Breaking News
light_mode

Giant Sea Wall: Langkah Strategis Jaga Keberlanjutan Sektor Perikanan Pantura

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sen, 20 Jul 2026
  • visibility 101.096

PATI — Keberlangsungan hidup nelayan serta kemajuan sektor kelautan dan perikanan menjadi sorotan utama dalam pembahasan proyek pembangunan Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

Proyek besar yang dirancang sebagai solusi atas banjir rob dan abrasi pantai ini diharapkan tidak justru menghambat roda perekonomian warga pesisir yang menggantungkan hidupnya pada hasil laut.

Sebenarnya, dengan menggabungkan teknologi perlindungan pantai dan penataan jalur pelayaran, proyek strategis nasional ini justru ditargetkan mampu meningkatkan hasil tangkapan nelayan lokal lewat pemulihan kondisi ekosistem pesisir.

Merespons kekhawatiran mengenai dampak pembangunan terhadap sektor perikanan, Wakil Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah, Subaskoro, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyusun langkah mitigasi yang matang agar aktivitas melaut tidak terganggu.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan instansi terkait, muara sungai yang kerap dilalui nelayan skala kecil maupun besar untuk berlayar akan mendapatkan perlindungan khusus.

Penataan jalur ini dilakukan untuk mengatasi masalah pendangkalan muara yang selama ini sering dikeluhkan nelayan akibat penumpukan endapan lumpur.

Nantinya, akan dibangun bangunan pelindung di muara sungai yang aktif tersebut untuk menjamin keamanan jalur pelayaran nelayan.

“Itu nanti akan dibikinkan semacam tanggul beton kurang lebih sekitar 2 kilometer ke laut, mengarah ke laut. Jadi untuk mengurangi sedimentasi. Sehingga harapannya alur sungai muara di sepanjang Pantura Jawa Tengah ini tidak lagi dangkal,” ungkap Subaskoro kepada wartawan di Pati, Sabtu (18/7/2026).

Berkat penataan akses ini, pengusaha perikanan asal Pati ini yakin mobilitas nelayan tetap berjalan lancar, bahkan jauh lebih aman dari risiko kandas.

Pengerjaan tahap persiapan dan konstruksi awal proyek ini di Jawa Tengah direncanakan berlangsung pada periode Januari hingga April 2027.

Subaskoro menambahkan bahwa jadwal tersebut diperoleh setelah pihaknya berkomunikasi secara intensif dengan Deputi 2 Giant Sea Wall wilayah Jawa Tengah–Jawa Timur, Agus Adriyanto.

Apabila tidak ada halangan, pelaksanaan pembangunan akan dimulai pada awal tahun 2027 dengan fokus utama kawasan Teluk Semarang yang meliputi wilayah Kendal, Kota Semarang, dan Kabupaten Demak.

Pembangunan akan diprioritaskan di wilayah Demak yang hingga kini menjadi lokasi paling parah terdampak banjir rob, di mana tempat tinggal nelayan dan lahan tambak warga sering mengalami kerusakan berat.

Selain menjaga akses nelayan di muara utama, sektor budidaya perikanan juga akan dilindungi melalui sistem perlindungan berlapis di kawasan Teluk Semarang.

Konsep perlindungan ini menggabungkan tanggul laut lepas (offshore dike) untuk memecah kekuatan ombak besar, tanggul tepi pantai (onshore dike) untuk melindungi permukiman dan lahan tambak, serta penghalang alami berupa sabuk hijau hutan mangrove.

Seluruh ekosistem hutan mangrove seluas 14.000 hektare yang membentang dari pesisir Jawa Tengah hingga Jawa Timur akan dilakukan pemulihan kembali.

Kehadiran hutan mangrove ini sangat penting bagi sektor perikanan karena berfungsi sebagai tempat pemijahan dan tempat tinggal alami bagi berbagai komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti ikan dan udang, sekaligus menahan laju abrasi pantai.

Manfaat lain bagi lingkungan pesisir dihasilkan melalui pengaturan aliran sungai yang tidak dilalui oleh perahu nelayan kecil.

Aliran anak sungai tersebut akan dialihkan menuju waduk penampungan buatan di dekat pantai, dan tidak langsung dibuang ke laut.

Waduk buatan ini tidak hanya berfungsi menampung luapan air saat hujan deras, tetapi juga membantu proses pemisahan endapan alami sehingga kadar garam air yang bercampur dengan air laut dapat menurun.

Air tawar yang terbentuk di permukaan waduk nantinya bisa dimanfaatkan warga sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk mengairi lahan pertanian di sekitar pesisir yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih akibat intrusi air laut.

Secara keseluruhan, Subaskoro meyakini bahwa pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jawa Tengah ini tidak bertujuan membatasi ruang gerak warga pesisir.

Proyek raksasa ini merupakan upaya menyeluruh untuk melindungi pemukiman nelayan dari ancaman tenggelam akibat penurunan permukaan tanah dan kenaikan muka air laut.

Dengan sistem perlindungan berlapis ini, rumah warga menjadi lebih aman, jalur perdagangan dan transportasi di Pantura terhindar dari genangan air, serta lahan tambak warga terlindungi dari terjangan ombak besar.

“Saya berharap proyek ini mampu menjaga Pantura tetap menjadi kawasan yang aman, produktif, dan berkelanjutan bagi kelangsungan hidup generasi nelayan masa depan,” tandas dia.

Editor : Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ali Badrudin Imbau Transparansi dalam Pendaftaran KPPS Pilkada 2024

    Ali Badrudin Imbau Transparansi dalam Pendaftaran KPPS Pilkada 2024

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 226
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Sementara DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, mengimbau agar proses pendaftaran anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk Pilkada 2024 dilakukan dengan transparan dan akuntabel. Hal ini disampaikan Ali dalam rangka persiapan Pilkada 2024 di Kabupaten Pati yang rencananya akan diikuti oleh tiga pasangan kandidat. “KPPS adalah ujung tombak penyelenggaraan Pemilu di tingkat […]

  • Lengah di Awal, Ayo Berbenah Jap

    Lengah di Awal, Ayo Berbenah Jap

    • calendar_month Rab, 10 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Persijap Jepara dihajar Persis Solo dengan skor 5-2 Rekor tak pernah kalah Persijap atas Persis Solo patah. Rekor tak pernah kalah selama babak grup Liga 2 musim ini juga patah. Persijap dibantai 5-2. Kekalahan pahit yang harus menjadi cambuk untuk bangkit.  SOLO – Gol cepat itu seperti meruntuhkan kepercayaan diri pemain. Penonton di rumah (seperti […]

  • Komisi B DPRD Pati Dampingi Audiensi Petani Kendeng, Sepakat Tolak Tambang

    Komisi B DPRD Pati Dampingi Audiensi Petani Kendeng, Sepakat Tolak Tambang

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 263
    • 0Komentar

    PATI – Komisi B DPRD Kabupaten Pati turut mengawal audiensi antara Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) dan Bupati Pati di Kantor Bupati Pati. Audiensi ini dipimpin oleh tokoh masyarakat Kendeng, Gunretno, dengan tujuan menyampaikan aspirasi terkait pelestarian lingkungan dan penolakan aktivitas pertambangan di kawasan Kendeng. Beberapa anggota Komisi B DPRD Pati seperti Kamari dan […]

  • Atik Kusdarwati: Kolaborasi Solid Wujudkan Target Penurunan AKI dan AKB di Pati

    Atik Kusdarwati: Kolaborasi Solid Wujudkan Target Penurunan AKI dan AKB di Pati

    • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 326
    • 0Komentar

    PATI – Upaya menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Pati membutuhkan kolaborasi yang solid dari berbagai sektor. Hal ini mengemuka dalam pertemuan strategis para pemangku kepentingan kesehatan daerah yang membahas data dan merumuskan langkah konkret. Acara Verifikasi dan Analisis Data MPDN DAK NF Tingkat Kabupaten Pati Tahun 2025 yang […]

  • Efektif Pecah Pertahanan Lawan, Persijap Andalkan Skema Bola Mati   

    Efektif Pecah Pertahanan Lawan, Persijap Andalkan Skema Bola Mati  

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 4.088
    • 0Komentar

    JEPARA – Strategi bola mati atau set pieces tampaknya menjadi kunci utama yang terus diasah oleh pelatih Persijap Jepara, Mario Lemos, demi memecah kebuntuan lini serang dan mencetak gol. Hal ini terbukti efektif karena sejumlah gol penting tim Laskar Kalinyamat lahir dari situasi tersebut. Seperti pada laga pekan ke-25 saat Persijap Jepara berhasil menahan imbang […]

  • Bikin Haru Pengusaha Beras Ega Jaya Berangkatkan Umroh Karyawannya

    Bikin Haru Pengusaha Beras Ega Jaya Berangkatkan Umroh Karyawannya

    • calendar_month Sel, 14 Feb 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 272
    • 0Komentar

    Pengusaha beras UD Ega Jaya memberangkatkan umroh karyawannya Karyawan UD Ega Jaya sudah dianggap sang juragan sendiri sebagai bagian dari keluarga. Karena itu mereka mendapat hadiah spesial dengan diberangkatkan umroh.  PATI – Pemandangan tak biasa terlihat di UD Ega Jaya, Desa Pekuwon Kecamatan Juwana, Senin (13/2/2023). Para karyawan pabrik beras itu tampak berpakaian rapi. Dengan […]

expand_less