Breaking News
light_mode

Prosa Jurnalisme Efektif Mengenalkan Kisah-kisah Budaya dan Sosial

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 14 Des 2018
  • visibility 154

KUDUS– Jurnalisme mampu jadi alat
untuk mengisahkan peristiwa keseharian bernafas budaya dan sosial menjadi isu
penting. Cerita di sekeliling Kota Kudus yang mudah dijumpai ini digubah para
penulis buku Yang Asing di Kampung Sendiri (2018) dengan teknik prosa
berpedoman fakta.
Salah satu penulis buku antologi,
Zakki Amali mengatakan, teknik narasi memang sedang digemari akhir-akhir ini
seiring dengan meningkatnya gairah pembaca untuk mengetahui topik tertentu yang
dikemas secara naratif dengan diksi pilihan serupa genre fiksi.
“Pembaca akan langsung puas
dengan satu berita singkat. Tapi dengan prosa jurnalisme, pembaca akan ditarik
hanyut ke dalam pusaran cerita. Metodenya memang sama, tapi cara menulisnya
beda,” kata dia dalam bedah buku yang digelar LPM Paradigma IAIN Kudus dan
Paradigma Institute di Gedung SBSN IAIN Kudus, Senin (10/12/2018).
Buku yang dieditori Afthonul Afif
ini terdapat 13 tulisan dengan sembilan penulis. Zakki mencontohkan kisah
keseharian yang bisa dijumpai di Kudus seperi orang puasa Dalail, buruh kretek,
situs patiayam dan tradisi nganten mubeng.
“Buku ini memang belum
sempurna, tapi menjadi tonggak awal dalam mengabadikan Kudus melalui teknik
jurnalisme naratif. Semoga ke depan semakin banyak yang meminati, karena respon
pembaca sangat bagus,” ujar pria alumni IAIN Kudus.
Dalam bedah buku itu hadir juga
sebagai narasumber, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Kudus, Zainal Abidin.
Menurut dia, beberapa kisah di dalam buku berkiblat pada aliran Timur dengan
ciri mengungkap kisah mitologi.
“Memang jurnalisme tak
bertumpu pada pembuktian ilmiah seperti sebuah penelitian, tapi ini justru jadi
keunikannya karena acuannya adalah fakta. Selama berdasar fakta, sebuah karya
sah sebagai produk jurnalisme. Apapun isi dan bentuknya,” kata dia.
Di hadapan puluhan mahasiswa IAIN
Kudus, Zainal mengaku optimis masa depan genre jurnalisme ini. Terlebih di
koran yang dipimpinnya juga menyediakan ruang untuk menulis isu tertentu dengan
pendekatan ini.
“Saya kaget ada dua wartawan
Radar Kudus yang menulis di sini. Saya tanya kok tidak ditulis saja di koran.
Rupanya mereka tidak bilang menulis ini. Mungkin setelah ini saya menugasi
mereka,” ungkap dia.
Dua wartawan Radar Kudus yang
dimaksud yakni Noor Syafaatul Udhma dan Diyah Ayu Fitriani. Keduanya menulis
masing-masing dua tulisan panjang.
Rektor IAIN Kudus, Mudakkir
mengatakan dalam sambutannya, buku ini telah membuat terhibur. Sehari-hari, ia
berkutat pada penelitian yang ciri penulisannya kaku dan datar.
“Saya baca di awal ini sudah
asik. Saya sempat terkecoh juga, karena pada awal tulisan tak menjelaskan. Tapi
penjelasan ada di akhir. Ini menarik dan menghibur. Selamat kepada para
penulis,” imbuh dia. (has)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begini Klarifikasi Wartawan Soal Tarif Liputan

    Begini Klarifikasi Wartawan Soal Tarif Liputan

    • calendar_month Sel, 12 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Wartawan Suara Merdeka daerah Pati Moh Nor Efendi saat berbincang dalam FGD yang diselenggarakan KPID Jawa Tengah di Hotel Safin Selasa (12/12/17) Lingkar Muria, PATI – Muhammad Rujhan mahasiswa dari Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA) mengeluarkan semua kegelisahannya. Salah satunya soal liputan yang berbayar. Rujhan heran mengapa dalam sebuah liputan di beberapa media yang ia […]

  • Edy Wuryanto Desak Kepastian Regulasi Pemutihan Tunggakan JKN

    Edy Wuryanto Desak Kepastian Regulasi Pemutihan Tunggakan JKN

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.133
    • 0Komentar

    JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Edy Wuryanto, mendesak pemerintah untuk segera menetapkan regulasi yang jelas mengenai rencana pemutihan atau penghapusan tunggakan iuran program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menurutnya, ketidakpastian kebijakan ini dapat menyebabkan kebingungan di kalangan masyarakat dan mengancam keberlanjutan program JKN secara keseluruhan. Sampai saat ini, rencana pemutihan […]

  • DPRD Pati Sorot Kompleksitas Banjir, Butuh Sinergitas Penanganan Hulu-Hilir

    DPRD Pati Sorot Kompleksitas Banjir, Butuh Sinergitas Penanganan Hulu-Hilir

    • calendar_month Sel, 27 Mei 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 193
    • 0Komentar

    PATI – Banjir yang kerap melanda Kabupaten Pati menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, menekankan kompleksitas permasalahan banjir yang membutuhkan penanganan terpadu. “Penanganan banjir tidak bisa diselesaikan dalam sehari. Perlu waktu panjang dan penanganan komprehensif, dari hilir sampai hulu,” ujarnya. Muntamah menjelaskan bahwa perbaikan hanya di hilir […]

  • Wakil Ketua DPRD Pati Sayangkan Lambatnya Pengolahan Sampah oleh Investor Asing 

    Wakil Ketua DPRD Pati Sayangkan Lambatnya Pengolahan Sampah oleh Investor Asing 

    • calendar_month Sen, 28 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 137
    • 0Komentar

    PATI – Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Pati dan perusahaan asal Australia, Infinity Eco Solutions International, melalui PT Avaniel Bintang Energi Indonesia, untuk pengolahan sampah menjadi briket hingga kini belum menunjukkan perkembangan. Padahal, penandatanganan kerja sama telah dilakukan pada tahun 2024. Hal ini disayangkan oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Hardi. Politisi Partai Gerindra […]

  • Jidhuran dan Kesederhanaan Beragama Ala Orang Desa

    Jidhuran dan Kesederhanaan Beragama Ala Orang Desa

    • calendar_month Sen, 15 Feb 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Sudah lebih dari lima tahun saya vakum dari dunia “penerbangan” (baca: rebana). Kalau tidak salah ingat, terakhir menabuh rebana waktu kelas tiga Madrasah Aliyah. Praktis, tangan saya sudah tak lentur lagi menabuh dengan berbagai jenis gaya dan variasi. Semalam, saya ikut Pak Mul, bapak saya, Jidhuran. Tempatnya di Makam Mbah Surojoyo. Bagi kami, ia lah […]

  • Carut-Marut ; Indonesia Butuh Asupan Cinta

    Carut-Marut ; Indonesia Butuh Asupan Cinta

    • calendar_month Sab, 19 Mei 2018
    • account_circle Redaksi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    PATI – Di edisi ke 77, persoalan kebangsaan Indonesia menjadi sorotan lagi. Ngaji budaya yang diselenggarakan di Rumah Adab Indonesia Mulia itu mengambil tema Jalan Cinta Sabtu (12/5/2018) malam lalu.  Pengasuh Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin membukan diskusi ngaji budaya malam itu dengan kegelisahan potret kebangsaan saat ini. Menurutnya, perbincangan mengenai cinta semakin hilang dan bahkan […]

expand_less