Breaking News
light_mode

Sampingan Belajar Daring, Hasilkan Jutaan Rupiah dari Menanam Selada Hidroponik

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 9 Jul 2021
  • visibility 171

 

Royyan merawat sayuran selada yang ditanamnya dengan metode hidroponik di Desa Kembang, Dukuhseti, Pati.

Belajar daring di masa pandemi ternyata
menjadi berkah tersendiri. Misalnya dengan bekerja sampingan bertanam sayuran.
Seperti yang dilakukan Royyan, mahasiswa asal Desa Kembang, Kecamatan
Dukuhseti, Pati.

PATI – Bagi Muhammad
Fahmi Royyan Itsbad, mahasiswa asal Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti, Pati,
Jawa Tengah, belajar daring menurutnya menjadi berkah tersendiri. Royyan sapaan
akrabnya, mengisi waktu luang saat belajar daring dengan menanam, justru hal
itu membuat ia meraup omzet jutaan rupiah per bulan dengan menjadi petani
milenial menanam selada sistem hidroponik.

Mahasiswa di Desa Kembang,
Kecamatan Dukuhseti ini sukses membudidayakan tanaman selada melalui media
tanam hidroponik. Budidaya tanaman dengan hidroponik telah dilakukan mahasiswa
semester II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini dilakukan sejak
sepuluh bulan yang lalu.

Menurut Royyan,
membudidayakan tanaman selada melalui media tanam hidroponik tidaklah rumit.
Dengan memanfaatkan halaman pekarangan seluas 8 x 10 meter, dan ruang pembibitan,
mahasiswa jurusan Ilmu Qur’an ini melakukan perawatan tanaman setiap hari.

“Saat pertama kali
mendaftar, saya bingung mengisi waktu karena barus belajar secara daring. Dari
situ akhirnya harus memutar otak, dan akhirnya bercocok tanam selada dengan
sistem hidroponik ini. Apalagi pekarangan rumah kan cukup untuk sistem
hidroponikini,” cerita Royyan kepada Lingkar Muria.

Dikatakan, membutuhkan
waktu selama 45 hari, mulai dari masa pembibitan hingga selada segar siap
dipanen. Alhasil, dengan membudidyakan tanaman hidroponik ini ia mengaku mampu
memperoleh omzet Rp 4-5 juta per bulan.

“Saat ini dengan
kapasitas 2.600 lubang tanaman, per hari saya mempunyau langganan tetap.
Minimal 7 kg untuk menyuplai ke sejumlah pelanggan. Belum lagi nanti ada warga
sekitar yang langaung datang ke sini. Kalau pelanggan yang membeli selada,
rata-rata adalah pedagang kebab dan burger,” jelasnya.

Sementara itu, Siti
Sholikah, warga Desa Alasdowo mengaku senang dan baru tahu kalau ada yang
menjual selada segar. Karena kalau dari pasar biasanya selada yang dibeli
kondisinya sudah layu.  Sehingga, jika
membeli banyak juga yang harus terbuang.

“Kebetulan saya kan
usaha katering. Jadi sekarang tidak usah repot-repot mencari selada.  Apalagi disini bisa memilih sendiri selada
yang akan saya beli. Kalau mencari di pasar kadang juga tidak ada. Beberapa
menu kan memang membutuhkan selada, seperti nasi tumpeng, nasi kuning, dan menu
bento untuk ulang,” kata Sholikah.

Tak hanya datang dari
lokal, dan luar kecamatan saat ini pembeli juga ada yang datang dari luar
daerah seperti Jepara. Selain untuk menyalurkan hobi berkebun, budidaya
hidroponik ini, juga membuka peluang usaha di masa pandemi. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kades Pelemgede Ungkap Dugaan Penyebab Jebolnya Talud Jembatan

    Kades Pelemgede Ungkap Dugaan Penyebab Jebolnya Talud Jembatan

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 393
    • 0Komentar

    PATI – Sebuah video yang memperlihatkan talud jembatan penghubung Desa Pelemgede dan Desa Sokopuluhan jebol pada Kamis sore (23/10/2025) viral di media sosial. Jembatan berukuran 12×7 meter ini baru saja selesai dikerjakan sejak Mei 2025 dengan anggaran sekitar Rp1,89 miliar dari APBD Kabupaten Pati 2025. Warga sebenarnya berencana menggelar acara selametan atau syukuran pada Jumat […]

  • Anggota DPRD Pati Muntamah Ungkap Keunggulan Pendidikan Pesantren

    Anggota DPRD Pati Muntamah Ungkap Keunggulan Pendidikan Pesantren

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 211
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, menekankan pentingnya peran pondok pesantren dalam mencetak generasi muda berakhlak mulia dan berwawasan religius. Ia menilai kualitas pendidikan di pesantren tak kalah dengan pendidikan umum. “Pondok pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) kini telah berkembang pesat, tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga di bidang IT, olahraga, […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati Undang Ribuan Jamaah dalam Haul dan Sholawatan Bersama Habib Syech

    Wakil Ketua DPRD Pati Undang Ribuan Jamaah dalam Haul dan Sholawatan Bersama Habib Syech

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 194
    • 0Komentar

    PATI – Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati acara haul dan sholawatan yang digelar di kediaman Wakil Ketua I DPRD Pati, H. Suwito. Acara yang berlangsung meriah ini menghadirkan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf sebagai pengisi utama. Lantunan sholawat menggema sepanjang acara, menciptakan suasana damai dan menyejukkan hati. Para jamaah tampak khusyuk mengikuti setiap […]

  • Lulusan TKJ Kepincut Jadi Bidan

    Lulusan TKJ Kepincut Jadi Bidan

    • calendar_month Sel, 16 Jan 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Mefiana Desy Safitri Mefi/DOKUMEN PRIBADI Banyak yang merasa heran dan tak habis piker, melihat riwayat pendidikan Mefiana Desy Safitri. Perempuan kelahiran Pati, 17 Desember 1999 ini sebelumnya mengenyam pendidikan di Teknik Komputer Jaringan SMK Telkom Terpadu AKN Marzuki, namun kini ia lebih memilih melanjut di Jurusan Kebidanan. ”Awalnya memang banyak yang keheranan. Biasanya akrab dengan […]

  • Gelar Aksi Kamisan, AJI Semarang Sampaikan 5 Tuntutan di Depan Mapolda Jawa Tengah

    Gelar Aksi Kamisan, AJI Semarang Sampaikan 5 Tuntutan di Depan Mapolda Jawa Tengah

    • calendar_month Sab, 19 Apr 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 152
    • 0Komentar

    SEMARANG – Jurnalis dan aliansi masyarakat sipil menggelar Aksi Kamisan di Mapolda Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kamis (17/4/2025). Massa menyinggung kekerasan terhadap jurnalis yang marak terjadi dewasa ini. Selain orasi, Aksi Kamisan juga diwarnai dengan pembacaan puisi dan pertunjukan teatrikal yang menggambarkan tindakan intimidasi yang dilakukan oknum aparat terhadap jurnalis. Selain itu, terdapat makam buatan […]

  • Batako produksi Perusda Jepara.

    Perusda Jepara Punya Usaha Batako dari Limbah PLTU

    • calendar_month Rab, 1 Nov 2023
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Inovasi produk dilakukan oleh Perusahaaan Umum Daerah (Perumda) Aneka Usaha Kabupaten Jepara. Perusahaan ini berhasil memproduksi material bahan bahan bangunan dengan memanfaatkan limbah pembakaran batu bara di PLTU Tanjungjati B yang ada di Kabupaten Jepara.

expand_less