Breaking News
light_mode

Lamporan, Warisan Budaya Soneyan yang Tetap Terjaga di Tengah Perkembangan Zaman

  • account_circle Fatwa Fauzian
  • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
  • visibility 100.105

PATI – Tradisi Lamporan kembali digelar melalui rangkaian kegiatan Wiwitan dan Gelar Budaya yang berlangsung pada Jumat (19/6/2026).

Diselenggarakan oleh Komunitas Plat K, acara ini diikuti warga serta seniman lokal sebagai upaya melestarikan warisan budaya leluhur, mengenang tradisi penolak bahaya di masa lalu, sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda.

Nama “Lamporan” berasal dari kata lampor atau obor, namun memiliki ciri khas tersendiri. Jika obor umumnya dibuat dari bambu berisi minyak tanah dan kain sebagai sumbu, lampor justru terbuat dari daun kelapa kering yang diikat menjulang ke atas, lalu dibakar pada bagian ujungnya.

Lampor dibawa oleh sekelompok orang yang mengenakan pakaian berhias rumbai-rumbai dari daun kelapa muda. Kelompok ini disebut “Dayakan” dan akan berbaris serta menari mengelilingi kampung. Prosesi dipimpin oleh tetua desa, diiringi alunan musik tradisional seperti kentongan, jidor, dan icik-icik.

Acara dihadiri oleh Camat Margoyoso, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Desa Soneyan, Kepala Dusun Sumber, Ketua Panitia Lamporan, Presiden Komunitas Plat K, serta warga sekitar.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan Komunitas Plat K yang terus menjaga tradisi secara turun-temurun.

“Lamporan bukan sekadar pertunjukan budaya. Ini adalah warisan leluhur yang harus terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Pati memberikan dukungan penuh terhadap berbagai kegiatan seni dan budaya yang digagas masyarakat. Menurutnya, melestarikan budaya adalah kunci menjaga jati diri daerah di tengah perkembangan zaman.

“Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi komunitas seni dan budaya untuk berkarya. Pendopo Kabupaten Pati juga terbuka untuk digunakan sebagai tempat penyelenggaraan festival dan kegiatan kebudayaan,” katanya.

Selain soal kebudayaan, Chandra menyampaikan bahwa pemerintah daerah juga fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, meliputi perbaikan jalan, peningkatan layanan kesehatan, serta pendidikan gratis. Ia menekankan pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter warga.

“Jalan harus baik agar aktivitas masyarakat lancar. Kesehatan dan pendidikan juga harus mudah diakses. Namun budaya tidak boleh ditinggalkan karena menjadi jati diri daerah kita,” tegasnya.

Ia juga mengimbau orang tua untuk lebih bijak membimbing anak dalam menggunakan gawai, agar interaksi sosial dan nilai kebersamaan tetap terjaga.

Lebih lanjut, pemerintah tengah merencanakan pendirian Museum Kabupaten Pati sebagai wadah pengembangan seni dan pelestarian budaya.

“Ke depan kami ingin memiliki museum sebagai rumah bersama bagi para seniman dan pelaku budaya. Tempat ini nantinya menjadi ruang pelestarian sekaligus edukasi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pati menegaskan komitmennya mendukung pelestarian budaya lokal, memberi ruang berkarya bagi komunitas seni, serta memastikan pembangunan daerah berjalan seimbang antara kemajuan fisik dan penguatan nilai budaya.

Editor : Arif 

  • Penulis: Fatwa Fauzian

Rekomendasi Untuk Anda

  • Congkel Jendela, Maling Gasak Uang Dan Perhiasan

    Congkel Jendela, Maling Gasak Uang Dan Perhiasan

    • calendar_month Sel, 9 Okt 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 787
    • 0Komentar

    PATI – Kasus pencurian marak terjadi dalam sepekan ini. Yasman, 57 warga Desa Sitiluhur Kecamatan Gembong kali menjadi korban. Uang dan perhiasan yang disimpannya senilai Rp 25 juta ludes dibawa kabur maling Jumat (7/10/2018) lalu. Kapolres Pati AKBP Uri Nartanti melalaui Kapolsek Gembong AKP Giyanto mengungkapkan, kejadian pencurian ini terjadi pagi hari. Namun korban baru […]

  • UIN Sunan Kudus Jalin Kemitraan dengan LIBA untuk Perluas Jaringan Internasional

    UIN Sunan Kudus Jalin Kemitraan dengan LIBA untuk Perluas Jaringan Internasional

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 372
    • 0Komentar

    KUDUS – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Libyan Indonesian Business Association (LIBA) pada hari Selasa, 21 Oktober 2025. Langkah ini diambil sebagai upaya memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan ekonomi berbasis syariah. Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Transit Rektorat dan dihadiri oleh […]

  • DPRD Pati Dorong Anak Muda Ikut Kembangkan Potensi Jeruk Pamelo

    DPRD Pati Dorong Anak Muda Ikut Kembangkan Potensi Jeruk Pamelo

    • calendar_month Rab, 30 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 256
    • 0Komentar

    PATI – Jeruk pamelo, buah khas yang menjadi salah satu produk unggulan Kabupaten Pati, memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Wilayah Kecamatan Gembong, di lereng Gunung Muria, merupakan salah satu pusat penghasil jeruk pamelo berkualitas. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Maulana Andika Prastya, berharap anak muda di Pati dapat berperan aktif dalam mengembangkan sektor tanaman buah ini. […]

  • Dewan Pati Dorong Masyarakat Manfaatkan Potensi Peternakan di Pati

    Dewan Pati Dorong Masyarakat Manfaatkan Potensi Peternakan di Pati

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 260
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati melihat potensi besar di sektor peternakan, yang dapat berkembang pesat jika dikelola dengan baik oleh masyarakat. Iklim dan cuaca di Pati sangat mendukung perkembangan sektor ini. Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Narso, menyatakan bahwa kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan dapat meminimalkan risiko dalam peternakan. Salah […]

  • Rasakan Sensasi River Tubing di Desa Wisata Jurang Kudus

    Rasakan Sensasi River Tubing di Desa Wisata Jurang Kudus

    • calendar_month Rab, 29 Des 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Pengunjung menikmati wisata river tubing di Desa wisata Jurang Kecamatan Gebog, Kudus/@hajirob KUDUS – Desa wisata Jurang berada di Kecamatan Gebog, berjarak 9,1 kilometer dari pusat kota Kudus. Untuk sampai ke desa wisata itu  pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 20 menit saja. Ada beragam daya tarik wisata yang bakal membuat pengunjung terkesan. Salah satunya adalah […]

  • DPRD Pati Dorong Pembenahan Fasilitas Gua Pancur Sebagai Langkah Awal Meningkatkan Sektor Pariwisata Daerah

    DPRD Pati Dorong Pembenahan Fasilitas Gua Pancur Sebagai Langkah Awal Meningkatkan Sektor Pariwisata Daerah

    • calendar_month Ming, 28 Jun 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 100.370
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Pati dalam memperbaiki objek wisata Gua Pancur yang terletak di Kecamatan Kayen. Pembenahan sarana dan prasarana dianggap sebagai langkah strategis untuk menambah daya tarik tempat wisata alam ini, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi warga sekitar. Anggota Komisi B […]

expand_less