Breaking News
light_mode

Suluk Kajen Diluncurkan, Wadah Kajian Ilmiah untuk Menggali Kembali Warisan Intelektual Syekh Ahmad Mutamakkin

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Ming, 28 Jun 2026
  • visibility 100.420

PATI – Upaya besar mengangkat kembali khazanah pemikiran dan tradisi intelektual Islam dimulai dari lingkungan sekitar Masjid Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati.

Berlangsung pada Sabtu (27/6/2026), para kiai sepuh yang tergabung dalam Yayasan Makam Mbah Mutamakkin secara resmi meluncurkan wadah kajian bernama “Suluk Kajen”.

Peluncuran ini diadakan melalui kegiatan seminar perdana bertajuk Suluk Kajen #1 dengan tema “Pamoring Kawula Gusti: Syekh Ahmad Mutamakkin dan Reimajinasi Intelektual Pesantren di Era Kontemporer”.

Acara ini menarik perhatian luas dan dihadiri sejumlah tokoh ulama serta intelektual nasional. Di antaranya tampak hadir Prof. KH. Said Aqil Siroj, KH. Ulil Abshar Abdalla, Prof. Islah Gusmian, Dr. Zainul Milal Bizawie, Prof. Maharsi, hingga Dr. Saiful Umam.

Direktur Suluk Kajen, Mohammad Yunus Masrukhin, menjelaskan bahwa selama ini sosok Syekh Ahmad Mutamakkin atau yang lebih akrab disapa Mbah Mutamakkin lebih dikenal masyarakat hanya dari sisi amalan keagamaan yang disampaikan secara lisan turun-temurun.

Padahal, menurutnya, tersimpan pula banyak dokumen sejarah asli yang berkaitan dengan beliau yang belum dapat diakses secara luas dan belum dikaji secara mendalam melalui pendekatan ilmiah.

Berdasarkan keprihatinan dan keinginan untuk melestarikan warisan tersebut yang dirasakan para kiai sepuh Kajen dalam beberapa tahun terakhir, Suluk Kajen akhirnya dibentuk sebagai lembaga kajian khusus.

Fokus utamanya adalah mengembangkan kembali tradisi keagamaan peninggalan Mbah Mutamakkin dari berbagai sisi, baik aspek naskah, sejarah, sosial, politik, maupun ekonomi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

Yunus mengakui bahwa tugas ini merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan ketekunan dan keberlanjutan dalam jangka waktu panjang.

Untuk mendukung pelaksanaannya, Suluk Kajen mengelola kegiatan melalui lima divisi utama. Divisi Riset bertugas menyusun kajian dan karya ilmiah, yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Divisi Kegiatan melalui diskusi bersama ulama dan akademisi.

Sementara itu, Divisi Publikasi berperan menyebarkan hasil kajian tersebut, baik dalam bentuk jurnal ilmiah maupun konten yang lebih ringan dan mudah dipahami agar dapat menjangkau generasi muda.

Selain itu, terdapat Divisi Museum yang memiliki peran penting dalam mengumpulkan, merawat, serta menyajikan penjelasan mengenai benda bersejarah dan lokasi yang membuktikan bahwa Mbah Mutamakkin merupakan ulama besar yang membentuk peradaban di wilayah Pantura.

Keseluruhan kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh bagian Kesekretariatan sebagai penghubung antarbagian.

Mengenai keberadaan naskah kuno di kawasan Kajen, Yunus menyampaikan bahwa proses pencatatan dan pendataan masih terus dilakukan.

Namun, dibandingkan kondisi sebelumnya, saat ini sudah teridentifikasi sekitar sembilan naskah asli yang layak untuk diteliti secara mendalam.

Beberapa di antaranya berjudul Arsyul Muwahhidin, Suluk Alif, Suluk Kajen, serta Bundel Kajen yang merupakan koleksi milik Prof. Islah Gusmian.

Sebagai wadah baru, Suluk Kajen hadir dengan semangat menuntut ilmu secara sadar, tekun, dan rendah hati. Dalam pandangan tradisi pesantren, ilmu bukan sekadar hafalan atau penjelasan teori, melainkan sesuatu yang harus dijalani dengan cara yang teratur, cermat, dan beradab. Semangat ini tercermin dalam ungkapan filosofi Jawa: “Hangrenggani Urip, Hanguripake Rerenggan”.

Secara bahasa, frasa hangrenggani urip bermakna berusaha memuliakan dan memperindah kehidupan melalui pengembangan budi pekerti, ilmu pengetahuan, serta pengamalan nilai-nilai spiritual.

Sementara itu, hanguripake rerenggan berarti menghidupkan kembali nilai-nilai luhur, kebijaksanaan, dan tata krama yang menjadi dasar kehidupan bermasyarakat.

Makna ini sangat selaras dengan ajaran tradisi pesantren di Jawa, khususnya pemikiran sufistik Syekh Ahmad Mutamakkin.

Di sini, ilmu dipadukan dengan sikap dan budi pekerti, sehingga melahirkan manusia yang tidak hanya cerdas secara pengetahuan, tetapi juga halus budinya dan memiliki kepedulian sosial.

Oleh sebab itu, Suluk Kajen bukan sekadar tempat berdiskusi, melainkan ruang bersama untuk menelusuri jejak sejarah dengan akal sehat, merawat warisan leluhur dengan kesadaran, serta menyikapi perbedaan dengan sikap yang beradab.

Tujuannya adalah menghadirkan kembali tradisi keilmuan yang kuat secara metodologi, tulus dalam niat, dan tetap memberikan manfaat bagi kehidupan masa kini.

Editor : Arif

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Selidiki Dugaan Pungli di Alun-Alun Kayen

    DPRD Pati Selidiki Dugaan Pungli di Alun-Alun Kayen

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 256
    • 0Komentar

    PATI – Dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengelolaan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-Alun Kayen, Kabupaten Pati, menjadi sorotan. Hal ini terungkap dalam public hearing Raperda PKL yang digelar Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Senin (16/6). Ketua Paguyuban Pedagang Alun-Alun Kayen, Muhammad Rifai, mengungkapkan adanya pungutan liar yang tidak disetorkan ke pemerintah daerah. “Yang […]

  • Fraksi PDIP DPRD Pati Dorong Inovasi dan Digitalisasi Layanan Demi Maksimalkan Pajak Daerah

    Fraksi PDIP DPRD Pati Dorong Inovasi dan Digitalisasi Layanan Demi Maksimalkan Pajak Daerah

    • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.767
    • 0Komentar

    PATI – Dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Perda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Pati menyampaikan sejumlah catatan penting. Salah satu hal utama yang ditekankan adalah perlunya inovasi dalam pelayanan guna menunjang optimalisasi pengelolaan pajak daerah. Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Pati, Suyono, menjelaskan bahwa penyempurnaan aturan perpajakan daerah […]

  • Senangnya Pak RT dan Pak RW di Jepara Dapat Gaji Bulanan

    Senangnya Pak RT dan Pak RW di Jepara Dapat Gaji Bulanan

    • calendar_month Sel, 25 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 229
    • 0Komentar

      Bupati Jepara, Dian Kristiandi JEPARA – Senangnya para ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di Kabupaten Jepara. Karena Bupati Jepara Dian Kristiandi memberikan bantuan operasional untuk mereka. Pada tahun anggaran 2022 pemkab mengalokasikan anggaran sebesar 10,2 miliar. Ketua RT dan Ketua RW mendapat bantuan Rp 150 ribu setiap bulan. Di Kota Ukir […]

  • DPRD Pati Apresiasi Lomba Olah Rasa Iwak Loh, Dorong Promosi Cita Rasa Desa Bendar

    DPRD Pati Apresiasi Lomba Olah Rasa Iwak Loh, Dorong Promosi Cita Rasa Desa Bendar

    • calendar_month Ming, 29 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.815
    • 0Komentar

    PATI – Dalam rangka memperingati Sedekah Laut Tahun 2026, kelompok nelayan Desa Bendar Kecamatan Juwana menggelar acara Mina Santosa Sejahtera Expo yang berlangsung selama dua hari, pada tanggal 28 hingga 29 Maret 2026, di dermaga Desa Bendar. Salah satu rangkaian kegiatan yang menjadi sorotan adalah lomba memasak olahan ikan, yang diikuti oleh para ibu-ibu masyarakat […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati Undang Ribuan Jamaah dalam Haul dan Sholawatan Bersama Habib Syech

    Wakil Ketua DPRD Pati Undang Ribuan Jamaah dalam Haul dan Sholawatan Bersama Habib Syech

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 227
    • 0Komentar

    PATI – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati acara haul dan sholawatan yang digelar di kediaman Wakil Ketua I DPRD Pati, H. Suwito. Acara yang berlangsung meriah ini menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf sebagai pengisi utama. Lantunan sholawat menggema sepanjang acara, menciptakan suasana damai dan menyejukkan hati. Para jamaah tampak khusyuk mengikuti setiap […]

  • Patroli Dialogis Polres Jepara Wujudkan Kamtibmas Kondusif

    Patroli Dialogis Polres Jepara Wujudkan Kamtibmas Kondusif

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Patroli yang dilakukan oleh personel Sat Samapta Polres Jepara  Polres Jepara berkomitmen menjaga kamtibnas kondusif. Hal itu dilakukan dengan cara melakukan patroli dialogis secara rutin. JEPARA – Guna mewujudkan dan menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif, Unit Patroli Satuan Samapta Polres Jepara merutinkan patroli dialogis, Selasa (30/08/2022). Dengan menggunakan kendaraan R4 Personil Unit Patroli […]

expand_less