Breaking News
light_mode

Mudahnya Budidaya Kelapa Kopyor Ala Omah Kopyor Ngagel Dukuhseti

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sen, 1 Nov 2021
  • visibility 328

Kelapa kopyor dari Dukuhseti menjadi primadona

Budidaya kelapa kopyor itu mudah. Namun menuntut kecermatan dan ketelatenan dari para petani. Yang penting adalah fokus dulu menanam sebaik mungkin. Nanti hasil akan mengikuti.

PATI – Pengelola
Omah Kopyor, Tulus Sanyoto membagikan tips untuk sukses budidaya kelapa kopyor.
Namun terlebih dulu pihaknya mengingatkan, bagi petani pemula yang ingin
mengembangkan kelapa kopyor jangan terbuai dengan nilai ekonomis yang tinggi.
Menurutnya, ada beberapa hal teknis yang harus dipahami sebelum menanam kelapa
kopyor.

“Jadi untuk pemula
jangan dibayangkan dulu nilai ekonomisnya yang memang fantastis dibanding
kelapa biasa. Karena setiap tandan buah kelapa yang kopyor alami hanya sekitar
25 hingga 35 persen. Dan potensi pohon berbuah kopyor itu hanya 70 persen dari
yang kita tanam,” terangnya saat menerima kunujungan para petani dari Imogiri,
Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tulus menambahkan, yang
perlu diperhatikan selama menanam kelapa kopyor adalah cara pemupukan.
Diperlukan pemupukan yang maksimal saat kelapa mendekati berbuah. Hal ini
diperlukan agar nantinya malai buah yang dihasilkan juga semakin panjang dan
buah yang dihasilkan juga banyak.

“Selain itu, yang
harus diperhatikan adalah potensi serangan hama utama kelapa yaitu kwangwung.
Jadi harus diperhatikan pengendalian hama ini dengan memperhatikan kebersihan
dan sistem sanitasi lingkungan. Upayakan juga jauh dari peternakan sapi,”
ujar Tulus.

Saat ini, kebutuhan kelapa
kopyor untuk pengunjung agrowisata seluas 3.500 m3 itu mencapai 300 butir per
bulan. Di tingkat pengepul, harga kelapa kopyor bervariasi antara Rp 25 ribu
hingga Rp 57 ribu tergantung diameter buah. Sementara untuk kebutuhan bibit
mampu menjual 150 bibit kelapa kopyor per bulan dengan harga Rp 25 ribu per
bibit.

“Sementara untuk bibit
yang bersertifikat dijual Rp 30 ribu. Jadi, bertani kopyor masih sangat
menjanjikan, dan pasarnya sangat terbuka lebar. 
Setelah diperbolehkannya obyek wisata beroperasi, Omah Kopyor sudah
mulai ramai pengunjung. Dan omzet saat ini bisa mencapai Rp 1 juta hingga Rp
1,8 juta tiap akhir pekan,” pungkasnya. (yan)

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akhir Pekan Kunjungan Ke Pasar Pragolo Meningkat

    Akhir Pekan Kunjungan Ke Pasar Pragolo Meningkat

    • calendar_month Sab, 9 Des 2017
    • account_circle Redaksi
    • visibility 275
    • 0Komentar

    Lingkar Muria, PATI – Berbeda dengan hari-hari biasa, kunjungan di Pasar Produk Unggulan Pragolo meningkat di akhir pekan. Hal ini diungkapkan Ningrum, SPG makanan ringan di Pasar Pragolo Sabtu (9/12/17). ”Hari-hari biasa, pengunjung pasar hanya satu-dua. Berbeda jika malam Minggu dan hari Minggunya, pengunjung ramai sekali,” katanya kepada Lingkar Muria. Hal ini juga terbantu dengan […]

  • Ketua Komisi A DPRD Pati : Kebijakan WFH Berpotensi Efisien, Tetapi Harus Dijaga dari Penyimpangan

    Ketua Komisi A DPRD Pati : Kebijakan WFH Berpotensi Efisien, Tetapi Harus Dijaga dari Penyimpangan

    • calendar_month Kam, 26 Mar 2026
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 3.840
    • 0Komentar

    PATI – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Narso, menilai bahwa kebijakan Work From Home (WFH) memiliki potensi untuk mendukung efisiensi dalam pelaksanaan pekerjaan, asalkan diterapkan dengan cara yang tepat dan benar. ”WFH baik untuk efisiensi tetapi harus dipastikan benar-benar berjalan efektif dan tidak disalahgunakan,” ujar Narso. Dia mengingatkan akan potensi penyimpangan dalam penerapan kebijakan […]

  • Bocah 6 Tahun Hilang, Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Ndaleman Kayen

    Bocah 6 Tahun Hilang, Ditemukan Tewas Tenggelam di Sungai Ndaleman Kayen

    • calendar_month Sel, 4 Mar 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 305
    • 0Komentar

    PATI – Seorang bocah laki-laki berusia 6 tahun, MKA, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Ndaleman, Desa Kayen, Kecamatan Kayen, Senin (3/3/2025). Kehilangan tragis ini terjadi sekitar pukul 21.30 WIB, setelah bocah tersebut dilaporkan hilang sejak pukul 17.00 WIB. Proses pencarian yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Tim Basarnas, BPBD Pati, Koramil 04 Kayen, Polsek Kayen, […]

  • Terminal Jepara bakal naik menjadi tipe A dan dikelola oleh Kementerian perhubungan.

    Dapat Kucuran 30 Miliar Terminal Jepara Bakal Dibangun

    • calendar_month Sel, 18 Jul 2023
    • account_circle Redaksi
    • visibility 912
    • 0Komentar

    Terminal Jepara bakal naik menjadi tipe A dan dikelola oleh Kementerian perhubungan. JEPARA – Terminal bus Jepara direncanakan segera dibangun dengan kucuran dana segar Rp 30 miliar dari APBN 2023. Terminal Jepara rencananya bakal dialihkan statusnya dari terminal Tipe C ke Tipe A tahun 2023   Karena itu pangkalan bus angkutan umum yang berada di […]

  • Cerita Dibalik Logo Hari Santri 2021 Kementerian Agama Republik Indonesia

    Cerita Dibalik Logo Hari Santri 2021 Kementerian Agama Republik Indonesia

    • calendar_month Kam, 7 Okt 2021
    • account_circle Redaksi
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Logo Hari Santri 2021 dari Kementerian Agama terlihat simpel. Namun filosinya cukup dalam. Kreatornya adalah seorang santri tulen asal Desa Cebolek, Kecamatan Margoyoso. Semalaman dia menggarap proyek dadakan itu. PATI – Kementerian Agama resmi meluncurkan logo peringatan Hari Santri tahun 2021. Adalah M. Shofa Ulul Azmi, pria kelahiran Pati, 27 Juni 1992 ini yang menciptakan […]

  • Ratusan Warga Grobogan Antusias Ikuti Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis dari Kemenkes dan DPR RI

    Ratusan Warga Grobogan Antusias Ikuti Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis dari Kemenkes dan DPR RI

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle Fatwa Fauzian
    • visibility 295
    • 0Komentar

    GROBOGAN – Ratusan warga dari berbagai desa di Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, memadati Pendopo Kecamatan Tegowanu pada Minggu (14/9) pagi. Kedatangan mereka adalah untuk mengikuti sosialisasi pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Acara ini merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang bertujuan […]

expand_less