Breaking News
light_mode

Giant Sea Wall: Langkah Strategis Jaga Keberlanjutan Sektor Perikanan Pantura

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month 23 jam yang lalu
  • visibility 101.021

PATI — Keberlangsungan hidup nelayan serta kemajuan sektor kelautan dan perikanan menjadi sorotan utama dalam pembahasan proyek pembangunan Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah.

Proyek besar yang dirancang sebagai solusi atas banjir rob dan abrasi pantai ini diharapkan tidak justru menghambat roda perekonomian warga pesisir yang menggantungkan hidupnya pada hasil laut.

Sebenarnya, dengan menggabungkan teknologi perlindungan pantai dan penataan jalur pelayaran, proyek strategis nasional ini justru ditargetkan mampu meningkatkan hasil tangkapan nelayan lokal lewat pemulihan kondisi ekosistem pesisir.

Merespons kekhawatiran mengenai dampak pembangunan terhadap sektor perikanan, Wakil Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah, Subaskoro, menjelaskan bahwa pemerintah telah menyusun langkah mitigasi yang matang agar aktivitas melaut tidak terganggu.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan instansi terkait, muara sungai yang kerap dilalui nelayan skala kecil maupun besar untuk berlayar akan mendapatkan perlindungan khusus.

Penataan jalur ini dilakukan untuk mengatasi masalah pendangkalan muara yang selama ini sering dikeluhkan nelayan akibat penumpukan endapan lumpur.

Nantinya, akan dibangun bangunan pelindung di muara sungai yang aktif tersebut untuk menjamin keamanan jalur pelayaran nelayan.

“Itu nanti akan dibikinkan semacam tanggul beton kurang lebih sekitar 2 kilometer ke laut, mengarah ke laut. Jadi untuk mengurangi sedimentasi. Sehingga harapannya alur sungai muara di sepanjang Pantura Jawa Tengah ini tidak lagi dangkal,” ungkap Subaskoro kepada wartawan di Pati, Sabtu (18/7/2026).

Berkat penataan akses ini, pengusaha perikanan asal Pati ini yakin mobilitas nelayan tetap berjalan lancar, bahkan jauh lebih aman dari risiko kandas.

Pengerjaan tahap persiapan dan konstruksi awal proyek ini di Jawa Tengah direncanakan berlangsung pada periode Januari hingga April 2027.

Subaskoro menambahkan bahwa jadwal tersebut diperoleh setelah pihaknya berkomunikasi secara intensif dengan Deputi 2 Giant Sea Wall wilayah Jawa Tengah–Jawa Timur, Agus Adriyanto.

Apabila tidak ada halangan, pelaksanaan pembangunan akan dimulai pada awal tahun 2027 dengan fokus utama kawasan Teluk Semarang yang meliputi wilayah Kendal, Kota Semarang, dan Kabupaten Demak.

Pembangunan akan diprioritaskan di wilayah Demak yang hingga kini menjadi lokasi paling parah terdampak banjir rob, di mana tempat tinggal nelayan dan lahan tambak warga sering mengalami kerusakan berat.

Selain menjaga akses nelayan di muara utama, sektor budidaya perikanan juga akan dilindungi melalui sistem perlindungan berlapis di kawasan Teluk Semarang.

Konsep perlindungan ini menggabungkan tanggul laut lepas (offshore dike) untuk memecah kekuatan ombak besar, tanggul tepi pantai (onshore dike) untuk melindungi permukiman dan lahan tambak, serta penghalang alami berupa sabuk hijau hutan mangrove.

Seluruh ekosistem hutan mangrove seluas 14.000 hektare yang membentang dari pesisir Jawa Tengah hingga Jawa Timur akan dilakukan pemulihan kembali.

Kehadiran hutan mangrove ini sangat penting bagi sektor perikanan karena berfungsi sebagai tempat pemijahan dan tempat tinggal alami bagi berbagai komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti ikan dan udang, sekaligus menahan laju abrasi pantai.

Manfaat lain bagi lingkungan pesisir dihasilkan melalui pengaturan aliran sungai yang tidak dilalui oleh perahu nelayan kecil.

Aliran anak sungai tersebut akan dialihkan menuju waduk penampungan buatan di dekat pantai, dan tidak langsung dibuang ke laut.

Waduk buatan ini tidak hanya berfungsi menampung luapan air saat hujan deras, tetapi juga membantu proses pemisahan endapan alami sehingga kadar garam air yang bercampur dengan air laut dapat menurun.

Air tawar yang terbentuk di permukaan waduk nantinya bisa dimanfaatkan warga sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk mengairi lahan pertanian di sekitar pesisir yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih akibat intrusi air laut.

Secara keseluruhan, Subaskoro meyakini bahwa pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jawa Tengah ini tidak bertujuan membatasi ruang gerak warga pesisir.

Proyek raksasa ini merupakan upaya menyeluruh untuk melindungi pemukiman nelayan dari ancaman tenggelam akibat penurunan permukaan tanah dan kenaikan muka air laut.

Dengan sistem perlindungan berlapis ini, rumah warga menjadi lebih aman, jalur perdagangan dan transportasi di Pantura terhindar dari genangan air, serta lahan tambak warga terlindungi dari terjangan ombak besar.

“Saya berharap proyek ini mampu menjaga Pantura tetap menjadi kawasan yang aman, produktif, dan berkelanjutan bagi kelangsungan hidup generasi nelayan masa depan,” tandas dia.

Editor : Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persipa Pati Bidik Kemenangan di Laga Kandang, Evaluasi Total Dilakukan

    Persipa Pati Bidik Kemenangan di Laga Kandang, Evaluasi Total Dilakukan

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 217
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati bersiap menghadapi laga kandang menghadapi Nusantara United FC di Stadion Joyokusumo, Pati pada Sabtu (14/9/2024), dengan tekad bulat untuk meraih kemenangan setelah menelan kekalahan di laga tandang melawan Bhayangkara FC di Tegal. Pelatih Bambang Nurdiansyah menegaskan bahwa timnya akan melakukan evaluasi menyeluruh atas penampilan di laga sebelumnya. “Yang pasti kita evaluasi […]

  • Dewan Kesenian Jepara Gelar Parade Drama Tradisional

    Dewan Kesenian Jepara Gelar Parade Drama Tradisional

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Workshop yang dilakukan oleh Dewan Kesenian Jepara  JEPARA – Kelompok seni tradisional di Kota Ukir bakal mengadakan parade drama tradisional, November mendatang.  Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Jepara, Kustam Eka Jalu mengakatan, sedikitnya ada sekitar  10 kelompok kesenian tradisional yang berpartisipasi untuk menyuguhkan karyanya. Kelompok-kelompok itu adalah Ketoprak Amongjiwo (Dongos-Kedung), Kelompok Padamubal (Bangsri), Ketoprak Bangun […]

  • Laskar Saridin Raih Poin Penting, Lolos dari Degradasi Liga Nusantara

    Laskar Saridin Raih Poin Penting, Lolos dari Degradasi Liga Nusantara

    • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.763
    • 0Komentar

    PATI – Persipa Pati sukses meraih kemenangan penting dengan skor akhir 0-3 atas PSDS Deli Serdang dalam laga Liga Nusantara yang berlangsung pada Sabtu (24/1/2026). Tiga gol dicetak oleh Farrel Arya, Andika Reza, dan Syarif Rafa. Kemenangan ini menjadi kunci bagi Laskar Saridin untuk menghindari degradasi dan tetap bertahan di kompetisi pada musim depan. Coach […]

  • Edy Wuryanto: Jangan Kriminalisasi Tenaga Kesehatan, Wajib Lewat Majelis Disiplin Profesi

    Edy Wuryanto: Jangan Kriminalisasi Tenaga Kesehatan, Wajib Lewat Majelis Disiplin Profesi

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 99.979
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyoroti kasus dokter spesialis anak Ratna Setia Asih yang dituntut hukuman 4 tahun 6 bulan penjara atas dugaan kelalaian yang mengakibatkan kematian pasien. Edy menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap tenaga kesehatan harus tetap mengikuti prosedur yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, agar […]

  • Arus Mudik Semarang-Pati Ramai Lancar, Pospam Alun-alun Pati Sediakan Layanan Kesehatan Gratis

    Arus Mudik Semarang-Pati Ramai Lancar, Pospam Alun-alun Pati Sediakan Layanan Kesehatan Gratis

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.788
    • 0Komentar

    PATI – Arus lalu lintas mudik Lebaran tahun 2026 di jalur penghubung Semarang menuju Pati terpantau padat namun tetap berjalan lancar. Banyak pemudik yang memanfaatkan Pos Pengamanan (Pospam) Alun-alun Pati untuk beristirahat sejenak sekaligus memeriksakan kesehatan mereka secara gratis. Pos yang terletak di pusat kota ini menjadi titik strategis bagi para pemudik yang datang dari […]

  • Persijap Jepara Punya Bus Baru dari PO Bejeu

    Persijap Jepara Punya Bus Baru dari PO Bejeu

    • calendar_month Sel, 21 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Penampakan bus baru Persijap dari PO Bejeu  JEPARA – Senin (20/9/2021) Bupati Jepara Dian Kristiandi bersama jajaran menejemen PERSIJAP Jepara meluncurkan bus untuk operasional tim kebanggaan warga Jepara ini. Menejemen PO. Bejeu juga turut hadir dalam launching ini, lantaran bus itu merupakan bantuan dari PO tersebut. Launching bus dilakukan di depan pendapa RA. Kartini Jepara. […]

expand_less