Breaking News
light_mode

Sampingan Belajar Daring, Hasilkan Jutaan Rupiah dari Menanam Selada Hidroponik

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 9 Jul 2021
  • visibility 144

 

Royyan merawat sayuran selada yang ditanamnya dengan metode hidroponik di Desa Kembang, Dukuhseti, Pati.

Belajar daring di masa pandemi ternyata
menjadi berkah tersendiri. Misalnya dengan bekerja sampingan bertanam sayuran.
Seperti yang dilakukan Royyan, mahasiswa asal Desa Kembang, Kecamatan
Dukuhseti, Pati.

PATI – Bagi Muhammad
Fahmi Royyan Itsbad, mahasiswa asal Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti, Pati,
Jawa Tengah, belajar daring menurutnya menjadi berkah tersendiri. Royyan sapaan
akrabnya, mengisi waktu luang saat belajar daring dengan menanam, justru hal
itu membuat ia meraup omzet jutaan rupiah per bulan dengan menjadi petani
milenial menanam selada sistem hidroponik.

Mahasiswa di Desa Kembang,
Kecamatan Dukuhseti ini sukses membudidayakan tanaman selada melalui media
tanam hidroponik. Budidaya tanaman dengan hidroponik telah dilakukan mahasiswa
semester II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini dilakukan sejak
sepuluh bulan yang lalu.

Menurut Royyan,
membudidayakan tanaman selada melalui media tanam hidroponik tidaklah rumit.
Dengan memanfaatkan halaman pekarangan seluas 8 x 10 meter, dan ruang pembibitan,
mahasiswa jurusan Ilmu Qur’an ini melakukan perawatan tanaman setiap hari.

“Saat pertama kali
mendaftar, saya bingung mengisi waktu karena barus belajar secara daring. Dari
situ akhirnya harus memutar otak, dan akhirnya bercocok tanam selada dengan
sistem hidroponik ini. Apalagi pekarangan rumah kan cukup untuk sistem
hidroponikini,” cerita Royyan kepada Lingkar Muria.

Dikatakan, membutuhkan
waktu selama 45 hari, mulai dari masa pembibitan hingga selada segar siap
dipanen. Alhasil, dengan membudidyakan tanaman hidroponik ini ia mengaku mampu
memperoleh omzet Rp 4-5 juta per bulan.

“Saat ini dengan
kapasitas 2.600 lubang tanaman, per hari saya mempunyau langganan tetap.
Minimal 7 kg untuk menyuplai ke sejumlah pelanggan. Belum lagi nanti ada warga
sekitar yang langaung datang ke sini. Kalau pelanggan yang membeli selada,
rata-rata adalah pedagang kebab dan burger,” jelasnya.

Sementara itu, Siti
Sholikah, warga Desa Alasdowo mengaku senang dan baru tahu kalau ada yang
menjual selada segar. Karena kalau dari pasar biasanya selada yang dibeli
kondisinya sudah layu.  Sehingga, jika
membeli banyak juga yang harus terbuang.

“Kebetulan saya kan
usaha katering. Jadi sekarang tidak usah repot-repot mencari selada.  Apalagi disini bisa memilih sendiri selada
yang akan saya beli. Kalau mencari di pasar kadang juga tidak ada. Beberapa
menu kan memang membutuhkan selada, seperti nasi tumpeng, nasi kuning, dan menu
bento untuk ulang,” kata Sholikah.

Tak hanya datang dari
lokal, dan luar kecamatan saat ini pembeli juga ada yang datang dari luar
daerah seperti Jepara. Selain untuk menyalurkan hobi berkebun, budidaya
hidroponik ini, juga membuka peluang usaha di masa pandemi. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daftar Nama-nama Kecamatan di Kabupaten Pati

    Daftar Nama-nama Kecamatan di Kabupaten Pati

    • calendar_month Sab, 15 Des 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 335
    • 1Komentar

    Patung kuda di Jalan Panglima Sudirman Pati Kabupaten Pati yang terletak di Provinsi Jawa Tengah memiliki 21 kecamatan. Berikut daftar nama-nama kecamatan di Kabupaten Pati lengkap dengan gambaran sekilas mengenai geografi masing-masing kecamatan di Kabupaten Pati ini. 1.       Kecamatan Pati. Kecamatan ini merupakan ibu kota Kabupaten Pati. Letaknya di tengah-tengah wilayah Kabupaten Pati yang terdiri […]

  • DPRD Pati Dalami Dugaan Pelanggaran Kebijakan Bupati, Pansus Hak Angket Panggil Dewas RSUD

    DPRD Pati Dalami Dugaan Pelanggaran Kebijakan Bupati, Pansus Hak Angket Panggil Dewas RSUD

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 191
    • 0Komentar

    PATI – Suasana ruang Badan Anggaran DPRD Kabupaten Pati kembali memanas pada Rabu (3/9/2025) saat Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket memanggil jajaran Dewan Pengawas (Dewas) RSUD RAA Soewondo Pati. Pemanggilan ini terkait penyelidikan dugaan pelanggaran kebijakan yang dilakukan oleh Bupati Sudewo. Rapat yang berlangsung tegang tersebut diwarnai perdebatan, terutama saat Pansus mendesak Ketua Dewas, Torang […]

  • Melihat Keunikan Pameran Seni Rupa “Bomah Mburi” di Gabus Pati

    Melihat Keunikan Pameran Seni Rupa “Bomah Mburi” di Gabus Pati

    • calendar_month Jum, 5 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 169
    • 0Komentar

      Pameran seni rupa dengan tema “Bomah Mburi” lahir dari latar Kota Pati yang dikenal memiliki bahasa lokal yang khas dan unik, gaya ungkap pesisiran ini tentu merupakan kekayaan Budaya yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Kekhasan itu bisa dipakai untuk melihat seperti apa karakter dan perwajahan sebuah daerah. Karakteristik Pati, sebagai daerah diantara Gunung […]

  • Dewan Pati Dorong Pemkab Perhatikan UMKM untuk Perkuat Ekonomi Daerah

    Dewan Pati Dorong Pemkab Perhatikan UMKM untuk Perkuat Ekonomi Daerah

    • calendar_month Kam, 19 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 174
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Muntamah, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk memberikan perhatian serius terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai kunci penguatan ekonomi daerah. Muntamah menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah, mampu menyerap tenaga kerja lokal dan mengurangi pengangguran. “Dukungan pemerintah sangat penting untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan UMKM,” […]

  • Olah Vokal Lima Menit Sehari

    Olah Vokal Lima Menit Sehari

    • calendar_month Sel, 2 Apr 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Eka Fitri Suryani MEMASUKI semester akhir, Eka Fitri Suryani tidak merasa terganggu dengan rutinitasnya di dunia hiburan. Selain fokus menyelesaikan tugas akhir, ia juga tetap salurkan bakatnya di luar aktivitasnya sebagai mahasiswi. Gadis kelahiran, Jepara,  10 Maret 1995 ini mulai menggeluti dunia entertaining sejak 2013 lalu. Mulai jadi pembawa acara resmi, pernikahan, ulang tahun, gathering, […]

  • DPRD Pati Dorong Produk Lokal Mampu Bersaing di Kancah Global

    DPRD Pati Dorong Produk Lokal Mampu Bersaing di Kancah Global

    • calendar_month Sen, 28 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 180
    • 0Komentar

    PATI – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati menyatakan dukungan penuh terhadap produk lokal untuk bersaing dengan produk nasional maupun impor. Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD Pati, Yeti Kristianti, yang menilai produk-produk dari Pati memiliki kualitas yang tidak kalah dengan produk lain. “Di Pati sebetulnya banyak juga produk lokal yang sangat bagus dan […]

expand_less