Breaking News
light_mode

Mudahnya Budidaya Kelapa Kopyor Ala Omah Kopyor Ngagel Dukuhseti

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 1 Nov 2021
  • visibility 271

Kelapa kopyor dari Dukuhseti menjadi primadona

Budidaya kelapa kopyor itu mudah. Namun menuntut kecermatan dan ketelatenan dari para petani. Yang penting adalah fokus dulu menanam sebaik mungkin. Nanti hasil akan mengikuti.

PATI – Pengelola
Omah Kopyor, Tulus Sanyoto membagikan tips untuk sukses budidaya kelapa kopyor.
Namun terlebih dulu pihaknya mengingatkan, bagi petani pemula yang ingin
mengembangkan kelapa kopyor jangan terbuai dengan nilai ekonomis yang tinggi.
Menurutnya, ada beberapa hal teknis yang harus dipahami sebelum menanam kelapa
kopyor.

“Jadi untuk pemula
jangan dibayangkan dulu nilai ekonomisnya yang memang fantastis dibanding
kelapa biasa. Karena setiap tandan buah kelapa yang kopyor alami hanya sekitar
25 hingga 35 persen. Dan potensi pohon berbuah kopyor itu hanya 70 persen dari
yang kita tanam,” terangnya saat menerima kunujungan para petani dari Imogiri,
Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tulus menambahkan, yang
perlu diperhatikan selama menanam kelapa kopyor adalah cara pemupukan.
Diperlukan pemupukan yang maksimal saat kelapa mendekati berbuah. Hal ini
diperlukan agar nantinya malai buah yang dihasilkan juga semakin panjang dan
buah yang dihasilkan juga banyak.

“Selain itu, yang
harus diperhatikan adalah potensi serangan hama utama kelapa yaitu kwangwung.
Jadi harus diperhatikan pengendalian hama ini dengan memperhatikan kebersihan
dan sistem sanitasi lingkungan. Upayakan juga jauh dari peternakan sapi,”
ujar Tulus.

Saat ini, kebutuhan kelapa
kopyor untuk pengunjung agrowisata seluas 3.500 m3 itu mencapai 300 butir per
bulan. Di tingkat pengepul, harga kelapa kopyor bervariasi antara Rp 25 ribu
hingga Rp 57 ribu tergantung diameter buah. Sementara untuk kebutuhan bibit
mampu menjual 150 bibit kelapa kopyor per bulan dengan harga Rp 25 ribu per
bibit.

“Sementara untuk bibit
yang bersertifikat dijual Rp 30 ribu. Jadi, bertani kopyor masih sangat
menjanjikan, dan pasarnya sangat terbuka lebar. 
Setelah diperbolehkannya obyek wisata beroperasi, Omah Kopyor sudah
mulai ramai pengunjung. Dan omzet saat ini bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp
1,8 juta tiap akhir pekan,” pungkasnya. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laga Sengit Derbi Muria Persipa Pati vs Persiku Kudus, Tuan Rumah Lagi Gacor

    Laga Sengit Derbi Muria Persipa Pati vs Persiku Kudus, Tuan Rumah Lagi Gacor

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 282
    • 0Komentar

    OLAHRAGA – Persipa Pati akan bertanding melawan Persiku Kudus dalam laga bergengsi bertajuk Derbi Muria pada Rabu, 2 Oktober 2024, di Stadion Joyokusumo, Pati. Pertandingan dijadwalkan dimulai pada pukul 15.00 WIB. Laga Derbi Muria ini diprediksi akan berlangsung sengit, mengingat gengsi dan harga diri kedua tim yang menjadi taruhan. Sebagai tuan rumah, Persipa Pati diharapkan […]

  • Karang Taruna Lahar Bagi Takjil Sesuai Alquran

    Karang Taruna Lahar Bagi Takjil Sesuai Alquran

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle Redaksi
    • visibility 218
    • 0Komentar

      Pemuda karang taruna Desa Lahar membagi takjil Ramadan memang menjadi momen untuk berlomba-lomba dalam menebar kebaikan. Salah satunya, Karang Taruna Mandala Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, Pati yang ikut ambil bagian. Ratusan takjil dibagikan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan sesuai Alquran. PATI – Para anggota Karang Taruna Lahar membagikan ratusan takjil kepada masyarakat yang melintasi jalan […]

  • Para pemain Persijap Jepara dalam sesi latihan di GBK.

    Juan Cortes Berpacu dengan Waktu Persiapan Persijap Jepara

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 217
    • 0Komentar

    JEPARA – Persijap Jepara berpacu dengan waktu untuk mematangkan persiapan menghadapi persaingan Super League 2026/2027. Pelatih anyar Laskar Kalinyamat, Juan Cortes, menyadari timnya memiliki waktu pramusim yang relatif singkat sehingga setiap sesi latihan harus dimanfaatkan secara maksimal. Juan Cortes ditunjuk sebagai pelatih Persijap pada pertengahan Agustus 2026. Sejak saat itu, pelatih asal Spanyol tersebut langsung […]

  • Anggota DPRD Pati Dorong Sinergi BPD dan Pemerintah Desa untuk Kemajuan Desa

    Anggota DPRD Pati Dorong Sinergi BPD dan Pemerintah Desa untuk Kemajuan Desa

    • calendar_month Sel, 22 Apr 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 250
    • 0Komentar

    PATI – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Warsiti, mendorong Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk bersinergi dengan pemerintah desa. Menurutnya, sinergi ini krusial untuk kemajuan desa. “BPD itu mitra pemerintah desa. Harapannya, BPD bisa bersinergi agar desa maju,” ujar Warsiti. Ia menambahkan, ketidakharmonisan antara BPD dan kepala desa akan berdampak buruk pada pemerintahan desa. Warsiti, politisi PDI […]

  • Petis runting kuliner khas Pati yang tidak ada di tempat lain.

    4 Kuliner Favorit Khas Kabupaten Pati yang Wajib Dicoba

    • calendar_month Rab, 12 Nov 2025
    • account_circle Abdul Adhim
    • visibility 934
    • 0Komentar

    KULINER – Kabupaten Pati di Jawa Tengah dikenal bukan hanya karena potensi pertanian dan perikanannya, tetapi juga karena kekayaan kuliner khas Pati yang menggugah selera. Ragam makanan tradisional Pati menawarkan cita rasa unik hasil perpaduan budaya pesisir dan pedesaan Jawa. Jika kamu berencana berwisata ke daerah ini, jangan lewatkan empat kuliner legendaris yang menjadi kebanggaan […]

  • DPRD Pati Ingatkan Potensi Banjir Akibat Buang Sampah di Sungai

    DPRD Pati Ingatkan Potensi Banjir Akibat Buang Sampah di Sungai

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 293
    • 0Komentar

    PATI – Warsiti, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengingatkan masyarakat akan potensi banjir akibat kebiasaan membuang sampah di sungai. Hal ini disampaikan menyusul maraknya warga yang memanfaatkan sungai sebagai tempat pembuangan sampah rumah tangga saat musim kemarau. “Tidak adanya air di sungai saat musim kemarau ini seringkali dimanfaatkan oleh warga sebagai tempat […]

expand_less