Breaking News
light_mode

Gus Yusuf Chudlori ; Cinta dan Keteladanan Adalah Kunci Pendidikan Pesantren

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 7 Agu 2018
  • visibility 201

SUMBER : NU ONLINE




KH Yusuf Chudlori punya konsep dalam pendidikan di pesantren. Menurutnya ada ciri khas pendidikan di pesantren. Yaitu mengedepankan cinta kasih
dan suri tauladan yang baik.  
Gus Yusuf sapaan akrabnya, menuontohkan jika ada seorang pendidik merasa jengkel kepada peserta didik atau
santrinya maka langkah yang terbaik adalah dengan mendoakan dan mengirimkan
fatihah kepadanya. Langkah seperti inilah yang akan memunculkan ikatan batin
dan rasa cinta kasih kepada mereka.
“Itulah
ciri khas pendidikan pesantren. Ciri khas pendidikan pesantren itu didasari
dengan cinta kasih,” tegasnya dikutip NU Online dari video
di Gus Yusuf Channel, Rabu (18/7).
Ia
pun mengisahkan sebuah contoh bagaimana seorang kiai memberikan peringatan
kepada peserta didiknya untuk tidak melakukan pelanggaran agar mampu menjadi
pribadi yang lebih baik. Ia merujuk kepada kisah yang terdapat pada buku yang
berjudul “Petuah Bijak dan Kisah Inspiratif Ulama Salaf Nusantara”.
Kisah
itu terjadi di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Jawa Timur, saat ada salah
seorang santri yang suka keluar malam. Ia selalu lolos dari pengawasan pengurus
pondok. Anehnya, justru KH Abdul Karim mengetahuinya.
“Lantas
beliau menulis pada secarik kertas dengan tangannya sendiri, Kula mboten
remen santri ingkang remen miyos (Saya tidak suka santri yang suka
keluar). Tulisan tersebut kemudian beliau tempelkan di bawah bedug,”
lanjutnya.
Secara
kebetulan, santri yang biasa keluar pondok tanpa izin itu ternyata pada malam
harinya memilih tidur di bawah bedug. Betapa kagetnya santri itu, ketika
membaca sebuah tulisan persis di depan matanya. Dia sangat mengenali tulisan
itu, yang menulisnya adalah Mbah Kiai Abdul Karim. Yang selama ini dianggapnya
tidak mengetahui kelakuannya selama ini.
Insaf
“Setelah
peristiwa menakjubkan pada malam itu, santri itu insaf. Dia tidak lagi keluar
pondok pada malam hari. Kita mungkin tidak sanggup meniru persis cara Mbah
Abdul Karim. Tetapi kita bisa meneladani kebijaksanaan dan kearifan beliau.
Murid atau anak yang nakal, mendidiknya tidak dilakukan dengan kekerasan dan
pemaksaan. Melainkan dengan kasih sayang dan do’a,” ungkapnya.
Dari
kisah ini Gus Yusuf mengingatkan bahwa pemaksaan dalam kadar tertentu memang
akan menghasilkan tindakan seperti yang diinginkan si pemaksa. Tetapi pada saat
yang bersamaan ia memantik bara api yang akan menjadi sumber bencana di waktu
yang akan datang.
“Orang-orang
yang terpaksa mengikuti dan melayani paksaan akan kehilangan rasa hormat kepada
pemaksa. Seorang guru akan kehilangan kehormatan dari muridnya. Seorang bapak akan
kehilangan bakti anaknya. Seorang suami akan kehilangan cinta istrinya,”
pungkasnya. (Muhammad Faizin/hus)

Tulisan ini diambil sepenuhnya dari
www.nu.or.id http://www.nu.or.id/post/read/93105/gus-yusuf-cinta-kasih-adalah-ciri-khas-pendidikan-pesantren

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Edy Wuryanto: Penganiayaan terhadap Dokter di Lampung Harus Diproses secara Hukum

    Edy Wuryanto: Penganiayaan terhadap Dokter di Lampung Harus Diproses secara Hukum

    • calendar_month Rab, 26 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 492
    • 0Komentar

    Anggota DPR RI Edy Wuryanto  NASIONAL – Seorang dokter di Puskesmas Pajar Bulan, Lampung Barat diserang oleh keluarga pasien. Kejadian tersebut terekam dalam video dan beredar di media sosial. Penyerangan itu terjadi lantaran pasien tidak segera sembuh setelah diberi obat.  Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto menyerukan agar pelakunya diproses secara […]

  • Persipa Pati Ditahan Imbang Persijap Jepara di Kandang, Begini Respon Pelatih Persipa

    Persipa Pati Ditahan Imbang Persijap Jepara di Kandang, Begini Respon Pelatih Persipa

    • calendar_month Ming, 12 Nov 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 212
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati bermain imbang 1-1 melawan Persijap Jepara pada pertandingan lanjutan kompetisi Liga 2 Indonesia 2023/2024 di Stadion Joyokusumo Pati, Sabtu (11/11/2023). “Pemain sudah bermain luar biasa di babak pertama, kita punya peluang tapi gagal mengkonversi jadi gol,” ungkap Pelatih Persipa Pati Jan Saragih. Lebih lanjut, dia mengungkapkan ada beberapa skema di babak […]

  • Senjata Makan Tuan, Jebakan Listrik Tikus di Margorejo Pati Dipreteli

    Senjata Makan Tuan, Jebakan Listrik Tikus di Margorejo Pati Dipreteli

    • calendar_month Sab, 19 Jan 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Kabel listrik yang digunakan untuk membuat setrum jebakan tikus diputus PATI – Jebakan tikus dengan aliran listrik yang terpasang di sawah, kerap memakan korban. Atas dasar itulah jebakan listrik yang ada di Desa Jambean Kidul Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati dipreteli, Jumat (18/1/2019). Kapolsek Margorejo AKP Endah Setianingsih menyebut, dalam waktu satu bulan dia mencatat sudah […]

  • Komunitas Sepeda Tua Pati Dikukuhkan, Siap Ramaikan Hari-hari Bersejarah

    Komunitas Sepeda Tua Pati Dikukuhkan, Siap Ramaikan Hari-hari Bersejarah

    • calendar_month Sel, 19 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Para peserta ngontel bareng pengukuhan Kosti Pati PATI – Minggu lalu (17/2/2019), pagi-pagi benar jalanan Kota Pati ramai. Jalanan dipenuhi orang-orang bersepeda santai. Mayoritas memakai sepeda tua. Kita mengenalnya sebagai sepeda ontel. Ada seribu lebih sepeda-sepeda ontel itu memenuhi jalanan Kota Pati.  Ribuan sepeda itu memeriahkan pengukuhan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Pati. Ribuan peserta […]

  • MBG di Brebes Bermasalah, Edy Wuryanto Desak Standar Keamanan Pangan Diperketat

    MBG di Brebes Bermasalah, Edy Wuryanto Desak Standar Keamanan Pangan Diperketat

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 174
    • 0Komentar

    BREBES – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, dari Fraksi PDI Perjuangan, mengecam keras polemik yang muncul akibat surat pernyataan kontroversial dari MTs Negeri 2 Brebes terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Surat tersebut menuai reaksi negatif karena dianggap memberatkan orang tua siswa, dengan adanya klausul yang membebaskan sekolah dari tanggung jawab jika terjadi […]

  • Kampung Budaya Piji Wetan Raih Penghargaan dari Kemendikbud

    Kampung Budaya Piji Wetan Raih Penghargaan dari Kemendikbud

    • calendar_month Rab, 7 Okt 2020
    • account_circle Redaksi
    • visibility 497
    • 0Komentar

    Kegiatan rebbana di Kampung Budaya Piji Wetan  KUDUS – Senyum mengembang dari bibir Muhammad Zaini. Salah seorang inisiator Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) itu baru saja menerima kabar. Kerja kerasnya bersama masyarakat Piji Wetan diganjar penghargaan. Tidak main-main. Dapat dua penghargaan sekaligus. Kampung Budaya Piji Wetan menjadi pemenang kedua kategori naskah terbaik dan masuk daftar […]

expand_less