DPRD Pati Dorong Pemkab Perhatikan Wayang Golek Kudur, Potensi Besar Jadi Ikon Budaya Daerah
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 55 menit yang lalu
- visibility 99.010

Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kastomo
PATI – Sekretaris Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, menyoroti masih minimnya perhatian yang diberikan pemerintah daerah terhadap upaya pelestarian warisan seni dan budaya tradisional yang ada di wilayah Pati.
Ia menilai, sejumlah kesenian daerah kini berada dalam ancaman kepunahan karena kurangnya dukungan pendanaan serta kurang terawatnya sarana dan prasarana pendukung.
Salah satu kekayaan budaya yang menjadi perhatian seriusnya adalah kesenian Wayang Golek yang dimiliki oleh warga Desa Kudur, Kecamatan Winong.
Menurut Kastomo, kesenian tersebut merupakan aset berharga dan ikon budaya lokal yang sangat potensial, sehingga keberlangsungannya wajib dijaga dan dilindungi.
“Di Desa Kudur, Kecamatan Winong, ada wayang golek yang menjadi ikon budaya Pati. Tetapi perhatian pemerintah di bidang budaya ini masih kurang,” ujar Kastomo.
Ia menjelaskan, saat ini masyarakat di berbagai pelosok desa sedang ramai menggelar tradisi sedekah bumi, sebuah momen yang sangat lekat dengan pertunjukan seni adat.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa hampir seluruh kegiatan tersebut masih bertumpu pada kemampuan dan swadaya masyarakat, tanpa adanya dukungan maksimal dari pemerintah kabupaten.
Khusus untuk Wayang Golek Kudur, kondisi yang ada mulai mengkhawatirkan. Perlengkapan pertunjukan yang digunakan saat ini dinilai sudah mulai rapuh, baik karena faktor usia barang yang sudah tua maupun karena jarang mendapatkan perawatan yang layak.
“Wayang golek itu digelar setahun sekali, tetapi perlengkapannya sudah mulai rapuh. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi DPRD dan pemerintah kabupaten untuk menjaga kebudayaan di Pati, baik wayang golek, wayang kulit, maupun ketoprak,” katanya.
Bagi Kastomo, pelestarian budaya tidak bisa hanya dibebankan kepada masyarakat saja, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama antara warga dan pemerintah.
Peran pemerintah, khususnya dalam bentuk dukungan anggaran dan pembiayaan, menjadi kunci agar semangat masyarakat dalam mempertahankan tradisi tetap terjaga.
“Kami akan mendorong pemerintah agar lebih memperhatikan pelestarian budaya dan kesenian supaya masyarakat tetap semangat,” ucapnya.
Selain mendukung penyelenggaraan kegiatan seni, Kastomo juga menekankan perlunya bantuan khusus untuk pemeliharaan barang-barang pusaka seni. Mulai dari sosok wayang hingga perangkat gamelan, semuanya butuh perawatan rutin agar tidak rusak atau hilang nilai seninya.
“Pemerintah desa juga sering keberatan untuk biaya perawatan. Padahal barang-barang kesenian dan gamelan harus dijaga supaya tidak rusak,” pungkasnya.
(adv)
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

