Breaking News
light_mode

Pilihlah Lingkungan Terbaik

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 9 Feb 2018
  • visibility 439

Banyak
dari kita, saya yakin setuju bahwa lingkungan yang baik akan mengantarkan kita
menjadi lebih baik. Begitu pula sebaliknya. Maka tidak heran jika para lulusan
SMA misalnya, menginvestasikan waktu mereka untuk belajar lebih keras agar
diterima di perguruan tinggi terbaik. Atau para orang tua, menyekolahkan
anaknya di tempat-tempat yang membuatnya menjadi lebih berkembang.
Setiap
tempat, baik itu lembaga pendidikan, organisasi, komunitas, dan semacamnya,
tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Baik kelebihan maupun
kekurangan itu, pasti dapat men-trigger seseorang untuk dapat
berkembang. Meskipun yang pertama lebih mengakselerasi.
Saya
pernah merasakan berada dalam lingkungan pesantren. Tempat ini tidak diragukan
lagi, adalah yang paling baik dalam menempa anak-anak agar pandai agama. Namun,
masih banyak pesantren yang menyimpan kekolotannya. Bermimpi besar, budaya
diskusi, kebebasan berpikir, dan terbuka terhadap perbedaan, nampaknya
masih belum mengakar kuat.
Waktu
kelas 3 MA, saya ditanya oleh senior. ”Pengen kuliah di mana?” tanyanya. ”UI,”
canda saya dengan nada mantap. ”Halah, mimpi,” sahutnya meremehkan. Wajar sih,
perguruan tinggi nampak begitu tinggi bagi santri di pesantren kami. Boro-boro
masuk UI atau lima perguruan tinggi top nasional, pada waktu itu santri yang
menembus Undip saja belum pernah ada. Perhatikan, punya mimpi besar dan berani
menembus batas belum menjadi budaya pada kebanyakan santri.
Hal
itu berbeda 180 derajat ketika saya berinteraksi dengan mahasiswa ITS. Ketika
saya bertanya akan melanjutkan ke mana nanti setelah lulus jika memilih
melanjutkan studi, mereka begitu yakin dengan jawabannya dan tak ada orang yang
meremehkan. Mereka justru saling support.
Teman
saya dengan mantap bilang, ”Insya Allah ETH Zurich” ”Yale” ”Edinburgh, Amin”
”Wageningen, doakan ya” ”Pokoknya Amerika” ”MIT bro” ”University of Tokyo,
bismillah” dan seterusnya. Penuh dengan ungkapan optimisme.
Begitu
juga dengan saya, ketika mengutarakan mimpi saya, orang dengan sigap langsung
bertanya bagaimana planning-nya menuju ke sana. Bahkan kita berusaha
membentuk grup bagi mereka yang sama-sama berniat melanjutkan studi ke
suatu negara untuk bertukar informasi.
Itu
lah lingkungan yang baik. Perguruan tinggi memberikan bagi saya kebebasan
berpikir, bermimpi setinggi-tingginya, dan pushing the boundaries. No
matter what is your backgrounds, your social economic status, you must have a
dream, so the future is yours. Peoples here are really ambitious. Saya
bersyukur berada di tempat seperti ini.
Di
ITS, semua mahasiswa bebas memilih tempat pengembangan diri, dan mereka
memiliki target yang tinggi pada dirinya masing-masing. Mereka punya semangat
juang yang tinggi untuk berkontribusi bagi almamater dan negara. Tim Mobil Sapu
Angin misalnya, yang berjuang di Shell Eco-Marathon. Waktu kompetisi di London
2016 lalu, mobil tersebut terbakar. Namun, mereka tidak pasrah pada keadaan.
Tim merakit kembali mobil mereka dan akhirnya bisa ikut kompetisi.
Begitu
juga dengan Tim Robotika, HNMUN, Pimnas, MTQ, dll. Semangat juang orang-orang
yang ada di dalamnya memberi inspirasi bagi sesama anggotanya atau bahkan bukan
anggota sekalipun. Ada perjuangan yang letih di balik kesuksesan mereka di
suatu ajang kompetisi.
Mereka
berani bermimpi dan menembus batas. Spirit itu yang membawa sebuah organisasi
atau komunitas menjadi istimewa. Tempat yang baik akan turut menghantarkan
orang-orang di dalamnya menuju keberhasilan. Maka pilihlan tempat terbaik
untuk menempa diri kita.

Misbahul Munir, Alumni ITS Surabaya, pernah nyantri di Pondok Pesantren Darul Falah Sirahan, alumni CSSMoRA ITS. 

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rasakan Sensasi River Tubing di Desa Wisata Jurang Kudus

    Rasakan Sensasi River Tubing di Desa Wisata Jurang Kudus

    • calendar_month Rab, 29 Des 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Pengunjung menikmati wisata river tubing di Desa wisata Jurang Kecamatan Gebog, Kudus/@hajirob KUDUS – Desa wisata Jurang berada di Kecamatan Gebog, berjarak 9,1 kilometer dari pusat kota Kudus. Untuk sampai ke desa wisata itu  pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 20 menit saja. Ada beragam daya tarik wisata yang bakal membuat pengunjung terkesan. Salah satunya adalah […]

  • Molor, KPU Pati Tunggu Surat Suara DPRD Kabupaten

    Molor, KPU Pati Tunggu Surat Suara DPRD Kabupaten

    • calendar_month Rab, 27 Mar 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Para pekerja melakukan pelipatan surat suara  PATI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati masih menunggu surat suara untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) DPRDKabupaten Pati. sejauh ini, KPU baru merampungkan pelipatan suara untuk Pemilihan Presiden dan DPR RI. Kasubag Umum KPU Pati Sugeng santosa mengatakan, jika pihaknya masih menunggu datangnya surat suara yang sampai sejauh ini […]

  • Ada 5 kecamatan di Pati dengan kasus HIV/AIDS tertinggi.

    Awas, Inilah 5 Kecamatan dengan Jumlah Kasus HIV Tertinggi di Pati

    • calendar_month Sel, 5 Des 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Ada 5 kecamatan di Pati dengan kasus HIV/AIDS tertinggi.

  • Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati Mengaku Diikuti Mobil Misterius

    Ketua Pansus Hak Angket DPRD Pati Mengaku Diikuti Mobil Misterius

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 324
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati, Teguh Bandang Waluyo, mengungkapkan pengalaman kurang mengenakkannya, yakni merasa diikuti oleh sebuah mobil misterius. Pengalaman ini diungkapkan seusai rapat Pansus di Gedung DPRD Pati pada Selasa (19/8/2025). “Di sekitar rumah, ada sebuah mobil yang bolak-balik hampir empat kali lewat di samping rumah saya. Saya […]

  • Persipa Pati Bidik Tiga Poin di Kandang Persikas Subang

    Persipa Pati Bidik Tiga Poin di Kandang Persikas Subang

    • calendar_month Sen, 27 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 282
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati menatap laga tandang melawan Persikas Subang di Stadion Persikas Subang, Selasa (28/1/2025), dengan tekad bulat untuk meraih kemenangan. Pertandingan lanjutan babak playoff degradasi Liga 2 Nasional ini menjadi penentu bagi kedua tim untuk bertahan di kompetisi berikutnya. Laskar Saridin mengincar puncak klasemen Grup K yang saat ini dipegang oleh Persipura Jayapura. […]

  • Betah Mondok karena Berfaedah

    Betah Mondok karena Berfaedah

    • calendar_month Sab, 10 Nov 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Siti Nilna Munaliza tak seperti kebanyakan anak muda zaman now yang gemar kebebasan dunia luar. Gadis kelahiran Pati, 7 Desember 1999 ini malah suka sekali dengan dunia pondok pesantren. Bahkan kehidupannya banyak dihabiskan untuk ngaji di pondok pesantren. Padahal, Nilna sempat berhenti tak nyantri di pondok pesantren saat mulai kuliah di IAIN Kudus. Namun saat memutuskan […]

expand_less