Gus Rozin Resmi Nyatakan Maju Ketua Umum PBNU di Hadapan PCNU Se-Jateng
- account_circle Fatwa Fauzian
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 100.870

Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) saat menyampaikan niat maju kontestasi Ketua Umum PBNU
SALATIGA – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, KH. Abdul Ghaffar Rozin atau yang akrab disapa Gus Rozin, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk berkontestasi sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada Muktamar mendatang. Pengumuman itu disampaikan secara langsung dalam pertemuan silaturrahim bersama para Ketua Pengurus Cabang NU se-Jawa Tengah yang berlangsung di Salatiga, Rabu (15/7/2026) malam.
Awalnya forum ini disiapkan sebagai ruang tukar pandang terkait dinamika organisasi serta arah kebijakan NU menjelang perhelatan akbar tersebut. Namun dalam kesempatan itu pula, Gus Rozin menyampaikan keputusan pribadinya untuk turut berikhtiar dalam memimpin organisasi. Ia menegaskan langkah ini bukanlah untuk memperuncing persaingan antartokoh, melainkan berfokus pada pencarian solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi jam’iyah serta persiapan masa depan NU yang lebih baik.
“Kita tidak usah mengulik tokoh-tokoh yang berkontestasi. Kita mencoba mengurai masalah yang ada,” ujar Gus Rozin.
Menurutnya, keputusan maju ini tidak diambil secara mendadak. Sebelum menyampaikan niatnya secara terbuka, ia telah melakukan perenungan mendalam serta berdiskusi dengan berbagai pihak, sahabat, dan pengurus NU di sejumlah daerah.
“Saya sempat berpikir lama dan akhirnya sekitar dua hari lalu, saya bersama teman-teman dan beberapa Ketua PCNU yang menghubungi saya, maka saya berikhtiar untuk berkontestasi pada Muktamar tahun ini,” ungkapnya.
Forum silaturrahim ini dipilihnya sebagai tempat yang tepat untuk menyampaikan kabar tersebut sekaligus memohon dukungan dan doa dari para pengurus cabang, yang dianggapnya bukan pihak luar melainkan bagian penting dari perjalanan pengabdiannya di tubuh NU.
“Ini merupakan ikhbar sekaligus meminta doa kepada para Ketua PCNU se-Jawa Tengah. Saya melakukan ini karena saya berangkat dari Jawa Tengah, dan saya merasa bahwa para Ketua PCNU ini bukan orang lain,” ucapnya.
Meski maju dalam kontestasi, Gus Rozin menekankan bahwa tujuan utamanya adalah memperkokoh persatuan organisasi serta menghadirkan gagasan konstruktif demi masa depan NU. Ia kembali menegaskan visi besarnya: menjadikan NU sebagai perkumpulan sosial keagamaan Islam yang berdaulat, bermartabat, dan bermanfaat luas.
“Kita ingin NU terwujud sebagai perkumpulan sosial keagamaan Islam yang berdaulat, bermartabat, dan bermanfaat untuk kemaslahatan dan kesejahteraan Indonesia dan semesta,” katanya.
Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Pati ini juga mengajak seluruh jajaran PCNU se-Jawa Tengah untuk menjadikan Muktamar sebagai momen pemantapan dan penguatan organisasi, bukan arena yang memperlebar jurang perbedaan.
“Kita ingin NU terwujud sebagai perkumpulan sosial keagamaan Islam yang berdaulat, bermartabat dan bermanfaat untuk kemaslahatan dan kesejahteraan Indonesia dan semesta,” ujarnya sekali lagi.
Pernyataan tersebut mendapat tanggapan serius dari peserta yang hadir. Para pengurus cabang sepakat akan pentingnya membangun komunikasi yang lebih intensif antarpengurus dan antarkader agar proses menuju Muktamar berjalan lancar serta melahirkan keputusan yang membawa manfaat bagi jam’iyah dan jamaah. Pertemuan ini juga menjadi wadah penyelarasan pandangan menghadapi tantangan organisasi yang semakin kompleks, sehingga dibutuhkan sosok pemimpin yang mampu menjaga marwah NU sekaligus memperkuat perannya di tengah masyarakat.
Menjelang penutupan, Gus Rozin kembali mengingatkan pentingnya menjaga suasana kondusif di seluruh tingkatan organisasi. Ia berharap seluruh warga NU senantiasa menempatkan kepentingan jam’iyah di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Yang harus kita menangkan adalah masa depan NU yang berdaulat, bermartabat, dan bermanfaat. Muktamar harus menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan dan melanjutkan khidmah kepada umat, bangsa, dan kemanusiaan,” tutur Rektor Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati itu.
Kegiatan silaturrahim PCNU se-Jawa Tengah tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama serta komitmen bersama untuk terus mempererat hubungan dan memperkuat konsolidasi organisasi demi menyongsong Muktamar NU yang damai, bermartabat, dan penuh kemanfaatan bagi seluruh warga Nahdlatul Ulama.
Editor : Arif
- Penulis: Fatwa Fauzian

