Breaking News
light_mode

Modernisasi Pertanian, Genjot Nilai Ekonomi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 28 Jan 2018
  • visibility 232
SIMBOLIS : Bupati Haryanto dan anggota komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyerahkan alat mesin pertanian kepada kelompok tani di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan kemarin
Lingkar Muria, PATI – Selama ini di Kabupaten Pati nilai ekonomi
pertanian masih dikuasai kalangan tengkulak. Hal ini disebabkan ketidakmampuan
petani, sebab masih banyak yang masih bertani dengan cara tradisional.
Demikian diungkapkan anggota Komisi
IV DPR RI Firman Soebagyo saat menyerahkan bantuan alat mesin pertanian
(alsintan) di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan siang kemarin.
”Petani kita kurang bersaing,
karena masih tradisional. Untu itu teknologi dalam dunia petanian sangat
dibutuhkan,” terang Firman.
Untuk itu, lanjut Firman,
pemerintah menyerahkan bantuan alsintan dalam rangka meringankan beban para
petani. Pemerintah saat ini masih terus mengupayakan inventarisasi kebutuhan. ”Tiap
desa diharapkan kebutuhan mulai traktor, transplanter, mesin penyedot air,
hingga mesin pengering dapat terpenuhi,” imbuh Firman.
Dengan adanya dukungan itu, lanjut
politisi Golkar ini, produk pertanian yang keluar dari desa bisa bernilai
lebih. Misal petani padi, produk pertanian yang keluar dari desa nantinya tidak
berupa gabah kering. Namun sudah menjadi beras. ”Dari situ perputaran
perekonomian ada di desa,” lanjutnya.
Dengan digencarkannya mekanisasi di
bidang pertanian, tentu akan berimbas pada pengurangan tenaga kerja manusia.
”Konsekuensinya memang tenaga kerja seperti buruh tanam, buruh panen menjadi
menyusut, karena diganti alat-alat yang canggih. Untuk itu kami akan carikan
alternatif pekerjaan lain, bagi yang menggantungkan pekerjaan di sektor tenaga
pertanian,” papar Firman.

Sementara itu, Bupati Haryanto yang
turut hadir menekankan agar bantuan yang diterima para kelompok tani ini dapat
digunakan dengan baik. Haryanto berpesan agar penggunaan alsintan mesti
diutamakan bagi desa masing-masing.
”Jangan sampai berpindah tangan.
Harus dimanfaatkan untuk desa masing-masing,” tegas Haryanto.
Bantuan alsintan yang diserahkan
dalam kesempatan ini terdiri dari mesin pompa air, traktor, dan juga alat tanam
padi atau transplanter. Pompa ejumlah 51 unit, transplanter 8 unit, traktor
roda empat 10 unit dan traktor tangan sejumlah 51 unit. (lil)



  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anggota DPRD Pati Prihatin: Kecanduan Gadget Ancam Pendidikan Anak, Pancasila Terabaikan

    Anggota DPRD Pati Prihatin: Kecanduan Gadget Ancam Pendidikan Anak, Pancasila Terabaikan

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 238
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Endah Sri Wahyuningati, menyoroti fenomena kecanduan gadget pada anak-anak yang semakin mengkhawatirkan. Anggota DPRD dari Partai Golkar ini mengungkapkan keprihatinannya melihat banyak anak lebih memilih bermain gadget daripada belajar, bahkan hingga mengabaikan pendidikan kewarganegaraan yang penting. “Hari ini memang tragis, anak-anak bahkan tidak hafal Pancasila […]

  • Rahmat Hidayat Kolaps Saat Persijap vs Persebaya, Ini Kronologi dan Kondisinya Terkini

    Rahmat Hidayat Kolaps Saat Persijap vs Persebaya, Ini Kronologi dan Kondisinya Terkini

    • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.451
    • 0Komentar

    JEPARA – Pemain belakang Persijap Jepara, Rahmat Hidayat, sempat kolaps saat menghadapi Persebaya Surabaya dalam lanjutan Super League, Sabtu (21/2/2026) malam. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini itu berjalan ketat. Persijap harus mengakui keunggulan Persebaya dengan skor 1-3. Pertandingan juga diwarnai kartu merah untuk Rachmat Irianto pada menit ke-86. Namun, sorotan utama tertuju […]

  • Lapak Baru Pasar Kalinyamatan Belum Diminati Pedagang

    Lapak Baru Pasar Kalinyamatan Belum Diminati Pedagang

    • calendar_month Jum, 1 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 266
    • 0Komentar

    KOSONG: Lapak baru di depan Pasar Kalinyamatan hingga kemarin belum ditempati pedagang kaki lima. KALINYAMATAN – Lapak baru di bagian timur pasar Kalinyamatan belum ditempati. Lapak tesebut diperuntukkan kepada pedagang kaki lima (PKL). Sebelum dibangun lapak baru, tempat itu tak tertata. Dari pantauan Lingkar Muria Sabtu (2/12/17), lapak baru ini memang belum ditempati pedagang. Namun […]

  • Operasi Keselamatan Candi 2026 Dimulai, Polresta Pati Gelar Apel Pengecekan Kesiapan

    Operasi Keselamatan Candi 2026 Dimulai, Polresta Pati Gelar Apel Pengecekan Kesiapan

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.862
    • 0Komentar

    PATI – Di halaman Mapolresta Pati, Senin (2/2/2026) pukul 07.30 hingga 08.00 WIB, Polresta Pati menggelar apel gelar pasukan untuk memulai Operasi Keselamatan Candi 2026. Kegiatan ini dipimpin Plt Wakapolresta Pati, Kompol Anwar, yang mewakili Kapolresta Pati, sekaligus sebagai sarana memeriksa kesiapan personel, sarana, dan prasarana untuk tugas di lapangan. Dalam amanat Kapolda Jawa Tengah […]

  • Tingkah Mahasiswa UIN Walisongo Jadi Badut Hibur Pasien Corona

    Tingkah Mahasiswa UIN Walisongo Jadi Badut Hibur Pasien Corona

    • calendar_month Sen, 2 Agu 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 204
    • 0Komentar

      Aksi badut yang diperankan mahasiswa UIN Walisongo menghibur para peserta isolasi terpusat di rumah dinas Walikota Semarang. Gelak tawa pecah di pelataran rumah dinas Walikota Semarang, Minggu (1/8/2021). Sejumlah pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri terpusat tampak gembira. Hari itu mereka mendapat hiburan gratis dari para badut  yang merupakan mahasiswa UIN Walisongo Semarang. […]

  • Buang Sampah di Sungai Masih Marak, DPRD Pati Minta Ada Sosialisasi hingga Tingkat RT

    Buang Sampah di Sungai Masih Marak, DPRD Pati Minta Ada Sosialisasi hingga Tingkat RT

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 202
    • 0Komentar

    PATI – Kebiasaan buruk membuang sampah di sungai masih menjadi permasalahan serius di Kabupaten Pati. Anggota DPRD Pati, Warsiti, mengungkapkan bahwa sosialisasi hingga tingkat RT menjadi langkah penting untuk mengatasi masalah ini. “Sosialisasi di tingkat RT sangat penting untuk mengubah kebiasaan buruk warga,” ujarnya. “Selain itu, pemahaman tentang sampah sejak dini bagi anak-anak juga sangat […]

expand_less