Breaking News
light_mode

Suluk Maleman: Sujud Sebagai Jalan dalam Pusaran Zaman

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
  • visibility 3.317

PATI – Sujud secara bahasa dan makna membawa konsep ketundukan yang tak terbatas, kepatuhan total, serta penghambaan diri baik dari segi jasmani maupun rohani. Bagi ajaran Islam yang mengedepankan penyerahan diri sepenuhnya kepada Sang Pencipta, sujud menjadi puncak dari manifestasi itu. Begitu pula jika Islam dipahami sebagai ajaran kedamaian, sujud adalah bentuk yang paling sempurna untuk meraih keharmonisan tersebut.

Hal ini disampaikan Anis Sholeh Ba’asyin sebagai inti pembahasan dalam acara Suluk Maleman bertema “Sujud, Semesta Sujud; Manusia, Kalang Kabut” yang berlangsung pada hari Sabtu (14/3) lalu. Menurutnya, seluruh alam semesta—mulai dari materi, tumbuhan, hewan, hingga setiap unsur yang membentuk tubuh manusia—sebenarnya senantiasa dalam keadaan bersujud; hanya kesadaran manusia yang memiliki dua pilihan: menyatu dalam kesujudan bersama seluruh elemen alam, atau terus berdiri dengan kepala mendongak karena kesombongan.

Anis kemudian menjelaskan bahwa sejak awal terbentuknya, peradaban modern didirikan atas dua pijakan keangkuhan: pertama, memposisikan manusia sebagai pusat dari segala sesuatu di alam semesta. Kedua, menganggap materi sebagai satu-satunya realitas yang ada. Kedua dasar ini membuat kerapuhan yang melekat pada setiap konstruksi peradaban buatan manusia, tampak semakin jelas.

“Dua landasan yang sangat rapuh tersebut, hanya menegaskan kembali bahwa apa-apapun yang dibangun manusia, bila tidak mengikatkannya dengan Allah, akan selalu bernasib persis rumah laba-laba,” tegas Anis.

Sebagaimana diketahui, struktur rumah laba-laba tergolong konstruksi yang kuat secara teknis. Ia mampu menahan beban berlipat meskipun terbuat dari serat yang lebih tipis dari benang.

Namun pada kenyataannya, cukup dengan sentuhan lembut bahkan dari tangan bayi sekalipun, struktur tersebut bisa roboh total. Menurut Anis, inilah asal muasal istilah “kalang-kabut” dalam bahasa Indonesia, yang berasal dari kata “kal-ankabut” yang berarti seperti laba-laba.

Anis menyatakan bahwa peradaban modern telah banyak menanamkan khayalan dalam kesadaran masyarakat. Salah satu ilusi tersebut adalah pandangan bahwa kebahagiaan bisa diraih melalui kelimpahan materi dan kekayaan.

Padahal salah satu teori ekonomi menjelaskan bahwa rasa senang hanya akan dirasakan ketika manusia memperoleh sesuatu untuk pertama kalinya.

“Pertama punya motor orang akan senang, tapi yang kedua, ketiga dan seterusnya kesenangan itu sudah hilang. Demikian juga untuk barang-barang lain. Itu pun masih dengan mereduksi makna kebahagiaan hanya sekadar kesenangan,” jelasnya.

“Dunia mengajarkan kita untuk mengejar ilusi bermegah-megahan. Bermegah-megahan kita anggap akan memberi kebahagiaan. Padahal itu hanya fatamorgana. Saat dikejar tidak akan pernah sampai, bila kita terus mengejarnya hanya akan memperoleh lelah sampai ajal menjemput,” terang dia.

Obsesi untuk mengejar ilusi tersebut membuat manusia seringkali melupakan anak-anak, keluarga, tetangga, bahkan negara sendiri.

“Para maling koruptor itu lupa pada negaranya. Mereka hanya memperkaya diri dan keluarganya. Mereka hanya ingin bermegah-megahan sampai lupa bahwa di depannya lubang kubur menantinya,” satir Anis.

“Ramadan adalah momentum terbaik untuk bermuhasabah, untuk mengembalikan kemanusiaan di tengah kekacauan peradaban saat ini. Salah satunya, kita diajari untuk berhenti mengejar dunia; karena itu hanya akan membuat kita kalang kabut dan akhirnya dibuat hina di dunia,” lanjut Anis.

Anis menambahkan bahwa salah satu cara agar tidak terjerumus dalam kesesatan adalah dengan melakukan sujud.

“Sujud meletakkan kepala di tanah atau tempat paling rendah menjadi ekspresi paling sempurna dari ungkapan keIslaman dimana berarti menyerah pada Allah dan membuat diri kita damai,” ucap dia.

Pria yang juga produktif dalam mencipta karya sastra tersebut menyebutkan bahwa dengan senantiasa mengingat Allah, hati akan bisa mendapatkan ketenangan.

“Bukan berarti lepas dari dunia, namun semua dilakukan dengan tetap mengingat Allah. Sementara puncak keterhubungan dengan Allah adalah ketika sujud. Karena saat sujud, kita kembali disadarkan bahwa pada dasarnya kita bukan siapa-siapa,” tambah dia.

Dalam kesempatan yang sama, Anis juga menyentil tentang serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Menurutnya, peristiwa peperangan ini memberikan pelajaran mendalam bagi seluruh dunia. Salah satunya adalah fakta bahwa Amerika Serikat yang dianggap sebagai kekuatan super dalam bidang pertahanan justru terlihat kewalahan ketika berhadapan dengan Iran—bangsa yang telah mengalami embargo selama 45 tahun namun tetap mampu berdiri dengan daulat.

“Puluhan tahun diembargo, tapi teknologi Iran mampu berkembang luar biasa. Tanpa perlu teknologi Amerika dan Eropa. Dan itu ditunjukkan dalam perang ini, Amerika yang dianggap penguasa militer dunia cukup kerepotan. Salah satunya contohnya, misil-misil yang dibuat dengan biaya murah, hanya puluhan juta, harus dicegat dengan misil-misil bernilai ratusan juta dolar Amerika,” imbuh dia.

Anis menyebutkan hal tersebut bisa terjadi karena di Iran, semangat nasionalisme yang kuat berpadu dengan semangat keagamaan yang juga telah mengakar dalam kehidupan masyarakat. Adanya tekanan dan serangan dari luar justru membuat rakyatnya semakin bersatu padu.

“Negeri kita sebenarnya juga punya sejarah kebangsaan yang cukup mengakar. Kita juga punya banyak anak bangsa yang cerdas, kita punya kekayaan alam yang melimpah. Tinggal kemauan politik para pemimpin saja yang justru membuat semua potensi ini nyaris terbuang percuma,” ucap dia.

Acara pengajian yang berlangsung selama hampir 3,5 jam di Rumah Adab Indonesia Mulia tersebut berhasil membuat jamaah yang menghadiri secara langsung maupun melalui berbagai platform media sosial terlibat penuh dalam menyimak materi yang disampaikan. Musik Sampak Gus Uran juga menjadi bagian yang memperkaya suasana Suluk Maleman kali ini.

Editor: Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Sudewo Dorong Percepatan Pendirian Gerai Koperasi Desa Merah Putih Guna Tingkatkan Ekonomi Desa

    Bupati Sudewo Dorong Percepatan Pendirian Gerai Koperasi Desa Merah Putih Guna Tingkatkan Ekonomi Desa

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 868
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Pendirian Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Ruang Pragolo, Setda Kabupaten Pati, Senin (17/11/2025). Rakor ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi desa melalui kemandirian koperasi. Sudewo menjelaskan bahwa rapat ini adalah bentuk sosialisasi mengenai pembangunan gerai KDKMP di Kabupaten Pati, […]

  • Panen Raya Padi di Pati Cetak Rekor, Capai 10,28 Ton per Hektare di Desa Bumiharjo

    Panen Raya Padi di Pati Cetak Rekor, Capai 10,28 Ton per Hektare di Desa Bumiharjo

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.104
    • 0Komentar

    PATI – Pemerintah Kabupaten Pati menyelenggarakan panen raya padi di Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, pada hari Sabtu (7/2/2026), yang menghasilkan produktivitas sebesar 10,28 ton per hektare. Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra beserta Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo, sebagai bentuk konfirmasi keberhasilan inisiatif peningkatan produktivitas pertanian yang telah dilaksanakan daerah. […]

  • PAC Pagar Nusa Kecamatan Margoyoso Memenangkan Tiga Piala di Kejurwil PSNU PN Tingkat Eks Karisidenan Pati

    PAC Pagar Nusa Kecamatan Margoyoso Memenangkan Tiga Piala di Kejurwil PSNU PN Tingkat Eks Karisidenan Pati

    • calendar_month Sen, 20 Nov 2023
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 325
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – PAC Pagar Nusa Kecamatan Margoyoso berhasil meraih tiga piala di Kejuaraan Wilayah (Kejurwil) I Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa (PN) se-Eks Karesidenan Pati. Bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Kecamatan Margoyoso, Pati pada Jumat-Minggu (17-19/11/2023). Pelatih PAC Pagar Nusa Kecamatan Margoyoso Suhardi, menyatakan kegembiraannya karena anak didiknya berhasil memenangkan tiga piala. “Kita […]

  • BRI Cabang Pati Salurkan Santunan untuk 80 Anak Yatim Piatu di Ponpes Al Hikam

    BRI Cabang Pati Salurkan Santunan untuk 80 Anak Yatim Piatu di Ponpes Al Hikam

    • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 297
    • 0Komentar

    PATI – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pati menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan dengan menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim piatu di Pondok Pesantren (Ponpes) Yatim Dhuafa Al Hikam, Desa Puri, Kabupaten Pati. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian menyambut tahun ajaran baru. Ketua Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN Kantor Cabang Pati, Zaenal Mustofa, menjelaskan bahwa […]

  • DPRD Pati Dorong Pemkab Fokus Peningkatan Ekonomi Berkelanjutan

    DPRD Pati Dorong Pemkab Fokus Peningkatan Ekonomi Berkelanjutan

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 301
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Warsiti, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk memprioritaskan upaya peningkatan ekonomi berkelanjutan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan akan menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh di wilayah tersebut. Warsiti menekankan pentingnya pembangunan ekonomi yang ramah lingkungan melalui kolaborasi dan inovasi. “Strategi terencana untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang ramah lingkungan […]

  • BRI Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Pembangunan Jalan Pertanian di Desa Bumiayu 

    BRI Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Pembangunan Jalan Pertanian di Desa Bumiayu 

    • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 2.847
    • 0Komentar

    PATI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tetap konsisten dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui inisiatif Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pada hari yang sama, pihak BRI menyerahkan bantuan senilai Rp100 juta untuk pembangunan rabat beton jalan pertanian di Blok Kandang Bapoh, Desa Bumiayu, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Langkah ini menjadi wujud perhatian BRI […]

expand_less