlak mulia dan berwawasan religius. Ia menilai kualitas pendidikan di pesantren tak kalah dengan pendidikan umum. “Pondok pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) kini telah berkembang pesat, tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga di bidang IT, olahraga, […]

  • Mimpi Buruk Penjudi, Berganti Mimpi Manis Prestasi

    Mimpi Buruk Penjudi, Berganti Mimpi Manis Prestasi

    • calendar_month Sab, 5 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 404
    • 0Komentar

    ILUSTRASI ISTIMEWA Teriakan lantang nan heroik dari Januar Herwanto, manajer Madura FC seakan menjadi awal mimpi buruk sepakbola Indonesia yang karut-marut di bawah bayang-bayang barisan mafia. Ya, sepakbola di negeri yang sudah 73 tahun merdeka ini, alih-alih menyuguhkan prestasi, lebih banyak malah membikin dada sesak. Sebab nihilnya trofi juara yang nangkring di lemari prestasi PSSI. […]

expand_less