Breaking News
light_mode

Al Qur’an dan Fiqih Adalah Satu Kesatuan yang Tak Terpisahkan

  • account_circle Abdul Adhim
  • calendar_month Sab, 28 Feb 2026
  • visibility 2.736
Sebuah Catatan Muhadharah ‘Ammah Al-Itqan bersama KH Baha’uddin Nursalim. Tulisan ini sepenuhnya dikutip dari facebook Sahal Japara
Ahad, 15 Februari 2026 menjadi hari yang penuh cahaya ilmu dan keberkahan. Ma’had Aly Yanbu’ul Qur’an Kudus menyelenggarakan Muhadharah ‘Ammah Ngaos Al-Itqan fi ‘Ulumil Qur’an di Pondok Pesantren LP3IA Narukan Kragan Rembang.
Kitab monumental karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi itu dikaji pada bagian Ilmu Qira’at bersama KH Baha’uddin Nursalim (Gus Baha’).
Dari Ma’had Aly hadir Mudir dan Dewan Muhadhir: KH Ahmad Nashiih M.Ag, KH Riqza Ahmad M.Ag, KH Halim Shidqi S.Psi, Ustadz Dr. Sahal Mahfudh, Ustadz Dr. Muhammad Abu Nadlir, Ustadz Nizanul Falih Lc MA, Ustadz Alif Fakhrurriza S.Ag, Ustadz Hisyam S.Ag, dan para asatidz lainnya.
Sebuah pertemuan yang bukan sekadar forum ilmiah, tetapi momentum menyambung sanad keilmuan.
Dalam pembahasan tentang Qira’at, Gus Baha’ menyampaikan satu kaidah penting dari Imam as-Suyuthi:
بِاخْتِلَافِ الْقِرَاءَاتِ يَظْهَرُ الِاخْتِلَافُ فِي الْأَحْكَامِ
“Dengan adanya perbedaan qira’ah, tampaklah perbedaan dalam hukum-hukum fiqih.”
Kaidah ini menegaskan bahwa qira’at bukan sekadar variasi bacaan, melainkan pintu keluasan makna dan keluasan istinbath hukum.
Dari ragam qira’at, lahir kekayaan tafsir dan keluasan fiqh.
Pada konteks inilah Gus Baha’ memberi dawuh yang sangat penting bagi para santri Qur’an. Santri Qur’an yang ngaji Qira’at Sab‘ah jangan hanya mendalami kaidah-kaidah ushul seperti imalah, naqal, dan kaidah-kaidah teknis lainnya yang mengkaji tentang variasi bacaan, yang tidak ada implikasinya terhadap makna.
Kajian Ushul ini penting, sebatas pada menjaga riwayat-nya dari para Guru yang menyambung hingga Rasulullah SAW.
Yang jauh lebih penting adalah ragam Qira’at yang berimplikasi terhadap hukum fiqih. Perbedaan bacaan sering kali melahirkan perbedaan makna, dan dari sana lahir perbedaan hukum.
Beliau juga mengingatkan bahwa santri Qur’an harus memiliki sangu ilmu fiqih yang dibutuhkan masyarakat. Tidak cukup hanya hafalan saja.
Kelak, ketika ia ditokohkan di tengah umat, masyarakat akan datang membawa berbagai pertanyaan hukum. Jika ia tidak memiliki perangkat ilmu fiqih yang memadai, lalu menjawab tanpa dasar ilmu, maka tentu sangat berbahaya. Sebagaimana peringatan Nabi:
فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
“Mereka berfatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat dan menyesatkan.”
Karena itu, Al-Qur’an yang dihafal dan dijaga hendaknya benar-benar menjadi cahaya yang hidup di tengah masyarakat:
نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ
Menjadi cahaya yang menerangi langkahnya dan memberi manfaat nyata bagi umat.
Gus Baha’ kemudian mencontohkan sosok agung KH Arwani Amin (Mbah Arwani). Beliau bukan hanya ‘alim dalam Qira’at Sab‘ah, tetapi juga menguasai berbagai fan ilmu.
Kisah Mbah Arwani sebelum menghafal Al-Qur’an—saat nyantri kepada KH Hasyim Asy’ari—perlu terus dihidupkan.
Itu menjadi simbol bahwa Al-Qur’an dan fiqh tidak pernah dipisahkan.
Seakan-akan hari ini ada jarak antara “Santri Qur’an” dan “Santri Kitab”, padahal dalam tradisi pesantren klasik keduanya menyatu.
Santri Qur’an harus memahami fiqh melalui turats dan kitab kuning. Santri Kitab juga harus memahami dan mampu membaca Al-Qur’an secara baik dan benar.
Inilah warisan para masyayikh kita, yang dari beliau-beliau ini, sanad al Qur’an kita menyambung.
Dalam kesempatan itu, Gus Baha’ juga menuturkan kisah yang beliau peroleh dari KH Maimoen Zubair tentang KH Munawwir Krapyak Yogyakarta.
Dikisahkan bahwa Kiai Munawwir sangat ingin memberi teladan kepada para santri Qur’an agar tidak hanya menghafal saja, tetapi juga mendalami kitab kuning dan ajaran agama secara komprehensif.
Mbah Kiai Munawwir Krapyak pernah meminta santrinya yang merupakan lulusan dari Pondok Lirboyo untuk mengajar kitab kuning “Fathul Mu’in” di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta, dan beliau sendiri juga turut duduk mengaji kepada santrinya yang ngalim kitab kuning itu.
Sebuah teladan tentang sikap tawadhu’ dan kecintaan pada ilmu. Bahkan, karena kecintaan beliau kepada para santri ahli kitab kuning, beliau pun mengambil menantu dari kalangan mereka, di antaranya adalah KH Ali Maksum putra Kiai Maksum Lasem, dan Nyai Hj Qomariyyah putri KH Abdul Karim Lirboyo nenek dari Ibunyai Hj Tutik N. Janah binti KH Thoha bin KH Zaini bin KH Munawwir Krapyak.
Teladan para masyayikh di atas menjadi pengingat bahwa al Qur’an dan Fiqh adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Santri Qur’an harus paham fiqih, begitupun sebaliknya, Santri Kitab juga harus paham tentang al Qur’an.
  • Penulis: Abdul Adhim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komika Nasional Gautama Shindu, Ajak Suporter Persijap Jepara Perkuat Branding dan Dukung Klub Lewat Cara Positif

    Komika Nasional Gautama Shindu, Ajak Suporter Persijap Jepara Perkuat Branding dan Dukung Klub Lewat Cara Positif

    • calendar_month Rab, 29 Jul 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 101.294
    • 0Komentar

    JEPARA – Influencer sekaligus komika nasional asal Jepara, Gautama Shindu, menyampaikan pandangannya terkait kondisi finansial yang tengah dihadapi Persijap Jepara. Sebagai suporter, ia menilai persoalan keuangan merupakan tantangan yang bisa dialami klub mana pun apabila regulasi mengenai kesehatan finansial klub belum dijalankan secara optimal. Menurut Gautama, menjalankan klub sepak bola di Indonesia bukan perkara mudah. […]

  • DPRD Pati : Reboisasi Lahan Tanam Pohon Buah

    DPRD Pati : Reboisasi Lahan Tanam Pohon Buah

    • calendar_month Sab, 28 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 288
    • 0Komentar

    PATI – Penanaman bibit pohon buah di wilayah Pegunungan Kendeng dinilai sebagai solusi tepat untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda Pati selatan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Pimpinan Sementara DPRD Pati, Hardi. “Bibit pohon buah dapat memberikan manfaat ganda. Selain menghasilkan buah yang dapat dinikmati masyarakat, penanamannya juga berfungsi sebagai upaya reboisasi yang efektif […]

  • Semangat Muharram, BRI BO Pati Berbagi Kebahagiaan Bersama Santri Darul Hadlonah

    Semangat Muharram, BRI BO Pati Berbagi Kebahagiaan Bersama Santri Darul Hadlonah

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.278
    • 0Komentar

    PATI – Bulan Muharram yang menjadi penanda datangnya Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dimanfaatkan BRI Branch Office (BO) Pati untuk menebar kebaikan dan memperkuat kepedulian sosial. Melalui kegiatan santunan yatim dhuafa dan pengajian, BRI BO Pati menghadirkan kebahagiaan bagi para santri Panti Asuhan Darul Hadlonah Margoyoso, Rabu (24/6/2026). Sebanyak 22 santri menerima santunan berupa paket […]

  • Cantik-cantik Bagi Takjil, Ada Jihan Audy Juga

    Cantik-cantik Bagi Takjil, Ada Jihan Audy Juga

    • calendar_month Sen, 3 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Jihan Audy bagi-bagi takjil Tampilan modis, dengan polesan wajah kinyis-kinyis tak membuat ragu para gadis ini untuk turun ke jalanan. Gadis-gadis cantik itu sendiri adalah para artis dangdut yang malang melintang di blantika musik dangdut regional hingga nasional. Minggu (2/6/2019) lalu, mereka didaulat mengisi acara buka bersama MJ Entertainment di depan kantornya. Jalan Kuniran – […]

  • Pastikan Tanpa Kesenjangan, Bupati Haryanto Tinjau UNBK

    Pastikan Tanpa Kesenjangan, Bupati Haryanto Tinjau UNBK

    • calendar_month Sel, 23 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Humas Pemkab Pati Bupati Pati Haryanto meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 1 Margoyoso dan SMPN 1 Wedarijaksa, Senin (22/4/2019). Wakil Bupati Pati Saiful Arifin dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati Winarto turut mendampingi saat peninjauan berlangsung. “Pada pelaksanaan UNBK hari pertama ini, kami sengaja memilih sekolah yang cukup jauh […]

  • DPRD Pati Dorong Pemkab Lebih Perhatikan Pengembangan Minat Bakat Anak Muda

    DPRD Pati Dorong Pemkab Lebih Perhatikan Pengembangan Minat Bakat Anak Muda

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 314
    • 0Komentar

    PATI – Didin Syafrudin, anggota DPRD Pati, mendesak pemerintah daerah (Pemda) untuk meningkatkan perhatian terhadap bakat anak muda. Menurutnya, hal ini penting untuk mengurangi tingkat kejenuhan dan mendorong anak muda untuk berpikir positif dan produktif. “Sejauh yang saya tahu, perhatian terhadap bakat anak muda masih minim. Kami berharap Pemda dapat menginisiasi,” ujarnya. Didin mencontohkan, anak […]

expand_less