Breaking News
light_mode

Sampingan Belajar Daring, Hasilkan Jutaan Rupiah dari Menanam Selada Hidroponik

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 9 Jul 2021
  • visibility 41

 

Royyan merawat sayuran selada yang ditanamnya dengan metode hidroponik di Desa Kembang, Dukuhseti, Pati.

Belajar daring di masa pandemi ternyata
menjadi berkah tersendiri. Misalnya dengan bekerja sampingan bertanam sayuran.
Seperti yang dilakukan Royyan, mahasiswa asal Desa Kembang, Kecamatan
Dukuhseti, Pati.

PATI – Bagi Muhammad
Fahmi Royyan Itsbad, mahasiswa asal Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti, Pati,
Jawa Tengah, belajar daring menurutnya menjadi berkah tersendiri. Royyan sapaan
akrabnya, mengisi waktu luang saat belajar daring dengan menanam, justru hal
itu membuat ia meraup omzet jutaan rupiah per bulan dengan menjadi petani
milenial menanam selada sistem hidroponik.

Mahasiswa di Desa Kembang,
Kecamatan Dukuhseti ini sukses membudidayakan tanaman selada melalui media
tanam hidroponik. Budidaya tanaman dengan hidroponik telah dilakukan mahasiswa
semester II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini dilakukan sejak
sepuluh bulan yang lalu.

Menurut Royyan,
membudidayakan tanaman selada melalui media tanam hidroponik tidaklah rumit.
Dengan memanfaatkan halaman pekarangan seluas 8 x 10 meter, dan ruang pembibitan,
mahasiswa jurusan Ilmu Qur’an ini melakukan perawatan tanaman setiap hari.

“Saat pertama kali
mendaftar, saya bingung mengisi waktu karena barus belajar secara daring. Dari
situ akhirnya harus memutar otak, dan akhirnya bercocok tanam selada dengan
sistem hidroponik ini. Apalagi pekarangan rumah kan cukup untuk sistem
hidroponikini,” cerita Royyan kepada Lingkar Muria.

Dikatakan, membutuhkan
waktu selama 45 hari, mulai dari masa pembibitan hingga selada segar siap
dipanen. Alhasil, dengan membudidyakan tanaman hidroponik ini ia mengaku mampu
memperoleh omzet Rp 4-5 juta per bulan.

“Saat ini dengan
kapasitas 2.600 lubang tanaman, per hari saya mempunyau langganan tetap.
Minimal 7 kg untuk menyuplai ke sejumlah pelanggan. Belum lagi nanti ada warga
sekitar yang langaung datang ke sini. Kalau pelanggan yang membeli selada,
rata-rata adalah pedagang kebab dan burger,” jelasnya.

Sementara itu, Siti
Sholikah, warga Desa Alasdowo mengaku senang dan baru tahu kalau ada yang
menjual selada segar. Karena kalau dari pasar biasanya selada yang dibeli
kondisinya sudah layu.  Sehingga, jika
membeli banyak juga yang harus terbuang.

“Kebetulan saya kan
usaha katering. Jadi sekarang tidak usah repot-repot mencari selada.  Apalagi disini bisa memilih sendiri selada
yang akan saya beli. Kalau mencari di pasar kadang juga tidak ada. Beberapa
menu kan memang membutuhkan selada, seperti nasi tumpeng, nasi kuning, dan menu
bento untuk ulang,” kata Sholikah.

Tak hanya datang dari
lokal, dan luar kecamatan saat ini pembeli juga ada yang datang dari luar
daerah seperti Jepara. Selain untuk menyalurkan hobi berkebun, budidaya
hidroponik ini, juga membuka peluang usaha di masa pandemi. (hus)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Selidiki Dugaan Pungli di Sekolah

    DPRD Pati Selidiki Dugaan Pungli di Sekolah

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 57
    • 0Komentar

    PATI – Komisi D DPRD Kabupaten Pati tengah menyelidiki laporan dugaan pungutan liar (pungli) di sejumlah sekolah di wilayah tersebut. Laporan tersebut diterima dari orang tua siswa, baik secara lisan maupun tertulis, yang menyebutkan adanya pungutan tidak resmi di beberapa sekolah. Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, membenarkan adanya laporan tersebut. “Ada surat […]

  • DPRD Pati Kawal RPJMD, Pastikan Pemberdayaan Masyarakat Tercakup

    DPRD Pati Kawal RPJMD, Pastikan Pemberdayaan Masyarakat Tercakup

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 54
    • 0Komentar

    PATI – Fraksi PKB DPRD Kabupaten Pati, melalui anggota dewannya, Muntamah, menyoroti pentingnya pemberdayaan masyarakat sebagai pilar utama dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pati periode 2025-2029. Muntamah menekankan agar RPJMD tersebut dirancang secara komprehensif, mencakup sektor ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, lingkungan hidup, dan kesehatan. “Pemberdayaan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan daerah,” tegasnya. […]

  • Tanggul Jebol, Dua Desa di Batangan Pati Terendam Banjir: 700 Rumah Warga Terdampak

    Tanggul Jebol, Dua Desa di Batangan Pati Terendam Banjir: 700 Rumah Warga Terdampak

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 173
    • 0Komentar

    PATI – Hujan deras yang mengguyur selama tiga hari berturut-turut mengakibatkan banjir di dua desa di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Akibatnya, sekitar 700 rumah warga di Desa Ketitangwetan dan Desa Raci terendam air setelah dua titik tanggul Sungai Widodaren jebol karena tak mampu menampung debit air yang tinggi. Banjir melanda Desa Ketitangwetan pada […]

  • Anggota DPRD Pati Yeti Dorong Pengembangan Batik Tulis Bakaran

    Anggota DPRD Pati Yeti Dorong Pengembangan Batik Tulis Bakaran

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 60
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Yeti Kristianti, mendorong pengembangan batik tulis di Desa Bakaran Wetan agar dapat bersaing di pasaran. Yeti menekankan pentingnya promosi untuk meningkatkan popularitas batik khas desa tersebut. “Agar Batik Bakaran tidak kalah saing, saya berpesan agar Pemdes atau masyarakat sering-sering melakukan promosi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dirinya telah mengunjungi Desa […]

  • Gerak Cepat Polresta Pati Tetapkan Pentolan AMPB Sebagai Tersangka Pemblokiran Jalur Pantura

    Gerak Cepat Polresta Pati Tetapkan Pentolan AMPB Sebagai Tersangka Pemblokiran Jalur Pantura

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 387
    • 0Komentar

    PATI – Polresta Pati telah menetapkan dua orang sebagai tersangka atas dugaan pemblokiran Jalan Pantura Pati–Juwana saat aksi massa kelompok kontra AMPB pada Sidang Paripurna Hak Angket Bupati Pati, Jumat (31/10/2025). Aksi ini menyebabkan kemacetan total sekitar 15 menit dan mengganggu aktivitas masyarakat. Kedua tersangka, S (47) dan TI (49), keduanya berdomisili di Kecamatan Margorejo, […]

  • Polres Pati Sikat Motor Berknalpot Brong

    Polres Pati Sikat Motor Berknalpot Brong

    • calendar_month Sab, 15 Jan 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 42
    • 0Komentar

      Petugas melakukan razia motor berknalpot racing brong di sekitar Stadion Joyokusumo baru-baru ini. Tindakan tegas dilakukan Polres Pati dalam menyikapi maraknya sepeda motor berknalpot racing brong. Mereka yang kedapatan memiliki sepeda motor berknalpot racing brong langsung ditilang. PATI – Polres Pati gencar menggelar razia dengan sasaran sepeda motor berknalpot racing atau brong. Adapun razia […]

expand_less