Breaking News
light_mode

Ngecamp Malam Senin, Serasa Miliki Pulau Sendiri (1)

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 9 Apr 2019
  • visibility 253

Menikmati pantai yang bersih dan berpasir putih dengan tenang
@Arif

Laut yang tenang mengantarkan
saya ke Pulau Panjang, Jepara Minggu (7/4/2019) siang. Benar-benar tenang.
Debur ombak hanya sayup-sayup seperti genjrengan pengamen malas. Cuaca cukup
terik. Untung saya memakai kaos oblong katun. Adem.

Dari dermaga Pantai Kartini
perjalanan dimulai. Saya berangkat berlima. Naik perahu Sapta Pesona nomor 5.
Selain saya dan teman-teman, ada rombongan peziarah yang turut satu perahu.
Mereka datang dari Batang. Di Pulau Panjang memang bersemayam seorang yang
dikenal waliyullah. Namanya Syeh Abu Bakar. Lengkapnya Syeh Abu Bakar Bin Yahya
Ba’alawy.

Jarak Pulau Panjang dengan Pantai
Kartini amat dekat, 1,5 mil. Kurang lebih 15 menitan naik perahu. Minggu siang
Pulau Panjang ramai pengunjung. Di pintu dermaga, para pengunjung berjejalan.
Petugas memungut karcis kepada pengunjung. Besarnya Rp 5 ribu. Karcis dipungut
tiap akhir pekan saja. Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Sampai di pulau, saya dan
teman-teman bergegas mencari tempat mendirikan tenda. Kami dapat tempat yang
kurang tepat sebenarnya. Tempat-tempat terbaik dengan view lepas pantai sudah banyak didirikan tenda.

Tugu yang merupakan ikon Pulau Panjang
@Arif

Ya, di malam Minggu memang banyak
yang kamping. Biasanya mereka menikmati Pulau Panjang sampai Minggu sore. Sehabis
azan asar biasanya mereka pulang. Kami mendirikan tenda di bawah pohon cemara
laut. Di pantai sisi selatan memang banyak sekali cemara.  

Sore menjelang. Tenda sudah
berdiri. Tikar digelar, dua buah hammock bergantung di pohon cemara seukuran
lengan orang dewasa. Perlahan-lahan pulau yang masuk Kelurahan Bulu, Kecamatan
Kota ini mulai sepi.

Rombongan peziarah, dan anak-anak
muda yang berkemah, berbondong-bondong menuju perahu lalu pulang. Angin tak
terlalu kencang berhembus. Bahkan hanya sesekali saja menebar udara segar.
Selebihnya panas menyengat yang lebih terasa.

Ngecamp di bawah pohon cemara


Air laut yang jernih kebiruan
nampak segar. Mengundang badan untuk lekas berenang. Dan berlama-lama berendam
di air yang asin tersebut. Saya pun tak melewatkan kesempatan berenang.
Meskipun hanya sedalam paha saya. Maklum sebagai bukan orang pesisir, juga
bukan orang gunung, saya tak pandai berenang. Cukuplah hanya bermain-main air
berbasah-basahan saja.

Pantai di Pulau Panjang ini masuk
kreteria kebanyakan para pecinta pantai. Airnya berwarna biru jernih. Nyaris tak
berombak, dan berpasir putih. Airnya juga tak terlalu dalam. Sepanjang 20 meter
dari bibir pantai kita masih bisa bermain air sesuka hati. Sebab, airnya masih
dangkal. Namun yang perlu diwaspadai, setelah jarak 20 meter itu kita harus
waspada. Banyak bulu babinya.

Di sore yang tenang itu saya puas
bermain air. Sepanjang pantai di sisi selatan pulau, tak ada orang lain kecuali
saya dan rombongan. Juga penjaga menara suar dan penjaga makam. Pantai hanya
milik kami hari itu. Para pemancing juga sudah pulang dengan sekepis ikan-ikan
kecil. (alb)
  

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati : Perlu Percepatan Pembangunan Infrastruktur Fisik

    DPRD Pati : Perlu Percepatan Pembangunan Infrastruktur Fisik

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 237
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Muslihan, mendesak percepatan pembangunan infrastruktur fisik di Kabupaten Pati agar selesai sebelum memasuki musim hujan. Hal ini disampaikan Muslihan mengingat cuaca saat ini sudah mulai menunjukkan tanda-tanda akan memasuki musim penghujan, meskipun intensitas hujan masih belum tinggi. Muslihan menekankan pentingnya penyelesaian proyek infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan saluran drainase untuk […]

  • Foto kenangan Kamal Junaidi bersama pemain Persijap Jepara lainnya saat bermain di Piala Makutarama 1973 atas nama Tim Kodim Jepara

    Mengingat Lagi Kamal Djunaidi : Hari Ini 51 Tahun Lalu Sang Legenda Sepak Bola Jepara Itu Pergi…

    • calendar_month Sel, 20 Agu 2024
    • account_circle Redaksi
    • visibility 532
    • 0Komentar

      JEPARA – Tidak bisa dipungkiri semua orang Jepara hampir pasti tidak asing saat menyebut nama Kamal Djunaidi. Ingatan orang akan selalu tertuju pada sebuah stadion kecil di Jalan Jenderal Sudirman di bilangan Demaan, Jepara Kota itu. Stadion milik pemerintah daerah itu sengaja diberi nama Kamal Djunaidi sebagai sebuah penghormatan untuk pemain bola berbakat di […]

  • Lesbumi PCNU Pati dan Jemaah Langgar Mbah Wiro Padi Kolaborasi Sukses Gelar Ngaji Budaya

    Lesbumi PCNU Pati dan Jemaah Langgar Mbah Wiro Padi Kolaborasi Sukses Gelar Ngaji Budaya

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 249
    • 0Komentar

    PATI – Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Pati bekerja sama dengan Jemaah Langgar Makam Mbah Wiro Padi Pasucen sukses menggelar acara Ngaji Budaya bertajuk “Jawa Njawani, Lesbumi Ngrukti”. Acara ini diadakan di halaman Langgar Makam Mbah Wiro Padi, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, pada hari Minggu (21/9/2025) malam, dalam rangka memperingati Maulid […]

  • Mau Tau Asian Games 2018, Baca Di sini

    Mau Tau Asian Games 2018, Baca Di sini

    • calendar_month Ming, 31 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Wikipedia Lingkar Muria, NASIONAL – Pesta olahraga bangsa-bangsa Asia bakal berlangsung tahun 2018 ini. Indonesia mendapat kesempatan emas menjadi tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga yang telah berlangsung selama 18 kali ini. Terakhir Indonesia menjadi tuan rumah pada tahun 1962 di zaman Presiden Soekarno. Pada gelaran Asian Games kali ini beberapa pertandingan bakal berlangsung di dua […]

  • Meriahnya Kirab Budaya Karangrowo: 16 Gunungan Hasil Bumi dan Kuliner Khas Tandai Haul Mbah Luwur Buyut Sipah

    Meriahnya Kirab Budaya Karangrowo: 16 Gunungan Hasil Bumi dan Kuliner Khas Tandai Haul Mbah Luwur Buyut Sipah

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 248
    • 0Komentar

    KUDUS – Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kudus, kembali menggelar kirab budaya tahunan yang meriah pada Minggu siang (20/7/2025). Acara ini memperingati haul Mbah Luwur Buyut Sipah, leluhur desa, sekaligus menjadi ajang pelestarian budaya dan pameran hasil bumi lokal. Ketua Panitia Kirab, Abdul Rochim, menjelaskan keterlibatan seluruh elemen masyarakat desa, termasuk perangkat desa, RT, BPD, dan […]

  • DPRD Pati Beri Masukan Pengembangan Pertanian

    DPRD Pati Beri Masukan Pengembangan Pertanian

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 214
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Endah Sri Wahyungiati, menekankan perlunya peningkatan sektor pertanian di Kabupaten Pati melalui penerapan teknologi modern dan diversifikasi produk. Menurutnya, potensi pertanian di Pati perlu dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Perlu adanya penerapan teknologi pertanian yang presisi, pengembangan varietas unggul, dan perbaikan infrastruktur irigasi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penguatan kelembagaan pelaku […]

expand_less