Breaking News
light_mode

Situs Sangiran sebagai Verifikasi Pelajaran Sejarah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 29 Agu 2020
  • visibility 261

 


Pelajaran
sejarah tentang fosil dan manusia purba sudah dipelajari oleh para pebelajar
sejak bangku Sekolah Dasar. Di jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah
Pertama, pelajaran sejarah dikemas dalam bidang studi Ilmu Pengetahuan Sosial
(IPS).

Sementara
di jenjang Sekolah Menengah Atas, barulah
secara konkret disebut dengan ‘Sejarah’. Berbeda dengan pelajaran lain yang
bisa dilihat wujud nyatanya ̶ misalnya gaya gravitasi dalam pelajaran fisika
yang dapat dinikmati lewat pengalaman lemparan ke atas yang selalu jatuh ke
bawah, jenis-jenis hewan pemakan rerumputan, perdagingan, hingga pemakan segala dalam pelajaran biologi yang
dapat disaksikan di Kebun Binatang, atau ihwal gaya katak dalam pelajaran
pendidikan jasmani dan olahraga yang dapat dirasakan ketika berenang ̶ ,
pelajaran sejarah justru berisi tentang kehidupan masa lalu yang tak bisa
dinikmati wujud nyatanya.

Di
sekolah, pelajaran sejarah hanya ‘dikisahkan’ lewat teks atau audio-visual bagi
sekolah-sekolah yang telah ‘disambangi’ kecanggihan teknologi. Kondisi inilah
yang membuat kebanyakan pebelajar mudah merasa bosan ketika belajar tentang
sejarah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal dapat menyiasati kendala ini
dengan cara mengajak para pebelajar mengunjungi lembaga pendidikan informal
yang berhubungan dengan pelajaran sejarah, seperti Museum Manusia Purba
Sangiran yang berada di Kabupaten Sragen dan Karanganyar, Jawa Tengah.

Senada
dengan ungkapan yang disampaikan oleh G. Brown Goode bahwa sudah seyogianya
museum menjadi sebuah rumah yang memelihara pikiran-pikiran hidup daripada
hanya menjadi kuburan barang-barang bekas. Dengan cara ini, museum sebagai
lembaga pendidikan informal dapat menjadi ‘obat’ atas rasa bosan para pebelajar
di lembaga pendidikan formal.

Memverifikasi Pelajaran
Sejarah

Satu
di antara layanan edukasi yang disediakan oleh Museum Manusia Purba Sangiran
adalah program School Goes to Museum[1].
Wujud layanan yang diberikan oleh pihak museum kepada para pebelajar adalah
presentasi atau ceramah interaktif, penayangan film tentang Sangiran, dan
jalan-jalan keliling museum yang dipandu oleh seorang Guide profesional. Stimulus yang diberikan oleh pihak museum yang
berupa informasi sejarah tentang fosil dan manusia purba dalam materi
presentasi serta penayangan film, diharapkan dapat direspons dengan baik oleh
para pebelajar ketika berkeliling museum untuk melihat koleksi-koleksi fosil
manusia dan hewan purba. Respons yang diharapkan adalah verifikasi oleh
pebelajar atas materi yang diperoleh selama presentasi, pemutaran film, dan
materi-materi yang telah disampaikan oleh gurunya selama di sekolah terhadap
bukti konkret di hadapannya seperti artefak dan fosil.

Pebelajar
juga dapat membandingkan antara makhluk-makhluk purba dengan makhluk-makhluk
modern seperti saat ini. Ukuran gading gajah purba dengan ukuran bermeter-meter
dapat dijadikan tolok ukur untuk menerka seberapa besar badan gajah purba jika
dibandingkan dengan gajah modern. Artefak-artefak yang digunakan oleh manusia
purba untuk membantu aktivitas mereka sehari-hari juga dapat dijadikan
pembanding dengan teknologi canggih seperti saat ini. Pengalaman berpikir seperti
ini akan lebih diingat oleh para pebelajar, sebab mereka merasakan dan melihat
secara langsung atas setiap hal yang mereka pikirkan.

Pandangan Calon
Pengajar tentang Situs Sangiran sebagai Sumber Belajar Evolusi

Museum
Manusia Purba Sangiran sebagai ‘saksi bisu’ evolusi manusia purba apakah benar-benar cocok dijadikan sumber
belajar tentang evolusi manusia menurut sudut pandang para calon pengajar? Alaninda
Saputra, Maridi, dan Putri Agustina pernah melakukan penelitian tentang
persepsi mahasiswa calon guru terhadap pemanfaatan Situs Sangiran sebagai
sumber belajar evolusi[2]. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa 80% mahasiswa calon pengajar merasa Situs Sangiran
memberikan gambaran yang nyata tentang sejarah penemuan fosil manusia purba di
Jawa beserta stratigrafinya, 70% mahasiswa calon pengajar menganggap Situs
Sangiran dapat dijadikan sumber belajar evolusi secara langsung, dan 80%
mahasiswa calon pengajar menganggap pembelajaran evolusi dengan berkunjung ke
Situs Sangiran dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang proses evolusi.

Akhir
kata, kisah tentang masa lalu memang layak dimuseumkan
kok
.

Akhmad Idris, lulusan Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia, b
aru-baru
ini telah menerbitkan buku kumpulan esai dengan judul
Wasiat Nabi Khidir untuk Rakyat Indonesia (2020).



[1] Muhammad Mujibur Rohman dalam Jurnal Sangiran No. 5 Tahun 2016

[2] Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains, UNS Surakarta 22
Oktober 2016

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekomendasi Kuliner Khas Kudus untuk Menu Buka Puasa

    Rekomendasi Kuliner Khas Kudus untuk Menu Buka Puasa

    • calendar_month Kam, 14 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Tampak sepiring Nasi Pindang Kerbau dengan isian potongan daging, daun melinjo dan bawang goreng/ @harbrianto KUDUS – Bosan dengan menu berbuka yang itu-itu aja. Cobalah menu berbuka dengan kuliner khas Kudus, Jawa Tengah yang lezat dan istimewa. Kuliner khas ini dijamin bakal membuat buka puasa lebih nikmat dari biasanya. Berikut redaksi lingkarmuria.com merangkum daftar kuliner […]

  • Polsek Bangsri Jepara Patroli Malam Ciptakan Situasi Kondusif

    Polsek Bangsri Jepara Patroli Malam Ciptakan Situasi Kondusif

    • calendar_month Kam, 27 Okt 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 276
    • 0Komentar

    Patroli Polsek Bangsri untuk menciptakan rasa aman masyarakat. Patroli malam menjadi upaya Polsek Bangsri Polres Jepara untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dengan demikian lingkungan menjadi kondusif. JEPARA – Personel Polsek Bangsri Polres Jepara Polda Jateng melakukan giat patroli malam diarea pemukiman warga dan memberi Himbauan Kamtibmas sebagai upaya menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi […]

  • DPRD Pati Nilai Hari Santri Jadi Momentum Cinta Tanah Air

    DPRD Pati Nilai Hari Santri Jadi Momentum Cinta Tanah Air

    • calendar_month Kam, 24 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 998
    • 0Komentar

    PATI – Peringatan Hari Santri Nasional diharapkan dapat menjadi momentum bagi pemuda, khususnya para santri, untuk semakin mencintai tanah air. Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD Pati, Muntamah, dalam sebuah pernyataan. “Hari Santri adalah momentum kita bersama untuk mencintai bangsa ini. Semangat NKRI, Pancasila, dan keberagaman ini adalah satu, dan santri harus berperan dalam hal […]

  • Membanggakan Kwarcab Pati Tergiat Pramuka Jateng

    Membanggakan Kwarcab Pati Tergiat Pramuka Jateng

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 325
    • 0Komentar

      Kwarcab Pramuka Kabupaten Pati menerima penghargaan sebagai yang tergiat di Jawa Tengah bidang abdimas. BOYOLALI – Pramuka Kwarcab Pati kembali menerima penghargaan sebagai yang tergiat bidang abdimas Kwarda Jawa Tengah. Penghargaan ini diberikan langsung oleh Ketua Kwarda Jawa Tengah Atiqoh Ganjar Pranowo. Penghargaan ini dirasa spesial setelah menunggu lebih dari satu dekade, akhirnya kwartir […]

  • Anggota Komisi B DPRD Pati Yeti Dorong HIPMI jadi Penggerak Pengusaha Muda

    Anggota Komisi B DPRD Pati Yeti Dorong HIPMI jadi Penggerak Pengusaha Muda

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 330
    • 0Komentar

    PATI – Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Yeti Kristianti mengharapkan Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Pati mampu menjadi penggerak anak muda di bidang usaha. Dia menilai dengan kehadiran BPC HIPMI bakal menjadikan Kabupaten Pati lebih baik dan maju di berbagai bidang usaha. Terlebih, Kabupaten Pati […]

  • Peringatan Hari Guru Nasional, Bupati Sudewo Tekankan Refleksi dan Peningkatan Kualitas Pendidikan

    Peringatan Hari Guru Nasional, Bupati Sudewo Tekankan Refleksi dan Peningkatan Kualitas Pendidikan

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 785
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, turut serta dalam kegiatan jalan sehat yang menandai dimulainya rangkaian peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di Kabupaten Pati. Acara yang berlangsung pada Minggu (16/11/2025) ini, diawali dari halaman Setda Kabupaten Pati dan menjadi pembuka dari serangkaian agenda peringatan HGN. Sudewo menyampaikan bahwa peringatan HGN di Kabupaten Pati tidak hanya diisi […]

expand_less