Breaking News
light_mode

Mudahnya Budidaya Kelapa Kopyor Ala Omah Kopyor Ngagel Dukuhseti

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 1 Nov 2021
  • visibility 217

Kelapa kopyor dari Dukuhseti menjadi primadona

Budidaya kelapa kopyor itu mudah. Namun menuntut kecermatan dan ketelatenan dari para petani. Yang penting adalah fokus dulu menanam sebaik mungkin. Nanti hasil akan mengikuti.

PATI – Pengelola
Omah Kopyor, Tulus Sanyoto membagikan tips untuk sukses budidaya kelapa kopyor.
Namun terlebih dulu pihaknya mengingatkan, bagi petani pemula yang ingin
mengembangkan kelapa kopyor jangan terbuai dengan nilai ekonomis yang tinggi.
Menurutnya, ada beberapa hal teknis yang harus dipahami sebelum menanam kelapa
kopyor.

“Jadi untuk pemula
jangan dibayangkan dulu nilai ekonomisnya yang memang fantastis dibanding
kelapa biasa. Karena setiap tandan buah kelapa yang kopyor alami hanya sekitar
25 hingga 35 persen. Dan potensi pohon berbuah kopyor itu hanya 70 persen dari
yang kita tanam,” terangnya saat menerima kunujungan para petani dari Imogiri,
Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tulus menambahkan, yang
perlu diperhatikan selama menanam kelapa kopyor adalah cara pemupukan.
Diperlukan pemupukan yang maksimal saat kelapa mendekati berbuah. Hal ini
diperlukan agar nantinya malai buah yang dihasilkan juga semakin panjang dan
buah yang dihasilkan juga banyak.

“Selain itu, yang
harus diperhatikan adalah potensi serangan hama utama kelapa yaitu kwangwung.
Jadi harus diperhatikan pengendalian hama ini dengan memperhatikan kebersihan
dan sistem sanitasi lingkungan. Upayakan juga jauh dari peternakan sapi,”
ujar Tulus.

Saat ini, kebutuhan kelapa
kopyor untuk pengunjung agrowisata seluas 3.500 m3 itu mencapai 300 butir per
bulan. Di tingkat pengepul, harga kelapa kopyor bervariasi antara Rp 25 ribu
hingga Rp 57 ribu tergantung diameter buah. Sementara untuk kebutuhan bibit
mampu menjual 150 bibit kelapa kopyor per bulan dengan harga Rp 25 ribu per
bibit.

“Sementara untuk bibit
yang bersertifikat dijual Rp 30 ribu. Jadi, bertani kopyor masih sangat
menjanjikan, dan pasarnya sangat terbuka lebar. 
Setelah diperbolehkannya obyek wisata beroperasi, Omah Kopyor sudah
mulai ramai pengunjung. Dan omzet saat ini bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp
1,8 juta tiap akhir pekan,” pungkasnya. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persipa Pati Siap Hadapi PSDS Deli Serdang dalam Laga Penting Kabur dari Zona Degradasi

    Persipa Pati Siap Hadapi PSDS Deli Serdang dalam Laga Penting Kabur dari Zona Degradasi

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 1.397
    • 0Komentar

    PATI – Persipa Pati siap menghadapi tantangan berat melawan PSDS Deli Serdang dalam lanjutan kompetisi Liga Nusantara musim 2025/2026. Pertandingan yang berpotensi menentukan perolehan poin keduanya dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (3/1/2026) di Stadion Moch Soebroto, Magelang. Kedua tim sama-sama berada di zona yang rentan dan membutuhkan tambahan tiga poin untuk menjauh dari posisi juru kunci. […]

  • Jelang Lebaran, DPRD Pati Tekankan Perlunya Perhatian pada Ekonomi Masyarakat

    Jelang Lebaran, DPRD Pati Tekankan Perlunya Perhatian pada Ekonomi Masyarakat

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.198
    • 0Komentar

    PATI – Kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih optimal menjadi perhatian khusus Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati, Joni Kurnianto. Hal tersebut disampaikannya setelah menggelar kegiatan pembagian takjil gratis bagi masyarakat yang melintas di Jalan Dr Wahidin, Kota Pati, pada hari Jumat (13/3/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengajak pemerintah daerah untuk meningkatkan perhatian terhadap […]

  • Dari Keling, Kenikmatan Citarasa Kopi Mempercantik Citra Diri

    Dari Keling, Kenikmatan Citarasa Kopi Mempercantik Citra Diri

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle Redaksi
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Kopi Tempur salah satu primadona kopi di Kota Jepara  Pamor Kecamatan Keling tak lagi identik sebagai kecamatan “pinggiran” apalagi terbelakang, di wilayah Kota Ukir Jepara. Keling setidaknya telah berani unjuk gigi. Berusaha mempercantik citra diri. Festival kopi dan kuliner yang digelar 15-17 Agustus 2019 di Terminal Sambungoyot, Desa Kelet menjadi bukti arah berbenah di kecamatan […]

  • Komisi D DPRD Pati Sosialisasi Aturan Sekolah, Wali Murid Lega Tak Ada Lagi Pungutan Wajib

    Komisi D DPRD Pati Sosialisasi Aturan Sekolah, Wali Murid Lega Tak Ada Lagi Pungutan Wajib

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 24.758
    • 0Komentar

    PATI – Guna meringankan beban biaya pendidikan bagi masyarakat, Komisi D DPRD Kabupaten Pati secara tegas melarang segala bentuk pungutan yang dipungut melalui lembaga komite sekolah. Pernyataan tersebut disampaikan saat digelarnya sosialisasi peraturan pengelolaan komite sekolah di SMP Negeri 1 Tayu. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur legislatif, Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, pihak manajemen sekolah, serta […]

  • Ali Badrudin : DPRD Pati Dukung dan Kawal Perjuangan Nelayan Turunkan Harga BBM

    Ali Badrudin : DPRD Pati Dukung dan Kawal Perjuangan Nelayan Turunkan Harga BBM

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 98.462
    • 0Komentar

    PATI – Menyikapi tuntutan yang disampaikan oleh para nelayan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pati menyatakan sikap mendukung sepenuhnya permintaan penurunan harga bahan bakar minyak atau BBM non-subsidi yang dinilai selama ini membebani usaha mereka. Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, menegaskan bahwa lembaga legislatif siap berperan aktif mengawal aspirasi tersebut hingga mencapai tingkat pemerintah […]

  • Korban Sodomi di Jepara Dapat Perhatian dari Mensos Risma

    Korban Sodomi di Jepara Dapat Perhatian dari Mensos Risma

    • calendar_month Sen, 15 Mei 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 210
    • 0Komentar

      Kunjungan Mensos Risma ke Polres Jepara/ Doc Polres Jepara  JEPARA – Menteri Sosial Tri Rismaharini memberikan perhatian khusus tentang kasus memilukan korban sodomi di Jepara, yang menimpa seorang remaja berusia 13 tahun. Risma menemui korban di ruangan gelar perkara Satreskrim Polres Jepara, Senin (15/5/2023). Seperti diketahui baru-baru ini di Kabupaten Jepara ramai diberitakan seorang […]

expand_less