Breaking News
light_mode

Single Gusti Allah Mboten Sare, Persembahan untuk Bangsa Indonesia

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 22 Okt 2019
  • visibility 235

suluk maleman hadir setiap bulan mengusung tema-tema sosial kemasyarakatan yang sedang banyak diperbincangkan
Video klip Gusti Allah Mboten Sare 
Gusti
Allah mboten sare.. Kito sedoyo ingkang supe.. Teng donya mung mampir ngombe..
kados ngimpi sak kedepan wae..
Lirik itu menjadi penggalan dari lagu terbaru
Sampak GusUran yang diberi judul “Gusti Allah Mboten Sare”. Selain dimainkan
secara live, peluncuran single itupun dilakukan dengan memutarkan video klip
yang telah diunggah dalam channel Youtube Sampak GusUran dan Suluk Maleman.

Ngaji budaya Suluk Maleman akhir pekan kemarin,
sekaligus menjadi momen bedah video klip dari single tersebut.

Pengasuh Suluk Maleman, Anis Sholeh
Baasyin mengungkapkan, single itu secara khusus dipersembahkan bagi bangsa
Indonesia. Supaya masyarakatnya kembali mengingat kepada Allah.

Sebenarnya, kata Anis, lagu tersebut
sudah diciptakan sejak tahun 2011 lalu. Pernah beberapa kali naik proses
perekaman, namun berkali-kali gagal. Saat ini dirasa memang harus bisa
berhasil. Di situasi seperti saat ini, muslim harus selalu ingat, jika Allah
hadir terus menerus.

Suluk Maleman 

Dalam video klip tersebut dihadirkan
adegan-adegan yang merujuk pada Al Qur’an dan Hadits. Seperti ungkapan Sayidina
Ali, yang mengatakan jika orang hidup layaknya orang tertidur.

“Maka dari itu di video tersebut diawali
dengan adegan tiga orang lelaki yang seolah tertidur,” terang Anis Sholeh
Ba’asyin.

Ketiga orang lelaki itu sendiri mewakili
tiga watak manusia. Mukminun, munafikun dan kafirun. Penggambaranya ditunjukkan
dengan sosok lelaki mukminun yang membantu orang lain di tengah padang. Sosok
munafikun diperlihatkan sebagai sosok pria yang selalu tersenyum. Namun di belakangnya
membawa pisau yang siap dihujamkan.

Sosok kafir dimunculkan dengan seorang
pria yang kerap menindas orang lain. Bahkan digambarkan dengan menginjak-injak
juga.

Penggambaran perjalanan tiga watak itu
juga diperlihatkan saat ketiganya berada di sumber mata air. Dalam filosofi Jawa
memang disebutkan, jika hidup selayaknya orang mampir ngombe (Red, minum).
Sosok mukmin diperlihatkan meminum air dengan satu cakupan tangan. Seperti
halnya kisah Nabi Musa, yang diperintahkan untuk minum hanya secakupan tangan
tidak boleh lebih.

Sementara, kedua sosok lainnya terlihat
meminum air begitu banyak. Sosok kafir itu bahkan sampai terjun ke dalam air,
agar dapat meminum air sebanyak-banyaknya. Seolah-olah tercebur dengan godaan
dunia.

Pada akhirnya, lanjut Anis, ketiga orang
itu pun menjalani perjalanan ke akhirat dengan jalan yang berbeda. Sosok mukmin
terlihat berjalan dengan cepat dan tanpa beban. Sedangkan sosok kedua harus
berjalan merangkak untuk memasuki surga karena bebannya. Sementara yang ketiga,
membuatnya sulit beranjak karena keterkaitannya pada dunia.

“Sebenarnya ada beberapa simbol lain.
Seperti simbol pertikaian antar kelompok untuk memperebutkan perempuan yang
tengah bersolek. Dunia memang diibaratkan perempuan yang bersolek hingga selalu
menarik semua orang. Namun pada akhirnya orang yang bertikai itu semuanya
kalah,” imbuhnya.

Kehadiran single itu diharapkan menjadi
pengingat, agar manusia dapat mengutamakan kemanusiaannya. Hilangnya rasa
kemanusiaan sendiri disebut bisa terjadi karena terlalu suka pada dunia, maupun
terlalu takut pada kematian.

“Coba bayangkan sekarang ini agama
diributkan hanya untuk persoalan dunia saja. Tak hanya agama, apapun
ujung-ujungnya untuk kepentingan di dunia,” imbuhnya. (ars)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senangnya Petani Yogyakarta Belajar Kopyor di Dukuhseti Pati

    Senangnya Petani Yogyakarta Belajar Kopyor di Dukuhseti Pati

    • calendar_month Sen, 1 Nov 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Para petani dari Yogyakarta belajar budidaya kelapa kopyor di Ngagel, Dukuhseti, Pati Para peserta tampak antusias ketika masuk ke kebun kelapa yang tingginya sekitar tiga meteran itu. Daunnya melambai-lambai diterpa angin. Buahnya lebat sekali. Itulah agrowisata kelapa kopyor di Omah Kopyor Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati PATI – Puluhan petani asal Dukuh Naungan, Desa Selopamioro […]

  • Polres Jepara Gelar Ujian Beladiri Polri Bekal Tugas di Lapangan

    Polres Jepara Gelar Ujian Beladiri Polri Bekal Tugas di Lapangan

    • calendar_month Jum, 26 Agu 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 216
    • 0Komentar

      Ujian beladiri polri di Polres Jepara  Beladiri Polri adalah kemampuan anggota Polri dalam mempertahankan diri dari serangan pihak lain. Kemampuan ini wajib dimiliki untuk menunjang tugas di lapangan. JEPARA – Selama tiga hari, Polres Jepara Polda Jateng menggelar kegiatan Ujian Beladiri Polri periodik semester dua.  Ujian yang dilaksanakan di halaman apel Mapolres Jepara, hari […]

  • Bupati Pati Apresiasi Kontribusi Santri dalam Apel Peringatan Hari Santri 2025

    Bupati Pati Apresiasi Kontribusi Santri dalam Apel Peringatan Hari Santri 2025

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 302
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, menghadiri Apel Peringatan Hari Santri Tahun 2025 yang berlangsung khidmat di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (22/10/2025). Acara ini dihadiri oleh jajaran Nahdlatul Ulama (NU) beserta badan otonomnya. Dalam kesempatan tersebut, Sudewo menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh elemen masyarakat, terutama kalangan santri dan tokoh agama di Kabupaten Pati, atas kontribusi […]

  • Brand Artugo Produk Perlengkapan Dapur Rekomendasi Masterchef

    Brand Artugo Produk Perlengkapan Dapur Rekomendasi Masterchef

    • calendar_month Sen, 13 Des 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 238
    • 0Komentar

      Chef Bayu Wratsongko, dari masterchef season 5 saat memasak menggunakan peralatan dapur dari Artugo di Depo Soehartono, Jalan Panglima Sudirman, Pati (Senin 13 Desember 2021) Artugo hadir menawarkan produk-produk peralatan dapur yang dijamin memuaskan emak-emak di rumah. Mulai dari kompor tanam hingga kompor listrik tersedia dengan spesifikasi jempolan. Barang-barang ini sekarang bisa didapatkan di […]

  • Polresta Pati Tingkatkan Kapasitas Kehumasan dengan Pelatihan Video Berbasis AI

    Polresta Pati Tingkatkan Kapasitas Kehumasan dengan Pelatihan Video Berbasis AI

    • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 250
    • 0Komentar

    PATI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati terus berupaya meningkatkan kapasitas fungsi kehumasannya. Buktinya, Bag SDM Polresta Pati menggelar pelatihan fungsi teknis kehumasan pada Kamis (17/7/2025). Pelatihan yang berlangsung di Aula Sanika Satyawada ini diikuti Kasubbag Dalpers Bag SDM, Kasi Humas Polresta Pati, anggota Bag SDM, dan personel Polresta Pati. Fokus pelatihan ini adalah pembuatan […]

  • Toko Digital Kampung Budaya Piji Wetan Diresmikan

    Toko Digital Kampung Budaya Piji Wetan Diresmikan

    • calendar_month Sel, 6 Apr 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 213
    • 0Komentar

    Produk kaos yang dijual di toko digital KBPW Ada empat segmen produk yang dikelola toko digital kbpw.store. Diantaranya produk tumbuhan, produk sandang, produk jajanan lokal dan produk kriya atau kerajinan tangan. Usaha ini dikelola layaknya sebuah koperasi.  KUDUS – Kampung Budaya Piji Wetan (KBPW) kini memiliki toko digital yang sudah diresmikan dengan nama kbpw.store. Ketua […]

expand_less