Breaking News
light_mode

Ning Sri, dan Inspirasi Generasi Santri Berjiwa Wirausaha

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 22 Okt 2019
  • visibility 565

komunikasi yang baik dengan para karyawannya
Ning Sri dan para karyawannya 
Gegap gempita Hari
Santri Nasional 2019, tak boleh numpang lewat saja. Mesti ada nilai-nilai yang
dipetik untuk mencipta sebuah perubahan. Sri Handayani, pengusaha asal Pati yang
pernah menimba ilmu di pesantren menyebut, santri harus mampu berperan
meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Dalam rangka menghadapi tantangan
global.
***
Kabupaten Pati, sebagai
merupakan basis pesantren. Kata Sri Handayani, bisa menyumbang peran untuk itu.
Sudah saatnya santri dibekali jiwa kewirausahaan dan pendampingan keterampilan
agar bisa menjadi pengusaha tangguh.

Masyhur dalam catatan sejarah,
Nabi Muhammad adalah seorang entrepreneur
sejati dan wirausahawan yang sukses. Keteladanan beliau dalam menggeluti usaha
perdagangan menjadi contoh para sahabat dalam berwirausaha.

Pada usia muda yakni 12
tahun, Nabi Muhammad sudah melakukan perdagangan regional ke Syria. Selanjutnya
pada usia 17 tahun, memimpin ekspedisi perdagangan ke Syam, Yaman, Yordania,
Irak, dan sejumlah negara lainnya. “Sedangkan pada usia 25 tahun, Nabi
Muhammad sudah menjadi wirausahawan yang sukses dan kaya raya,” sambung
wanita yang akrab disapa Ning Sri ini.

Sri Handayani yang
pengusaha asli Kabupaten Pati ini menambahkan, empat sifat mulia Nabi Muhammad,
sangat mendukung dalam berwirausaha. Yaitu Shiddiq atau Jujur, amanah atau
dipercaya, fathonah atau cerdas hingga tabligh atau komunikatif.

Pengusaha sukses ini sangat menginspirasi
Sri Handayani

“Shidiq atau jujur
yaitu mengatakan yang sebenarnya mengenai barang yang diperjualbelikan. Terkait
kelebihan dan kekurangan barang,” jelas wanita yang saat ini sedang
menyelesaikan program doktoral Ilmu Ekonomi, Undip Semarang itu.

Selanjutnya, jujur atau
shiddiq yaitu perdagangan yang didasari sifat amanah akan berbuah berkah. Baik
bagi penjual, pembeli, keluarga dan semua yang terlibat di dalamnya.
Kredibilitas pengusaha sangat ditentukan pada sifat amanah yang dimilikinya.

“Sementara
fathonah yaitu mampu memahami, menghayati, mengenal tugas dan tanggung jawab
bisnis dengan sangat baik. Menumbuhkan kreativitas dan melakukan berbagai
inovasi yang bermanfaat agar produk perusahaan mampu beradaptasi dengan
kebutuhan masyarakat, permintaan pasar dan pola perubahan yang terjadi,”
kata Ning Sri.

Selanjutnya, wanita
yang pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren di Kajen, Margoyoso ini
menyebut, pengusaha harus mempunyai sifat tabligh atau komunikatif. Menurutnya,
seorang pengusaha dituntut untuk melatih diri dalam menyampaikan profil
bisnisnya. Menyampaikan dengan cara yang paling baik, efisien dan efektif. Mampu
menggunakan jaringan dengan baik.

“Dan juga yang
perlu diperhatikan yaitu membangun tim kerja yang tangguh dan menjaga kepercayaan
relasi bisnis. Jangan sampai dilupakan untuk rajin bersedekah dan berinfak.
Kalau perlu jadikan sedekah sebagai gaya hidup,” tutupnya. (*/alb)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini Klarifikasi Kiai Said Aqil Siroj Terkait Penolakan UAS di Hongkong

    Begini Klarifikasi Kiai Said Aqil Siroj Terkait Penolakan UAS di Hongkong

    • calendar_month Kam, 4 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 1.130
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, JAKARTA – Beberapa waktu lalu penolakan terhadap ceramah Ustad Abdus Somad (UAS) di Hongkong, tampil menyita perhatian publik. Sejumlah info pun merebak, tak ketinggalan fitnah pun ditebar. Seperti sebuah fitnah yang dialamatkan ke Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj. Berkaitan dengan hal itu, Said Aqil Siroj (SAS) Institute memberikan klarifikasi yang terjadi […]

  • Kayu Mahoni Setengah Tahun Tersangkut Warga Mulai Khawatir

    Kayu Mahoni Setengah Tahun Tersangkut Warga Mulai Khawatir

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 293
    • 0Komentar

    BAHAYA : Dua batang kayu mahoni tersangkut setengah tahun di kabel kawat penyangga tiang listrik di Jalan Tayu –Pati turut Desa Ngablak Kecamatan Cluwak Lingkar Muria, PATI – Sudah setengah tahun, dua batang kayu mahoni menempel di kabel kawat penyangga listrik. Letaknya sekitar 30 meter dari Balaidesa Ngablak Kecamatan Cluwak Jalan Raya Tayu-Jepara. Hingga kini […]

  • PWNU Jateng dan Pemprov Gelar Bimtek Olahan Lele, Dorong Santri Jadi Entrepreneur

    PWNU Jateng dan Pemprov Gelar Bimtek Olahan Lele, Dorong Santri Jadi Entrepreneur

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.600
    • 0Komentar

    PATI – Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PWNU Jawa Tengah berkolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemberdayaan Koperasi Pondok Pesantren. Kegiatan yang fokus pada diversifikasi olahan ikan lele ini berlangsung di Auditorium Pesantren Maslakul Huda, Kajen, pada Jumat hingga Sabtu (17-18/4/2026). Acara ini diikuti oleh 40 perwakilan Koperasi […]

  • Bupati Pati Semarakkan CFD, Targetkan Ekspansi ke Destinasi Wisata

    Bupati Pati Semarakkan CFD, Targetkan Ekspansi ke Destinasi Wisata

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 308
    • 0Komentar

    PATI – Bupati Pati, Sudewo, turut memeriahkan Car Free Day (CFD) di Pati Kota, Minggu (22/6). Kegiatan rutin dua pekan sekali ini semakin ramai dengan partisipasi masyarakat, pelaku UMKM, dan beragam pertunjukan seni. Didampingi istri dan Wakil Bupati, Sudewo mengapresiasi antusiasme warga yang terus meningkat. “Car Free Day hari ini yang keempat sejak kami laksanakan […]

  • Pansus Hak Angket DPRD Pati Targetkan Panggil Sekda dan Pejabat Kunci Lainnya

    Pansus Hak Angket DPRD Pati Targetkan Panggil Sekda dan Pejabat Kunci Lainnya

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 287
    • 0Komentar

    PATI – Pansus Hak Angket DPRD Pati terus menunjukkan progres signifikan dalam penyelidikan mereka. Ketua Pansus, Teguh Bandang Waluyo, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, pekerjaan mereka telah mencapai 60-70 persen. “Berikutnya, target kami adalah memanggil Pak Sekda. Ke depan, bila disepakati bersama, kami juga akan mengundang Pak Wakil Bupati dan Bupati,” ujarnya. Pernyataan ini disampaikan […]

  • Dapat Bonus Demografi, 60 Persen Penduduk Jepara Usia Produktif

    Dapat Bonus Demografi, 60 Persen Penduduk Jepara Usia Produktif

    • calendar_month Jum, 28 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 353
    • 0Komentar

    SUMBER : JEPARA.GO.ID JEPARA – Asisten II Setda Jepara Mulyaji menyebut, Kabupaten Jepara mendapat bonus demografi. Dari 1,2 juta penduduknya, 60 persen berada dalam usia produktif. Dimana penduduknya tercatat berkisar antara umur 15 – 64 tahun. Mulyaji menganggap bonus demografi tersebut harus ditangkap sebagai peluang peluang positif dan harus didukung generasi produktif yang berkualitas. ”Jumlah […]

expand_less