Breaking News
light_mode

Pekamuria Adakan Seminar Konservasi, Menjaring Generasi

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 19 Jul 2026
  • visibility 101.022

KUDUS – Yayasan Penggiat Konservasi Muria (PEKAMURIA) adakan Seminar Konservasi sebagai rangkaian hari lahir ke 3 tahun. Seminar bertajuk “Generasi Hijau; Membangun Harapan, Melestarikan Lingkungan” ini, menghadirkan berbagai praktisi dari bidang kepedulian lingkungan.

Hadir dalam acara tersebut, Arif Wahyudi, DPRD Komisi E Provinsi Jawa Tengah; Fawaz, Pemerhati Konservasi di Muria; serta Faesal Adam dari Kresek Indonesia; dan dari Ketua PEKA MURIA, Teguh Budi Wiyono.

Teguh mengatakan bahwa Muria saat ini perlu gerakan kaum muda agar tidak terjadi lagi perambahan. Ingatannya tertuju pada sekitar tahun 1994 hingga 1998 silam, dimana hutan Muria dijarah besar-besaran.

“Kini, dari sekitar 11.000 hektare hutan Muria yang tersisa hanya 2000an hektare” ungkapnya.

Teguh, berharap konservasi tidak hanya dilakukan satu komunitas saja, melainkan kolaborasi antar lini, bekerjasama karena konservasi bukan hanya kegiatan sekali dua kali saja.

Selain itu, salah satu pemateri lain, Arif Wahyudi, notabene sebagai pengawal pemangku kebijakan terkait kepemudaan, karena menduduki kursi legislator Provinsi Jawa Tengah, meyakini bahwa generasi pelajar ini mampu mendorong pengetahuan serta aktif berkampanye tentang konservasi.

Selain itu, Yudi, sapaan akrabnya, juga menekankan kaum muda harus mampu mengelola media sosialnya dengan baik, konten-konten terkait konservasi harus dimasifkan.

“Kegiatan ini menjadi jembatan kaum muda untuk terus menjaga pengetahuan konservasi, hingga akhirnya menjadi sebuah subyek konservasi itu sendiri, ” jelas pria kelahiran Kudus ini.

Acara yang dilaksanakan di Aula SMK Duta Karya ini, disambut oleh tuan rumah yang diwakili oleh Dr. H. Muhammad Tho’at, M. Kes. Pihaknya menghubungkan kepedulian konservasi dengan cerita Sunan Bonang yang dirampok tongkatnya kemudian jatuh ke rumput.

Namun ketika mengambil tongkatnya, Sunan Bonang tidak sengaja mencabut beberapa rumput. Seketika Sunan Bonang menangis dan merasa bersalah. Adegan inilah yang meneguhkan Sunan Kalijaga untuk nyantri kepada Sunan Bonang.

“Ternyata memang menjaga lingkungan tidak dilihat dari pohon yang dirusak, rumput saja, tanaman yang seharusnya hidup subur, bila dicabut sembarangan pasti akan berdampak negatif,” ujarnya.

Sedangkan Fawaz, yang sudah hampir 7 tahun meneliti di Pegunungan Muria mengatakan jika selama ini masyarakat memegang kendali penuh atas konservasi hutan.

Jika adanya konflik manusia dan satwa, itu tidak ada, yang diserang hanya hewan ternak warga, itupun karena kandangnya kurang proporsional. Disinilah akhirnya PEKAMURIA hadir mengedukasi dan mencarikan dana untuk memperbaiki dan memperkuat kandang.

“Jangan sampai kita (masyarakat) hanya menjadi orang yang paling disalahkan atas kerusakan hutan. Jika kebijakan yang menaungi tidak berfungsi atau bahkan regulasinya kurang tepat.” terang pria asal Betawi tersebut.

Kita sebenarnya punya contoh kongkrit bagaimana devorestasi akan melumpuhkan kawasan yang terdampak. Hilangnya Selat Muria yang melemahkan kekuatan Kerajaan Demak saat itu, karena kekuatan Demak ada di maritimnya yang saat itu memanfaatkan Selat Muria.

Kemudian selatnya mendangkal akibat kerusakan alam di sekitaran Patiayam dan Muria. Ketika musim hujan, banjir yang terjadi hampir tiap tahun, membuat sedimentasi terbawa air dan kemudian selat mendangkal dan hilang.

Materi menarik juga disampaikan oleh Faesal Adam, dari Kresek Indonesia, yang membahas khusus bagaimana seharusnya kita mengolah sampah dengan baik.

“Seperti yang dilakukan PEKA MURIA ini patut dicontoh, karena acara yang terlaksana pagi hingga siang ini tidak menghasilkan sampah sama sekali, ” katanya.

Kunci dalam isu sampah hari ini itu dengan menerapkan 3 H. Cegah, Pilah, Olah. Cegah seminimal mungkin menghasilkan sampah, pilah sampahnya sesuai dengan klasifikasinya serta olah sampah yang bisa didaur ulang atau digunakan kembali.

Editor : Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemain Persiku Kudus Hugo Samir berebut bola.

    Imbang Rasa Menang, Persiku Kudus Pecundangi Barito Putera di Kandang

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 3.830
    • 0Komentar

      BANJARMASIN – Persiku Kudus berhasil menahan imbang tuan rumah Barito Putera dengan skor 1 – 1, Minggu (29/3/2026) di Stadion 17 Mei Banjarmasin Kalimantan Selatan. Hasil imbang ini terasa spesial, karena Persiku berhasil mencuri satu poin berharga dari tuan rumah. Persiku tertinggal lebih dulu melalui gol dari Rizky Pora pada menit ke-72, melalui tendangan […]

  • Senjata Tajam Jadi Bukti, Enam Tersangka Pembacokan di Pati Diproses Hukum

    Senjata Tajam Jadi Bukti, Enam Tersangka Pembacokan di Pati Diproses Hukum

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 248
    • 0Komentar

    PATI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati berhasil menangkap enam tersangka pelaku pembacokan terhadap tiga remaja di Desa Puluhan Tengah, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (11/1/2025) sekitar pukul 01.45 WIB tersebut sempat viral di media sosial, memperlihatkan sekelompok remaja mengeroyok dan membacok korban menggunakan senjata tajam. Ketiga korban, AT (16), AA […]

  • Surga Kecil di Pelosok Jepara itu Bernama Tempur (1)

    Surga Kecil di Pelosok Jepara itu Bernama Tempur (1)

    • calendar_month Rab, 19 Jun 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Sungai yang jernih airnya Gus Muwafiq. Kiai nyentrik berambut gondrong asal Yogyakarta itu dalam suatu ceramahnya pernah mengisahkan bagaimana dakwah di Jawa itu tidak mudah. Mau bercerita tentang surga kepada orang Jawa tidak laku. Surga, itu dalam penggambaran Alquran sebagai tajri min tahtihal anhaar. Air mengalir seperti sungai. Orang Jawa ngomong, kata Gus Muwafik. Mencari […]

  • Bupati Sudewo Terima Lencana Dharma Bhakti, Pramuka Pati Diharapkan Jadi Garda Depan Pendidikan Karakter

    Bupati Sudewo Terima Lencana Dharma Bhakti, Pramuka Pati Diharapkan Jadi Garda Depan Pendidikan Karakter

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 820
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Pati, Sudewo, secara resmi membuka Kursus Orientasi Singkat (KOS) Majelis Pembimbing Kwartir Cabang Pati di Pendopo Kabupaten Pati. Dalam acara tersebut, Bupati Pati, Sudewo, menerima penghargaan Lencana Dharma Bhakti atas dedikasinya terhadap gerakan pramuka, Senin (17/11/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mengenai nilai-nilai kepramukaan agar […]

  • Gus Yusuf Tepis Isu Maju Pilgub 2018

    Gus Yusuf Tepis Isu Maju Pilgub 2018

    • calendar_month Sel, 9 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Pilih Fokus Dakwah Lingkar Muria, MAGELANG – Santer beredar kabar, pengasuh Pondok pesantren Asrama Pendidikan Islam (API) Tegalrejo Magelang, KH Yusuf Chudori (Gus Yusuf) bakal maju dalam Pilgub 2018. Namun, Gus Yusuf membantahnya. Kiai nyentrik ini lebih memilih meneruskan berdakwah dan mengasuh pondok pesantren. Kabar ini didapat dari salah satu orang terdekat Gus Yusuf. Dia adalah Kiai […]

  • Bus Tingkat PR Sukun, Sebuah Lambang Kejayaan ?

    Bus Tingkat PR Sukun, Sebuah Lambang Kejayaan ?

    • calendar_month Sab, 16 Jan 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 269
    • 0Komentar

    Tampak samping belakang body bus tingkat PR Sukun/ Instagram Laksana Bus tingkat berwarna biru tua itu mencuri perhatian publik. Khususnya di kalangan bus mania. Dari foto-foto dan video yang tersebar di sosial media, orang pasti akan berdecak kagum melihat penampakan bus itu. KUDUS – Panjangnya 14,5 meter, tinggi 5,1 meter dan lebarnya 2,5 meter. Tampak […]

expand_less