Breaking News
light_mode

Modernisasi Pertanian, Genjot Nilai Ekonomi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Ming, 28 Jan 2018
  • visibility 307
SIMBOLIS : Bupati Haryanto dan anggota komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyerahkan alat mesin pertanian kepada kelompok tani di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan kemarin
Lingkar Muria, PATI – Selama ini di Kabupaten Pati nilai ekonomi
pertanian masih dikuasai kalangan tengkulak. Hal ini disebabkan ketidakmampuan
petani, sebab masih banyak yang masih bertani dengan cara tradisional.
Demikian diungkapkan anggota Komisi
IV DPR RI Firman Soebagyo saat menyerahkan bantuan alat mesin pertanian
(alsintan) di Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan siang kemarin.
”Petani kita kurang bersaing,
karena masih tradisional. Untu itu teknologi dalam dunia petanian sangat
dibutuhkan,” terang Firman.
Untuk itu, lanjut Firman,
pemerintah menyerahkan bantuan alsintan dalam rangka meringankan beban para
petani. Pemerintah saat ini masih terus mengupayakan inventarisasi kebutuhan. ”Tiap
desa diharapkan kebutuhan mulai traktor, transplanter, mesin penyedot air,
hingga mesin pengering dapat terpenuhi,” imbuh Firman.
Dengan adanya dukungan itu, lanjut
politisi Golkar ini, produk pertanian yang keluar dari desa bisa bernilai
lebih. Misal petani padi, produk pertanian yang keluar dari desa nantinya tidak
berupa gabah kering. Namun sudah menjadi beras. ”Dari situ perputaran
perekonomian ada di desa,” lanjutnya.
Dengan digencarkannya mekanisasi di
bidang pertanian, tentu akan berimbas pada pengurangan tenaga kerja manusia.
”Konsekuensinya memang tenaga kerja seperti buruh tanam, buruh panen menjadi
menyusut, karena diganti alat-alat yang canggih. Untuk itu kami akan carikan
alternatif pekerjaan lain, bagi yang menggantungkan pekerjaan di sektor tenaga
pertanian,” papar Firman.

Sementara itu, Bupati Haryanto yang
turut hadir menekankan agar bantuan yang diterima para kelompok tani ini dapat
digunakan dengan baik. Haryanto berpesan agar penggunaan alsintan mesti
diutamakan bagi desa masing-masing.
”Jangan sampai berpindah tangan.
Harus dimanfaatkan untuk desa masing-masing,” tegas Haryanto.
Bantuan alsintan yang diserahkan
dalam kesempatan ini terdiri dari mesin pompa air, traktor, dan juga alat tanam
padi atau transplanter. Pompa ejumlah 51 unit, transplanter 8 unit, traktor
roda empat 10 unit dan traktor tangan sejumlah 51 unit. (lil)



  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemain Pilar Absen, Pelatih Persijap Tetap Optimis Curi Poin dari PSIM Jogja

    Pemain Pilar Absen, Pelatih Persijap Tetap Optimis Curi Poin dari PSIM Jogja

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.063
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persijap Jepara menghadapi tantangan berat jelang laga tandang melawan PSIM Yogyakarta pada Rabu (11/3) di Stadion Sultan Agung, Bantul. Dalam pertandingan tersebut, Laskar Kalinyamat dipastikan tidak dapat menurunkan tiga pemain asingnya. Ketiga pemain yang absen adalah Najeeb Yakubu, Sudi Abdallah, dan Jose Luis Espinosa Arroyo yang akrab disapa Tiri. Yakubu dan Abdallah masih […]

  • Oknum Guru Madrasah di Pati Cabuli Siswinya

    Oknum Guru Madrasah di Pati Cabuli Siswinya

    • calendar_month Ming, 21 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 293
    • 0Komentar

    ILUSTRASI REPRO rapormerah.co Lingkar Muria, PATI – Berita yang diunggah Satreskrim Polres Pati di akun instagramnya, soal pencabulan yang dilakukan oknum guru madrasah, benar adanya. Diketahui, oknum guru itu mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Huda di Dukuh Tapen Desa Kertomulyo Kecamatan Margoyoso. Saat dikonfirmasi, hal itu dibenarkan Kepala Madarasah, Suparmo, Minggu (21/1/18) lalu. Suparmo menjelaskan, atas […]

  • Jepara Terima Penghargaan Adipura Kencana

    Jepara Terima Penghargaan Adipura Kencana

    • calendar_month Rab, 1 Mar 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 278
    • 0Komentar

    Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta  Adipura Kencana disabet Kota Jepara. Penghargaan tertinggi kota terbersih ini menjadi kado manis bagi komitmen menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan. Prestasi membanggakan diraih Kabupaten Jepara. Daerah berjuluk Kota Ukir itu meraih penghargaan Adipura Kencana sebagai kota sedang terbersih di Indonesia tahun 2022. Di Jawa Tengah, hanya Jepara yang mendapatkan penghargaan […]

  • Antisipasi Penimbunan Polsek Donorojo Jepara Cek Ketersediaan Minyak Goreng

    Antisipasi Penimbunan Polsek Donorojo Jepara Cek Ketersediaan Minyak Goreng

    • calendar_month Sen, 13 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Kegiatan patroli Polsek Donorojo Jepara untuk memantau ketersediaan minyak goreng di pasar. Minyak goreng kembali tidak stabil. Masyarakat banyak yang resah atas kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok itu. JEPARA  – Dalam rangka melindungi seluruh warga dari tidak stabilnya harga sembako yang dianggap dapat merepotkan warga masyarakat, Personel Polsek Donorojo melaksanakan kegiatan patroli dengan mendatangani […]

  • KONI Kudus Menilai Musorkablub Forkom Pengkab Cacat Hukum

    KONI Kudus Menilai Musorkablub Forkom Pengkab Cacat Hukum

    • calendar_month Sab, 20 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Konflik di tubuh KONI Kudus terlihat makin memanas. Forkom Pengkab menghendaki Musorkablub. Namun rencana itu dinilai KONI Kudus cacat hukum. KUDUS – KONI Kabupaten Kudus menyebut musyawarah kabupaten luar biasa (musorkablub) yang bakal diselenggarakan forum komunikasi pengkab cacat hukum. Sebab, musorkablub yang direncanakan diselenggarakan Sabtu (21/2/2021) tak sesuai AD/ART KONI 2020. Kabid Binkum KONI Kudus […]

  • Tak Sia-sia Kulit Jeruk Pamelo Bisa Dibuat Jadi Selai yang Nikmat

    Tak Sia-sia Kulit Jeruk Pamelo Bisa Dibuat Jadi Selai yang Nikmat

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 314
    • 0Komentar

    Kulit jeruk pamelo  Di tangan orang kreatif, apapun bisa menjadi berharga. Seperti yang dilakukan para mahasiswa KKN di Desa Bageng ini misalnya. Limbah kulit jeruk pamelo diolahnya menjadi selai. Hasilnya, limbah yang sia-sia menjadi berguna. Asap dari dapur mengepul tebal. Matahari mulai beranjak naik. Sinarnya terik. Di dalam dapur, keriuhan anak-anak muda menambah kesibukan. Kholishotin […]

expand_less