Breaking News
light_mode

Prosa Jurnalisme Efektif Mengenalkan Kisah-kisah Budaya dan Sosial

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jum, 14 Des 2018
  • visibility 242

KUDUS– Jurnalisme mampu jadi alat
untuk mengisahkan peristiwa keseharian bernafas budaya dan sosial menjadi isu
penting. Cerita di sekeliling Kota Kudus yang mudah dijumpai ini digubah para
penulis buku Yang Asing di Kampung Sendiri (2018) dengan teknik prosa
berpedoman fakta.
Salah satu penulis buku antologi,
Zakki Amali mengatakan, teknik narasi memang sedang digemari akhir-akhir ini
seiring dengan meningkatnya gairah pembaca untuk mengetahui topik tertentu yang
dikemas secara naratif dengan diksi pilihan serupa genre fiksi.
“Pembaca akan langsung puas
dengan satu berita singkat. Tapi dengan prosa jurnalisme, pembaca akan ditarik
hanyut ke dalam pusaran cerita. Metodenya memang sama, tapi cara menulisnya
beda,” kata dia dalam bedah buku yang digelar LPM Paradigma IAIN Kudus dan
Paradigma Institute di Gedung SBSN IAIN Kudus, Senin (10/12/2018).
Buku yang dieditori Afthonul Afif
ini terdapat 13 tulisan dengan sembilan penulis. Zakki mencontohkan kisah
keseharian yang bisa dijumpai di Kudus seperi orang puasa Dalail, buruh kretek,
situs patiayam dan tradisi nganten mubeng.
“Buku ini memang belum
sempurna, tapi menjadi tonggak awal dalam mengabadikan Kudus melalui teknik
jurnalisme naratif. Semoga ke depan semakin banyak yang meminati, karena respon
pembaca sangat bagus,” ujar pria alumni IAIN Kudus.
Dalam bedah buku itu hadir juga
sebagai narasumber, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Kudus, Zainal Abidin.
Menurut dia, beberapa kisah di dalam buku berkiblat pada aliran Timur dengan
ciri mengungkap kisah mitologi.
“Memang jurnalisme tak
bertumpu pada pembuktian ilmiah seperti sebuah penelitian, tapi ini justru jadi
keunikannya karena acuannya adalah fakta. Selama berdasar fakta, sebuah karya
sah sebagai produk jurnalisme. Apapun isi dan bentuknya,” kata dia.
Di hadapan puluhan mahasiswa IAIN
Kudus, Zainal mengaku optimis masa depan genre jurnalisme ini. Terlebih di
koran yang dipimpinnya juga menyediakan ruang untuk menulis isu tertentu dengan
pendekatan ini.
“Saya kaget ada dua wartawan
Radar Kudus yang menulis di sini. Saya tanya kok tidak ditulis saja di koran.
Rupanya mereka tidak bilang menulis ini. Mungkin setelah ini saya menugasi
mereka,” ungkap dia.
Dua wartawan Radar Kudus yang
dimaksud yakni Noor Syafaatul Udhma dan Diyah Ayu Fitriani. Keduanya menulis
masing-masing dua tulisan panjang.
Rektor IAIN Kudus, Mudakkir
mengatakan dalam sambutannya, buku ini telah membuat terhibur. Sehari-hari, ia
berkutat pada penelitian yang ciri penulisannya kaku dan datar.
“Saya baca di awal ini sudah
asik. Saya sempat terkecoh juga, karena pada awal tulisan tak menjelaskan. Tapi
penjelasan ada di akhir. Ini menarik dan menghibur. Selamat kepada para
penulis,” imbuh dia. (has)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Pati Miliki Jangka Waktu 30 Hari untuk Selesaikan Rekomendasi Resmi LKPJ Bupati 2025

    DPRD Pati Miliki Jangka Waktu 30 Hari untuk Selesaikan Rekomendasi Resmi LKPJ Bupati 2025

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.799
    • 0Komentar

    PATI – Setelah penyampaian Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten (LKPJ) Tahun 2025 oleh Plt. Bupati Pati, DPRD Kabupaten Pati akan melakukan proses pembahasan mendalam selama 30 hari kerja sebelum menetapkan rekomendasi resmi terkait hasil pelaksanaan kinerja daerah. “Setelah laporan disampaikan, DPRD mempunyai waktu 30 hari untuk membahas LKPJ tersebut. Nantinya akan keluar satu rekomendasi, yang mencakup […]

  • Anggota DPRD Pati Dorong Generasi Muda Kembangkan Ekonomi Kreatif

    Anggota DPRD Pati Dorong Generasi Muda Kembangkan Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Rab, 18 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 287
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Pati, Muslihan, mengajak generasi muda di Kabupaten Pati untuk lebih aktif dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif. Menurutnya, potensi besar di bidang seni, budaya, dan kuliner bisa menjadi peluang bagi pemuda untuk meningkatkan perekonomian daerah. “Industri ikan bandeng di Juwana, misalnya, terkenal dan bisa diolah menjadi produk bernilai tinggi,” ujarnya. Ia juga […]

  • Gelandang Muda Asal Pati Trial di PSIS Semarang

    Gelandang Muda Asal Pati Trial di PSIS Semarang

    • calendar_month Kam, 11 Mar 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 228
    • 0Komentar

    SEMARANG – Sebuah terobosan dilakukan PSIS Semarang, dengan membuka kesempatan bagi tiga pemain muda untuk dapat trial di ajang Piala Menpora 2021. Sebuah turnamen pemanasan jelang bergulirnya Liga 1 setelah vakum selama satu tahun ini. Ketiga pemain itu sudah mulai berlatih dengan skuat PSIS di bawah asuhan asisten pelatih Imran Nahumarury pada Rabu (10/3/2021) di […]

  • Pertama Kali, Universitas Safin Pati Sukses Menggelar Wisuda 116 Mahasiswa Fakultas Kesehatan

    Pertama Kali, Universitas Safin Pati Sukses Menggelar Wisuda 116 Mahasiswa Fakultas Kesehatan

    • calendar_month Sen, 5 Feb 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 341
    • 0Komentar

    KAMPUS – Universitas Safin Pati (USP) merayakan momen bersejarah dengan menggelar wisuda ke-1 sarjana, diploma, dan profesi di Hall The Safin Hotel pada Senin (5/2). Acara ini dihadiri oleh 116 mahasiswa dari Fakultas Kesehatan, yang terdiri dari program studi keperawatan, farmasi, dan ners. Dalam sambutannya, Rektor Universitas Safin Pati, Murtono, berharap bahwa wisuda ini akan […]

  • Pria di Tambakromo Aniaya Adik Ipar hingga Tewas, Terancam Tujuh Tahun Penjara

    Pria di Tambakromo Aniaya Adik Ipar hingga Tewas, Terancam Tujuh Tahun Penjara

    • calendar_month Jum, 25 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 315
    • 0Komentar

    PATI – RS (28), warga Desa Angkatan Lor, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, kini ditahan di Polresta Pati atas tuduhan penganiayaan yang menyebabkan kematian adik iparnya. Peristiwa bermula dari pertengkaran antara adik RS dan suaminya (korban). Merasa kesal, RS memukul korban hingga terjatuh dan kepalanya membentur lantai. “Pukulan mengenai wajah korban sehingga korban terjatuh dan kepalanya […]

  • Hadiri Cap Go Meh, Safin Ajak Tionghoa Perantauan Bangun Usaha di Pati

    Hadiri Cap Go Meh, Safin Ajak Tionghoa Perantauan Bangun Usaha di Pati

    • calendar_month Rab, 20 Feb 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 251
    • 0Komentar

    PATI – Perayaan Cap Go Meh di Kelenteng Hok Tik Bio digelar Selasa (19/2/2019) malam. Pelataran kelenteng penuh. Dari masyarakat Tionghoa, lintas agama sampai para pejabat duduk rapat menikmati sajian lontong khas Cap Go Meh diselingi pentas kesenian ala tionghoa. Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Saiful Arifin mengapresiasi kegiatan budaya tersebut.  “Inilah salah satu wujud […]

expand_less