Breaking News
light_mode

Situs Sangiran sebagai Verifikasi Pelajaran Sejarah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
  • visibility 258

 


Pelajaran
sejarah tentang fosil dan manusia purba sudah dipelajari oleh para pebelajar
sejak bangku Sekolah Dasar. Di jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah
Pertama, pelajaran sejarah dikemas dalam bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial
(IPS).

Sementara
di jenjang Sekolah Menengah Atas, barulah
secara konkret disebut dengan ‘Sejarah’. Berbeda dengan pelajaran lain yang
bisa dilihat wujud nyatanya ̶ misalnya gaya gravitasi dalam pelajaran fisika
yang dapat dinikmati lewat pengalaman lemparan ke atas yang selalu jatuh ke
bawah, jenis-jenis hewan pemakan rerumputan, perdagingan, hingga pemakan segala dalam pelajaran biologi yang
dapat disaksikan di Kebun Binatang, atau ihwal gaya katak dalam pelajaran
pendidikan jasmani dan olahraga yang dapat dirasakan ketika berenang ̶ ,
pelajaran sejarah justru berisi tentang kehidupan masa lalu yang tak bisa
dinikmati wujud nyatanya.

Di
sekolah, pelajaran sejarah hanya ‘dikisahkan’ lewat teks atau audio-visual bagi
sekolah-sekolah yang telah ‘disambangi’ kecanggihan teknologi. Kondisi inilah
yang membuat kebanyakan pebelajar mudah merasa bosan ketika belajar tentang
sejarah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dapat menyiasati kendala ini
dengan cara mengajak para pebelajar mengunjungi lembaga pendidikan informal
yang berhubungan dengan pelajaran sejarah, seperti Museum Manusia Purba
Sangiran yang berada di Kabupaten Sragen dan Karanganyar, Jawa Tengah.

Senada
dengan ungkapan yang disampaikan oleh G. Brown Goode bahwa sudah seyogianya
museum menjadi sebuah rumah yang memelihara pikiran-pikiran hidup daripada
hanya menjadi kuburan barang-barang bekas. Dengan cara ini, museum sebagai
lembaga pendidikan informal dapat menjadi ‘obat’ atas rasa bosan para pebelajar
di lembaga pendidikan formal.

Memverifikasi Pelajaran
Sejarah

Satu
di antara layanan edukasi yang disediakan oleh Museum Manusia Purba Sangiran
adalah program School Goes to Museum[1].
Wujud layanan yang diberikan oleh pihak museum kepada para pebelajar adalah
presentasi atau ceramah interaktif, penayangan film tentang Sangiran, dan
jalan-jalan keliling museum yang dipandu oleh seorang Guide profesional. Stimulus yang diberikan oleh pihak museum yang
berupa informasi sejarah tentang fosil dan manusia purba dalam materi
presentasi serta penayangan film, diharapkan dapat direspons dengan baik oleh
para pebelajar ketika berkeliling museum untuk melihat koleksi-koleksi fosil
manusia dan hewan purba. Respons yang diharapkan adalah verifikasi oleh
pebelajar atas materi yang diperoleh selama presentasi, pemutaran film, dan
materi-materi yang telah disampaikan oleh gurunya selama di sekolah terhadap
bukti konkret di hadapannya seperti artefak dan fosil.

Pebelajar
juga dapat membandingkan antara makhluk-makhluk purba dengan makhluk-makhluk
modern seperti saat ini. Ukuran gading gajah purba dengan ukuran bermeter-meter
dapat dijadikan tolok ukur untuk menerka seberapa besar badan gajah purba jika
dibandingkan dengan gajah modern. Artefak-artefak yang digunakan oleh manusia
purba untuk membantu aktivitas mereka sehari-hari juga dapat dijadikan
pembanding dengan teknologi canggih seperti saat ini. Pengalaman berpikir seperti
ini akan lebih diingat oleh para pebelajar, sebab mereka merasakan dan melihat
secara langsung atas setiap hal yang mereka pikirkan.

Pandangan Calon
Pengajar tentang Situs Sangiran sebagai Sumber Belajar Evolusi

Museum
Manusia Purba Sangiran sebagai ‘saksi bisu’ evolusi manusia purba apakah benar-benar cocok dijadikan sumber
belajar tentang evolusi manusia menurut sudut pandang para calon pengajar? Alaninda
Saputra, Maridi, dan Putri Agustina pernah melakukan penelitian tentang
persepsi mahasiswa calon guru terhadap pemanfaatan Situs Sangiran sebagai
sumber belajar evolusi[2]. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa 80% mahasiswa calon pengajar merasa Situs Sangiran
memberikan gambaran yang nyata tentang sejarah penemuan fosil manusia purba di
Jawa beserta stratigrafinya, 70% mahasiswa calon pengajar menganggap Situs
Sangiran dapat dijadikan sumber belajar evolusi secara langsung, dan 80%
mahasiswa calon pengajar menganggap pembelajaran evolusi dengan berkunjung ke
Situs Sangiran dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang proses evolusi.

Akhir
kata, kisah tentang masa lalu memang layak dimuseumkan
kok
.

Akhmad Idris, lulusan Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia, b
aru-baru
ini telah menerbitkan buku kumpulan esai dengan judul
Wasiat Nabi Khidir untuk Rakyat Indonesia (2020).



[1] Muhammad Mujibur Rohman dalam Jurnal Sangiran No. 5 Tahun 2016

[2] Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains, UNS Surakarta 22
Oktober 2016

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komitmen NU Karimunjawa Wujudkan Pariwisata Berwawasan Lingkungan

    Komitmen NU Karimunjawa Wujudkan Pariwisata Berwawasan Lingkungan

    • calendar_month Ming, 12 Sep 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 271
    • 0Komentar

      Taman Nasional Karimunjawa/ INSTAGRAM EXPLORE KARIMUNJAWA NU Karimunjawa menyiapkan pariwisata berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Kesadaran ini muncul untuk tetap menjaga keindahan alam Karimunjawa beserta kearifan lokalnya. JEPARA – Fahrul Alim selaku panitia pelaksana pembangunan gedung BLKK NU mengungkapkan, pembangunan gedung ini dilaksanakan mulai September 2021 dan dapat segera terwujud pembangunannya pada akhir tahun 2021 […]

  • Persipa Pati Bidik Kemenangan Perdana Lawan PSIM Yogyakarta di Kandang

    Persipa Pati Bidik Kemenangan Perdana Lawan PSIM Yogyakarta di Kandang

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 311
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati bersiap menghadapi laga kandang lanjutan Pegadaian Liga 2 musim 2024/2025 melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Joyokusumo, Pati pada Kamis (26/9/2024). Tim berjuluk Laskar Saridin ini mengincar kemenangan perdana setelah melalui tiga pertandingan awal tanpa meraih tiga poin. Pelatih Persipa Pati, Bambang Nurdiansyah, menegaskan timnya akan berusaha keras untuk meraih tiga poin. […]

  • Polresta Pati Hancurkan Ribuan Knalpot Brong, Tegaskan Larangan Penggunaan

    Polresta Pati Hancurkan Ribuan Knalpot Brong, Tegaskan Larangan Penggunaan

    • calendar_month Rab, 3 Jan 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 293
    • 0Komentar

    PATI – Sat Lantas Polresta Pati telah berhasil menghancurkan ribuan knalpot brong yang dikumpulkan selama operasi penegakan hukum yang intensif sepanjang tahun 2023. Dalam operasi tersebut, Sat Lantas Polresta Pati berhasil mengamankan sekitar 1500 knalpot brong dari berbagai jenis kendaraan. Kapolresta Pati, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama, yang diwakili oleh Kasat Lantas Polresta Pati, Kompol […]

  • Pemilihan Ketua OSIS, Ajari Anak Berdemokrasi Sejak di Sekolah

    Pemilihan Ketua OSIS, Ajari Anak Berdemokrasi Sejak di Sekolah

    • calendar_month Sel, 24 Jul 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Seorang siswa yang akan memberikan hak suaranya dalam pemilihan umum ketua  Ikatan Siswa Luthful Ulum (ISLU) MA NU Luthful Ulum Dukuh Wonokerto, Desa Pasucen, Kecamatan  Trangkil PATI – Pelajaran berharga didapat siswa – siswi MA NU Luthful Ulum Dukuh Wonokerto, Desa Pasucen, Kecamatan  Trangkil. Mereka mendapat pelajaran demokrasi nyata melalui kegiatan Pemilihan Umum Ketua Ikatan Siswa Luthful […]

  • Fotografer Eksplorasi Jejak Jalur Rempah dalam Pameran Hari Jadi Pati ke-701

    Fotografer Eksplorasi Jejak Jalur Rempah dalam Pameran Hari Jadi Pati ke-701

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 247
    • 0Komentar

    PATI – Sejumlah fotografer mencoba mengeksplorasi Jalur Rempah lewat pameran foto pada perayaan Hari Jadi Pati ke-701, pada hari Rabu (7/8/2024). Puluhan karya foto dipajang dengan indah di area Stadion Joyokusumo. Banyak pelajar dan warga berbondong-bondong menuju lokasi pameran untuk menikmati karya-karya fotografi dari para seniman foto di Pati. Karya-karya foto tersebut mayoritas menggambarkan kegiatan […]

  • Terdakwa Kasus Penipuan Perbekalan Kapal Divonis Bebas, Kuasa Hukum Korban Curigai Majelis Hakim

    Terdakwa Kasus Penipuan Perbekalan Kapal Divonis Bebas, Kuasa Hukum Korban Curigai Majelis Hakim

    • calendar_month Sel, 11 Apr 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    Ilustrasi kantor Pengadilan Negeri Pati Terdakwa kasus penipuan berkedok investasi perkapalan, Utomo divonis bebas oleh majelis hakim. Sebelumnya Utomo dituntut pidana penjara 1 tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). PATI – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pati menjatuhkan putusan bebas terhadap Utomo, terdakwa kasus penipuan investasi perbekalan kapal. Pembacaan putusan tersebut dilakukan dalam persidangan pada Senin (10/4/2023). […]

expand_less